
Di perjalanan Reza sudah mengabari kepada kepala pelayan bahwa dia akan pulang ke mansion dimana Dewi sudah berada di sana sejak tadi pagi, kepulangan Reza ke mansionnya tentu membuat semua pelayan di mansion panik dan tentu takut membuat kesalahan karna satu saja kesalahan maka hukuman yang mereka terima tidaklah main-main dan hal itu yang membuat semua isi mansion berkeringat dingin jika majikan mereka pulang yang tak lain Sang Bos Mafia Kejam Berhati Iblis itu.
Dewi yang melihat semua pelayan bekerja dengan cepat tapi dalam keadaan muka yang panik tentu saja membuat dewi kebingungan dan heran apa yang sedang terjadi.
"Ada apa dengan mereka semua kenapa mereka terlihat begitu panik, lebih baik aku bertanya dengan mereka saja." katanya sambil mendatangi salah satu pelayan di bagian dapur.
"Permisi, saya mau bertanya sebenarnya ini ada apa? Kenapa kalian begitu panik saat membersihkan semuanya bahkan kalian bekerja dengan buru-buru seperti itu?". tanya dewi kepada pelayan tersebut.
"Ah iya kamu masih baru disini ya. Tuan Reza akan pulang ke mansion ini setelah sekian lama tidak pernah pulang ke mansionnya. Maka dari itu semua pelayan di sini harus segera membereskan pekerjaan mereka dan mereka panik karna jika kami membuat kesalahan maka kami akan di hukum seperti kontrak kerja yang tertulis di awal bekerja. Jadi lebih baik kamu jangan sampai membuat kesalahan, kalau begitu saya permisi." ucap pelayan tersebut membuat dewi juga merasa takut apalagi terakhir kali dia membuat kesalahan kepadanya.
"Habislah aku, pasti tuan sombong kejam itu pulang kesini karna mau menghukumku atas kesalahan ku kemarin." ucap dewi juga ikutan panik.
...
Sedangkan Reza dalam perjalanan telah selesai berbicara dengan Jack yang menghubungi nya untuk memberikan informasi atas kejadian yang terjadi di Negara K.
"Siapapun kalian, akan aku habisi bahkan sampai keujung dunia sekalipun kalian bersembunyi akan aku temukan!!!". ujar reza dengan mengepalkan tangannya kuat.
"Sebaiknya aku pergi ke markas dulu untuk cari pelampiasan amarahku ini." katanya sambil terus membawa mobil ke arah markas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan di Negara K, vevi yang sedang tidak mood keluar hanya memesan makanan kepada pelayan hotel.
"Kemana wanita aneh itu kenapa dia tidak turun untuk makan malam, apa perutnya tidak kelaparan? Ck, untuk apa aku memikirkan dirinya lebih baik aku makan saja lalu pergi ke markas." ucap jack akan tetapi selama makan dia terus melihat ke arah lift yang mungkin saja vevi akan turun untuk makan malam di resto hotel tersebut namun sampai dirinya selesai makan vevi tidak kunjung datang.
"Ck, sial merepotkan saja. Dasar wanita aneh membuatku harus terus memikirkan dirinya, lebih baik aku pergi saja segera dari sini." kata jack yang bergegas pergi tanpa memperdulikan vevi.
Vevi yang di dalam kamar hotel sudah selesai makan dan merasa bosan akhirnya ingin jalan-jalan santai di taman belakang hotel.
"Huh, membosankan lebih baik aku cari angin segar saja lagian aku yakin kalau tuan batu itu pasti pergi entah kemana karna selama di sini dia selalu sibuk dengan urusannya." ujar vevi yang segera bersiap mengambil jaketnya.
__ADS_1
Vevi yang sudah turun duduk di bangku taman hotel namun tiba-tiba ada suara langkah kaki mendekat ke arahnya.
"Siapa disana" katanya.
"Apa aku mengganggu mu nona?" ucap seorang pria muda gagah dan tampan mendekat ke arah vevi.
"Anda siapa? Aku tidak mengenal anda!!." ujarnya yang melihat pemuda itu dengan mata sinis.
