
Reza dan Jack memasuki mansion utama dimana mereka tumbuh dari kecil bersama hingga dewasa. Sang mommy yang tahu bahwa jack ikut datang dia sudah menyiapkan makan malam keluarga dengan begitu mewah dan hangat. Saat 2 pria tampan memasuki ruangan keluarga disana sudah ada sang mommy dan daddy yang menunggu kedatangan mereka.
"Selamat malam tuan besar" ucap jack penuh hormat.
"Ck, kau selalu seperti itu jack. Panggil aku daddy bagaimanapun statusmu sudah menjadi bagian dari keluarga ini. Bukankah sudah persetujuan kita bersama jika kau keberatan maka panggil aku daddy disaat acara keluarga namun jika diluar maka terserah kau jika ingin memanggilku dengan yang lainnya." jawab daddy fernandes ketus.
"Benar jack, awas kau memanggilku nyonya ingat panggilah dengan sebutan mommy karna disini hanya ada keluarga inti saja." sambung sang mommy melihat ke arah jack.
Jack begitu terharu setiap kali memasuki mansion ini yang dimana dia sejak kecil tidak memiliki keluarga justru disinilah dia bisa merasakan kehangatan keluarga walaupun status dirinya hanyalah seorang anak angkat. "Baiklah mom, dad. Maaf sudah membuat kalian tersinggung dengan ucapan ku tadi." kata jack.
"It's oke Jack. Reza bagaimana, kapan kau mengajak pacarmu ke sini?". tanya sang mommy yang melirik ke arah reza.
Reza yang sedari tadi diam sambil memainkan handphonenya memutar bola matanya dengan malas dan melihat ke arah mommy nya "Akan aku kenalkan jika waktunya sudah tepat mom, lebih baik kita segera makan malam karna setelah ini aku sibuk ada yang mau aku bahas dengan jack soal pekerjaan." jawab reza dengan malas lalu pergi duluan ke ruang meja makan.
"Anak itu selalu tidak pernah enak jika menjawab pertanyaan orang tua." kata mommy kesal.
"Jadi mommy mengaku sudah tua sekarang?" kata daddy sambil tersenyum ngejek.
Mommy melirik suaminya itu "kamu yang tua lihat wajahmu sudah banyak keriput. Ck, sepertinya dulu aku di hipnotis bisa menikah denganmu." jawaban mommy kesal dan melenggang pergi meninggalkan suaminya yang terdiam di tempat.
__ADS_1
Jack yang di belakang mereka tertawa kecil.
"Kau menertawakan ku jack? Ck, bahkan aku masih terlihat bugar dan mampu membunuh para musuh dengan cepat meski di umurku yang sekarang. Apa katanya tadi menghipnotis? Wajahku memang tampan dan mampu menghipnotis semua wanita dijaman muda. Ah sial aku akan menghukumnya nanti malam." katanya sambil menggerutu kecil dan menyusul sang istri.
"Daddy dan mommy tidak pernah berubah." ucap jack geleng-geleng kepala melihat mereka berdua.
Di ruangan meja makan disana sudah ada alecia. Mereka makan malam penuh hikmat meski dalam nuansa sunyi dan hanya terdengar suara piring, sendok dan garpu yang berbunyi. Lalu setelah makan malam selesai Reza dan Jack pamit duluan ke ruang kerja. Jack sedang fokus mengetik semua ucapan yang keluar dari mulut reza tentang beberapa point untuk menjalani pacaran kontrak dengan dewi dalam 1 tahun. Yah hanya 1 tahun saja dan bagi reza itu sudah cukup untuk membuat sang mommy percaya dengan hubungan mereka nanti lalu setelah 1 tahun reza akan mencari alasan untuk pisah dan bilang kepada sang mommy bahwa mereka tidak cocok itulah yang menurutnya dalam 1 tahun sudah sangat pas menjalin hubungan pura-pura ini.
"Apakah semua yang aku ucapkan sudah benar kau tulis jack?" tanya reza kepada jack yang sedang fokus dengan ketikannya.
