Jodohku Mafia Kejam

Jodohku Mafia Kejam
Eps 51


__ADS_3

Di markas Ryan mendapatkan sinyal merah dari kediaman apartemen ketuanya.


"Ada apa ini, kenapa di apartemen ketua bisa nyala sinyal merah. Ck, sial aku kecolongan." Ucap ryan langsung segera bergegas pergi ke apartemen ketuanya namun saat mau pergi sebuah ledakan dari area depan mengagetkan semua anggota tak terkecuali dirinya, dicky dan kristian yang berada di sana.


DUARRR 💣💥


"Semua segera siaga, ambil senjata kalian masing-masing sepertinya ada yang main-main dengan kita." ujar dicky memberikan perintah kepada anggotanya karna musa tidak ada di sana maka dicky lah yang ambil alih. "Ryan kasih sinyal kepada ketua dan wakil ketua lalu beri sinyal juga kepada anggota kita yang lain yang berada di negara luar agar stanby jika ada ledakan di sana dan untuk kau kris lebih baik kau segera ke rumah utama untuk menjaga nona muda." perintah dicky yang di angguki oleh keduanya.


Sedangkan di perusahaan Reza dan Jack yang mendapatkan sinyal dari jam tangan mereka segera bersiap.


"SIALAN, BRENGSEK!!! Siapa yang mencoba bermain-main dengan ku, akan aku habisi mereka." amarah sang iblis dunia bawah sudah mulai bangun dengan mengepalkan tangannya penuh emosi. Dia langsung pergi keluar dengan mobilnya meninggalkan jack yang masih tertinggal di belakang.


Dalam ruangan jack, dia mendapatkan sinyal merah dari ryan sinyal merah di markas dan sinyal merah di apartemen bosnya.


"Vevi, kau urus semua kerjaan yang ada di sini. Aku harus segera pergi jangan sampai ada kesalahan ingat itu." ujar jack yang langsung pergi keluar.


Vevi yang melihat jack pergi tergesa-gesa merasa bingung "Kenapa tuan batu mukanya serem banget seperti liat mangsa aku sampai tidak bisa bernafas."


Dalam perjalanan Reza memberikan informasi kepada anggota mafianya yang ada di pulau untuk bersiaga menjaga kediaman rumah utamanya. Lalu setelah itu dia menelpon jack asisten nya. "Jack, kau urus yang ada di apartemen selidiki siapa yang berani masuk ke apartemen ku dan pastikan kau cek semua ruangan lalu kabarin aku setelahnya. Aku yang akan mengurus markas." katanya langsung menutup telponnya itu dan mobil melaju kencang.


"Siapapun kalian yang berani menghancurkan markas ku, maka akan aku habisi kalian tanpa sisa. Sialan." Ucapnya dingin penuh emosi.


Reza sudah mendekati area markas terlihat bahwa di markas sedang ada kerusuhan saling tembak dan dia memberhentikan mobilnya jauh dari markas lalu dia turun mengambil senjata larasnya yang ada di bagasi.


"Brengsek, akan aku habisi kalian semua." Ujarnya.


DOR


DOR


DOR


Tiga kali tembakan semuanya tepat di kepala musuh itu, musuh yang datang tidak banyak dan sebagian sudah ada yang tewas oleh anggotanya.


"Dicky, sisakan 1 lalu bawa ke penjara bawah." ucap reza yang langsung menembaki semuanya tanpa ampun. "MATILAH KALIAN SEMUA, BRENGSEK." Teriaknya penuh amarah.


DOR


DOR


DOR

__ADS_1


DOR


Semua sudah tewas dan tersisa satu musuh yang memang sudah di perintah kan.


"Bawa dia langsung dan untuk kepalanya ikat pakai rante anjing di lehernya." kata reza kepada dicky dengan aura iblis yang sudah terlihat sejak tadi.


"Bereskan semua ini bakar mayat musuh kita, untuk yang lain obatilah luka kalian lalu untuk anggota yang sudah mati kuburkan dan berikan upah kepada keluarganya!! Untuk kau ryan, kau harus berurusan dengan ku terlebih dahulu karna kau sudah buat kesalahan fatal." ucapnya dingin dan langsung masuk ke ruangan penjara di ikuti oleh ryan.


Saat sampai di penjara reza memberikan kode kepada dicky untuk mengambil cambukan dan cambukan itu tentu untuk Ryan yang menurutnya sudah buat kesalahan. Dicky mengambil cambukan itu lalu di serahkan kepada ketuanya. Ryan yang sudah siap menerima resiko langsung berlutut dan membuka bajunya.


"APA YANG KAU LAKUKAN HAH? KENAPA KAU SAMPAI BUAT KESALAHAN, BAHKAN DI APARTEMEN KU KAU JUGA KECOLONGAN, APA KAU BODOH." ucap reza dengan suara menggelegar keras dengan aura gelap penuh amarah.


"Dicky, siapkan api panas sekarang di bawah meja itu." perintah reza kepadanya. Sebenarnya dia tidak tega jika salah satu sahabatnya ada yang dihukum karna hukuman sang Raja iblis bener-bener mengerikan tanpa ampun namun mereka tidak ada yang berani selain Dia adalah ketua dunia bawah dia juga yang menyelamatkan mereka semua ketika waktu remaja.


