
"APA KAU SUDAH MENGERTI MAKSUD UCAPAN KU, MUSA?". suara reza yang penuh penekanan dan keras membuat mereka susah bernafas secara teratur.
glek
Musa yang mendapatkan pertanyaan itu seketika langsung merasakan sulit untuk menelan "Sudah ketua, maaf ketua mata-mata itu belum ku bunuh dia masih ada di dalam penjara, aku menunggu perintah dari ketua langsung." jawabannya.
"Bunuh dia dan kirimkan bola mata beserta lidahnya ke markas mereka, biarkan mereka tahu bahwa kita sudah menerima informasi dari anak buahnya." perintahnya.
"Siap ketua." jawab musa.
Reza melirik ke arah semua anggota nya "Dan untuk kalian semua yang berada jauh dariku tetap jaga markas dengan baik meski aku tidak ada di sana aku tidak ingin ada berita yang tidak ingin ku dengar apalagi berita itu berita tidak baik ingat aku selalu memantau kalian semua dari sini, dan untuk kau Edwin perketat penjagaan disana karna kau yang berada di Negara K pasanglah perangkap dimana pun agar musuh tidak mudah memasuki wilayah ku dan akan aku kirim Dicky ke sana untuk membantu mu dan untuk markas disini akan langsung Jack yang menangani jadi sementara kau tinggal di sini. Lalu untuk Ryan tetap pantau semuanya dari komputer mu terutama markas kita yang berada di Negara K berikan alarm peringatan jika musuh mendekat agar semua stanby, dan untuk mu Kris jagalah adikku kemanapun dia pergi kau harus selalu berada disisinya sekali saja kejadian kemarin terulang lagi maka aku sendiri yang akan menembak dan membelah isi kepalamu." kata reza serius. "Buat semua anggota berlatih lah kalian dengan extra lagi karna siapa tahu musuh kita akan membuat rencana penyerangan maka dari itu aku ingin kalian semua lebih kuat lagi hingga kita tidak terkalahkan, apa kalian mengerti?". tanya reza kepada semua anggotanya.
"Siap mengerti ketua." jawab mereka kompak.
Reza melihat ke arah jack "Jack, ikut aku." kata reza langsung pergi begitu saja.
"Semuanya bubar dan buatlah persiapan lalu latih lah diri kalian dengan lebih giat lagi." kata jack yang mengikuti ketua nya.
Reza memasuki kamarnya yang berada di markas dan tidak lama kemudian jack ikut masuk lalu reza menekan sesuatu tombol yang ada di balik lampu tidurnya, terbuka lah sebuah pintu dari lantai bawah tepat di pinggir kasurnya yang seorangpun tidak ada yang tahu kecuali jack saja lalu mereka menuruni setiap anak tangga semakin ke bawah dan terbukalah sebuah ruangan yang bisa di bilang ruangan bawah tanah dimana semua persenjataan lengkap ada di sana, semua ramuan racun dan penawarnya juga ada disana bahkan komputer canggihpun yang reza miliki khusus untuk dirinya juga ada di sana, semua yang berada di ruangan bawah tanah adalah tempat khususnya dari senjata yang ia dapatkan dari hasil illegal, racun buatan tangannya sendiri dan komputer canggih modifikasi dari hasil risetnya nya sendiri semua ada di situ.
Selain itu ruangan bawah tanah adalah tempat khusus nya untuk menenangkan diri, selama ini anak buahnya hanya tahu jika ketua mereka datang dan tidur di markas dan jika tidak keluar berarti ketuanya masih tidur padahal dia berada di ruangan bawah tanah mencari informasi atau membuat racun untuk pistolnya. Ruangan itu juga ada kamar tidur, dapur mini dan kamar mandi semua lengkap di sana dan yang tahu hanya jack saja.
Saat sampai di bawah, Reza langsung duduk di salah satu kursinya begitupun dengan jack.
"Ketua, apa kau tahu siapa musuh kita kali ini karna aku sangat sulit mencari informasi tentang mereka." kata jack kepada reza.
"Hm, aku tahu tapi tujuan mereka ingin menyerang kita kali ini aku tidak tahu karna selama ini aku tidak pernah merasa berurusan dengan King Cobra". jawabannya santai sambil minum.
__ADS_1
"Jika ketua sudah tahu kenapa tidak langsung kita menyerang mereka, untuk alasan mereka ingin menyerang akan kita dapatkan itu dengan segera setelah kita menangkap mereka." kata jack serius.
"Tidak semudah itu jack, selama ini kita selalu mendapatkan musuh yang menurut kita lemah tapi kali ini musuh kita juga sama kuatnya dengan kita jadi jangan meremehkan mereka dengan sekali tebak." ungkap reza yang menyakini jika musuhnya kali ini tidak bisa di sepelekan.
