Jodohku Mafia Kejam

Jodohku Mafia Kejam
Eps 65


__ADS_3

Jam semakin larut malam dewi yang sudah menikmati angin malam segera pergi ke dalam kamarnya.


"Besok tuan muda tidak ada di rumah, mending aku segera tidur dan membantu pelayan yang lain untuk membersihkan mansion ini setidaknya aku bisa berguna membantu mereka selama tuan muda tidak pulang." ujarnya sambil berjalan ke arah kamarnya.


Saat dewi berjalan dia dikejutkan dengan tetesan darah di lantai "Ini apa, kenapa banyak sekali noda merah di lantai setauku mansion ini selalu bersih. Dimana Mr.Bobby? Tunggu.tunggu noda merah ini menuju kamar tuan muda, jangan-jangan..." ucap dewi terhenti dan langsung naik ke atas tangga mengikuti noda merah tersebut.


Seperti dugaan dewi noda merah tepat berada di depan pintu kamar Reza "Tuan, apa tuan berada di dalam? Tuan saya masuk ya." kata dewi mencoba membuka pintunya.


Saat pintu terbuka, dewi melihat reza terkapar di bawah lantai sambil meringis kesakitan di area perutnya yang berdarah.


"Tu-tuan apa yang terjadi, kenapa perut tuan banyak sekali darahnya. Ak-aku akan panggil Mr.Bobby tuan tunggu sebentar." ujar dewi panik ingin memanggil Mr.Bobby namun saat hendak berdiri Reza menahannya.


"Diamlah, kau sangat berisik. Ini luka ringan hanya saja telah di campuri racun. Ambilkan saja suntikan di laci itu dan bawa kotak P3K kemari." ucap reza menahan sakitnya.


"Apa Racun? Tu-tuan harus segera ke rumah sakit saya akan panggil Mr.Bobby." jawabnya lagi namun tangannya di genggam kuat oleh reza.


"Kau mau aku mati HAH? Racun ini akan segera tersebar dan di laci itu aku punya penawar dari segala racun, cepatlah ambil dan jangan membantah ucapanku." bentak reza tertahan karna rasa sakitnya tidak bisa membuat dirinya bertenaga.


"Ba-baik." dewi segera membuka laci tersebut dan benar saja ada jarum suntik di sana dan membakan itu ke reza. Reza segera mengambil jarum suntik itu dan langsung menusuknya di area lukanya membuat dewi melototkan matanya tidak percaya dengan hal yang baru saja dia lihat di kepala nya dia bahkan tidak akan se-berani itu.


"Ini adalah ramuan yang aku buat sendiri jadi semua jenis racun bisa teratasi, jika harus ke rumah sakit itu akan memakan waktu yang lama dan aku tidak pernah percaya dengan dokter lain selain temanku." kata reza sambil menaruh jarum suntik itu dan dewi hanya mengangguk saja.


"Ambilkan kotak P3K sekarang dan jangan pernah kau bilang masalah ini ke Mr.Bobby, apa kau paham." ucap reza kepada dewi yang menajamkan matanya membuat dewi tidak berdaya.


"Baik tuan, saya ambilkan dulu." katanya. Reza hanya melihat dewi lalu mengambil telpon genggamnya.


"Musa, kau datang ke apartemen ku dan buang jasad yang ada di sana lalu jual apartemen dan carikan apartemen yang baru untukku. Pindahkan semua barang-barang ku ke apartemen ku yang baru ingat jangan ada yg tertinggal terutama barang-barang tentangnya, jika kau membuat kesalahan aku kirim ke afrika." ujar reza langsung mematikan telpon yang secara kebetulan dewi juga masuk ke dalam kamarnya lagi.


"I-ini tuan." ucap dewi memberikan kotak itu.


Reza langsung mengambil alkohol dan menyiram alkohol dilukanya tanpa merasakan perih sedikitpun karna wajahnya tetap datar. Lalu dia menjahit robekan lukanya sendiri meski kesulitan tetap dia lakukan sendiri, dewi tidak berani melihat adegan itu karna membuat dirinya nyeri jadi dia memalingkan wajahnya.


"Bawa kembali kotak itu dan pergi lah dari sini, hapus semua jejak darah di lantai bawah.Paham?." ujarnya.

__ADS_1


"Tuan beneran baik-baik saja apakah itu tidak akan infeksi?". tanya dewi pelan karna takut dengan tatapan reza.


"Ck, kau berisik sekali. Keluarlah sekarang aku mau istirahat, besok kau tidak perlu menyiapkan apapun karna aku tidak akan berangkat ke perusahaan." katanya.


"Ba-baik tuan, saya permisi." jawab dewi lalu pergi keluar dari kamar reza.


"Dasar gadis lemah dan cengeng." ucap reza.


Yap lelaki di taman tadi adalah dirinya yang mendengar semua ucapan dan tangisan dewi di taman.


...


*Flashback On*


1 jam sebelum kejadian...


Di apartemen reza yang sedang membersihkan diri tiba-tiba mendengar sesuatu dari luar, dia segera memakai baju dan mengambil senjatanya yang dia taruh di laci kamar mandi. Saat reza membuka pintu dia langsung di seorang oleh 2 pria berbaju hitam memakai penutup kepala, reza melakukan perlawanan dengan gesit dan lincah namun saat reza akan menembakkan senjatanya 1 pria itu langsung melemparkan pisau ke arah dirinya, reza yang memiliki penglihatan tajam langsung menghindar namun dia tetap tergores di bagian pinggang dan reza menyadari bahwa pisau itu telah di campur oleh racun, dia segera melakukan pembalasan dengan menyerang secara brutal.


