Jodohku Mafia Kejam

Jodohku Mafia Kejam
Eps 48


__ADS_3

Keesokan paginya di rumah keluarga Dwyne keluarga harmonis itu sedang sarapan pagi bersama.


"Jadi kamu mulai bekerja hari ini sayang?" ucap sang mami kepada putri satu-satunya itu.


Vevi yang sedang sarapan melihat ke arah maminya dan tersenyum "Benar mi, doakan aku ya semoga semuanya lancar dan papi jangan khawatir setelah aku mendapatkan pengalaman yang membuat ku siap aku akan bekerja di tempat papi, okay?" katanya kepada kedua orang tuanya itu.


"Papi dan mami akan selalu mendoakanmu tapi ingat bekerjalah dengan baik dan sungguh-sungguh jangan sampai membuat papi terkena masalah jika ada keluhan tentang dirimu karna kamu tau sendiri bukan itu adalah perusahaan besar dan ternama di Negara kita ini." ungkap sang papi dengan wajah serius karna dia tahu bagaimana watak dan karakter sifat putrinya itu.


"Papi tenang saja justru aku tidak akan memakai nama marga ku jadi mereka tidak akan tahu aku siapa soalnya aku ingin menjadi karyawan biasa yang tidak di bedakan hanya karna status saja, jadi mereka hanya akan mengenal namaku dengan Vevita Arabella." jawab vevi yang sudah memikirkan segala hal tapi yang pasti Tuan Jack dan Tuan Reza tentu mengenali dirinya.


"Baiklah, semoga berhasil di hari pertamamu bekerja ya." ucap papinya tersenyum dan di sambut senyuman juga dari maminya.


"Okay, kalau begitu aku pamit ya pi mi muah. Bye." pamitnya kepada orang tuanya.


...


Setelah sekitar 30 menitan karna jarak dari rumah ke perusahaan tidak terlalu jauh akhirnya vevi sudah sampai di depan gedung perusahaan untuk memulai pekerjaannya hari ini.


"Akhirnya aku telah sampai, tidak sabar tunggu reaksi tuan batu itu. Tuan Batu I'm Coming." katanya dengan penuh semangat.


Saat sampai di lobby dan bertanya kepada bagian resepsionis dia harus menunggu di lobby untuk di arahkan sebagai karyawan baru. Tidak lama setelah itu seseorang memberitahunya perihal ruangan dan pekerjaannya.


"Selamat pagi nona, apa nona yang bernama Nona Vevi?". Tanya karyawan laki-laki itu.


"Oh ya saya vevi, selamat pagi pak." jawabnya dengan hormat.


"Nona vevi, kenalkan saya Rio saya yang akan mengantarkan nona vevi ke ruangan CEO kami. Mari nona ikuti saya." yang mulai memberikan arahan untuk naik ke dalam lift.


"Oh baik, terimakasih sebelumnya." katanya dengan mengikuti laki-laki tersebut masuk ke dalam lift.


Ting


Pintu lift terbuka dimana itu adalah lantai paling atas tempat ruangan CEO dan tepat di sebelahnya ruangan Ast.CEO yang tak lain adalah Jackob Albern.

__ADS_1


"Siska, apa bos sudah datang ke perusahaan?" tanya Rio kepada Siska sekretaris Bos yang mejanya tepat ada di depan pintu ruangan bosnya.


"Belum, bos biasanya datang jam 9 pagi. Ini siapa rio?" tanya siska sinis ke arah vevi karna melihat seorang perempuan asing yang menurutnya cantik tapi tetap dialah yang merasa paling cantik dan sexy.


"Oh, ini karyawan baru yang lulus test dan interview kemarin untuk menjadi sekretaris tuan jack." jawab rio.


Siska yang mendengar jawaban Rio melihat ke arah Vevi dengan mata yang sinis dari bawah sampai atas.


"Ck, mau jadi sekretaris tuan jack tapi penampilannya tidak seperti sekretaris sangat kampungan dan tidak modis." ketusnya. Vevi yang mendengar hal itu merasa terhina dan tidak bisa diam saja.


"Lalu penampilan seperti apa yang tidak terlihat kampungan dan juga modis?" tanyanya kepada sekretaris yang dari awal dia kurang suka dengan matanya yang melihat remeh ke arah dirinya.


