Jodohku Mafia Kejam

Jodohku Mafia Kejam
Eps 27


__ADS_3

Pagi menjelang, dewi yang sudah bersiap dengan pakaian casual namun tetap berpenampilan modis nya segera turun ke bawah untuk berpamitan dengan mamanya karna ia yakin pasti asisten pria itu sudah di luar.



Setelah sampai di bawah ia langsung mendekat ke arah mamanya yang sedang mengatur sarapan pagi.


"Pagi ma, ma maaf sepertinya aku gak bisa ikut sarapan karna aku harus berangkat sekarang soalnya aku yakin di depan sudah ada yang menjemput ku." katanya


"Loh kamu gak sarapan dulu nanti lambungmu kumat gimana? Kamu kan gak bisa telat makan!!" tanya mama nya yang khawatir


Dewi tersenyum ke arah mamanya "Mama tenang saja di sana aku dapat makanan kok, aku pergi dulu ya ma." ujarnya langsung cium pipi mamanya dan berpamitan sedangkan adiknya hanya melihat kakanya sampai keluar dari pintu


Tepat saat ia keluar mobil mewah bermerek Bentley warna hitam berhenti di depan rumahnya, dan keluar lah sosok pria yang tak kalah tampan dari dalam mobil tersebut.


"Pagi nona, mari silahkan masuk kita langsung ke apartemen bos saya nona". ujarnya mempersilakan dewi untuk segera masuk


"Terimakasih tuan jack." senyumnya lalu masuk ke dalam mobil.


Lagi-lagi jack terpana liat senyuman itu meski penampilan nya terlihat sederhana namun tetap terlihat manis menurutnya.


Selama perjalanan hanya ada suasana hening hingga handphone dewi berbunyi panggilan telepon dari sahabatnya, ia segera mengangkat telepon itu.


"Hallo"


"Hallo wi, apa lu hari ini di jemput oleh asistennya pria itu?" tanyanya


Dewi yang duduk di belakang melihat ke arah jack yang fokus menyetir mobil itu. "Ya bener, memang ada apa bukannya gue udah bilang kemarin gak mungkin lu lupa kan?" jawabnya heran


"Log speaker panggilan gue ini, urgent!!" katanya


"Hah!!! Untuk apa dan kenapa?" tanya dewi yang memang sampai saat ini ia masih belum tahu bahwa vevi dan jack sudah lebih dulu saling mengenal.


"Sudah, lu log speaker aja wi. Cepat sekarang!!!" ujarnya yang gak mau di bantah lagi oleh sahabatnya. Dewi yang bingung mengikuti saja permintaan sahabatnya.


"Sudah nih." jawabnya.


"HEY PRIA JELEK, ANDA PASTI MENGENAL SUARA SAYA KAN, AWAS KALAU LU JAHATIN SAHABAT GUE BAKAL GUE BUAT PERHITUNGAN SAMPAI KE HARI KIAMAT SEKALIPUN..!! DASAR PRIA JELEK, KAKU, DINGIN DAN BERWAJAH TUA." teriak vevi dari arah suara yang terdapat di handphone dewi, dewi yang kaget denger teriakan sahabatnya hingga berkata kasar langsung mematikan panggilan itu.


Jack yang mendengar makian dari suara telepon di belakang sontak langsung kaget hingga banting stir mendadak ke arah tepi jalan.


"Aaawwghh." jeritan dewi yang kepalanya terbentur kursi depan.


Jack langsung melihat ke arah belakang "Nona, nona tidak apa-apa?." katanya


Dewi menggeleng "Tidak apa-apa tuan jack, hanya terbentur sedikit kepala saya." sambil memegang ke arah kening kepalanya

__ADS_1


"Maaf nona, saya hanya kaget tiba-tiba ada yang memaki dan berteriak dari suara telepon di handphone nona tadi, apa yang telepon barusan teman nona?" tanya nya.


Dewi yang dapat pertanyaan hanya mengangguk saja dan bener-bener di buat malu oleh sahabatnya yang memang bersifat ajaib itu.


Jack menepuk keningnya "OH astaga, dunia memang sempit ternyata wanita tomboy itu teman nona." sambil mengingat tingkah vevi yang pernah ingin ikut berperang dengannya saat di hotel tempo lalu.


Dewi yang bingung langsung bertanya "Tuan jack mengenal sahabat saya? Memang tuan jack yakin itu suara yang tuan jack kenal?" tanyanya


"Vevi putri satu-satunya dari Tuan Dwyne seorang Pengusaha Property sukses di negara ini, saya bener kan nona?"


"I-iya anda benar tuan jack, maafkan sahabat saya tuan atas perkataannya barusan, sungguh saya mewakili dirinya meminta maaf kepada anda tuan jack." ucapnya yang merasa tidak enak hati.


Jack tersenyum simpul "Tidak masalah nona, lebih baik kita lanjutkan perjalanan saja ke apartemen bos saya." langsung menyalakan kembali mobilnya.


Sesampainya di sebuah gedung yang menjulang tinggi, jack dan dewi langsung menuju lift dan menekan tombol ke lantai 20. Selama di dalam lift jack memberi tahu dewi tentang informasi mengenai bosnya agar ia tidak melakukan kesalahan dalam bekerja dan dewi langsung mencatat agar tidak lupa.


"Untuk lantai nona dewi sudah tahu ya lantai berapa, untuk pasword apartemen bos 0507. Nanti setelah masuk akan saya beritahu kelanjutannya."


