
Matahari sudah terbit pertanda bahwa sekarang sudah menjelang pagi. Reza yang merasa dirinya sudah lebih baik segera bersiap begitu juga dengan Jack dan Ryan.
"Ketua, lebih baik kita sarapan saja dulu baru kita pergi karna penerbangan kita masih ada 1 jam lagi." ujar jack kepada reza yang baru saja keluar dari kamar.
"Hm, kita cari saja restoran dekat sini lalu pergi ke bandara." katanya langsung menuju pintu.
Ryan dan Jack mengikuti ketua mereka dari belakang sambil membawa koper yang mereka miliki untuk dimasukkan ke dalam bagasi mobil. Setelah mereka semua masuk ke dalam mobil mereka pun melanjutkan perjalanan menuju restoran terdekat. Saat sampai di sana Jack dan Ryan turun terlebih dulu untuk membukakan pintu ketua mereka dan memasuki restoran tersebut. Banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka dengan tatapan kagum karna ketampanan yang mereka miliki serta tatapan liar untuk menggoda mereka bertiga namun ketiga pria tampan itu sama-sama memasang wajah dingin dan cuek akan keadaan sekitar.
"Ck, tatapan mereka membuat ku jijik." ujar reza yang memang terlihat tidak nyaman.
Jack dan ryan yang melihat itu hanya membuang nafas pelan "Apa ketua mau saya kosongkan restoran ini untuk kenyamanan ketua?" ucap ryan kepada reza. Reza hanya melirik ryan tanpa menjawab sedangkan jack hanya mengangkatnya bahunya tanda tidak tahu jadilah ryan kembali diam. Mereka cukup menikmati sarapan pagi itu di ruangan khusus VVIP setelah selesai Reza langsung menuju ke arah mobilnya.
"Ryan, aku dan ketua menunggu mu di mobil jadi lebih baik kau segera ke kasir untuk membayarnya." ucap jack yang diangguki ryan lalu segera ke mobil menyusul ketuanya.
Saat ryan sedang berjalan tidak sengaja ia d tabrak oleh seorang pelayan perempuan alhasil baju yang ia kenakan menjadi kotor karna makanan yang dibawa pelayan itu.
"Hei, apa kau buta hah? Beraninya kau mengotori bajuku nona." bentak ryan kepada pelayan tersebut sedangkan pelayan tersebut yang menabrak ryan hanya menunduk bersalah dan tidak berani menatapnya.
__ADS_1
Dengan suara gemetar "Ma-maafkan saya tuan, saya tidak sengaja sungguh!" air mata sudah membanjiri matanya karna takut akan di pecat oleh bosnya.
Ryan yang melihat gadis itu menunduk ketakutan langsung berucap kembali "Jika aku sedang tidak terburu-buru kau akan ku beri pelajaran." dengan nada yang begitu dingin ryan langsung pergi begitu saja. Sedangkan pelayan itu cukup merasa lega karna tidak di adukan oleh bosnya.
Saat sudah memasuki mobil jack terlihat heran dengan keadaan baju ryan yang begitu kotor "Ada apa dengan bajumu itu, kenapa sangat kotor sekali?" tanya jack sedangkan reza yang berada di belakang mobil hanya fokus memejamkan mata saja efek terkena racun masih ada meski sudah lebih baik.
"Ini ulah pelayan bodoh itu, kalau saja tidak buru-buru sudah ku buat dia di pecat oleh bosnya."
Jack yang mendapatkan jawaban amarah tertahan ryan hanya mengernyitkan alisnya lalu mereka segera pergi ke arah bandara.
Sementara itu di tempat lain, Dewi bangun dengan tergesa-gesa tanpa melihat handphone nya karna dia berpikir bahwa dia sudah telat untuk berangkat kerja.
"Oh astaga dew, bisa-bisanya kau kesiangan seperti ini." gumamnya sendiri yang segera bersiap. Lalu ia segera keluar dan pamit kepada mamanya tanpa sarapan dan segera menaiki taksi yang dia pesan secara online itu.
