
Jack yang masih dalam perjalanan sedang mencari tempat makan karna sejak datang sampai pulang dari rumah ketua mafia itu dia sama sekali belum mengisi perutnya.
"Sudah lama aku tidak makan di resto sederhana, lebih baik aku makan malam di sana saja nanti."
Saat jack keliling akhirnya ia menemukan restoran sederhana yang menjual berbagai makanan sederhana, jack yang memang sudah lama tidak makan seperti itu lagi ia segera turun dan parkirkan mobilnya ke tepi. Saat jack turun dari mobil dan masuk ke sana ternyata restoran itu cukup ramai dan ia bingung tidak ada satupun tempat duduk yang tersisa.
"Selamat malam tuan, tuan mau makan disini atau mau di bungkus?" tanya ramah pelayan tersebut.
"Saya mau makan disini tapi sepertinya tempat ini cukup rame ya." kata jack sambil lirik kanan kiri mencari tempat yang kosong.
"Ah, memang di sini selalu rame jika sudah jam segini tuan, tapi masih ada yang kosong tuan, tuh di sana." tunjuk pelayan penjual itu dengan ramah dan jack mengikuti arah yang di tunjukkan itu, memang ada bangku kosong namun di sebelahnya sudah terisi dengan satu orang wanita.
"Tapi itu sudah ada orangnya" kata jack
"Bener tuan, tapi wanita itu hanya sendiri dan sudah datang dari tadi kemungkinan sebentar lagi ia akan selesai jadi tuan duduk saja terlebih dulu agar tidak di rebut oleh orang lain."
Jack yang mendengar itu juga sependapat sepertinya tidak ada pilihan lain "Baiklah, saya duduk di sana nanti tolong antarkan menu nya kepada saya." ujar jack lalu mulai mendekat ke arah kursi kosong itu.
"Permisi, apakah saya boleh duduk di sini nona karna tidak ada lagi tempat kosong yang tersisa." tanya jack.
"Oh, boleh silahkan." kata wanita itu yang sedang minum jusnya. Saat jack mulai duduk dan wanita itu melihat ke arah jack, mereka bertatapan hingga..
"KAU" tunjuk jack dan wanita itu.
Jack memperhatikan wanita itu yang menurutnya wanita ini lagi-lagi tampak menarik dimatanya dengan berpakaian layaknya cewek tomboy.
"Selamat malam nona, kita ketemu lagi." kata jack dengan wajah datarnya.
"Ck, dasar wajah batu dari awal sampai sekarang tuh muka datar terus." jawabnya ketus.
__ADS_1
Jack hanya diam saja lalu tidak lama pelayan datang membawakan buku menu dan ia memesan 1 makan malam dan kopi hangat. Sedangkan gadis di depannya sibuk main handphone sambil meminum jusnya.
"Eh tuan batu, tidak baik selesai makan minum kopi harusnya anda itu minum air mineral atau jus karna itu bagus untuk kesehatan apalagi anda sudah tua harus pinter jaga kesehatan sebelum wafat."
Jack yang mendengar hal itu langsung melotokan matanya karna ia tidak terima di bilang tua padahal ia belum menikah apalagi memiliki anak jadi bagaimana bisa disebut tua.
"Anda harus hati-hati jika berbicara nona, dan saya belum tua bahkan saya belum menikah jadi lebih baik nona jaga bicara anda." kesal jack di bilang tua oleh wanita bar-bar ini.
"Kenapa harus hati-hati berbicara, apa anda mau menembak atau merobek mulut saya tuan seperti di film-film mafia atau gengster begitu? Ck, sayangnya aku tidak takut sama sekali." tantangnya kepada jack.
"Jika memang ya saya bisa melakukan itu bagaimana nona?" tanya jack serius.
"Maka kau akan jadi kekasihku, karna aku menyukai yang berbau mafia atau gengster". jawabnya asal dan jack yang mendengar jawaban wanita itu terdiam membisu tanpa berbicara lagi.
Pelayan membawa makanan dan kopi pesanan jack dan jack mulai memakan pesanannya tersebut tanpa perdulikan gadis di depannya itu. Sampai suara handphone berbunyi dari handphone milik wanita tersebut.