"Hm, semua sudah aku ketik point-point nya. Tapi bukankah ini tidak terlalu kejam bagi seorang wanita jika kau mengancam seperti ini?". tanya jack yang masih ada rasa simpati karna jack memang sudah mengetahui latar belakang dewi secara rinci begitu juga dengan kesehatan mental trauma dewi, jack tau semua hal itu.
"Lalu jika musuhmu adalah wanita dari masa lalu mu atau wanita yang kau cintai menghianati mu apakah kau akan tetap membunuhnya?". tanya jack kepada reza dengan tatapan tak kalah serius.
Reza menatap mata jack dengan serius "Ya, aku akan tetap membunuhnya meski dia dari masalalu ku ataupun wanita yang aku cintai sudah menghianatiku maka aku tidak segan akan langsung membunuhnya jika sudah mengusik hidupku." jawab reza yakin dan penuh emosi dalam diri.
Jack hanya mengangguk saja mendengar jawaban itu karna jack tahu itu akan tetap terjadi jika reza sudah dikuasai dengan amarah dan dendam.
"Besok kasih surat kontrak itu kepadanya dan malam ini kau tidur saja disini jika kau pulang ke apartemen tampa bilang ke mommy dan daddy maka kau tahu sendiri apa yang akan mereka lakukan kepadamu nanti." kata reza lalu pergi keluar menuju kamar pribadinya.
__ADS_1
"Huffft, ya aku tahu dan mereka pasti sudah tidur jadi tidak mungkin aku pamit malam ini juga. Lebih baik aku masuk saja ke dalam kamar dan menginap satu malam disini." Jack memang memiliki kamar sendiri di mansion itu karna dia bagian dari keluarga kenric hanya saja setelah dewasa jack lebih memilih tinggal di apartemen yang dekat dengan perusahaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di markas Ryan yang sudah kembali setelah perawatan penuh di rumah sakit sedang beristirahat di dalam kamarnya. Sedangkan di ruang tengah ada Dicky, Musa dan juga Kris yang sedang duduk sambil berbincang-bincang.
"Kris, apa kau tidak ada niatan cari wanita lain saja. Karna bagaimanapun kau tidak akan mungkin menghadapi tuan besar lebih baik kau coba untuk hilangin perasaanmu kepada adik ketua itu." kata dicky yang mencoba menasehati kris.
"Tidak semudah itu, aku sudah mencobanya dengan mendekati wanita lain namun tetap saja bayangan senyum ale menghiasi memori di kepalaku." jawab kris dengan lesu.
"Aku tahu kris, tapi kau dengar sendiri bukan jawaban ketua bahwa yang kau hadapi bukan dirinya melainkan tuan besar dan kita semua tahu bahwa tuan besar sangat protektif kepada nona cia. Tuan besar bersifat seperti itu karna nona cia anak perempuan kesayangannya yang wajahnya sangat mirip dengan Nyonya jadi kau paling tahu betapa besarnya cinta dan kasih sayang tuan besar kepada putrinya itu." ucap bijak dicky untuk kris agar menyadari bahwa pilihan itu memang sulit namun harus segera di akhiri.
"Hm, ntahlah aku juga bingung kenapa perasaan ini semakin dalam. Aku sudah berulang kali mencoba move on namun sialnya tidak pernah bisa apalagi aku selalu di tugaskan untuk menjaganya yang tiap hari akan ketemu terus dan itu semakin sulit untukku lepas dari dirinya." ujar kris sambil terus meminum minuman yang memang ada di markas tsb.
"Berhenti kau bisa mabuk kris. Sudahlah biarkan saja perasaan itu terus mengalir dan yang penting kau tetap tahu batasan kris, ingat kita semua yang ada disini bisa berada disini semua berkat keluarga ketua terutama tuan besar jadi lebih baik kita semua tetap berada di sisi mereka untuk membalas budi atas kebaikan mereka kepada kita. Jangan berharap lebih dan tetap tahu batasan." ucap musa dengan bijak selayaknya seorang kaka laki-laki yang menasehati adiknya itu.
Mereka berbincang-bincang sambil minum hingga larut malam sampai semuanya terlelap di ruangan itu
...----------------...
__ADS_1