Jodohku Mafia Kejam

Jodohku Mafia Kejam
Eps 22


__ADS_3

Jack langsung menggelengkan kepalanya atas pertanyaan sang bos.


"Saya ke sini bukan untuk membicarakan mengenai laporan bos, tetapi saya datang karna ingin membawa nona ini bos". jawab jack yang langsung mempersilakan seseorang yang dari tadi berada di belakangnya.


Seketika sebuah mata saling bertatapan dan reza pun terkejut ternyata dari tadi ada seorang wanita tepat di belakang asistennya.


Menyunggingkan senyumnya "Oho ternyata kau datang juga nona, bagus sangat bagus." ia masih hapal dengan wajah wanita itu dan tidak menyangka bahwa wanita ini bener-bener datang.


Dewi yang tadi melihat ke arah pria tersebut langsung menundukkan kepalanya takut "Saya sudah berjanji tuan akan datang, maafkan kesalahan saya tuan sungguh saya tidak sengaja." jawabnya dengan suara gemetar.


Jack yang sedari tadi memperhatikan masih bingung dengan banyak pertanyaan di kepalanya.


sebenarnya ada apa dengan wanita ini?kenapa dia sangat ketakutan? apakah dia sudah buat kesalahan fatal dengan bos?


"Ck, dalam kamusku tidak ada kata maaf nona tetapi hanya kematian dari semua orang yang mencoba melawan atau mengusik hidupku." katanya dengan suara dingin & aura mencekam.


glek


Dewi bener-bener ketakutan dan tidak berani melihat ke arah lawan bicaranya, keringat dingin sudah mulai keluar dari keningnya dan badanya semakin gemetar ketakutan saat pria itu berbicara tentang kematian, sungguh ia masih trauma dengan kata kematian.


"Ma-mati tuan?" tanyanya yang tanpa sadar langsung mengeluarkan air matanya begitu saja.


Ia langsung melihat ke arah mata pria itu dan cepat menggelengkan kepalanya. "Sa-saya tidak mau mati tuan, ti-tidak jangan tuan, saya mohon." air mata terus keluar dari matanya dan membuat tubuhnya semakin gemetar hebat.


Hal itu sukses membuat Reza & Jack langsung saling pandang tidak mengerti padahal yang reza maksud bukan ingin membunuh nya hanya sekedar ancaman jika ada yang melawan atau mengusiknya namun dia bingung kenapa wanita ini langsung berekspresi seakan-akan dia akan membunuh wanita tersebut.


"HEY, siapa yang akan membuat kau langsung mati. Ck, dasar bodoh!! Kapan aku bilang akan membunuh mu?"


Tapi dewi masih tetap sama, menangis dan tetap gemetar ketakutan sungguh hal yang paling membuatnya trauma adalah kata kematian dan itu sukses membuat dirinya seperti kehilangan jiwa. Jack yang melihatnya langsung mendekat ke arahnya.


"Nona tenanglah tidak akan ada yang membunuh mu dan kau tidak akan mati nona." katanya lembut yang mencoba menenangkannya.


Dewi langsung merespon dan melihat ke arah jack.


"Sungguh, aku tidak akan mati?" jawabnya seperti anak kecil dan jack yang melihat itu tersenyum.


Cowok dingin sepertinya yang 11 12 dengan bos nya kini tersenyum kepada seorang wanita yang menurutnya sangat lucu dengan air mata dan ingus yang keluar seperti balon. Reza yang memperhatikan bingung sejak kapan asistennya itu bisa bersikap lembut bahkan tersenyum kepada seorang wanita.


"Ya nona, kau tidak akan mati jadi tenanglah nona." ujarnya.


Dewi tersenyum kepada jack "Baiklah, terimakasih." langsung menghapus air matanya.


Reza yang melihat senyuman dewi kepada jack dari jauh, tiba-tiba tidak suka melihat adegan itu.


"JACK" suara yang keras & sedikit di tekan.

__ADS_1


Jack yang tadi terpesona dengan senyuman wanita itu langsung di buyarkan lamunannya dengan suara yang sangat ia kenal dan langsung menoleh ke arah bosnya.


"Ya bos."


"Bawa dia mendekat ke meja ku sekarang." kalimat yang tidak ingin di bantah


"Mari nona, silahkan."


Dewi hanya mengangguk dan berjalan ke arah meja tersebut saat ia sudah mulai tenang.


"Duduklah, ada yang memang harus kita bicarakan nona." dengan mata yang melotot dan aura yang dingin.


Saat dewi sudah duduk, ia mencoba melihat ke arah reza sungguh aura yang sangat mengintimidasinya dan suasana semakin tegang.


Sambil mengetuk-ngetuk jarinya di meja "Jadi bagaimana nona, apa tanggungjawab mu kepada mobil ku atas kejadian tempo hari? Kau tahu betul nona dengan gajimu tidak akan sanggup." katanya


Membuang nafas pelan "Saya tahu tuan, saya bener-bener tidak sengaja namun jika harus masuk penjara saya siap tuan, asalkan jangan ganggu adik saya atau mama saya tuan karna hanya mereka yang saya punya." jawabnya lirih karna ia memang sudah siapkan mentalnya jika harus seperti ini.


"Hm". ujarnya sambil berpikir.


Jack yang sedari tadi ada di samping bosnya sudah mulai mengerti sedikit tentang permasalahan yang terjadi kepada wanita itu terhadap bosnya.


