Jodohku Mafia Kejam

Jodohku Mafia Kejam
Eps 28


__ADS_3

Jack telah selesai memberikan informasi yang harus dewi turuti atas perintah dari pria arogan itu.


"Bagaimana, apa kau mengerti dengan yang asisten saya ucapkan?" tanyanya


"Saya mengerti tuan."


Ia kembali melirik asisten nya dan jack yang menerima kode tersebut paham maksud bos nya.


"Ingat nona, anda di larang memasuki kamar bos dan gudang yang berada di bawah jika anda melanggar maka hukuman bukan hanya di tambah menjadi satu bulan akan tetapi anda akan menerima hukuman yang lain yang tidak akan pernah bisa anda bayangkan." ujar jack penuh peringatan


Kali ini tidak ada lagi alasan dewi untuk penasaran pada dua tempat itu karna saat mendengar hukumannya sungguh dewi tidak ingin membuat kesalahan.


Dewi mengangguk "Mengerti tuan jack, saya pastikan saya akan mengingat hal ini." jawabnya yakin


Reza hanya melihat saja dengan sorotan mata yang sangat tajam dan Jack kembali berbicara.


"Saya dan bos saya ada perjalanan bisnis ke negara B nona & kami akan pergi jam 10 nanti, jadi selama kami ada di sana dan tidak pasti kapan pulangnya bos berharap nona mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik, semua segala aktivitas nona akan terekam di CCTV yang langsung connect ke handphone saya dan bos, jadi jika nona kedapatan melarikan diri melanggar kontrak atau nona melanggar peringatan tentang dua ruangan tadi, maka nona akan langsung di amankan oleh anak buah bos lainnya hingga sampai bos datang baru akan memberikan nona hukuman secara langsung."


Dewi menarik nafas pelan, sungguh baginya dua manusia yang berjenis laki-laki di depannya ini sangat menakutkan. Bagaimana tidak wajah sama-sama datar, ekspresi dingin bahkan berbicara hanya seperlunya saja sangat irit bicara namun asisten nya masih bisa di katakan lebih baik sedangkan si bos yang angkuh itu sama sekali tidak pernah berbicara panjang. Dewi yang sedari tadi mendengar penuturan jack hanya mengangguk saja.


"Oke, sekarang kita siap-siap jack sebentar lagi kita pergi setelah ryan datang kemari dan kau pelayan segera lakukan pekerjaan mu." ujar reza dan langsung pergi naik ke atas.


"Siap bos." jack langsung duduk di sofa


"Baik tuan." segera berdiri


"Tuan jack, apakah anda mau saya buatkan kopi?" tanyanya kepada jack yang lagi mengecek email di handphone nya.


Jack yang di tanya melirik ke arah dewi dan langsung menggeleng lalu kembali lagi fokus kepada pekerjaannya.


Dewi yang cuma dapat jawaban gelengan saja langsung pergi ke arah belakang untuk mengambil perlengkapan bersih-bersih.


Lima menit kemudian suara pintu terbuka menampilkan sosok pria yang sama dinginnya seperti bos dan asisten itu. Dewi yang sedang membersihkan ruang tamu seketika menoleh ke arah pintu berpapasan dengan mata pria itu yang melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Pagi tuan, apa tuan tamu tuan jack dan si bos?" tanya dewi tersenyum


Pria itu berhenti saat melihat seorang pelayan yang menyapa dirinya dan tersenyum kepadanya.


Siapa dia? Kenapa dia bertanya sambil tersenyum? batinnya.


Dia hanya mengangguk karna enggan untuk menjawab. Dewi mempersilakan dirinya masuk lalu kembali bekerja. Di sana dia bisa melihat jack sedang sibuk dengan handphone nya.


Jack melirik sekilas saat mendengar ada suara langkah kaki "Sudah datang rupanya, apa kau sudah persiapkan semuanya? tanya jack kepada ryan. Ya!! Pria yang dimaksud adalah ryan yang akan menemani bosnya dan senior nya untuk pergi ke negara B.


"Sudah senior." jawaban singkat


Tidak lama kemudian dewi datang dan mendekati mereka "Tuan mau saya siapkan minuman apa? Kopi, teh atau air putih saja? tanya dewi kepada ryan.


