Jodohku Mafia Kejam

Jodohku Mafia Kejam
Eps 29


__ADS_3

Sementara itu di Markas Red Dragon khususnya di dalam tahanan penjara Kris sedang mengintrogasi musuhnya yang hampir saja mencelakai wanita yang ia sayangi. Kris yang masih mode santai bertanya kepada musuhnya.


"Katakan siapa yang suruh kalian untuk membawa adik ketua dari Red Dragon?" katanya sambil mengusap pisau belati di tangannya.


Namun tidak ada yang menjawab satupun dari pertanyaan yang ia ajukan kepada mereka bertiga. Tangan dan kaki mereka sudah di ikat dengan kuat hanya mulutnya saja yang di biarkan terbuka tanpa lakban.


"Setia sekali kalian, baiklah waktunya kita bermain. Kalian tahu cara bermain masak-masakan?" tanyanya.


Mereka yang di tanya saling menatap rekannya tapi tetap tidak menjawab pertanyaan itu. Kris yang melihat itu sudah mulai terpancing emosi karna dari tadi mereka tidak ada yang menjawab pertanyaannya.


"Ck, baiklah aku akan mengajari kalian bermain masak-masakan dengan ku, terutama kau yang lebih dulu bermain denganku." ujarnya sambil menunjuk ke arah ketua dari genk mereka itu.


Kris mulai mendekati dirinya ke arah ketua mereka.


"Jadi pertama-tama, kita akan bermain masakan dengan cara memotong daging karna aku tahu kalian lapar maka kita memerlukan daging yang cukup banyak, right?" ucapnya yang mulai mengambil tangan pria itu meski dalam keadaan terikat ia hanya memerlukan jarinya untuk di potong.


Pria itu hanya melihat gerakan kris yang mengambil memegang telapak tangannya yang sebelah kanan lalu seketika.


Srek.. Tuk..


"Aaaaggghhhhhh" teriakan laki-laki itu menggema ketika ibu jarinya di potong.


Srek.. Tuk..


"Aaaagghhhhh, brengsek kau" teriaknya ketika jari telunjuknya juga di potong


Kris menulikan telinganya ia hanya terus melanjutkan aksinya. Sementara darah segar terus mengalir dari tangan pria itu.


Srek..Tuk..


"Aaaaaggggkkkhh, sial" teriakan ketiga saat jari tengahnya terpotong.


Kris tersenyum tipis "Bagaimana, apa kau masih tidak mau berbicara? Jika ya mari kita lanjutkan bermainnya, kali ini aku akan mengajarimu cara mengupas, seru kan?" ujarnya yang semangat. Sedangkan dua yang lain sudah mulai pucat dengan wajah ketakutan mereka.


Kris mulai membelai pipi pria itu lalu teriakan kembali menggema.


Sreeeettt..Sreettt..Sreeettt...


"Aaaggggkkhhh". pipinya di sayat-sayat seperti sedang mengupas. Kini darah segar mulai bercucuran di wajah pria itu.

__ADS_1


"Apa kau sudah mengerti cara bermain masak-masakan? Nah sekarang waktunya di kasih bumbu biar enak, ya kan?" katanya lalu ia mengambil sesuatu dari meja.


Tanpa diduga oleh pria itu kris mengambil sesuatu dari tangannya lalu ia mulai mengolesi ke wajah pria itu.


"Aaaaggggkkkhhhhhhhhhhhh, perih ini perih....!! Sialan kau brengsek." teriaknya kepada kris karna yang tadi di ambil kris adalah garam tentunya jika kena luka akan sangat menyakitkan.


Lalu garam tersebut ia taburi di tangan laki-laki itu tepatnya di telapak tangannya yang sudah tidak ada jarinya 3 karna sudah putus ia potong.


"Aaaagggkkkhhhhhhh...perih ini sangat perih, tolong kau bunuh saja aku!! Aagghhhkkk." teriakan pria itu makin menggema.


Kris yang notabene nya memang suka bercanda namun jika di hadapan musuhnya ia memang akan terlihat berbeda.


"Membunuh mu terlalu mudah bung, lagian ini belum seberapa. Jadi lebih baik kau jujur siapa yang menyuruh mu atau kau akan mendapatkan siksaan lebih dari ini." ujarnya serius sambil melotot penuh amarah kepada musuhnya.


"Sa-saya sungguh tidak tahu mereka hanya menyuruh kami untuk menculik seorang gadis dengan mem-memberikan selembar fotonya". ucapnya sambil menahan sakit di area pipinya.


