Jodohku Mafia Kejam

Jodohku Mafia Kejam
Eps 49


__ADS_3

Di tempat lain Dewi yang sudah berpamitan kepada ibu dan adiknya sedang menuju ke sebuah apartemen tempat dimana ia bekerja. Setelah sampai di luar gedung apartemen dia pun mulai memasuki gedung tersebut namun saat dewi ingin memasuki lift tidak sengaja ia bertabrakan dengan seorang laki-laki.


"Maaf, tuan saya tidak sengaja." ucap dewi kepada laki-laki asing tersebut.


Pria itu yang tertabrak oleh dewi hanya memperhatikan wajahnya saja lalu tanpa berkata apapun dia langsung pergi begitu saja.


"Aneh, kenapa dia diam saja dan hanya melihatku. Apa di wajahku ada sesuatu?" katanya yang langsung mengambil cermil di tasnya. "Wajahku baik-baik saja, aneh banget pria itu." ucapnya.


"Pria siapa yang kau maksud?" kata seseorang yang mengagetkan dewi dari arah belakang.


Dewi yang kaget langsung berbalik dan tidak di sangka bahwa suara yang mengagetkan dirinya adalah Tuan Kejam yang tak lain bosnya yaitu Reza.


"Ah, tidak tuan bukan siapa-siapa." ujar dewi gugup dan tidak berani menatap matanya.


"Ck, kau selalu berdekatan dengan pria manapun, apa kau seorang wanita penggoda?" ucap Reza ketus yang melirik ke arah dewi dengan wajah jijik.


Dewi yang mendengar kata-kata menusuk dari Reza langsung melihat ke arahnya "Maksud tuan? Saya tidak mengerti apa yang tuan katakan tadi?" ujarnya.


"Itu di tanganmu ada make-up apa kau berencana ber make-up untuk menggoda ku? Ck, bahkan wajahmu biasa saja dan bukan type ku jadi tidak perlu ber'make-up ingat kau hanya pelayan di tempatku lebih baik kau segera bekerja jangan sampai waktu hukumannya ku tambah jadi 1 tahun." ungkap reza lalu setelah mengatakan itu dia langsung pergi ke arah parkiran menuju ke perusahaan.


Deg


Sakit hati dewi sangatlah sakit mendegar semua ucapan dari Bosnya bukan dia tidak mendengar ucapan sebelumnya hanya saja dia tidak menyangka dengan semua ucapan bosnya itu.


"Ya tuhan, dadaku sesak hati ku sakit. Apa salahku hingga dia berani menghinaku". ucapnya dalam hati yang tak terasa airmata sudah membasahi pipinya.


Dewi pun mulai memasuki lift menuju tempat tinggal bosnya untuk bekerja seperti biasanya. Setelah kepergian dewi, sosok laki-laki yang bertabrakan dengan dewi pun keluar dari tempat persembunyian nya, dia memang tidak pergi tapi bersembunyi di sudut lobby.


"Ternyata benar, dia tinggal di unit apartemen ini. Bagus ini akan memudahkan ku untuk rencana ku selanjutnya dan perempuan tadi akan aku manfaatkan karna sepertinya dia dekat dengan perempuan tadi." ucap pria itu. "Lebih baik aku segera pergi dari sini untuk mengurus kepindahan ku dan aku akan tinggal di sini juga untuk memuluskan rencana ku." katanya dan langsung pergi dari sana.

__ADS_1


....


Dalam perjalanan ke perusahaan reza terlihat sangat kesal.


"Sial, kenapa aku bisa berkata seperti itu. Bahkan itu bukan urusanku jika dia benar wanita ****** lalu kenapa aku kesal. Ck, sialan." ucapnya.


Dreettt


Hp nya bergetar dan dia mengangkat nya 📱"Hallo, ada info apa?" tanyanya kepada si penelepon.


📱"Sial, cari informasi nya sekarang juga!! Aku ingin dalam waktu 24 jam kau sudah memberikan informasi yang bagus kepadaku." kesalnya langsung mematikan telepon tersebut.


"Brengsek, jika kau berani menyakiti keluargaku maka akan aku hancurkan semua keluarga dan keturunan mu itu sumpah ku." geramnya dengan info yang dia dapat kan dari salah satu anak buahnya.


Setelah sampai ke perusahaan Reza langsung menyuruh Jack masuk ke dalam ruangannya melalui notif chat. Sedangkan Jack yang sedang fokus dengan pekerjaannya mengabaikan notif itu.


"Bos, handphone mu berbunyi kenapa tidak kau cek?" tanya vevi kepada jack.


