Jodohku Mafia Kejam

Jodohku Mafia Kejam
Eps 46


__ADS_3

Waktu terus berputar hingga akhirnya menunjukkan pukul 5 sore, dewi yang sudah menyelesaikan pekerjaan hendak pulang namun seketika Sang Pemilik Apartemen turun untuk bersiap pergi. Saat sudah sampai d lantai atas Reza melihat ke arah dewi.


"Apa pekerjaan mu sudah selesai?" tanyanya kepada dewi dengan raut wajah serius.


"Maaf tuan, pekerjaan saya sudah selesai semua saya berencana mau pamit pulang sama tuan karena ini sudah jam saya pulang ke rumah." jawabnya.


"Hm, pergilah."


"Maaf tuan, sebelum saya pergi saya mau bertanya sesuatu kepada tuan, apakah kepala tuan sudah tidak sakit?" tanya dewi yang awalnya ragu namun dia tetap ingin memastikan bagaimanapun dia juga merasa bersalah.


Reza yang mendapatkan pertanyaan itu langsung melirik ke arah dewi "Kau lebih baik pergi sekarang urusan sakitku bukan urusanmu." jawabannya dengan angkuh.


"Baik tuan saya permisi." cepat-cepat dewi pergi karna dia sudah merasakan aura yang sangat serius dan menakutkan.


Setelah dewi keluar dari gedung apartemen dia segera bergegas pergi untuk mencari bus namun saat akan jalan ada mobil mewah sliver berhenti tepat di depannya dan keluarlah sosok laki-laki tampan yang selama ini mencari dirinya.


"Kita bertemu lagi, apa kau masih mengingatku nona dewi?". tanyanya


"Ya, apa kabar tuan.?" salam hormat.


"Saya baik, sudah lama saya mencarimu nona dewi saya kira anda sudah tidak bekerja di daerah sini lagi ternyata anda masih berada di sini."


"Saya masih bekerja di gedung sini tuan, ada perlu apa tuan mencari saya?".


"Ah, tidak saya pulang selalu lewat sini hanya saja tidak seperti biasanya, karna biasanya kita bertemu jika nona dewi akan pulang." jawabannya sedikit gugup karna tidak mungkin dia mengatakan kalau dia ingin bertemu lagi.


Dewi yang mendengar penjelasan itu pun tersenyum lembut "Saya sekarang pulang sore tuan tidak sampai malam lagi jadi mungkin karna itulah kita tidak ketemu tuan."

__ADS_1


Rangga yang melihat senyuman manis itu matanya tidak bisa berkedip dan jantungnya langsung berdebar "Manis dan cantik" katanya dengan suara pelan.


"Maksud tuan?" tanya dewi yang tidak terlalu dengar suaranya.


Rangga pun tersadar "Ah, tidak ada nona dewi. Oh ya saya juga mau pulang apakah nona dewi mau saya antarkan biar sekalian." katanya yang masih merasa gugup.


Dewi yang mendapatkan tawaran itu ingin menolak tapi dia merasa tidak enak hati untuk menolaknya "Apakah saya tidak merepotkan tuan, lebih baik saya naik bus saja tuan." jawabannya.


"Tidak sama sekali tidak merepotkan tapi jika memang nona dewi ingin naik bus saya akan mengantarkan nona dewi sampai halte saja, bagaimana?" tanyanya sambil membukakan pintu mobil itu.


Dengan penuh pertimbangan akhirnya dewi pun mengiyakan "Baiklah sampai halte saja tuan, maaf kalau merepotkan." katanya sambil tersenyum lalu naik ke dalam mobil tersebut.


Mereka pun pergi tanpa tahu bahwa sedari awal ada yang perhatikan mereka dari kejauhan.


"Ck, dasar wanita murahan di goda laki-laki langsung mau dan masuk ke dalam mobil itu, muka saja polos ternyata ******!!! Semua wanita sama saja." katanya dengan wajah jijik dan amarah dan pergi menuju parkiran mobilnya.


...


