
Jam sudah menunjukkan waktu untuk makan siang namun vevi masih terbaring di sofa sedangkan jack membiarkannya saja karna baginya mengurusi orang sakit buang-buang waktu saja.
"Ck, bahkan dia masih saja tertidur tidak berguna sama sekali." ucapnya dingin. "Hey, bangun apa kau beneran pingsan atau sudah mati?" katanya sambil membangunkan vevi.
Vevi yang mendegar suara akhirnya mulai membuka matanya secara perlahan "Em, kepala ku sakit sekali." ujarnya mencoba untuk duduk.
"Hey nona, akhirnya kau sadar juga apa ini kerjaanmu seharian hanya tidur saja gaji mu di hari pertama akan aku potong, camkan itu." kata jack sambil berlalu keluar pintu tanpa memperdulikan vevi yang merintih kesakitan di bagian kepalanya.
Vevi yang melihat sikap jack kepadanya hanya menggerutu saja "Dasar tuan batu, kau kira aku mau pingsan siapa suruh kantormu banyak kecoa. Ck, namanya saja perusahaan ternama tapi banyak kecoanya!! Awas kau ya tuan batu akan aku balas nanti." ucapnya kesal.
Jack memasuki ruangan bosnya dengan wajah yang kesal dan reza sudah memperhatikan hal itu sejak tadi.
"Kau kenapa, mukamu tidak enak di lihat." uca reza yang melihat asistennya itu.
"Ck, aku tidak suka dengan sekretaris baru itu, hari pertama sudah menyusahkan ku." ketusnya.
Reza yang tidak mengerti hanya menaikkan alisnya saja "Kalau kau suka dengan dia itu namanya kau ingin mengajaknya kencan." kata reza yang meledek asistennya sekaligus sahabat dan saudara angkatnya itu.
"Sial, kau malah meledekku di saat aku sedang emosi seperti ini. Kalau saja dia bukan wanita sudah ku tancapkan dengan belatiku." ujarnya dengan mengepalkan tangannya kuat.
"Kau kan bisa memukul atau menamparnya lalu kenapa kau malah menahan emosi, kau tidak seperti biasanya jack ingat kita mafia laki-laki ataupun wanita yang menghalangi jalan kita pantas mati atau di beri hukuman jadi kau hukum saja jika kau tidak menyukai cara kerjanya, simple bukan?" ucap reza santai.
Jack yang mendegar hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
"Kau bisa berucap begitu karna kau tidak memiliki hati, semua wanita kau anggap sama dengan laki-laki yang bisa langsung kau habisi tapi aku tidak." kata jack dalam hatinya.
Mereka melanjutkan makan siang di dalam ruangan, makan siang yang telah di pesan oleh jack. Lain halnya dengan vevi, dia yang sudah merasa enakkan makan di kantin kantor.
"Hm, ramai juga nih kantin. Aku duduk di mana ya?" ujarnya yang melihat kantin sudah ramai.
"Nona vevi, duduk di sini masih ada tempat." kata rio yang sedari tadi melihat vevi kebingungan mencari tempat duduk.
Vevi yang merasa namanya terpanggil melihat Rio melambaikan tangannya lalu menghampiri Rio dan beberapa karyawan lainnya "Terimakasih pak rio, maaf boleh saya gabung disini?" tanya vevi kepada yang lain dan mereka menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana hari pertama mu bekerja di sini nona vevi? Apakah terasa nyaman?" kata rio.
__ADS_1
"Ya pak nyaman dan saya mulai menyukai kerja disini." jawab vevi sambil menyendokkan makanannya.
"Memang kamu kerja di bagian mana?" tanya salah satu karyawan.
"Ah, saya bekerja bersama Bos Jack sebagai sekretarisnya." ucap vevi
Yang lain saat mendengar perkataan vevi hanya melongo tidak percaya yang katanya nyaman sedangkan hampir semua karyawan mengetahui sifat Tuan Jack dan CEO itu.
"Apa kamu yakin kamu menyukai kerja di sini apalagi sebagai sekretaris Tuan Jack, karna info yang beredar dia sangat dingin tak tersentuh bahkan jika ada yang membuat kesalahan langsung di hukum dan denger-denger hukumannya bukan hukuman yang bisa di bayangkan. Tuan Jack dan Bos kita mereka 11.12 tidak ada bedanya, jika Tuan Jack dikenal dengan sebutan Malaikat Maut maka Bos CEO dikenal dengan sebutan Raja Iblis." kata karyawan tersebut.
Vevi yang mendengar penjelasan itu tidak membuatnya terpengaruh sama sekali malah dia semakin tertantang seperti apa sifat dari si Malaikat Maut itu.
"Tidak masalah apapun julukannya aku disini tetap ingin bekerja dengan baik karna bekerja disini adalah impian semua orang yang ada di Negara ini." jawab vevi santai. Yang lain juga setuju dengan ucapan vevi barusan karna bekerja di situ selain gaji yang besar dan tunjangan yang besar bekerja disana adalah impian semua orang.
