
Di lantai bawah tepatnya di lobby sudah ada seorang wanita yang sedang duduk sambil memainkan game di handphone nya yang seperti menunggu seseorang.
Ting
Pintu lift terbuka lebar, dewi dan jack keluar dari pintu lift.
"Tuan jack terimakasih sudah mengantar saya, sampai di sini saja tuan selebihnya saya bisa keluar sendiri." ucapnya sopan
"Ya baiklah, besok jam 6 pagi saya jemput nona. Boleh tau alamat rumahnya nona?" tanyanya.
"Baik tuan". dewi memberi kan alamat rumahnya dan jack mencatat itu melalui handphone dalam agenda nya.
"Baiklah nona, besok jam 6 pagi saya akan jemput nona dan mengantarkan nona ke alamat apartemen bos saya. Oh ya sepertinya kita belum kenalan nona, nama saya Jackob Albern panggil saja Jack nona." sambil mengulurkan tangannya
Dewi juga mengulurkan tangannya "Nama saya Dewi Belinda Queenara, baiklah tuan jack terimakasih. Saya permisi." menunduk hormat lalu pergi
Jack kembali menaiki lift menuju lantai atas untuk menyelesaikan pekerjaannya. Setelah dewi berjalan ke arah luar terdengar seseorang memanggil namanya.
"Dewi, gimana urusan lu sudah selesai?" tanya sahabatnya vevi yang menghampirinya karna memang sedari tadi sudah sampai dan menunggu dewi.
"Sejak kapan sudah di sini? Apa gue kelamaan yaa?" tanyanya.
Vevi memperhatikan sahabatnya itu seperti habis menangis, karna sudah sahabatan lama vevi tahu persis jika ada yang berbeda dengan wajah sahabatnya apalagi kalau sehabis nangis sangat terlihat sekali.
Vevi menggelengkan kepala "Tidak gue baru sampai 10 menitan gak lama kok tapi tunggu deh, lu habis nangis ya? Lu nangis kenapa dan siapa yang buat lu nangis biar gue tonjok tuh orang." katanya yang khawatir liat sahabatnya.
Narik nafas pelan "Hufft, ya gue memang habis nangis, nanti gue ceritain ke lu. Sekarang kita kemana gak mungkin gue pulang sekarang pasti mama curiga." jawabnya lirih
"Kita ke taman dekat rumah gue saja, di situ lu harus ceritain semua ke gue dan kasih tahu ke gue kenapa lu sampe nangis tadi oke?"
"Baiklah, ayok dan gue akan cerita semuanya sama lu." katanya dan mereka langsung pergi ke parkiran mobil.
Gak lama dewi dan vevi pergi sebuah mobil mewah masuk ke dalam parkiran mobil bersama anak buah kakanya.
"Ka kris mau ikut masuk atau langsung balik ke markas? Soalnya aku gak pulang ke rumah karna mau menginap di rumah kaka". Katanya.
Ya!! Dia adalah adik cantik kesayangan ketuanya yang bernama Alecia Kenric dan Kristian yang memang menjadi bodyguard untuk menjaga adiknya kemanapun.
"Kaka langsung balik saja ke markas, kamu masuklah ke sana kaka akan liat kamu masuk baru kaka pergi." ujarnya.
__ADS_1
"Hm, okedeh. Hati-hati ka kris dan sampai jumpa". Ucapnya yang keluar dari mobil melambaikan tangan tersenyum lalu masuk ke dalam.
Kris hanya tersenyum kecut meratapi nasibnya yang menyukai seorang gadis namun tidak mungkin di miliki.
Haiss, kenapa harus kamu cia kenapa cuma sama kamu dada ini berdebar sedangkan dengan yang lain seperti mati rasa. Batinnya sambil memegang dadanya.
Setelah kris melihat alecia masuk ia pun kembali putar arah untuk balik ke markasnya. Semua yang melihat alecia datang menunduk hormat karna mereka sudah mengenali siapa wanita imut itu selain adik bosnya ia juga pemilik saham di perusahaan ini sebagai ahli waris kedua dari perusahaan kenric. Alecia melangkah masuk ke dalam lift khusus CEO untuk langsung menuju ke arah ruangan sang kakak.
Ting
Pintu lift terbuka ia langsung menuju ke ruangan sang kaka, di sana ada sekretaris kakanya.
"Pagi nona, apakah nona mencari bos?" tanyanya sopan karna tahu ini adik bosnya.
"Ya, apakah kaka ada di dalam atau sedang meeting?" ujarnya
"Bos ada di dalam nona, silahkan masuk."