"Ya baiklah pi, aku akan pulang sebentar lagi setelah selesai makan malam dengan tuan jack sekretaris dari tuan reza pemilik dari perusahaan kenric." katanya lalu menutup telpon papinya. Ya wanita itu adalah Vevita anak dari Keluarga Dwyne.
"Loh, memang apa yang salah dari ucapan ku tuan batu? Kita memang satu meja dan sama-sama makan malam disini, lalu apa yang salah dengan pembicaraan ku barusan?" kata vevi santai.
"Ck, kau selalu seenaknya ngomong nona, apa lidahmu itu memang gampang untuk berbicara sesuatu dengan enteng?"
"Ya, bahkan lidahku sangat lihai jika bertukar air liur." ujar vevi menaik turunkan alisnya yang sengaja mengerjai jack.
Jack yang mendengar jawaban vevi cukup tahu apa yang dimaksud gadis itu karna ia pria normal "Shiiittt" gumam jack kesal.
"Ada apa tuan batu, jangan bilang kau belum pernah merasakan sensasi itu?" tanya vevi yang cukup puas liat ekspresi wajah jack yang merah padam.
"Bukan urusanmu nona." kata jack ketus dan mulai jengah dengan pertanyaan yang menurutnya tidak penting untuk di jawab.
__ADS_1
"OMG, jadi kau belum pernah itu berarti tuan masih perjaka? Wahhhh berita bagus sih ini." kata vevi tersenyum puas mengerjai jack.
Jack yang mendengar hal itu melotot kan matanya dan menampilkan wajah dingin dengan aura kemarahan yang tidak bisa lagi ia tahan, sungguh harga dirinya bener-bener sudah di permalukan oleh wanita ini. Vevi yang melihat aura wajah jack yang berubah cepat cukup terkejut dan tiba-tiba mulai merasa takut dengan wajah dingin dan aura terasa mencekam hingga bulu kuduknya pun merinding.
"Hati-hati jika anda berbicara nona, jika anda kedapatan melakukan pembicaraan konyol ini lagi maka saya tidak segan-segan untuk mengkuliti anda dengan pisau belati milikku ini." ujar jack yang mengeluarkan pisaunya dari jas milik-nya.
"So-sorry, aku hanya bercanda. Sorry." kata vevi dengan wajah takutnya.
Jack segera berdiri meninggalkan vevi yang masih terdiam di kursi tersebut hingga ia mulai menetralkan dirinya dan ikut bangkit mengejar jack keluar. Jack yang hendak membuka pintu mobilnya segara berhenti saat ada yang memanggil dirinya.
"Tuan jack, tunggu." ujar vevi melangkah mendekat.
"Tuan, saya sungguh meminta maaf jika ucapan saya menyinggung perasaan tuan, sekali lagi saya minta maaf."
"Hm." kata jack lalu segera masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan vevi begitu saja.
"Aku akan mendapatkan mu tuan batu, sudah ku bilang kau akan menjadi kekasih ku karna aura mu tadi bener-bener seperti mafia di film-film favorit ku. Kini kau sudah aku targetkan." tekad vevi bulat yang memang saat tadi ia melihat aura jack jujur ia merasa takut namun jantung nya juga berdegup kencang.
"Aku harus segera pulang, papi dan mami pasti sudah menunggu di rumah. Aku akan bilang papi untuk berbicara hal penting." ujarnya lalu masuk ke dalam mobilnya.
Sedangkan dalam perjalanan jack merasa kesal karna ketahuan jika ia memang masih perjaka bahkan dekat dengan wanita atau merasakan jatuh cinta saja ia memang belum pernah sama sekali.
"Sial, wanita ini memang bener-bener keterlaluan. Beraninya mempermalukan ku dengan pertanyaanya yang konyol itu. Ck, jika bukan wanita sudah ku habisi dia." kesal jack mengepalkan tangannya di gagak setir mobil.
...----------------...
Style Vevita Arabella Dywne
__ADS_1
...
Next Episode 🤗