"Hey nona ada apa dengan matamu, aku disini juga menginap bahkan taman ini juga dibuka untuk umum. Aku datang ke taman hanya ingin mencari udara segar nona pas sampai disini ternyata ada seorang wanita yang sedang duduk sendiri di sini maka dari itu saya hanya sekedar menyapa saja." ucap pemuda itu.
"Ck, bilang saja kau seorang pemuda penggoda wanita alias pemuda mesum." kata vevi yang membuang mukanya.
Pemuda itu tampak syok mendengar ucapan vevi yang menuduhnya pemuda mesum.
"Wahhh, mulutmu sangat tajam nona untungnya kau sangat cantik jadi akan ku maafkan perkataanmu barusan." kata pemuda itu tersenyum melihat sikap vevi kepadanya.
Dari jauh ternyata jack melihat adegan itu yang kelihatannya vevi sangat akrab dengan laki-laki tersebut. Jack sebenarnya sudah pergi namun dia kembali lagi karna memikirkan vevi yang belum makan malam namun saat kembali dia mencari vevi di kamarnya tidak ada alhasil dia mencarinya sampai ke taman dan ternyata saat di taman dia melihat vevi sedang berbincang akrab bersama seorang pria.
...****************...
Waktu sudah menunjukkan malam hari, Reza yang sudah selesai melampiaskan amarahnya di markas menuju pulang ke mansion mewahnya. Saat sampai di mansion semua penjaga menyambut dirinya.
"Selamat malam ketua." suara kompak mereka menyambut ketuanya.
"Hm" jawab reza singkat.
Lalu reza menuju ke arah pintu utama yang sudah di tunggu kedatangannya oleh kepala pelayan beserta para pelayan lainnya termasuk dewi yang berada di barisan tersebut dengan wajah takutnya.
Saat pintu terbuka semua sudah siap menyambutnya.
"Malam tuan" ucap kepala pelayan tersebut yang diikuti dengan semua pelayan itu.
__ADS_1
"Hm" kata reza sambil melirik ke arah dewi dengan sorot mata tajamnya.
"Suruh mereka semua bubar dan tinggalkan dia seorang karna aku ada urusan dengannya." kata reza sambil menunjuk ke arah dewi.
"Baik tuan" Ucap kepala pelayan itu dan mengisyaratkan semua pelayan untuk bubar kecuali dewi.
Dewi semakin panik dan takut dengan aura gelap yang dikeluarkan dari tatapan tajam sang tuan kejam itu. Saat semua sudah bubar tinggalah dewi, reza dan kepala pelayan itu.
"Kau, kemarilah." ucap reza yang memerintahkan dewi untuk mendekat sedangkan dewi masih diam di tempatnya karna kakinya gemetar ketakutan dan itu membuat nya sulit bergerak namun reza bukanlah orang yang sabar dia tentu saja marah kepada dewi.
"APA KAU TULI HAH, KEMARI KAU ATAU KU TEMBAK KEPALAMU." bentak reza dengan suara menggelegar seisi ruangan tersebut.
Dewi memberanikan dirinya untuk mendekat meski kakinya terasa mati rasa karna gemetar ketakutan.
"Mr.Bobby, aku ingin pelayan ini menjadi pelayan pribadiku selama aku tinggal di mansion ku tanpa bantahan dan ini perintahku." ucap reza kepada kepala pelayan tersebut.
"Baik Tuan, sesuai perintah tuan bahwa nona dewi akan menjadi pelayan pribadi tuan." kata Mr.bobby yang melirik ke arah dewi.
"Hm bagus. Ajarkan dia malam ini juga apa saja keperluan ku jangan sampai membuat kesalahan atau hukuman akan kau tanggung Mr.Bobby. Mulai besok dia harus bisa melakukan pekerjaannya dengan baik." ucap reza tegas.
"Baik tuan, semuanya akan aman terkendali." katanya.
"Hm." kata reza lalu pergi begitu saja menuju ke dalam kamarnya.
"Baiklah nona dewi, mari saya kasih tahu poin-poin yang harus nona kerjakan selama menjadi pelayan tuan dan jangan buat kesalahan itu kunci utama nya nona. Mari ikuti saya". ucap Mr.Bobby dan dewi mencoba menerima takdirnya.
...----------------...
See you next episode.
__ADS_1
Kamar Utama Tuan Mafia