"Lalu apa rencanamu ketua?, jika memang musuh kita kali ini sangat sulit di lumpuhkan itu berarti kita semua harus siap terutama keluarga ketua, ketua harus menjaga mereka bukan?" tanya jack.
"Maka dari itu aku meminta kris menjaga adikku, dan untuk mommy sama daddy tidak perlu kau ragukan ingatlah daddy juga ketua mafia yang di takutin di dunia pada masanya dulu. Aku hanya ingin tahu tujuan mereka apa dan kenapa menyerang kita, jika memang harus ada peperangan besar-besaran seperti dulu waktu kita remaja maka aku siap turun tangan langsung." katanya dengan mengepalkan tangannya geram dan penuh emosi.
"Baiklah ketua, jika memang itu harus terjadi aku juga siap." jawab jack dengan penuh keyakinan.
"Jack, kau awasi markas sekarang karna besok Dicky sudah harus berangkat ke Negara K dan besok juga kau tidak perlu menjemput ku ke kantor karna aku akan membawa mobilku sendiri." ucap reza kepada jack lalu kembali ke atas untuk balik ke apartemen.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Negara K sebuah markas besar jauh dari kota, markas dari King Cobra yang di ketuain oleh sosok pria tampan, kharismatik, tegas, dan penuh ambisi ini biasa di panggil KING oleh anggota nya sedang duduk di ruangannya bersama tangan kanannya (asisten kepercayaan nya) sedang memegang sebuah kotak berukuran sedang yang tidak tahu siapa pengirimnya.
"Baik king." jawab tangan kanannya.
Pas kotak itu di buka, aura sang pemimpin terlihat marah dengan isinya, tentu saja dia merasa marah karna isi dari kotak itu adalah sebuah bola mata manusia dan lidah berdarah berbau nyengat dan ada surat berisikan hal yang membuat dirinya semakin marah dan murka.
-Aku tahu rencanamu, keluarlah jangan jadi pengecut dengan mengirimkan mata-mata mu, wahai King Cobra-
"SIALAAANNN, brengsek kau Reza lihat saja semua milikmu akan aku rebut tanpa tersisa seperti kau merebut dia dariku!!!! Orang pertama yang akan aku bunuh adalah daddy mu." ucapnya dengan mengepalkan tangannya geram dan emosi.
"Panggil Rendy ke sini sekarang." perintahnya kepada asistennya.
"Siap King."
Tidak lama Rendy datang memasuki ruangan tersebut.
__ADS_1
"Ya king, ada apa mencari ku?" tanya rendy kepada pemimpin mafia tersebut.
"Aku akan membalaskan dendam mu segera mungkin atas kematian uncle dan aunty, jadi kau bersiaplah untuk mempersiapkan dirimu jangan sampai kau kalah lagi." kata sang king.
Rendy masih sepupuan dengan Pemimpin King Cobra. Ayah mereka kaka beradik dan sama-sama memiliki kelompok mafia yang dulunya musuh orang tua mereka adalah daddy-nya Reza namun semua berhasil di kalahkan oleh kelompok mafia Red Dragon yang dipimpin oleh daddynya Reza sendiri bernama Fernandes Kenric.
"Ck, aku kalah karna mereka bermain licik menyerang tiba-tiba di malam hari." ucapannya jengkel kepada sepupunya itu.
"Karna kau bodoh, sudahlah aku akan siapkan pesawat untuk kau pergi ke Negara A besok lalu lakukan penyelidikan dan penyamaran disana dengan identitas baru dan kau akan bekerja di perusahaan ku yang berada di sana sebagai manager, aku akan menyusul mu jika hasil dari penyelidikan mu berhasil." ucapnya dengan wajah serius.
"Penyamaran bagaimana, mereka tidak bisa di bohongin hanya dengan rambut palsu saja pasti akan ketahuan apalagi asistennya sudah tahu wajahku."
"Aku sudah buatkan topeng kulit untuk wajahmu, jadi kau akan menyamar dengan memaki topeng itu dan setelah kau memakainya maka mereka tidak akan mengenali wajahmu lagi."
"Huffft, baiklah king. Aku akan bersiap untuk melakukan perjalanan besok." pamitnya langsung menuju ke kamarnya.
"Hemp, oke. Yang lain bubar lah" jawab singkat sang king.
"Baik King."
Setelah ruangan kosong, dia membuka lacinya dan melihat ke arah gantungan kecil itu dan teringat dengan seseorang.
"akankah kita bertemu lagi" ucapnya.
...----------------...
See you next episode ya.
__ADS_1