"Punya bos seenaknya saja, kerjaan ku semakin banyak tiap harinya!! Aku bener-bener membutuhkan asisten atau sekretaris untuk membantu pekerjaan ku kalau tidak tiap hari bakalan lembur, shiiitttt" katanya sambil mengumpat dalam mobil menuju markas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semua sudah berkumpul di depan markas menunggu ketua dan wakilnya karna hanya mereka saja yang belum datang dan Ryan juga sudah menyiapkan sebuah layar besar yang telah di connect kan ke setiap markas mereka yang berada di luar kota dan negara persiapan tersebut di siapkan di lapangan tempat semua anggota berkumpul untuk meeting penting ini agar semua terhubung menjadi satu untuk pembahasan mengenai rencana atau persiapan dengan ketua mereka karna musuh kali ini sungguh tidak bisa di anggap remeh mereka selalu pintar bermain sunyi tapi membunuh dengan cepat maka dari itu perlu diadakan meeting penting ini. Tidak lama sebuah mobil Lamborghini berwarna biru memasuki halaman depan dan di belakangnya juga ada mobil mewah bermerek Mclaren berwarna hitam. Mereka semua segera berbaris menyambut ketua dan wakil ketua.


"Selamat datang ketua, selamat datang wakil ketua." kata mereka kompak yang di barengin hormat dari anggota khususnya yang juga sudah berkumpul semua dari tadi.


"Hm" jawaban ketua dan wakil ketua yang memang jika sudah di hadapan begini mereka berdua akan irit bicara.

__ADS_1


"Ketua, semua sudah siap." kata ryan yang langsung menghadap ketuanya untuk mengajak mereka semua ke arena lapangan.


"Good." jawabannya yang langsung bergegas ke arena lapangan seperti yang di bilang ryan.


Saat sudah sampai di arena tersebut semua anggota termasuk musa juga memberikan hormat melalui videocall itu saat melihat ketua mereka memasuki ruangan. Reza langsung duduk di kursi King nya dan melihat ke arah layar untuk langsung membuka pembahasan, anggota yang lain dan yang berada di dalam layar videocall semua sudah menunggu sang ketua berbicara.


"Hm, musa katakan maksud dari informasi yang kau dapatkan itu." kata reza yang langsung ke intinya.


"Ketua, musuh kita yang kemarin sudah kita hancurkan dia telah bergabung dengan musuh kita yang lain yang keberadaannya berada di Negara K, mereka telah membuat rencana untuk menghancurkan markas kita satu persatu dan aku yakin mereka akan memulai yang pertama di markas kita yang berada di Negara K, informasi ini aku dapatkan langsung dari anak buahnya yang aku tangkap 2 minggu yang lalu saat dia memata-matai markas kita disini." penjelasan musa langsung membuat yang lain terdiam dan berpikir apakah harus perang besar-besaran.


"Lalu apa kau sudah bunuh orang itu?" jawab reza serius namun santai dan pertanyaan itulah membuat semua anggotanya bingung dengan sikap ketuanya yang malah terlihat santai.


Musa yang bingung maksud ketuanya melirik ke arah jack dari layar sedangkan jack yang di lirik biasa saja.


Reza yang emosi karna tidak mendapatkan jawaban dari musa tahu betul bahwa musa pasti tidak mengerti maksud dari perkataannya.


"BODOH, Jack". katanya dengan suara penuh tekanan dan aura emosi yang tertahan dan hanya dengan satu kata jack langsung pergi dan kepergian jack membuat semua anggota yang disana dan yang ada di layar videocall bingung kenapa jack pergi dan kemana dia pergi. Suasana semakin hening dan aura sang ketua begitu mendominasi membuat mereka merinding, musa yang melihat dari layar muka ketuanya penuh amarah sudah tahu jelas bahwa dia pasti buat kesalahan lagi.


Tidak lama jack datang dengan membawa satu musuh yang berada di dalam penjara ke dalam arena lapangan, semua mata tertuju kepada jack yang menyeret musuh tersebut dengan tangannya sedangkan musuh yang di seret itu sudah tidak bertenaga lagi karna tiap hari di siksa oleh anggota mereka jadi sudah pasrah saat di seret layaknya binatang.


"Musa, kau lihatlah ini." kata jack yang membuat musa dan yang lain membuka mata mereka dengan lebar.


Saat jack melempar musuh tersebut di hadapan reza, reza langsung menembak musuh tersebut tepat di dahinya dengan satu tembakan menembus kepala musuh itu.


DOR


Suara tembakan menggema di arena, semua mata melihat sang ketua menembak tepat di dahi musuh itu hingga tewas tanpa melihat hanya dengan insting saja karna sedari tadi matanya fokus melihat ke arah musa dengan emosi yang tertahan dan akibatnya suasana makin mencekam membuat mereka sedikit takut dan merinding karna mereka tahu jiwa iblis dari ketua mereka seperti apa jika sudah bangkit. Musa mulai mengerti maksud dari ketuanya dan kini dia merasa takut akan kemarahan sang ketua dari Red Dragon.

__ADS_1


"Habislah aku" katanya dalam hati.


...----------------...


__ADS_2