"HEH, kau pikir aku akan percaya hah?!! Baiklah kali ini tidak akan ada ampun untukmu, dan kalian berdua bersiaplah mati dengan cara yang mengenaskan." sungguh kris sangat emosi kali ini ia tidak akan bermain-main lagi. Ia berdiri ke arah meja lalu mengambil samurai panjang nan tajam & runcing itu karna itu adalah samurai kesayangannya.


Cussss...


"Aaagggkkhhh" kaki kanan di tebasnya.


"Aaagggkkhhh, ampunnn" kaki kirinya juga di tebasnya.


Cussss...


"Aaagghhhh, ampun tolong ampunnnn". tangannya yang sebelah kiri juga sudah di tebasnya, sisalah tangan kanannya yang sedari tadi sudah kehilangan 3 jarinya.


"To-tolong ampuni kami, kami sungguh ti-tidak tahu apapun, tolong am-ampuni ka-kami tuan". jawab rekannya yang sedari tadi melihat tragedi itu, ia sungguh sangat ketakutan dan bergidik ngeri melihat hal itu.


"Katakan, siapa yang menyuruh kalian?" tanya kris yang mengarahkan samurainya ke kepala pria tadi yang berbicara kepadanya.


"Mereka, tidak mengatakan identitasnya siapa tuan hanya saja ada tato di leher mereka bergambar kepala macan." ungkapnya dengan rasa takut.


Sudah ku duga bahwa ini dalang dari Tiger Black, Shitttt. Ujarnya dalam hati dengan mengepalkan tangannya kuat.


"Good, karna kalian sudah tidak berlaku untukku maka kita akhiri dengan cepat." ucapnya.


Cusss Sreett..

__ADS_1


Cusss Sreett..


Cusss Sreett..


Tiga kepala sudah ia tebas dengan samurainya dan tewas begitu saja. Namun masih ada sisa satu tahanan yang sudah berhari-hari di sana sedari tadi melihat aksi kris, ia sudah bisa membayangkan nasibnya kelak apalagi jika ketua mereka datang kembali sudah di pastikan giliran dirinya akan tewas.


Kris melirik ke arah tahanan ketuanya.


"Sebentar lagi kau akan tewas seperti mereka, maka nikmati lah hirup udara karna kau tidak akan bisa menikmatinya lagi jika ketua kami datang untuk memberikan mu hadiah." ujarnya kris sambil mengelap samurai nya yang berlumuran darah.


Setelah itu kris menuju keruangan tempat mereka biasa berkumpul jika berada di markas.


"Bagaimana, apa kau sudah mendapatkan informasinya kris?" tanya musa yang tadi sempat melirik saat kris masuk ke dalam ruangan sedangkan ia tengah asik bermain catur dengan dicky.


"Tiger Black!!! Dan aku yakin tahanan punya ketua juga suruhan dirinya karna hanya dia yang terang-terangan melawan kita selama ini sedangkan yang lain hanya berani bersembunyi." kata kris lalu ia pergi ke dalam kamarnya yang berada di markas untuk bersihkan diri.


Lalu musa melirik ke arah dicky "Kau, kabarin informasi ini ke ketua dan senior, aku mau pergi sebentar." ucapnya.


"Kau mau kemana?" tanya dicky heran melihat sahabatnya keluar padahal masih pagi karna biasanya ia akan keluar malam hari.


"Aku ada urusan sampe malam hari, jadi gak usah khawatir kan aku. Bye" jawabnya langsung pergi.


"Ck, siapa juga yang khawatir dasar seenaknya saja selalu merintah." ujarnya lalu mengeluarkan handphone nya untuk memberikan informasi yang ia dapat dari kris tadi.


Ketua, yang mencoba menculik nona muda suruhan Tiger Black.


Senior, Tiger Black lah dalangnya dari kejadian kemarin.


Setelah mengirim kan pesan singkatnya, ia menuju sofa panjang untuk tidur lagi.


Sedangkan yang di dalam mobil hanya melihat saja informasi itu tanpa membalas.


..!!..


(Jadi udah tahu ya, yang di lihat reza di handphone nya informasi dari anak buahnya, hehe)


...----------------...


*Maaf ya baru update karena author baru saja mengalami kecelakaan, akan author usahakan untuk update satu hari satu episode.*

__ADS_1


Mohon di tunggu next episode nya & terimakasih untuk dukungannya. :)


__ADS_2