Ting


Mereka telah sampai di lantai 20 dan langsung menuju apartemen bosnya, jack menekan password tersebut.


Cleck


Pintu terbuka, dewi dan jack langsung masuk ke dalam. Mata dewi yang melihat apartemen mewah itu sungguh terperangah dengan keindahannya.



Apartemen Ketua Mafia


"Nona tunggu saja di sini, akan saya panggilkan bos saya dikamar nya."


"Baik tuan jack."


Saat jack sedang pergi untuk memanggil bosnya, dewi berselfie ria sungguh baru kali ini ia memasuki apartemen mewah jadi sedikit norak. Hehehe


"Ck, aku sudah menunggu sejak tadi ternyata kau sangat lama". katanya dengan suara yang sedikit keras.


Jack dan Reza sedang menuruni tangga & dewi yang mendengar suara pria itu lagi langsung berdiri. Reza melihat dewi dari ujung kaki sampai kepala yang bener-bener di lihatnya secara intens dengan penampilan dewi hari ini.


"HEY kau itu akan jadi pelayan di sini, kenapa penampilan mu seperti ini?" katanya dengan auran dingin


Dewi melihat penampilan nya namun menurutnya biasa saja tidak ada yang aneh. "Memang kenapa dengan penampilan saya tuan?" tanyanya bingung


"Jack, ambilkan baju pelayan yang selalu tersedia di belakang." ujarnya memberi perintah

__ADS_1


"Baik tuan" jack langsung pergi ke arah belakang tempat pelayan.


Tidak lama jack langsung kembali dengan membawakan 1steel baju pelayan di tangannya.


"Ini nona baju khusus pelayan yang bekerja dengan bos." ujar jack menyerahkan baju tersebut kedapa dewi.


Dewi tercengang melihat baju tersebut, sungguh ini benar-benar baju pelayan seperti di negeri dongeng menurutnya.


"Sa-saya harus memakai ini tuan?" tanyanya tidak yakin


"YA, sekarang sana ganti baju di belakang lalu balik ke sini lagi ada yang perlu saya bahas." usirnya dengan menggunakan tangannya.


Dewi segera ganti baju dan setelahnya kembali ke ruangan tadi.


"Saya sudah siap tuan, bagaimana?" katanya



Jack dan Reza menoleh ke arah dewi, jack yang melihat dewi lagi dan lagi terpana melihatnya, meski memakai baju pelayan menurutnya dewi begitu imut dengan baju yang sedikit besar dan hampir tenggelam di tubuhnya yang kecil itu. Namun lain hal dengan reza yang cuek bahkan tekesan mengejek.


"Apanya yang bagaimana, penampilan itu baru pantas untukmu yang memang hanya seorang pelayan rendah." ucapnya yang sadis dan mampu memberikan hantaman keras di hati dewi. Jack hanya menghela nafas saja karna memang begitulah bosnya.


"Cepat kau duduk ada yang perlu kita bahas." ujarnya


Dewi segera duduk di sofa dan jack tetap berdiri di belakang bosnya yang sudah dari tadi duduk, namun saat dewi ingin menduduki bokongnya di sofa itu lagi-lagi pria itu kembali berbicara.


Ia melotot kearah dewi "Siapa yang suruh kau duduk di sofa, pelayan itu duduk d bawah tepatnya di lantai. Berani sekali kau duduk di sofa mahalku?" ucapnya dingin


Dewi meremas tangannya di ujung baju tersebut, sungguh ia ingin sekali memaki atau menjambak rambut pria sombong nan angkuh ini namun apalah daya ia tidak memiliki keberanian, hatinya sangat sakit menerima penghinaan ini karna baru pertama kali dirinya di hina tapi tidak bisa membalas seperti biasanya waktu di sekolah dulu.


Dewi mengikuti perintah dari pria itu untuk duduk di lantai dengan posisi jongkok.


Reza yang melihat itu hanya tersenyum tipis "Good, oke saya akan menjelaskan beberapa hal yang boleh kau sentuh di rumah ini dan selebihnya itu adalah larangan, apa kau mengerti?" ujarnya


"Saya mengerti tuan!!" jawabnya serius.


"Jack, jelaskan kepadanya dan jika apa yang telah di larang untuk di sentuh namun tetap di sentuhnya kasih tahu hukuman apa untuk dirinya.!!" perintah nya dan jack hanya mengangguk saja.


"Yang boleh anda bersihkan di dalam apartemen ini hanya; Kamar tamu, ruang tamu, ruangan tengah, ruang makan, dapur, dan closet depan dan closet belakang. Anda di larang memasuki kamar Tuan Reza dan gudang bawah. Untuk mencuci pakaian kotor, pakaian kotor tuan reza akan selalu berada di depan kamarnya jika sudah penuh jadi anda tidak perlu mengecek ke dalam kamar, untuk masak tidak perlu di siapkan karna tuan sering makan di luar namun jika tidak sempat akan di kabari jika anda perlu memasak." ucapnya selesai


Dewi yang sedari tadi mendengar dan mencatat hanya mengangguk mengerti. Namun dalam hati ia penasaran kenapa kamarnya tidak boleh di bersihkan oleh dirinya dan ada apa di gudang bawah.


Aneh, kenapa aku gak boleh mamasuki kamarnya dan gudang bawah. dalam hatinya.


...----------------...

__ADS_1


see you..


__ADS_2