
Malam hari pun tiba, di sebuah apartemen elit tempat sang ketua mafia yang di juluki sebagai Raja Iblis sudah berkumpul anak buah yang memang sudah ia tunggu saat masih berada di Negara B, anak buah tersebut tak lain adalah Musa dan juga ada beberapa yang hadir yaitu Dicky dan juga Jack sedangkan sisanya berjaga di markas.
Terdengar suara langkah kaki dari atas menuruni anak tangga, tampak sosok ketua berwajah datar, dingin dan tegas namun tetap terlihat tampan dan berkharisma. Reza yang melihat anak buahnya sudah menunggu dirinya di ruang tengah langsung menghampiri mereka dan duduk dengan wajah khasnya, aura dingin yang mengintimidasi mereka.
"Selamat malam ketua" sambut mereka menunduk hormat.
"Hm, duduklah." arah matanya langsung melihat ke arah musa yang berdiri tegang.
"Langsung ke intinya, musa apa kau tahu kesalahan mu?" tanya sang ketua dengan wajah datar dan sorot mata yang tajam.
"Maaf ketua, saya tidak tahu letak kesalahan saya dimana akan tetapi jika saya berbuat kesalahan maka saya siap menerima resikonya sebagai hukuman untuk saya." jawab musa tegas namun hati kecilnya tetap merasa takut jika menghadapi kemarahan sang ketua Raja Iblis di depannya itu.
"Ck, kau selalu membuat kesalahan jadi hukuman apa yang pantas kau dapatkan. Hm?" menatap tajam ke arah musa.
"Apapun itu saya siap ketua, tapi izinkan saya mengetahui dimana letak kesalahan saya agar saya bisa memperbaiki dan jika memang terlambat saya cuma bisa memohon ampun dari ketua." pasrah sudah musa kini karna pasti dia memang sudah membuat kesalahan fatal.
"Baiklah, akan aku kasih tau semua kesalahan mu!!! Kesalahan mu yang pertama kau sudah lalai dalam menjaga markas hingga ada penyusup masuk dan dengan bebas berkeliaran tanpa kau tahu, kesalahan kedua kau tidak becus mengintrogasi musuh yang masih berada di dalam penjara itu hingga kini ia masih tutup mulut dan kesalahan mu yang terakhir kau selalu bermain dengan wanita hingga kau begitu bodoh jika salah satu wanita tersebut sudah berhasil memasang chip yang di letakkan di mobilmu dan tahu dimana letak markas kita berada karna wanita itu adalah suruhan musuhku yang lain, apa kau tahu itu?". Ucap reza dengan sorot mata menajam, suara khas menahan emosi dan tangan yang terkepal cukup kuat.
Jack, musa dan dicky mendegar kalimat terakhir sang ketua sungguh terkejut karna mereka tidak menyangka ketua mereka bisa tahu hal sedetail seperti ini padahal yang mereka tahu ketua mereka hanya memberi perintah dan bermain dari jarak jauh sebelum adanya peperangan namun siapa sangka jika ketua mereka lebih tahu masalah ini daripada mereka sendiri.
__ADS_1
Musa yang mendengar semua kesalahannya disebutkan hanya terdiam pasrah karna memang kesalahan yang disebutin tadi sungguh sudah fatal jadi apapun resiko hukumannya akan ia terima meski harus kehilangan nyawa.
"Maafkan saya ketua, saya mengakui kesalahan saya dan saya siap terima resiko atas kesalahan saya dan siap untuk hukuman yang ketua berikan kepada saya."
"Ck, aku memang tidak punya hati jika sudah berhadapan dengan musuhku namun bukan berarti aku akan menghabisimu juga! Kau tetap akan terima hukuman dari ku dan jack yang akan memberi tahu hukuman apa untukmu, jack sebutkan hukumannya." ujar reza santai meski masih dalam mood emosi memiliki anak buah bodoh hanya karna wanita.