Jam makan siang telah berakhir, vevi sudah memasuki ruangannya dan mulai mengerjakan kerjaannya yang tertinggal karna akibat insiden tadi. Tidak lama kemudian jack masuk ke ruangan itu tanpa melirik ke arah vevi sedangkan vevi sedikit melirik ke arah jack namun di antara mereka tidak ada yang berbicara sama sekali. Hingga jack memberikan informasi kepadanya.
"Besok kita ada perjalanan bisnis ke Negara K dan kau sebagai sekretaris ku harus mengikuti ku, jam 7 pagi aku tunggu di bandara lewat jam segitu kau ku pecat." ucapan singkat namun jelas terdengar.
"Baik bos." jawaban vevi juga singkat tanpa melirik ke arah jack karna dia sedang fokus menganalisis keuangan.
Sedangkan di apartemen dewi yang sudah menyelesaikan pekerjaannya sedang beristirahat di kamar belakang. Tidak lama kemudian suara pintu bel terdengar dari arah pintu.
Ting Tong
"Siapa yang datang, apakah tamu bos kejam itu atau asisten nya itu? Lebih baik aku segera membuka nya." ujar dewi.
Saat pintu terbuka, dewi melihat sosok pria berbaju hitam dengan menggunakan topi hitam dan masker.
"Maaf, anda siapa tuan?" tanya dewi yang melihat pria itu sedikit aneh.
"Saya anak buah bos kamu, saya di suruh bos untuk melihat pekerjaan mu." kata pria asing itu.
"Tunggu tuan di larang masuk, jika tuan memang anak buah bos saya, katakan siapa nama bos saya karna sekarang banyak penipuan." jawab dewi mencegah orang itu masuk.
Lelaki itu membuka maskernya "Saya anak buah bos kamu yang di tugaskan untuk mengecek pekerjaan mu itu nona, nama bos saya adalah Reza Armada Kenric. Apakah anda puas nona? Jika anda tidak mengizinkan saya masuk akan saya laporkan anda kepada bos." ancaman pria itu berhasil membuat dewi takut dan akhirnya membiarkan orang asing itu masuk ke dalam apartemen bos nya.
__ADS_1
"Mungkin memang benar dia adalah anak buah bos kejam itu, semoga dia tidak bilang kepada bos jika aku sempat menahannya di luar, jika tidak pistol itu akan di keluarkan nya lagi." ucap dewi dalam hati yang masih mengingat peristiwa tersebut.
Saat pria itu masuk ke dalam apartemen, dia meneliti setiap sudut apartemen tersebut tanpa di sadari oleh dewi dia ada menaruh sesuatu di sudut dinding itu.
"Tuan mau minum apa biar saya siapkan." ujar dewi kepada pria asing itu. Sedangkan pria asing itu mulai duduk di sofa apartemen ruang tengah.
"Kopi hangat saja, tolong siapkan dan jangan terlalu manis." ucapnya dengan nada dingin.
"Baik tuan, saya permisi ke belakang." pamit dewi meninggalkan ruang tengah.
Saat dewi sudah pergi ke belakang pria itu mulai menaruh sesuatu lagi di sudut sofa dan dekat tangga.
"Beres, cukup di sekitar sini saja dan semua akan terlihat. Pembalasan dendam ini akan segera terbalaskan." ujarnya dengan suara pelan dan tersenyum. Dia kembali duduk di sofa menunggu dewi datang.
"Tuan ini kopi nya." kata dewi.
"Hem, terimakasih. Siapa nama anda nona dan sudah berapa lama anda bekerja di sini?" tanya basa basi.
"Nama saya Dewi Belinda Queenara biasa di panggil dewi tuan dan saya sudah 1 bulan lebih bekerja di sini tuan." ujar dewi ramah dan tersenyum.
Pria itu terpesona dengan senyuman dewi, senyuman teduh dan terlihat manis "Wah, ternyata anda kalau tersenyum manis juga nona. Apakah nona sudah memiliki kekasih?" katanya.
"Tidak tuan, saya tidak terpikirkan untuk memiliki kekasih karna saya hanya memikirkan bagaimana menyambung hidup dan di sinilah saya bekerja tuan." ucap Dewi.
"Ah begitu rupanya, baiklah nona dewi saya tidak bisa berlama-lama di sini saya harus segera pergi untuk melaporkan ke bos bahwa kerjaan anda sangat bagus." katanya lalu berpamitan pergi.
"Semoga tuan tadi tidak berkata apapun kepada bos kejam itu, tapi aneh kenapa bos kejam menyuruh seseorang untuk melihat pekerjaan ku bukankah biasanya lewat CCTV apakah CCTV lagi rusak ya? Hem biarlah yang penting pekerjaan ku sudah beres." ucap dewi lalu pergi ke belakang sedangkan dewi ternyata melupakan sesuatu yang penting bahwa pria tadi adalah pria yang menabraknya tadi pagi di lift.
Sedangkan di parkiran pria itu mulai menyambungkan sesuatu ke dalam handphone nya dan muncul sebuah gambar.
"Bagus, dari sini aku bisa lihat kapan dia datang dan kapan dia pergi. Reza ternyata keamanan apartemen mu sangatlah lemah. Ck, dasar bodoh hahaha." kata pria itu dengan ketawa jahatnya.
...----------------...
Mohon dukungannya agar author rajin update, jangan lupa like nya bestie 🤗
__ADS_1