
Dari arah belakang ruangan tempat para pelayan Dewi yang sudah beristirahat kini sudah mulai merasa lapar dan akhirnya menuju pintu depan untuk turun ke bawah membeli makanan.
"Bisa-bisanya aku ketiduran sampai siang begini, untung saja si bos kejam itu belum pulang jadi dia tidak tahu kalau aku tertidur. Lebih baik aku cepat membeli makanan lalu kembali bekerja." ujarnya langsung buka pintu.
Sementara Reza yang sudah memejamkan matanya tidak tahu bahwa ada Dewi di apartemennya itu. Setelah 10 menit mencari makanan akhirnya Dewi kembali ke apartemen tersebut dan menekan sandi pintu apartemen itu sehingga reza yang memiliki insting tajam dan pendengaran yang baik dalam menjakau musuhnya langsung membuka mata dan mengambil pistolnya yang berada di bawah bantal tempat ia tidur.
"Siapa yang berani masuk ke rumahku, tidak mungkin itu jack karna aku sudah menyuruhnya istirahat dan jika anak buahku juga tidak mungkin karna aku menyuruh mereka datang nanti malam, sial siapa yang berani masuk ke apartemen ku." geram reza lalu bangun dan bersiaga dengan membawa pistolnya.
Dewi yang tidak tahu bahwa sang majikan sudah pulang bersikap santai dan menuju dapur untuk mengambil perlengkapan makan. Saat ia akan menyuapkan makanan itu ke mulutnya seketika suara menggelegar itu mampu mengagetkan dirinya.
"Siapa kau, beraninya masuk ke apartemenku?" bentak reza dengan suara yang kuat dan menodongkan senjatanya kepada Dewi yang masih menghadap ke arah lain. Dewi yang kaget dengar bentakan itu akhirnya berbalik dan makanan yang ia pegang pun tumpah berantakan.
Prang
Mata reza dan dewi beradu saling tatap, jika tatapan reza menajam dengan amarah yang membara dan pistol di tangannya mengarah ke kepala dewi sementara itu dewi yang melihat sebuah pistol mengarah kepadanya dan tatapan majikannya yang mengerikan itu mampu membuat dewi terdiam terpaku dengan rasa menakutkan.
"Tu-tuan sa-saya kira an-anda belum pulang, i-ini saya tuan." jawab dewi dengan seluruh badan gemetar dan keringat dingin.
"Apa yang kau lakukan di apartemen ku hari ini?" tanya reza dengan tatapan tajam dan semakin mendekat tanpa menyimpan pistolnya.
__ADS_1
Dewi yang melihat reza mendekat dengan pistolnya langsung bergerak mundur perlahan "Sa-saya bekerja tuan, bu-bukankah memang saya harus bekerja di si-sini." dewi tetap melangkah mundur sampai ia terhimpit lemari belakang dan tidak tahu harus lari kemana lagi.
Tepat reza berdiri di depan dewi dengan jarak kurang lebih 3 langkah lagi lalu ia mengarahkan pistol itu tepat di jantung dewi. "Aku tahu kau bekerja, tapi aku sudah menyuruh kau untuk tidak datang hari ini karna hari ini aku telah kembali dan ingin sendiri, lalu kenapa kau tetap datang. HAH!!" Bentak reza lagi yang semakin menajamkan matanya kepada dewi karna ia tidak suka sama sekali ada pengganggu jika ia ingin beristirahat.
Dewi semakin ketakutan melihat pistol itu secara dekat dan nyata tepat di depannya yang di arahkan ke jantungnya, ia berpikir sekali saja pistol itu di tekan bakalan langsung mati ia di tempat.
"Sa-saya tidak tahu tuan, sa-saya bener-bener tidak tahu jika hari ini saya di liburkan, to-tolong maafkan saya tuan." ujar dewi yang sudah sulit untuk bernafas karna rasa takut lebih mendominasi dirinya.
"Ck, aku sudah suruh jack untuk kasih info kepadamu, kau pikir bawahan ku telah berbohong! Lebih baik kau cek ponsel busukmu itu lalu pergi dari sini sekarang sebelum aku tembak kau sampai mati nona." kata reza mengancam dengan sorot mata yang semakin tajam pertanda tidak ingin di bantah.