"Baik ketua! Hukuman dari ketua untukmu adalah; Pertama kau bukan lagi sebagai pimpinan dalam menjaga markas, bukan lagi pimpinan dalam anggota karna mulai saat ini jabatan itu akan aku ambil alih, kedua kau dilarang keluar masuk club lagi karna jika ketahuan akan mendapatkan hukuman cambuk api panas 100x, dan ketiga kau akan di asingkan selama 3 bulan ke negara K untuk mengurus peternakan hewan ketua yang berada di sana, sekian." tutup jack.
"WHATTTT!!!" ucap musa syok, mengurus hewan ketua bukanlah hal yang mudah karna hewan di sana sangat buas dan cukup ekstrim, bukan peliharaan yang lucu atau gemes tapi cukup mengerikan karna pernah menjadi lawan jack saat pertama kali belajar dengan sang bos besar.
Dicky yang mendengar kalimat hukuman terakhir hanya bisa menahan tawa melihat ekspresi musa yang diam mematung. "habislah kau mus" ujarnya dalam hati menertawakan musa.
"Ja-jangan ketua, baik saya siap menerima dan menjalankan hukuman saya." kata musa
"Hm, bagus. Jack telpon Ryan sekarang untuk siapkan keberangkatan musa besok pagi dan bilang kepada ryan untuk akseskan CCTV tempat hewan peliharaan ku yang di negara K untuk di connet kan ke handphone ku agar aku bisa memantau dia dari sini." tunjuk reza kepada musa dengan sorot mata tajam.
Glek
Taman riwayatku, ketua bener-bener tidak akan melepaskan matanya sedikitpun dariku nanti, ahhhh siaalll aku akan cari tahu siapa wanita itu dan akan aku tembak dia sampai mati di tanganku. Ucap musa kesel dan pasrah.
__ADS_1
"Dicky, sementara semua laporan yang ada di markas kau ambil alih dan informasikan kepada jack dan jika ada sesuatu yang janggal langsung kau beritahu ryan untuk aktifkan alarm karna jika alarm sudah berbunyi semua akan tahu bahaya apa yang terjadi nanti di markas karna alarm itu terhubung ke handphone kita semua, aku yakin keberadaan markas kita telah bocor ke semua musuh-musuh ku dari berbagai tempat." ucap reza serius.
"Siap ketua, akan saya jalankan perintah ketua dengan baik." ujar dicky yang mulai antisipasi.
"Sekarang pulanglah kalian, aku mau tidur dan kau musa siapkan mental mu untuk menjaga dan merawat semua hewan peliharaan ku jika satu dari mereka ada yang sakit atau mati maka kau akan menjadi target amarah daddy ku." kata reza lalu pergi dari hadapan mereka semua untuk kembali ke kamarnya.
"Bukan mereka yang sakit atau mati mungkin akulah duluan yang akan jadi mangsa nya." gumam musa pasrah menunggu hari kematian dirinya.
"Jika kau menjadi mangsa mereka maka kau tidak layak masuk ke dalam anggota khusus kami, karna hanya anggota khusus yang bisa melawan semua musuh baik sebagai manusia ataupun hewan." ujar jack remeh lalu ikut pergi keluar.
"Ck, senior dan ketua sama saja mereka sama-sama sombong dan berwajah dingin." kata musa yang tidak terima di remehkan oleh jack meskipun begitu jack memang benar bahwa menjadi anggota Red Dragon harus bisa melawan semua musuh sekalipun itu hewan buas.
Dicky hanya tersenyum saja melihat musa kesal sendiri "sudahlah mus, lebih baik kita kembali ke markas dan cari tahu dimana chip pengintai itu terpasang yang kata ketua berada di mobilmu, jika ketemu lebih baik di hancurkan." ajak dicky untuk segera balik ke markas.
"Ya kau benar, ayok kita hancurkan karna barang sampah itu aku harus kena hukuman sial ini." ujar musa bergegas pergi.
Dicky dan musa pun pergi untuk kembali ke markas, sedangkan jack masih dalam perjalanan pulang.
...----------------...
__ADS_1
Next Episode!!!.