Jodohku Mafia Kejam

Jodohku Mafia Kejam
Eps 53


__ADS_3

Di perusahaan vevi sudah menyelesaikan pekerjaannya dan mulai membereskan meja kerjanya karna waktu jam kerja sudah berakhir saatnya semua karyawan harus pulang.


"Hufft, akhirnya selesai juga ini kerjaan dan kemana lagi tuan batu itu sampai sekarang gak balik ke perusahaan, lebih baik aku cek handphone ku saja." ucapnya dan saat mengecek handphone nya banyak panggilan telepon dari sahabatnya itu. "Loh banyak banget dewi menghubungi ku, ada apa ya? Lebih baik aku menelepon nya kembali saat sudah sampai di rumah nanti." ujarnya yang mulai bersiap untuk pulang.


Sedangkan di apartemen itu, di dalam kamar jack masih fokus ke laptopnya untuk menyelidiki penyebab atas kejadian tadi sampai reza mengetuk pintu kamar tersebut.


TOK.TOK


"Ya masuklah." kata jack lalu reza membuka pintunya dan masuk ke dalam kamar jack yang ada di apartemennya.


"Jack, lebih baik kau pergi malam ini juga ke Negara K dan aku harus kembali ke rumah utama, pastikan kau segera menemukan siapa dalang di balik ini dengan cepat meskipun aku sudah tahu bahwa itu Tiger Black dari musuh yang aku bunuh di markas namun aku tetap ingin memastikan itu sendiri, jadi kau berangkatlah malam ini juga dan pakailah pesawat pribadiku agar cepat sampai di sana." ucap reza yang sudah memperhitungkan semuanya.


"Baiklah, jam 8 malam aku akan pergi lalu bagaimana dengan pelayan itu jika kau kembali ke rumah utama?" tanya jack perihal dewi.


"Ck, wanita sial itu!!! Aku akan buat perhitungan dengannya saat masalah ini terpecahkan dan kau jack lebih baik kau mengabarinya bahwa dia tidak perlu datang lagi ke sini, dia akan pindah kerja di Mansion ku dan menginap di sana selama masa kontrak berakhir di situlah akan aku buat dia merasakan neraka." kata reza geram menahan emosi mengingat kejadian atas penghinaan itu.


"Baiklah, aku akan menghubungi nya. Kalau begitu aku balik ke apartemen ku untuk bersiap nanti malam, oh ya aku titip salam untuk mommy, daddy dan princess kecil." ucap jack sambil memegang bahu reza.


"Aku tidak mau, kau sendiri saja yang menghubungi mommy atau daddy dan berikan salammu kepada mereka melalui telepon itu dan untuk cia lebih baik jangan terlalu memanjakannya karna dia bukan anak kecil lagi." ujar reza berlalu pergi keluar kamar.


"Ck, bagaimana pun dia adikmu. Dasar selalu saja begitu lagian apa salahnya aku memanjakan cia, dia juga adikku." ucap jack menggerutu kecil.


Jack segera turun untuk kembali ke apartemennya dan melakukan persiapan saat dia sudah berada di lobby dia melihat mobil hitam yang di sampingnya ada sosok seorang pria asing yang belum pernah dia lihat sebelumnya di sekitar gedung apartemen itu. Karna jack curiga akhirnya dia mendatangi orang tersebut sambil mempersiapkan pistol nya yang tetap berada di balik jasnya.


"Kau siapa? Kau aku tidak pernah melihat mu di sekitar gedung ini sebelumnya, apa kau orang baru di salah satu unit ini?" tanya jack penuh selidik.


Pria itu yang di datangi jack tiba-tiba dan mendapatkan pertanyaan langsung membuat dirinya bingung karna seperti di introgasi dan di curigai.

__ADS_1


"Maaf anda siapa? Saya disini sedang menunggu seseorang yang bekerja disini dan biasanya dia pulang jam segini." kata orang tersebut.


"Kau tidak perlu tahu siapa aku, aku hanya ingin memastikan bahwa kau bukan perampok yang sedang memata-matai kawasan ini." ucap jack dingin namun matanya memancarkan kewaspadaan.


"Maaf tuan anda salah, saya disini memang sedang menunggu seseorang yang bekerja disini dan orang yang saya tunggu adalah seorang wanita jadi saya bukan perampok." katanya.


"Hm baiklah." jawab jack singkat saat dia ingin pergi pria itu memberikan pertanyaan yang membuat jack menghentikan langkahnya.


"Maaf tuan apa tuan kenal seorang wanita yang mungkin tuan tahu wanita bernama dewi?" tanyanya kepada jack dan jack memperhatikan dengan seksama wajah pria asing tersebut.


"Siapa yang kau sebut tadi? DEWI..!! Tunggu bukankah anda adalah Tuan Rangga Hadley dari Perusahaan Hadley Company?" tanya jack yang baru mengingat hal itu.