Saat sudah sampai ke apartemen, Dewi segera bersiap untuk melakukan pekerjaannya sambil bernyanyi ria dengan suara nya yang lembut itu karna memang ia memiliki suara yang merdu selain suka mendengarkan musik ia juga suka bernyanyi sedari kecil sebagai hobbynya. Saat semua pekerjaan sudah selesai seperti biasa ia akan berada di kamar belakang untuk sekedar istirahat sebentar sebelum makan siang tiba karna memang apartemen ini selalu bersih jadi pekerjaannya pun cepat terselesaikan dengan baik. Tampa Dewi sadari bahwa sang pemilik apartemen akan segera kembali.
Setelah beberapa jam perjalanan Reza, Jack dan Ryan yang sudah berganti pakaian di pesawat segera turun dan mereka sudah di sambut oleh Dicky di lapangan bandara dengan beberapa anak buah Red Dragon untuk melakukan penjagaan.
__ADS_1
Beberapa anak buah sudah berjajar rapi begitu juga dengan Dicky "Siang ketua, semua sudah di persiapkan dan di sana mobil ketua." ujar dicky kepada reza.
"Hm, jangan lupa pesan ku suruh Musa dan Tristan datang ke apartemen nanti malam, dan kau jack istirahat lah besok saja ke perusahaan, kau juga balik saja ke markas." ucapnya kepada ryan dan jack lalu memasuki mobil yang sudah ada sopir di dalamnya.
"Senior mau di antar ke apartemen atau bareng kami ke markas saja?" tanya dicky kepada jack.
Jack melirik ke dicky "Aku ke apartemen ku saja dan kalian balik lah ke markas biarkan aku menyetir mobilnya sendiri." ujar jack kepada ryan dan dicky lalu dicky memberikan kunci mobil tersebut kepada jack. Setelahnya mereka semua pergi dengan mobil masing-masing menuju ke tempat masing-masing.
"Ryan, apa kau tahu kenapa musa di panggil oleh ketua bahkan aku melihat jika ketua sedang menahan emosinya saat menyebutkan nama musa." tanya dicky yang begitu penasaran.
"Akupun tidak tahu bahkan di sana ketua terlihat sangat marah dan ingin memberikan hukuman kepadanya, entah apa yang sudah musa lakukan sehingga ketua bener-bener semarah itu dengannya."
Dicky yang memang lebih dekat kepada musa menjadi khawatir takut apakah sahabatnya itu telah berkhianat jika ya maka habislah nanti di tangan ketuanya karna ketuanya sangat membenci penghianatan. Sedangkan ryan memejamkan matanya yang memang terlihat lelah dan mengantuk itu bagaimana tidak semalaman melakukan misi hingga hampir subuh lalu tidur sebentar dan bangun lagi pagi hari untuk pulang ke negaranya.
Setelah sampai di apartemen Reza melihat apartemennya begitu bersih "Ternyata kinerja pelayan kampung itu bagus juga, semua terlihat bersih dan tertata rapih." ujarnya yang melihat sekeliling itu lalu segera naik ke atas menuju kamarnya. Reza yang berpikir bahwa pelayan itu tidak datang karna sudah diberikan cuti tidak tahu jika Dewi ada di belakang sedang beristirahat sedangkan Dewi juga sebaliknya tidak tahu jika sang pemilik apartemen sudah kembali bahkan sudah ada di dalam apartemen ini.
Reza segera membuka pintu kamarnya lalu menutup pintu itu kembali tanpa di kuncinya, ia langsung membaringkan tubuhnya di atas kasurnya yang empuk itu dan matanya langsung melihat kepada sebuah lukisan yang begitu besar yang terdapat sosok perempuan cantik di dalamnya.
__ADS_1
Bagaimana aku bisa melupakanmu sedangkan hati ini masih tersimpan namamu, kenapa kau begitu kejam bahkan saat aku tahu kau menghianati ku, aku masih bisa memaafkan dirimu dan memberikan kesempatan kepada mu namun saat aku tahu semuanya ternyata yang aku dapatkan kau selama ini mencintainya bukan aku. ucapnya dalam hati merasakan sesak di dadanya jika mengingat masa lalu dengan wanita yang mencuri hatinya sejak kecil sampai kuliah.
*see you next episode*