Dewi yang mendengar itu langsung segera ke kamar belakang untuk berganti baju dan mengecek handphone-nya karna memang dari awal bangun sampai saat ini ia belum melihat notifikasi dari handphone nya itu. Reza yang melihat dewi pergi terburu-buru langsung menyimpan pistolnya di sakunya dan duduk di ruang tengah. Tidak lama dewi sudah siap untuk pergi namun saat ia akan pergi reza kembali berbicara sehingga langkah dewi terhenti.
Dewi yang mendengar itu terasa nyeri di hatinya karna baru kali ini dia mendapatkan penghinaan tepat di depan matanya sendiri "Ba-baik tuan, kalau begitu saya permisi." ucapnya dan pergi.
Saat di depan pintu lobby air mata yang ia tahan sejak tadi akhirnya keluar begitu saja, sudah berulang kali ia mendapat penghinaan dari lelaki kejam itu dan rasanya sangat menyakitkan. Dewi terus berjalan dengan beberapa kali mengusap air matanya hingga ia menemuka taksi dan menaiki taksi tersebut untuk pergi ke tempat latihan taekwondo sahabatnya. Sedangkan reza sudah kembali ke dalam kamarnya dengan perasaan kesal karna istirahatnya telah di ganggu.
Dalam perjalanan dewi yang sudah berhenti menangis hanya meratapi nasibnya yang sangat menyedihkan, penderitaan selalu menghampiri hidupnya tanpa henti.
"Apa salahku tuhan, apa aku tidak berhak untuk merasakan kebahagiaan walau itu sedikit saja, sungguh aku sudah lelah." ujarnya pelan sambil menarik nafas yang terasa menyesakkan itu.
__ADS_1
Taksi yang ia naiki sudah sampai di tempat latihan sahabatnya itu dan ia turun dengan segera untuk mencurahkan isi hatinya kepada sahabatnya yang selalu ada untuknya.
...
Di negara K ada pemuda tampan yang selalu memegang gantungan huruf D itu dengan perasaan tak menentu karena sejak kejadian waktu itu ia selalu membawa kemanapun gantungan tersebut yang ia dapati dari seorang gadis yang telah memberikannya sebuah gantungan huruf itu.
"Aku sudah mengetahui latar belakangmu nona, kau tidak hanya cantik tapi kau juga seorang wanita yang sangat tangguh." ucapnya tersenyum tipis sambil menggenggam erat gantungan tersebut.
"Jika waktunya telah tiba dan urusanku telah selesai, aku akan menemui dirimu lagi dan mengenalkan diriku secara pribadi. Aku harap kau saat itu masih sendiri kalaupun kau sudah memiliki kekasih maka aku tetap akan merebutmu karna aku sudah mengagumi dirimu dan hanya aku yang boleh jadi milikmu tidak akan aku biarkan siapapun mendapatkan dirimu nona cantik." ujarnya dengan mengepalkan tangannya karna baginya yang punya dirinya akan selalu menjadi miliknya.
Ya, sejak kejadian ia menolong seorang gadis dan gadis itu memberikan gantungan khusus miliknya sebagai ucapan terimakasih yang ia berikan melalui asistennya, ia langsung menyuruh asisten nya untuk mencari tahu latar belakang gadis tersebut dan setelah ia tahu ia begitu mengagumi gadis itu karna selain cantik gadis tersebut sangat tangguh dan ia merasa gadis itu cocok dengan dirinya, jadi sejak saat itulah ia mengklaim bahwa gadis itu hanya miliknya tidak boleh siapapun merebut miliknya jika ada yang memiliki dirinya maka akan ia habiskan sampai ke akar-akarnya.
...----------------...
>See you next episode 🤗
..
Sebelumnya terimakasih untuk para pembaca yang masih setia menunggu untuk episode-episode selanjutnya, tetap dukung author ya agar author semakin semangat untuk terus update episode selanjutnya 😊
__ADS_1
Karna masih Hari Raya Lebaran author mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf lahir dan Bathin 🙏😇🥰