"Aku tidak akan memasukkan kau ke dalam penjara nona, tapi.." katanya yang menggantung.


"Tapi apa tuan?" tanyanya.


Reza melirik ke arah jack lalu kembali melihat ke arah wanita itu.


Menyunggingkan senyum "Kau harus jadi pembantu di apartemen ku selama 6 bulan tanpa gaji dan pekerjaanmu full tiap hari dari pagi sampai malam."


"APA?" ujarnya syok


Sungguh dewi bener-bener syok atas pembicaraan laki-laki itu, bagaimana bisa ia bekerja selama itu tanpa di gaji lalu bagaimana pekerjaannya yang di toko belum lagi ekonomi keluarganya bergantung pada gajinya dan uang sekolah adiknya apalagi adiknya butuh biaya untuk ujian akhirnya, ia bener-bener pusing sekarang dan tidak tahu harus bagaimana untuk mengambil sikap.


"Kenapa kau begitu terkejut? Apa kau tidak bisa nona? Apa kau memang ingin masuk penjara bahkan aku bisa membuatmu mendekam selama 2 tahun." katanya santai


"Bukan begitu tuan, bagaimana pun saya sudah memiliki pekerjaan dan jika saya bekerja dengan tuan tanpa di gaji lalu bagaimana dengan nasib keluarga saya yang mengandalkan gaji saya untuk kebutuhan mereka tuan bahkan adik saya masih sekolah tuan dan itu membutuhkan biaya yang sangat besar."


Reza hanya mengendikkan bahunya seolah tidak perduli dengan pernyataan wanita itu.


"Sayangnya saya tidak perduli nona, pilihannya hanya 2 saja, yang pertama masuk penjara selama 2 tahun lalu yang kedua jadi pembantu di apartemen saya selama 6 bulan tanpa gaji dan hanya bekerja dari jam 6 pagi sampai jam 7 malam." katanya lalu melirik ke arah asisten nya.


"Jack, siapkan tanda tangan kontrak itu sekarang juga & pastikan tiap detainya sesuai dengan apa yang aku suruh." perintahnya kepada sang asisten.


"Baik tuan, saya permisi ke ruangan saya." ujarnya lalu pergi untuk membuat kontrak persetujuan.

__ADS_1


Kembali lagi melihat ke arah dewi yang masih duduk dan masih terdiam itu.


"Bagaimana nona? Saya tidak memiliki waktu jadi pastikan keputusannya saat ini juga. Setelah asisten saya kembali membawa surat kontrak itu nona wajib tanda tangani hal itu."


Suasana cukup hening, tidak lama terdengar suara ketukan pintu.


tok.tok.tok


"Masuk". katanya


Bukan jack yang datang melainkan sekretaris nya yang datang membawa kan sebuah minuman.


"Permisi bos, saya membawa kan minuman untuk tamu bos sesuai perintah dari Pak Jack." katanya


"Hm taruh saja di situ lalu segera pergi." jawabannya cuek.


Siska sudah terbiasa dengan sikap bosnya itu bukannya sakit hati malah semakin menyukai bosnya yang dingin seperti es namun sangat gagah menurutnya.


"Baik bos, saya permisi" dengan senyuman nakal namun tidak di lihat sama sekali oleh bosnya.


Setelah kepergian sekretaris nya jack pun masuk kembali ke ruangan bosnya dengan membawa sebuah kertas yang sudah di beri materai. Dewi yang melihat itu sungguh bingung dan tidak memiliki kemampuan lagi untuk menghindar hanya menerima kenyataan bahwa mungkin ini sudah takdirnya.


"Bagaimana nona? Apakah sudah membuat keputusannya?" katanya sambil menyodorkan sebuah kertas yang berisi kontrak perjanjian seperti yang di bilang reza tadi.


Menghembuskan nafas pelan "Baiklah tuan, saya menyetujui perjanjian ini." sebelum tanda tangan ia membaca terlebih dulu poinnya.


Isi Point:


Pihak A dan Pihak B sama-sama menyetujui perjanjian ini yang mana pihak B akan bekerja selama 6 bulan tanpa gaji. Jika pihak B melakukan kesalahan dalam bekerja maka pihak A akan memperpanjang masa kontrak tersebut dari yang tadinya 6 bulan bisa di tambah satu bulan lagi begitu seterusnya. Dan jika pihak B berani melanggar dengan kabur maka adik pihak B sebagai penanggung jawab berikutnya.


glek.


Dewi tidak menyangka tiap point memiliki makna yang bener-bener membuatnya tidak bisa berkutik, namun apa daya ia hanya bisa menahan ini semua. Akhirnya surat tersebut sudah resmi ia tanda tangani.


Reza menyunggingkan senyum penuh kemenangan "Haha, bagus pilihan sudah sangat tepat nona." katanya puas sambil terkekeh.


Setelah sama-sama sudah tanda tangan satu kertas di suruhnya ia bawa untuk di simpan dan kertas lain di pegang oleh jack.


"Baiklah kau boleh pergi, jack antar dia keluar. Dan kau mulai besok akan di jemput oleh asisten saya untuk mengantar mu ke apartemen saya supaya kau tahu dimana lokasi apartemen itu lalu berikut nya kau harus pergi sendiri."


Dewi menundukkan kepalanya mengerti "Baik tuan, saya permisi."


Jack dan dewi pergi keluar menuju lift untuk turun ke bawah.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2