
Di apartemen jack yang sedari tadi sudah di sana juga sudah menerima penjelasan dari dewi tentang orang asing yaitu pria yang mengaku dirinya sebagai anak buah bosnya.
"Tuan asisten, bagaimana ini jika tuan bos marah kepada saya. Jujur saya takut sama tuan bos tapi saya berani sumpah saya tidak tahu apapun tuan asisten." ujar dewi yang takut akan kemarahan bos kejam itu.
Jack yang mendengar keluhan dewi juga tidak bisa menanggapi karna dia tahu betul watak keras bosnya yang tak lain sodara angkatnya itu.
"Tenanglah nona dewi, berdoa saja semoga hati bos besar tidak diliputi amarah dan saya akan membantu menenangkan dirinya jika dia sudah marah nanti." kata jack meski dirinya juga tidak yakin karna pasti suasana hati bosnya lagi tidak baik-baik saja saat ini.
"Lalu kapan tuan bos pulang apakah dia sudah di perjalanan ke sini tuan asisten?". tanya dewi kepada jack.
"Benar bos sudah berada di perjalanan menuju kemari nona." jawab jack yang melihat kegelisahan dan ketakutan dewi kepada bosnya itu.
"Aduh, saya takut tuan asisten apakah saya pulang saja sekarang?" tanya dewi lagi jika dia bisa langsung pulang maka dia akan selamat.
"Semua keputusan ada di nona, jika nona pulang sekarang maka nona akan bertemu dengan bos sendirian tanpa saya karna saya besok ada perjalanan bisnis ke Negara K." jawab jack seperti membuat pilihan kepada dewi.
"Tidak, lebih baik sekarang saja bertemu nya karna ada tuan asisten jika besok saya bertemu sendirian maka habislah saya tuan." ucap dewi yang mulai gemetaran dan keringat dingin.
"Ya lebih baik seperti itu nona." jawab jack singkat.
Tidak lama kemudian pintu apartemen terbuka dan masuklah sosok pria tampan tapi berwajah dingin dan mulai mendekati ruang tengah lalu duduk.
"Aku sudah menerima informasi darimu selama perjalanan tadi, lalu bagaimana hasilnya apa kau sudah tahu siapa orang itu?" tanya reza langsung to the point.
"Tidak, aku tidak mengenali pria itu bahkan musuh kita pun aku sangat hafal wajahnya namun pria di CCTV ini bener-bener asing dan aku tidak kenal sama sekali. Lalu aku juga menemukan bukti CCTV kecil di sudut dinding, sofa dan tangga. Sepertinya dia sudah tahu setiap sudut tempat ini." ucap jack kepada reza. Reza yang melihat CCTV apartemen nya juga tidak bisa mengenali wajah asing itu lalu dia melirik ke arah dewi.
"Kau, apa yang kau lakukan kenapa kau bodoh sekali dalam bekerja. Kau bukan hanya wanita penggoda namun kau juga bodoh." kata reza ketus dan dingin.
__ADS_1
"Penggoda? Maksud tuan bos apa saya tidak mengerti dan siapa yang saya goda?" tanya dewi bingung dengan perkataan reza.
"Ck, wajah sok polosmu itu bener-bener membuat ku jijik. Lalu kenapa kau membiarkan nya masuk ke dalam apartemen ku, apa kau ingin memakai tempatku untuk kau bermesraan dengan pria itu?" ucap reza lagi dengan wajah dingin dan mata memerah marah.
DEG
"Jadi maksud tuan bos dari tadi itu maksud nya aku wanita murahan begitu?" tanya dewi yang hatinya merasa sesak dan sakit atas penghinaan dari reza, sedangkan jack yang mendengar semuanya juga tidak mengerti kenapa bosnya berbuat seperti itu.
Reza berdiri dari sofa dan mulai mendekati dewi "Ya, kau wanita murahan yang menggoda banyak pria, aku melihatmu masuk ke dalam mobil mewah dengan seorang pria kaya dan tersenyum kepadanya, lalu kau menabrakkan dirimu kepada pria di lift tadi pagi dan kau sebelum naik ke atas untuk bekerja kau bahkan bermake-up dulu di depan lift itu supaya kau juga menggoda ku bukan? Ck, melihat wajahmu saja aku sudah jijik jadi jangan berharap aku tertarik kepadamu wanita rendah." kata-kata reza yang menusuk hati dewi berhasil membuat nya hilang kesabaran.
PLAK
Dewi menampar keras pipi reza dan membuat reza tidak percaya bahwa dirinya di tampar oleh seorang wanita bahkan jack yang menyaksikan hal itu juga kaget bosnya di tampar dengan sangat keras.
"KAU". ucap reza melebarkan matanya terlihat marah.
