
Dicky telah sampai di gerbang mansion tempat dimana Reza tinggal, saat mobil dicky memasuki gerbang dan memarkirkan mobilnya dia melihat dewi sedang berbicara dengan Mr.Bobby di depan pintu utama.
"Siapa wanita itu, aku belum pernah melihatnya?." ujar dicky lalu keluar dari mobil.
Mr.Bobby yang melihat ada tamu yang tidak asing langsung menghampiri dicky.
"Selamat datang tuan dicky, tuan sudah di tunggu oleh tuan muda di ruangan kerjanya." ucap Mr.Bobby kepada dicky, dan dicky yang melihat dewi dari dekat langsung bertanya kepada Mr.Bobby.
"Dia siapa, aku belum pernah melihatnya?". tanyanya
Mr.Bobby melirik ke arah samping "Ah, dia pelayan baru tuan, tadi saya lagi memberikan instruksi untuk pekerjaannya selama tuan muda tidak ada di mansion nanti." jawabannya
"Oh, baiklah saya langsung ke dalam menemui ketua." kata dicky sambil melirik ke arah dewi dengan tatapan curiga dan dewi yang di tatap hanya tersenyum lalu menundukkan kepalanya.
Setelah dicky masuk Mr.Bobby memberikan penjelasan lagi "Baiklah nona dewi, sekarang pekerjaan anda akan jauh lebih berat dari biasanya saya harap nona sanggup untuk menjalani pekerjaan itu nanti."
"Saya akan berusaha Mr.Bobby, namun saya ingin bertanya siapa pria tadi apakah tamu tuan muda?". kata dewi yang ingin tahu siapa dicky.
"Bukan hanya tamu nona tapi beliau juga rekan kerja tuan muda dan selama tuan muda tidak ada di mansion maka tuan dicky yang akan menjaga mansion di sini. Lebih baik kita masuk dan mulai besok nona sudah harus mulai bekerja." Ujar Mr.Bobby dengan cepat agar dewi tidak banyak bertanya atau ingin tahu tentang sesuatu.
Sedangkan di ruang kerja, Reza lagi serius membahas sesuatu dengan dicky.
"Ingat, aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun dan aku yakin mereka sedang mencari informasi dimana aku tinggal jadi kau harus lebih teliti siapa saja yang berada di luar gerbang nanti." ucap reza yang memang merasa ada yang mengikuti dirinya.
"Baik ketua." jawab dicky tegas
"Kau tidurlah di kamar tamu selama disini, dan aku akan segera pulang ke mansion daddy." ucap reza lalu berdiri untuk meninggalkan ruangan dicky pun mengikuti ketua nya dari belakang.
Reza berpamitan dengan Mr.Bobby dan dicky lalu dia pergi menggunakan mobil lamborghini yang dia miliki. Dalam perjalanan dia menelepon adiknya yang tak lain adalah Alecia.
"Hallo ale, bilang sama mommy aku sedang di perjalanan pulang mansion." katanya lalu menutup telpon tersebut.
...
__ADS_1
"Benarkah anak nakal itu akan pulang cia? Wahhh mommy harus masak makanan kesukaannya." ujar sang mommy bersemangat saat tahu putranya akan pulang ke mansion dan segera pergi ke dapur.
"Selalu begitu kalau putranya pulang aku akan dilupakan. Ck, saingan ku akan datang." ucap kesel sang daddy.
"Ck, daddy harus mengalah kan daddy selalu ada disini mommy sedangkan ka reza jarang pulang jadi biarkan mommy perhatian ke kaka." ujar cia kepada daddynya yang selalu bucin dengan mommy nya.
"Apa itu mengalah? Di kamus daddy gak ada kata mengalah apalagi kalah, jadi kamu harus tau baby." ngotot daddy fernandes.
"Ck, daddy kekanak-kanakan. Sudahlah cia mau masuk ke kamar dulu males melihat wajah daddy yang ngambekan gitu gak cool." katanya lalu pergi.
"HEY, daddy tuh memang cool makanya kamu cantik karena wajah kita sama." teriaknya kepada cia yang sudah naik tangga.
****
Malam telah tiba reza yang sudah sampai sejak tadi di panggil mommy nya untuk makan malam di ruang makan.
"Kemana anak itu kenapa lama sekali turunnya." kata sang daddy yang sudah lama menunggu reza turun.
"Aku disini dad, jika daddy sudah lapar makan saja duluan kenapa harus menunggu ku." ucap reza lalu duduk.