DOR


DOR


2 orang tersebut tewas seketika setelah dirinya menembaki kepala mereka, lalu reza segera membuka penyamaran mereka untuk mencari tahu siapa dibalik ini semua.


"Sial, tidak ada identitas apapun dari mereka berdua. Siapa yang berani melawan dan menentangku, akan aku habisi kalian semua sampai rata tak tersisa." ujarnya penuh emosi dan mencoba menahan rasa sakit tersebut.


Reza segera memakai baju dan melilitkan lukanya dengan dasinya agar tidak terlalu banyak mengeluarkan darah dan pergi dari sana meninggalkan 2 pria asing yang telat tewas itu.


Dalam perjalanan ke mansion reza terus memegangi lukanya "Sial, racunnya semakin membuat badanku kaku, aku harus segera sampai ke mansion untuk menyuntikkan penawar racun ini." katanya yang langsung mempercepat laju kendaraannya.


Gerbang terbuka, reza segera parkirkan mobilnya di area belakang saat hendak masuk reza yang memiliki pendengaran cukup tajam dia mendengar suara seorang wanita dari arah taman dia pun mencoba mencari tahu siapa disana dan setelah tahu siapa pemilik suara itu dia hendak pergi namun langkahnya terhenti saat wanita itu bilang ingin terbang ke arah bintang membuat reza tidak jadi melangkah pergi dan mendengarkan beberapa kata dari isi hati wanita tersebut hingga dia tidak bisa lagi menahan rasa sakit di lukanya dan pergi menuju ke arah kamarnya. Sebelum pergi reza berbicara "Dulu waktu kecil aku juga mempercayai cerita tentang dongeng kerajaan namun sialnya kisahku itu tidak seindah kisah dongeng karna yang aku cintai hanyalah wanita rubah berparas putri yang tidak cocok menjadi Queen di istana ku." sarkas reza mengingat seseorang dimasa lalunya.


*Flashback Off*

__ADS_1


...


Dewi yang khawatir dengan tuan mudanya tidak bisa tidur, dia ingin sekali memberikan informasi kepada Mr.Bobby namun dia takut akan kemarahan tuan mudanya itu.


"Aku harus bagaimana, pasti lukanya akan infeksi kalau cuma di jahit begitu saja." ucap dewi yang bolak-balik di dalam kamarnya.


"Lebih baik aku kembali ke sana untuk melihat keadaan tuan muda, aku ambilkan saja air minum sebagai alasanku ke sana. Jujur aku takut tapi aku juga khawatir jika dia terluka parah." kata dewi lagi lalu pergi ke dapur untuk mengisi air minum dan membawakan minum tersebut untuk reza.


Dewi sudah membawa segelas air dan menuju ke kamar Reza, saat di depan pintu kamar dewi mencoba mengetuk pintu tersebut.


Tok.Tok.Tok


"Tuan, ini saya Dewi. Saya bawakan tuan air. Bolehkah saya masuk." ucapnya namun tidak ada jawaban sama sekali dan dewi tetap nekat masuk meski dia juga takut akan kena hukuman atau amarah dari reza. Saat dewi mulai membuka handle pintu dia melihat dari jauh reza tertidur.


"Tuan, saya membawakan tuan minum jika tuan memerlukan air nanti. Saya taruh disini tuan." ujar dewi yang menaruh minum itu di sudut meja dekat kasur. Dewi hendak pergi namun di saat itu reza mengigau.


"Kenapa kau meninggalkan ku, kenapa kau lebih mencintai dia kenapa kau tidak mencintaiku. Tolong kembalilah jangan tinggalkan ku, kembalilah.kembalilah." kata reza dalam keadaan mata tertutup.


Dewi yang mendengar hal itu hatinya ikut merasakan kesedihan dan dia berjalan mendekati ranjang reza dan duduk di bawah ranjang sambil melihat ke arah reza "Apakah tuan juga di tinggalkan dengan orang yang tuan cintai sama sepertiku?." ucap dewi pelan lalu dia mencoba untuk membenarkan selimut tersebut reza kembali berkata dalam tidurnya.


"Jangan tinggalkan aku, kembalilah aku menunggu kembalilah." ujar reza mengingau terus.


Dewi melihat keringat di dahi tuan mudanya segera mengelap ambil tisu yang berada di meja kamar dan saat ingin mengelap keringat tersebut dewi merasakan dahi tuannya panas.


"Astaga, apakah tuan demam? Ini pasti karna efek luka itu, tuan tunggu sebentar ya aku akan mengompresi tuan agar demamnya turun." ucap dewi langsung pergi ke kamar mandi untuk mengambil air dingin dan handuk kecil setelah mengambilnya lalu dia kembali berjalan mendekati reza dan mengompres reza dengan telaten meski mulut reza terus meracau memanggil nama seseorang.


Semalaman dewi tidak tidur terus menjaga reza agar demamnya turun hingga tak terasa tepatnya jam 5 pagi ternyata dewi ketiduran di bawah dengan posisi terduduk sambil memegang tangan reza.


...----------------...


Next Episode 🤗..


Pantau terus updatenya ya, meski author lama up terimakasih yang masih setia membaca dan selalu menunggu..🤗💜💜

__ADS_1


__ADS_2