"YA, aku menamparmu karna kau memang pantas di tampar tuan sombong. Kau bilang aku wanita penggoda? Asal anda tahu bahkan aku tidak pernah memiliki kekasih sejak kecil sampai detik ini. Lalu kau bilang aku murahan? Aku bahkan tidak pernah bersentuhan dengan lelaki manapun meski itu hanya seujung jari ku tidak pernah. Terus kau mengatakan bahwa aku wanita rendah? Kau benar aku memang terlahir dari keluarga rendah ekonomi tidak seperti kau terlahir dari keluarga kalangan atas tapi kau tidak punya attitude justru ucapanmu melebihi kelas rendahan. Aku kasian kepada orang tuamu memiliki anak berhati iblis." ucap dewi lalu melangkah pergi namun saat di depan pintu dia membalikkan badannya lagi.
BRAK
PRANG
Reza membanting meja dan meja itu pun pecah.
"SIALAN, WANITA SIALAN BERANINYA DIA MENAMPARKU DAN MENGHINA ATTITUDE KU , Brengseeeekkkkkk!!! Jack cari tahu dimana alamat rumahnya, akan aku balas penghinaan ini." ucap reza lalu pergi ke atas.
"Wanita itu ternyata berani melawan bos, baru kali ini ada seorang wanita yang berani kepadanya selain mommy. Tapi kenapa keberanian nya mengingatkan ku kepada wanita itu yang sekarang malah jadi sekretaris ku, cuma wanita itu juga yang berani melawanku." ujar jack yang teringat kepada vevi dari awal pertemuannya.
__ADS_1
"Lebih baik aku menyuruh orang merapikan pecahan kaca meja ini dan aku harus fokus kepada pria asing itu lalu setelah beres baru aku turutin permintaan si bos." ucap jack yang memilih masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai bawah, kamar khusus untuk dirinya jika menginap di apartemen milik bosnya.
Sedangkan dewi yang sudah naik ke dalam bus mulai menyesali perbuatannya tadi.
"Kenapa aku menamparnya sih, dewi bodoh.bodoh bagaimana nanti kalau hukuman mu akan di tambah dan kau akan terus menjadi pelayan lalu bagaimana kalau si bos kejam itu perintahkan anak buahnya untuk mencari adik dan mamaku. Oh astaga dewi bagaimana ini." dewi yang berada dalam bus gelisah dan khawatir akan nasib keluarganya.
Dewi mencoba menelepon sahabatnya untuk bertemu dan berbagai cerita namun sudah berulang kali dia menelepon tapi tidak ada respon sama sekali.
"Apa vevi masih di kantor ya, katanya dia sudah mulai bekerja di kantor kan. Hufft, apa yang harus ku lakukan besok aku datang bekerja atau tidak ya.. Akkhhhh pusing gak tau deh." jawabannya pasrah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dirumah sakit dicky sedang menunggu di ruangan operasi, di dalam ryan sedang melakukan operasi kulit akibat cambukan panas yang merobek kulitnya. Tidak lama tristan keluar dari ruangan operasi itu.
"Bagaimana kondisi ryan?" tanya dicky kepada tristan.
"Ketua mu sudah gila, kulit ryan robek hampir menembus tulang cambukan apa yang di pakai nya?". tanya tristan kepada dicky.
"Ck, ketua ku juga ketua mu kita ini sama-sama anak buahnya apa kau lupa? Cambukan yang di pakai ketua ialah cambukan rantai besi baja dan ketua memanaskannya di api panas." ujar dicky yang menjelaskan kepada tristan.
"APA? Gila dia benar-benar iblis yang menjelma sebagai manusia, bahkan dia lebih sadis dari daddy nya dulu kata kakek ku." ucap tristan yang merasa ngeri dengan kesadisan ketuanya yang tak lain sahabatnya juga. "Ryan sudah melewati masa kritisnya, operasinya juga lancar hanya saja dia di larang berbaring terlentang karna pasca operasi kulit bagian punggung nya belum mengering dan untuk tangannya lebih baik kau membantu nya karna tangan nya masih belum bisa di gunakan olehnya." ucap tristan kepada dicky.
"Baik lah, aku akan menyuruh Andre sementara menjaganya selama di sini karna aku harus balik ke markas kau tahu sendiri bukan selama tidak ada musa di sini markas menjadi tanggungjawab ku, jadi tolong jaga ryan sampai andre datang karna kita tidak tahu apakah musuh ada di sini juga / tidak." kata dicky yang mengkhawatirkan kondisi ryan.
Tristan tersenyum mengerti maksud dicky "Ya aku tahu, jangan khawatir ryan akan aman bersamaku sampai andre datang ke sini. Pergilah jaga markas dengan baik jangan sampai aku melihatmu terbaring juga di sini hanya karna sebuah hukuman dari Ketua." jawab tristan dan dicky berpamitan kepadanya.
...----------------...
__ADS_1
*See you next episode, pantau terus ya updatenya jangan lupa berikan dukungannya agar author makin semangat update* 😁
Thankyou untuk pembaca setiaku 🥰