"Yang seperti saya dong cantik, modis, dan sexy terlihat wanita mahal bukan wanita kampungan bahkan terlihat wanita berkelas serta pendidikan yang bagus." jawabannya dengan penuh percaya diri.


Vevi tersenyum sinis "Wanita berkelas? Bukankah penampilan anda seperti wanita simpanan? Ck, anda mau bekerja atau mau jualan?" ungkap vevi.


Perkataan vevi membuat siska emosi dan ingin menamparnya namun di hentikan oleh Rio.


"Baik Pak Rio, terimakasih. Kalau begitu saya permisi masuk terlebih dulu pak" kata vevi yang langsung memasuki ruangan Jack karna malas melihat wanita gila menurutnya.


Waktu terus berputar hingga Jack datang ke perusahaan. Saat sampai ke lantai atas siska memberikan informasi kepada jack.


"Pagi tuan jack, tuan jack ada tamu di ruangan tuan". kata siska yang di acuhkan oleh jack tapi jack tetap mendengar perkataan siska.


Saat pintu ruangan di buka jack melihat ada seorang cewek rambut panjang.


"Siapa anda nona, saya tidak ada janji dengan siapapun hari ini?." katanya bingung.


Vevi berbalik arah ke arah pintu masuk "Pagi Tuan Jack, kenalkan saya Vevi Arabella sekretaris tuan yang baru masuk hari ini." jawabannya yang langsung berdiri dan berjalan ke arah jack.


"KAU?". ucap jack syok saat mengenali wanita di hadapannya.


"Ya, ini aku. Apakabar tuan batu? Sekarang aku adalah sekretaris barumu, bagaimana kita ketemu lagi bukan?" ujar vevi tersenyum melihat raut wajah jack yang syok.

__ADS_1


"Tidak, kau tidak diterima di sini. Pergilah lebih baik cari sekretaris yang lain." ungkapnya yang memang tidak menyukai sifat vevi yang berulang kali membuatnya kesal.


"Ck, bahkan dari semua kandidat akulah yang terpilih, sudahlah terima saja lagian aku bener-bener butuh pekerjaan ini. Jadi apa pekerjaan ku biar aku kerjakan sekarang karna aku tidak ingin di bilang makan gaji buta." ucap vevi tegas.


"KAU? Hah, sudahlah!! Baiklah aku menerimamu tapi ada 3 syarat dan syarat itu harus kau penuhi." ujar jack.


"Ya, katakan saja aku akan penuhi apapun syaratnya." vevi merasa tertantang karna apapun syaratnya asal diterima dia akan lakukan apapun.


"Baiklah karna kau sekarang jadi sekretaris ku maka syaratnya yang pertama setiap pagi harus sudah ada kopi di meja ku jangan pake gula, lalu yang ke-2 harus panggil aku dengan sebutan bos karna bagaimana pun aku bosmu dan yang ke-3 jangan mengajak ku berbicara di luar kerjaan karna aku gak suka berbicara omong kosong yang buang waktu jadi hanya berbicara tentang pekerjaan selebihnya kau di larang berbicara."


"Ya.ya.ya baiklah akan aku penuhi syarat itu karna semuanya mudah, lagian siapa juga yang mau ngajak anda berbicara jangan ge.er aku disini untuk bekerja bukan menggosip, jadi apa pekerjaan ku?" jawab vevi santai.


Jack melongo mendengar jawaban vevi sungguh tidak di sangka bahwa vevi akan menjawab sesantai itu.


"Meja mu ada di sudut sana, aku tahu pendidikan mu sangatlah tinggi jadi kau pasti sudah tahu cara menganalisis keuangan jadi mulai saja dari itu jika pekerjaan mu bagus maka akan aku berikan pekerjaan yang lain." ucap jack mulai duduk di mejanya dan vevi juga mulai menghampiri mejanya.


"Okey, Bos Batu." jawabannya


"Apa kau bilang?" tanya nya ke vevi meski dia mendengar dengan jelas tetap saja dia merasa kesal dengan panggilan itu.


"BOS. Maksudku itu baik bos." ujar vevi terseyum jahil.


"Ck." kesal jack kepada vevi yang menurut nya vevi adalah wanita bar-bar yang selalu membuat dirinya kesal akan tingkahnya yang berbeda dari wanita lain yang dia tahu selama ini.



Vevi.



Siska.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2