Ryan yang di tanya hanya mengangkat alisnya sampai jack berbicara.


"Dia adalah pelayan baru yang di tugas kan oleh ketua, hari ini adalah hari pertamanya bekerja." penjelasan jack singkat karna ia tahu ryan adalah tipe yang tidak bisa di ajak berbicara kepada orang asing.


"Baik tuan, akan saya buatkan. Permisi." pamitnya


Sepanjang jalan ke arah dapur dewi terus menggerutu kepada semua pria yang berada di rumah ini.


Haisss, kenapa semua kenalan pria arogan itu memiliki sifat yang sama dengannya? Apakah itu memang circle nya, kalau iya pantas saja mereka cocok berteman.!! Dan aku lagi-lagi selalu dapat jawaban singkat, sungguh ironis hidupku bertemu mereka seperti mayat hidup.


Teh sudah di buatnya dan ia segera melangkah ke ruang tengah lagi. Jack dan Ryan sama-sama fokus dengan handphone masing-masing.


"Ini tuan tehnya, silahkan dinikmati." ujar dewi sopan dan hanya dapat anggukan.


Saat dewi berbalik ke arah belakang, dia bertubrukan dengan badan yang keras dan besar. Saat ia sadar siapa yang di tabraknya matanya perlahan naik ke atas. Dua mata yang menyorot tajam sedang melihat dirinya.


Glek


Reza langsung mendorong dewi lumayan kuat saat badannya menempel di dirinya hingga yang didorong tersebut terjatuh ke lantai.

__ADS_1


"Augggh" jeritnya yang kesakitan saat tangannya terantuk meja hingga menimbulkan memar kemerahan.


"APA KAU BUTA HAH?" bentaknya kepada dewi. Jack dan Ryan hanya melihat saja tidak berani bersuara.


"Ma-maaf tuan saya tidak sengaja, saya kira tidak ada orang di belakang saya." ucapnya


Reza mendekat ke arahnya dan mencengkram dagu dewi dengan sangat kuat.


"Eunghhh" lirihnya sakit


"Jika saya sedang berbicara jangan kau sela apalagi melawan perkataanku dalam tiap bait dari mulutmu kalau kau tidak ingin di perlakukan seperti binatang." katanya dengan amarah


Dewi yang kesakitan karna dagunya di cengkram kuat hanya mengangguk saja tanpa berani menjawab. Reza langsung melepaskan tangannya dan melihat ke arah anak buah nya.


"Kita pergi sekarang." ujarnya kepada anak buahnya lalu ia melihat ke arah dewi lagi "Dan kau, pastikan kau bekerja dengan baik di sini jika kau melakukan kesalahan maka bersiaplah untuk hukuman yang akan kau dapatkan dari ku karna setiap pergerakan mu akan terpantau dari CCTV." ucapnya dingin


Dewi hanya mengangguk saja, lalu ketiga pria itu berjalan ke arah keluar dan pergi. Setelah ketiga pria itu sudah pergi, dewi akhirnya menangis karna sejak pagi ia sudah mencoba menahan diri namun akhirnya sekarang tumpah juga air matanya.


*Oh GOD kenapa hidupku harus seperti ini, sejak papa dan kaka pergi hidupku harus menderita begini. Di usia terbilang baru memasuki dewasa papa dan kaka pergi hingga aku yang menggantikan posisi papa tapi sekarang kenapa aku harus bertemu dengan pria menyeramkan ini. Sesak dada ini rasanya untuk bernafas pun sulit.* Lirihnya pelan sambil memukul dadanya yang terasa sesak dengan air mata yang terus mengalir.


Sedangkan di dalam mobil menuju bandara, reza terus memperhatikan handphone nya dengan wajah yang sulit di tebak.


...----------------...


Kira-kira apa ya yang di lihat oleh Reza di handphone nya?


Apakah melihat dewi dari CCTV Handphone nya?


Apakah melihat email pekerjaannya?


Atau lagi mendapatkan informasi mengenai musuhnya?


*Pantau terus yaa untuk next episodenya. Semoga suka*

__ADS_1


__ADS_2