"Kau kerjakan saja kerjaan mu nanti akan aku cek hasil kerjaanmu itu, aku pergi ke ruangan bos dulu." ujarnya langsung pergi.


"Gila, wajahnya saat sedang fokus ganteng juga tapi sayang gak pernah tersenyum, aku memang menyukainya tapi aku juga tidak ingin terlihat gampangan, aku harus cari cara untuk mendekati dirinya secara perlahan dan tidak terlihat. Ayo semangat vevi kamu pasti bisa." ucapnya dengan penuh semangat.


...


Sedangkan di dalam ruangan sebelah, reza dan jack sedang berdiskusi kan sesuatu yang penting dan misterius.


"Jack, aku ingin kau pergi mengecek langsung ke Negara K untuk bisnis kita yang ada di sana tapi kau juga harus pastikan sendiri apa yang terjadi di markas King Cobra, jadi besok kau harus pergi ke sana biarkan dicky tetap di sini jaga markas kita dan aku akan pulang ke rumah utama untuk sementara waktu." ucap reza serius.


"Baik bos, besok saya akan pergi langsung ke sana dan akan saya infokan secepatnya jika ada yang tidak beres di sana." ujar jack

__ADS_1


"Ya, bawalah sekretaris barumu itu biar dia membantu pekerjaan mu dan kau juga bisa fokus untuk melakukan misimu, aku yakin setelah mereka mendapatkan surat dari kita pasti mereka mengubah rencananya dan aku harus pastikan rencana apa yang mereka susun itu" ucapnya sambil mengepalkan tangannya.


"Lalu bagaimana dengan pelayan yang bos tugaskan untuk membersihkan apartemen bos?". tanya jack


Reza yang mendapatkan pertanyaan dari jack tentang dewi mulai lagi muncul rasa kesal yang tadi pagi dia rasakan "Ck, pelayan ****** itu biarkan dia tetap bekerja di sana sampai batas waktunya lalu aku sendiri yang memecatnya." jawaban ketus reza membuat jack bingung dengan raut wajahnya yang tiba-tiba berbeda semakin kesal dan emosi.


"Baiklah bos, jika tidak ada yang perlu di bahas lagi aku permisi ke ruanganku." pamit jack kepada reza.


"Hm, jangan lupa makan siangku kau yang pesankan jangan sampai sekretaris menor itu yang menyiapkan nya aku takut dia membuat racikan racun untuk ku." ucap reza asal lalu kembali fokus ke laptopnya.


Jack yang mengerti maksud bosnya hanya tersenyum saja "Ya baiklah." lalu dia pun kembali ke ruangannya.


Saat memasuki ruangannya dia di kejutkan dengan vevi yang naik ke atas kursi.


"APA YANG KAU LAKUKAN." Suara keras jack penuh amarah melihat sifat vevi yang menurut nya tidak sopan.


Vevi yang kaget dengan suara penuh penekanan dan amarah itu langsung memberikan penjelasan "Ma-maaf bos jack, itu ada kecoa aku phobia kecoa tolong usir kecoa itu." ucap vevi yang sudah keringat dingin. Dia memang gadis yang tomboy dan tidak takut dengan apapun tapi ada satu hal yang dia takutkan yaitu kecoa salah satu phobia yang tidak bisa sembuh untuk diri-nya.


Jack yang melihat raut wajah vevi yang berubah pucat dan berkeringat pun tahu bahwa itu bukan main-main dan dia langsung mencari kecoa tersebut saat berhasil menemukan dan mengangkatnya dia membuangnya keluar jendela.


"Aku sudah membuangnya, turunlah tidak ada lagi kecoa itu." kata jack dingin namun vevi hanya diam saja jack yang melihat vevi hanya diam saja mulai bertanya.


"Apa kau tidak punya telinga? Turun dan kerjakan lagi kerjaanmu itu." ucap jack dingin dan mulai serius.


Saat vevi mulai menurunkan kakinya ia pun jatuh pingsan ke lantai dan jack yang melihat kejadian itu langsung mencoba membangunkan nya.


"Hey, buka mata mu." kata jack yang mulai panik saat memegang tangan vevi dingin. "Sial, dia pingsan apa setakut itu dengan kecoa? Ck, ternyata kau punya sisi lemah nona." ucap jack yang mulai menggotong vevi ke sofa dan membaringkan nya di sana.


"Bagus, hari pertama dia bekerja sudah banyak bikin masalah dan sekarang pingsan entah bagaimana aku setiap hari bersama sekretaris baru ini." ujar jack lalu balik ke meja kerjanya.

__ADS_1


...----------------...


See you next time.


__ADS_2