"Siap ketua." jawab dicky yang langsung menyiapkan api panas di bawah meja besi. Setelah meja besi panas reza mulai meletakkan alat cambuk di atasnya setelah alat itu panas reza mulai berikan hukuman kepada Ryan.


CETAR


Satu cambukan panas itu sudah berada di punggung badan Ryan dan Ryan hanya mencoba menahan rasa sakit itu. Dicky yang melihat sahabat dihukum tidak tega dan memilih menutup matanya saja.


CETAR


"Dicky bawa Ryan ke rumah sakit sekarang dan langsung lakukan operasi kepada kulitnya suruh tristan sendiri yang turun tangan." perintah reza kepada dicky.


"Baik ketua." jawab dicky dan ryan lalu dicky memapah sahabatnya itu yang terkulai lemas.


Saat anak buahnya pergi, reza langsung masuk ke ruangan sebelahnya yang terdapat musuh tadi.


"Ck, kau persis seperti anjing peliharaan ku." ucapnya tersenyum sinis.


"Bahkan anjing lebih mulia dari pada iblis seperti mu." kata musuh tersebut.


Reza yang mendengar musuh itu mengatakan dirinya iblis langsung tertawa "HAHAHAHA, ya kau benar aku memang iblis semua bilang begitu dan aku suka panggilan itu." ucapnya dingin kepada musuh tersebut.


"Katakan siapa yang menyuruh mu menyerang markas ku." tanya reza kepadanya.


Musuh tersebut tersenyum remeh kepada reza "Sampai matipun aku tidak akan bilang hal ini kepada mu meski kau mencabut nyawaku." ujar musuh itu menantang reza.


Reza yang merasa di remehkan dan ditantang jiwa iblisnya mulai bangkit, matanya sudah memerah memancarkan amarah dan tangannya sudah mengepalkan kuat-kuat seperti akan meledak.


"Andre, buka pintu penjara itu aku akan menyeretnya seperti anjing." ucap reza kepada anak buahnya yang berdiri di depan pintu penjara.

__ADS_1


"Siap ketua."


Pintu sudah terbuka, reza mulai menyeret musuh itu dengan tangannya dari penjara bawah tanah sampai ke atas arena lapangan dia menyeretnya dengan penuh kekuatan, sedangkan musuh itu sudah teriak kesakitan di bagian lehernya.


"Sa-sakit, ugh.ugh.ugh." rintihannya


Setelah sampai di tengah arena lapangan banyak anak buahnya yang melihat keganasan dari ketua mereka menghukum musuh itu.


"Kau, masih tidak ingin mengatakan siapa yang menyuruh mu?." Ujar reza yang sudah habis kesabarannya.


"Andre, buka celananya dan ambil belati emasku sekarang." perintah reza yang sudah di Puncak amarah.


"Baik ketua." jawabannya yang langsung membuka celana musuh itu sampai tanggal lalu dia pergi mengambil belati ketuanya di tempat biasa.


"Katakan siapa yang menyuruh mu atau aku akan menyayat habis masa depanmu ini." kata reza sambil menunjuk itu. Musuh itu tetap diam tidak mengatakannya sampai andre datang membawa belati emas milik ketua nya.


"Good, berarti kau memilih mati di tanganku. Tapi aku tidak akan membiarkan kau mati dengan mudah jadi rasakan kekejaman iblis ini, HAHAHAHAH." tawa reza memberikan sensasi merinding kepada setiap anak buahnya bahkan ada beberapa yang memilih meninggalkan tempat itu karna mereka sudah tahu seperti apa jiwa iblis sang ketua jika sudah bangkit.


Reza yang sudah memegang belati itu mulai menyayatnya secara perlahan, semua anak buahnya merinding ketakutan.


"Akhhhh, sa-sakit.. Akkkhhh ampun." rintihan musuh itu.


"HAHAHAHA, ampun katamu? Ck, kau sendiri yang bilang lebih baik mati maka akan aku kabulkan secara perlahan." katanya dengan aura iblis yang makin mencekam suasana.


Belati itu pindah ke atas perut dan mulai di robeknya perut itu dan lagi-lagi musuh tersebut teriak kesakitan.


SREEEKKK


"Aakhhh sakit, ampun tolong ampuni aku, akkhhh" teriak nya sampai keluar darah dari mulutnya namun tetap di hiraukan oleh reza.


Belati itu pindah lagi ke arat tepat ke arah jantung nya "Katakan siapa yang menyuruh mu maka kematian mu akan aku percepat." ucapnya dingin.


"Ak-aku tidak ta-tahu siapa na-nama pria itu, tapi me-mereka menyebut nya Tuan Ape dan di-dia memiliki tato macan hi-hitam di punggungnya." ujar musuh itu yang mulai kehabisan darah. Reza yang mendengar itu langsung menancapkan pisau belatinya tepat di jantung musuh itu dan musuh akhirnya tewas.


"Bereskan dan bakar mayatnya." Ucap reza sambil menjilati darah di pisaunya lalu berkata "Ternyata tiger black dalang semua ini, tunggu pembalasanku pecundang." katanya mulai meninggalkan lokasi dan memasuki kamarnya untuk membersihkan diri lalu kembali ke apartemennya itu.



Serem ya kalau marah tapi ganteng kok si babang ini. 🤭😆


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2