Reza yang mendengar hal itu menaikkan satu alisnya bingung apa yang akan di bicarakan mommy nya "Hm, thank's mom." jawabannya singkat.
Mereka semua menikmati makan malam dengan hikmat dan hanya suara sendok garpu yang terdengar karna daddy nya tidak suka makan sambil berbicara jadi mereka hanya makan tanpa bicara sedikitpun. Setelah selesai makan Alecia pamit duluan ke dalam kamar untuk mengerjakan tugas sekolahnya yang sebentar lagi akan lulus.
Reza mengikuti mommy dan daddynya untuk duduk di ruang keluarga.
"Apa yang ingin mommy katakan? Apakah ini tentang permasalahan pernikahan lagi?". tanya reza langsung to the poin kepada orang tuanya.
"Ya, kapan kamu akan menikah setidaknya kenalkan mommy dengan kekasih mu jika kau sudah memiliki kekasih bawalah dia kesini setidaknya mommy harus tahu dulu seperti apa dirinya." jawab mommy nya.
"Mom, apakah nikah itu penting? Bukankah tanpa menikah semua juga baik-baik saja?".
"Tentu nikah itu sangat penting agar ada yang menjaga kamu di hari tua, setidaknya memiliki keluarga kecil bukankah itu membahagiakan, kamu mempunyai wanita yang kamu cintai dan anak-anak yang menyayangi mu." ungkap sang mommy kepada putranya yang memang dari dulu enggan menikah.
__ADS_1
"Ck, apakah ini masalah tentang cucu? Mommy ingin memiliki cucu bukan? Aku bisa membayar seorang wanita untuk aku tiduri dan melahirkan anakku tanpa pernikahan, bukankah sama saja asal itu darah dagingku." ucap reza santai namun membuat kedua orang tuanya syok.
Daddy Fernandes yang mendegar hal itu langsung emosi dengan jawaban putranya.
"Kau, dasar anak kurang ajar!! Jika sampai kau melakukan hal itu maka adikmu alecia yang akan menanggung karma dari perbuatan mu, apakah kau ingin jika hal itu terjadi kepada adikmu. HAH?!!!" bentak sang daddy tidak terima dengan pernyataan sang putra.
"Tentu aku tidak akan segan memenggal kepala laki-laki itu dan ku robek jantungnya." jawab reza tegas melihat ke arah daddynya.
"Lalu kenapa kamu berbicara seperti itu, apakah mommy yang mengajarimu ingat reza mommy dan adikmu adalah seorang wanita jika kamu melakukan hal itu sama saja kamu tidak menghormati mommy!!!".
"Mom, mommy yang paling tahu alasan ku kenapa tidak ingin menikah dan aku tidak percaya dengan semua wanita apalagi wanita jaman sekarang hanya menginginkan harta dan kekuasaan, tidak ada yang tulus dan murni".
"Ck, ternyata kau masih mengingat wanita licik itu. Apa kau lupa karna wanita itu kau hampir membunuh jack hanya karna kesalahpahaman mu kepada nya!!". kata sang daddy yang memang tidak menyukai wanita yang dicintai putranya sejak dulu.
"Aku tahu gak perlu daddy ingatkan lagi, namun jika hatiku masih memiliki namanya aku bisa apa." ujarnya
"Daddy dan mommy tidak akan merestui mu dengannya." tegas sang daddy.
"Aku tidak butuh pendapat mu dad."
"STOP KALIAN BERDUA, kalian ini membuat kepalaku sakit saja dengan perdebatan kalian itu. Reza, mommy gak mau tahu kalau memang kamu tidak mau menikah setidaknya kenalkan mommy dengan kekasih mu dan jangan harap kamu kembali dengan wanita itu. Satu bulan mommy berikan waktu jika tidak ada yang kamu kenalkan maka mommy akan menjodohkan mu dengan anak teman mommy." ucap tegasnya lalu meninggalkan pria beda umur disana begitu saja.
"WHAT, SATU BULAN? Mom, are you sure? Oh GOD!!! Ck, sial." kesalnya.
"Semangat Boy, jika mommy mu sudah bilang begitu maka kau harus menuruti permintaannya jika tidak kau harus melawan kemarahan mommy mu, hahaha." tawa sang daddy menyusul istrinya.
"Jack, aku harus telpon jack dan menyuruhnya kembali. Hanya dia yang bisa menangani masalah ini." ucapnya lalu pergi ke arah kamarnya.
...----------------...
Next episode.
__ADS_1
Ruang Makan Mansion