"Hm, baiklah." langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
Di dalam Reza yang sedang fokus teralihkan dengan suara pintu terbuka, ia berpikir siapa yang berani masuk tanpa mengetuk pintu. Namun saat melihat adiknya datang ia pun langsung berdiri dan berjalan ke arah adiknya. Alecia yang melihat kakanya langsung memeluk kakanya itu.
"Hm, tumben kau datang ke sini bocah apa kau tidak sekolah?" katanya yang balas pelukan sang adik. Meski ia selalu bersikap dingin kepada keluarganya namun ia tetap menyayangi mereka terutama sang adik meski selalu cerewet dan manja ia tetap sangat menyayangi adik satu-satunya itu.
"Aku masih libur ka, nanti pas masuk aku akan langsung ujian akhir" ujarnya sembari melepas pelukan sang kaka.
"Ayok duduklah di sofa." ajaknya
"Lalu ada apa kau ke sini, apa mommy dan daddy tahu kau ke sini?"
"Aku ke sini sudah pasti mommy and daddy tahu ka, aku ke sini karna mau menginap di mansion kaka selama liburan, salah sendiri kaka yang gak pernah pulang ke mansion utama". Jawabnya dengan bibir di manyunkan
"Haisss, kau tahu sendiri kerjaan kaka banyak makanya kau cepatlah selesaikan sekolah mu dan ambil kuliah lalu bantu kaka pegang perusahaan di cabang kita. Lagian kaka bukannya gak mau pulang tapi males saja dengar mommy tanya kapan menikah terus."
"Hehe, kaka kan memang sudah tua udah pantas untuk menikah". Ucapnya terkekeh mengejek kakanya.
"Ck, kau ini. Kau tidak bisa menginap di mansion kaka karna kaka tidak akan pulang ke mansion jadi kau pulang saja sana." usirnya
Alecia mengernyitkan alisnya "Loh memang kaka mau kemana, ada perjalanan dinas keluar kota?"
__ADS_1
Reza hanya menganggukkan kepalanya karna memang ia akan pergi ke negara B besok jam 10 pagi untuk meninjau langsung usaha nya di sana bersama partner kerjanya dan lagian dia memang tidak ingin adiknya tahu kalau dia tinggal di apartemen karna sudah dapat dipastikan adiknya akan mengikuti dirinya ke sana sedangkan dia tidak ingin adiknya tahu tentang rencananya.
"Hufft, baiklah aku akan pulang ke rumah tapi aku pulang naik apa kak karna tadi kak kris sudah aku suruh balik."
"Anak buah kaka banyak, nanti kaka suruh yang lain kau tunggu saja di sini. Apa kau mau minum dan cemilan biar kaka suruh sekretaris kaka yang bawakan." tanyanya.
"Tidak perlu ka, aku tunggu saja. Cepat sana kaka telpon anak buah kaka atau aku pulang naik taksi saja?"
"TIDAK BOLEH". jawabnya cepat dan melotot ke arah sang adik.
"Ya.ya.ya baiklah kaka ku yang tampan aku akan menunggu anak buahmu saja. Ck, kau sama saja kayak daddy kak."
"Di luar banyak musuh kaka dan daddy cia, jadi kau jangan pernah keluar sendirian tanpa pengawasan kami. Kau paham, hm?" katanya sambil menekan penuh peringatan.
"Hm, baiklah." ucapnya pasrah.
Sebenarnya ia dan sang kaka memang sejak kecil sudah di latih dengan ilmu bela diri lainnya namun tetap saja sebagai anak perempuan ia tetap harus di jaga bak mutiara karna daddy dan kakanya selalu khawatir dengan alecia yang memang ada sisi lemahnya sebagai seorang wanita.
Tidak lama jack masuk karna tadi sempat dapat notif dari bosnya untuk datang ke ruangan bosnya.
Tok.tok.tok
"Ya, masuklah."
"Ada apa bos memanggil saya?" tanyanya yang sempat kaget melihat ada nona mudanya di sofa saat ia masuk ke dalam ruangan itu.
"Jack antarkan cia pulang lalu kembali lagi ke sini, ada yang perlu kita bahas mengenai keberangkatan kita ke negara B besok pagi." katanya
"Baik bos, mari nona saya antar pulang ke mansion utama." ajaknya lalu membuka pintu ruangan itu.
"Ka, aku pamit pulang ya. Muach". pamitnya yang mencium pipi sang kaka.
"Hem, hati-hati dan jack jaga adikku tetap aman sampai rumah." ucapnya
"Siap bos."
Setelah kepergian adik dan asisten nya reza menghubungi seseorang dari handphone nya dan berbicara dengan serius.
...----------------...
__ADS_1
*See you*