Rangga yang namanya disebut pun tersenyum ramah "Benar tuan, saya Rangga Hadley dari Perusahaan Hadley, salam kenal tuan?" tanyanya sambil menjulurkan tangannya.


Jack menerima uluran tanga tersebut "Saya Jack Asisten dari perusahaan Kenric Company, maaf saya tidak mengenali anda sebelumnya." ucap jack. "Lalu maksud anda dengan Dewi, anda mengenal dengan nona Dewi?" tanyanya yang penasaran kenapa seorang rangga bisa mengenal dewi sedangkan rangga juga sama seperti bosnya salah satu pewaris dari perusahaan mereka masing-masing.


Jack mulai berpikir dan teringat akan kata-kata bosnya kepada dewi tadi siang "apa ini maksud bos yang melihat dewi masuk ke dalam mobil mewah untuk menggoda pria yang ternyata mereka saling mengenal layaknya berteman, wahhh bos ucapan mu bener-bener menyakitkan karna sudah menuduhnya." ucap jack dalam hati.


"Ah, tentu saya mengenalnya karna memang dia bekerja di salah satu unit apartemen ini tapi sayang sekali tuan rangga saya melihat dewi tadi siang sudah pulang mungkin dia ada urusan." ujar jack kepada rangga.


"Oh begitu, baiklah tuan jack kalau begitu saya permisi. Terimakasih untuk informasinya." ucap rangga yang berpamitan kepada jack dan hanya di balas anggukan saja olehnya dan mobil itu melaju kencang pergi dari kawasan tersebut.


"Lebih baik aku segera pergi dan menelepon wanita bar-bar itu untuk bersiap malam ini." katanya lalu menuju ke parkiran mobilnya.


...


Vevi yang sedang dalam perjalanan pulang mendapatkan telepon dari jack namum sayangnya vevi tidak tahu bahwa yang telepon adalah jack karna dia tidak mengenali nomor tersebut.

__ADS_1


Drettt..


Vevi menaikkan alisnya saat mengecek siapa yang menelepon dirinya "Hem, nomor siapa ini aku tidak kenal nomor asing ini? Lebih baik aku matikan saja mungkin orang iseng." telepon itu di abaikan begitu saja dan terus berulang kali di abaikannya bahkan vevi terlihat tidak perduli.


Sedangkan jack yang teleponnya di rijeck sudah mengumpat vevi di dalam mobilnya.


"Sial, beraninya dia menolak panggilan ku. Jika kali ini kau tidak mengangkat telepon ku maka kau akan menerima akibatnya." ucap jack penuh emosi kekesalan.


Dreett..


"Oh astaga, siapa sebenarnya yang menelepon ku bener-bener mengganggu saja." katanya sambil menepikan mobilnya ke pinggir.


📱"Hallo, kau siapa beraninya kau menelepon ku terus menerus, apa kau mau mati?" teriak vevi yang juga merasa kesal.


📱"Aku bos mu JACK, apa kau sudah mengenal suara ku nona vevi? Sebelum kau buat aku mati maka kau yang akan aku habisi duluan karna sudah berani membentakku."


📱"Oh tuan batu, hey tuan batu aku juga tidak tahu kalau ini nomormu jadi bukan salahku jika aku tidak kenal nomor mu dan menolak panggilan mu."


📱"Ck, aku menelepon mu untuk berikan informasi bahwa malam ini juga kita harus berangkat ke Negara K karna sedang terjadi masalah besar dengan perusahaan disana, jadi kau bersiaplah ingat jam 7 malam kau harus sudah sampai di bandara karna jam 8 malam kita sudah harus berangkat. Sampai kau telat datang maka kau dipecat." ucap jack langsung mematikan telepon tersebut.


📱"APA? Hey tunggu!! Astaga langsung di matikan saja telepon nya, dasar tuan batu. Aku harus segera sampai rumah untuk bersiap dan pamitan ke papi mami jangan sampai aku dipecat sebelum rencana ku berhasil menaklukkan tuan batu itu." katanya langsung menyalakan mesin mobil untuk pulang ke rumah.


Vevi ngebut membawa mobil dan akhirnya sampai ke rumah lalu segera masuk ke kamarnya untuk mandi dan menyiapkan keperluannya selama disana, papi mamimya yang berada di ruang tengah hanya melihat Putri nya yang masuk tergesa-gesa. Sekitar 30 menit dia telah siap sedangkan waktu masih menujukkan pukul 6 malam. Dia segera turun untuk bersiap pergi dan berpamitan serta menjelaskan kepada papi maminya lalu setelahnya dia pergi ke bandara.


"Tuan batu bener-bener kelewatan, bahkan aku baru pulang sudah harus melakukan perjalanan jauh dan aku juga belum makan, astaga awas kau tuan batu." ucapnya menggerutu sambil sesekali melirik ke arah jam tangan, setelah perjalanan akhirnya dia pun sampai tepat waktu ke bandara dan menunggu jack yang masih dalam perjalanan.


__ADS_1


...----------------...


__ADS_2