
Setelah berpamitan dengan mama dan adiknya dewi pun masuk ke dalam taksi online yang sudah datang di depan rumah. Dalam perjalanan dewi terus berpikir apa yang akan di lakukan oleh lelaki itu sungguh ia belum siap jika harus masuk penjara di usia muda apalagi masih ada mama dan adiknya yang bersekolah pasti mereka membutuhkan biaya untuk kehidupan sehari-hari. Di saat dewi sedang melamun suara dering handphone berbunyi terdapat nama panggilan dari sahabatnya.
"Hallo wi, gue denger lu ijin cuti karna barusan gue dapat notif chat dari adik lu kalau lu gak masuk kerja dan gue di suruh adik lu untuk temenin lu, emang sekarang lu mau kemana sih tumben banget lu cuti biasanya lu paling gak mau ambil cuti walaupun gak enak badan." tanya sahabatnya dengan banyak kalimat.
Dewi menarik nafas pelan "Ya vi gue ijin cuti karna ada urusan untuk ke perusahaan Kenric Company, gue minta tolong lu jangan kasih tau mama soal ini karna gue tadi bilangnya mau ke acara reuni." ujarnya.
Vevi yang sedang bawa mobilnya lagi dan lagi rem mendadak namun kali ini pas di tepi jalan.
"What!!!! Lu bilang apa barusan Kenric Company? Gue gak salah denger wi, lu mau ngapain di sana? Ngelamar Kerja?? tanyanya heran.
"Panjang vi ceritanya nanti gue ceritakan, yang penting lu janji jangan bilang ke mama ya karna ini masalah gue yang bersangkutan dengan seorang laki-laki yang mungkin bekerja di sana."
"Ya oke, gue gak akan bilang. Gue jemput lu nanti ke sana jadi tunggu gue setelah urusan gue selesai gue langsung ke sana dan lu wajib cerita ke gue, okey?"
"Pasti, gue pasti akan cerita sama lu bukannya kita sudah berjanji sebagai sahabat akan selalu jujur meski itu pahit untuk di ceritakan?" katanya sambil tersenyum.
"Okey, kalau gitu hati-hati nanti gue jemput lu di sana setelah urusan gue selesai, bye wi." langsung matikan handphone nya dan melanjutkan perjalanannya ke kamp.latihan taekwondo.
Tidak terasa dewi pun sudah sampai di perusahaan besar dengan gedung yang menjulang tinggi, sungguh perusahaan nomor 1 di negaranya yang baru pertama kali dewi lihat di depan matanya dan dia bener-bener mengagumi perusahaan megah itu.
Dewi berjalan masuk di sana sudah ada security yang menjaga perusahaan elit itu.
"Permisi pak, bagian resepsionis di mana ya pak? Tanyanya sopan.
Bapak security itu yang di tanya melihat dewi dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan heran karna setaunya perusahaan tersebut sedang tidak membutuhkan karyawan.
"Maaf nona, jika anda ke sini untuk melamar pekerjaan sayangnya saat ini tidak ada pembukaan lowongan kerja."katanya.
Dewi pun menggelengkan kepalanya "Maaf pak, saya juga ke sini tidak ada niat untuk melamar pekerjaan tapi saya ke sini karna di kasih kartu nama perusahaan ini oleh seseorang yang bekerja di sini, jika berkenan boleh tolong kasih tahu saya di mana letak resepsionis nya pak?" katanya tersenyum.
Di ambilnya kartu nama tersebut dan security nya cukup mengerti bahwa kemungkinan nona di depannya pasti memang sudah ada janji dengan yang dimaksud, lalu di antarnya sampai ke meja resepsionis dan pergi.
"Permisi mba, saya boleh tanya sesuatu?" tanyanya sopan
"Ya boleh nona, ada apa dan mau bertanya soal apa?" katanya
Sambil mengeluarkan sebuah kartu nama dari tasnya "Begini mba, saya ada di kasih kartu nama dengan seseorang yang kemungkinan bekerja di sini dan menyuruh saya untuk datang ke sini, boleh di cek dulu mba takutnya saya salah alamat."
Diambil nya dan setelah melihat kartu nama tersebut, resepsionis itupun melihat dewi dengan tatapan aneh.
"Bener ini alamat dari Perusahaan Kenric Company, nona ada urusan apa ya karna saya harus memastikan semua tamu yang datang, jadi tolong katakan siapa yang menyuruh nona ke sini biar saya bisa pastikan kebenarannya." jawabnya dengan sedikit tegas dan agak ketus.
__ADS_1
Ambil napas pelan ia pun menjawab "Saya hanya di suruh datang saja mba, saya juga tidak tahu siapa nama pria itu, boleh mba bantu cari tahu siapa pemilik kartu ini?"
Meski dengan muka malas dan jutek namun itu memang pekerjaannya jadi ia pun mencoba bertanya langsung kepada asisten bosnya yang memang sudah sejak tadi datang ke perusahaan bersama CEO nya.
"Baiklah, silahkan nona tunggu saja di lobby sana nanti jika jelas akan saya panggil kembali." ujarnya yang langsung menekan tombol telepon.
Dewi tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Terimakasih mba." ucapnya langsung duduk di sebuah sofa.
Di dalam ruangan Jackob sedang sibuk mengerjakan laporan penting mengenai perusahaan dan dunia bawah sang bos untuk laporan hasil semalam, tiba-tiba fokus nya terpecahkan dengan suara dering telepon yang ada di ruangannya.
"Hm" ucapnya.
"Hallo pak, pak di lobby ada seorang gadis yang memberikan sebuah kartu nama perusahaan katanya dari seseorang yang menyuruhnya datang ke sini pak, apa bapak yang kasih kartu nama tersebut? tanya resepsionis yang berada di bawah.
Jack yang mendengar pun mengernyit heran pasalnya dia tidak ada kasih kartu nama perusahaan pada siapapun apalagi orang asing. Sejenak ia berpikir keras.
"Hallo pak, bagaimana pak apakah benar bapak yang kasih atau tidak jika tidak biar saya suruh nona itu pulang pak." tanyanya lagi karna tidak ada jawaban sama sekali.
Setelah berpikir keras akhirnya jack mulai mengingat pesan bosnya tadi pagi.
apakah gadis itu yang dimaksud si bos tadi pagi? tanyanya dalam hati.
jawabannya langsung mematikan telepon itu.
Jackob pun keluar ruangan menuju lift untuk langsung menjemput wanita itu karna ia cukup penasaran wanita seperti apa yang dimaksud bosnya. Sesampainya di lantai bawah tepatnya di lobby, jackob mengedarkan pandangannya kepada sosok gadis yang sedang duduk sambil memainkan handphone nya membuat ia yakin bahwa gadis itulah yang dimaksud bosnya.
"Permisi nona, apakah benar nona yang di suruh datang ke sini? ujarnya.
Dewi mendongakkan kepalanya, lalu berdiri dan tersenyum manis ke arah jackob. Jackob yang melihat itu sedikit terpana dengan senyuman gadis itu yang menurutnya sangat cantik lalu matanya teralihkan dengan penampilan gadis itu.
manis dan sederhana namun tetap terlihat cantik. batinnya.
"Benar tuan, saya di kasih kartu nama ini oleh seseorang yang bekerja di sini namun saya lupa menanyakan namanya, apakah tuan tahu?" tanyanya dengan wajah keingintahuan itu sambil mengedipkan kedua matanya. Dan lagi-lagi membuat jack merasa itu sangat menggemaskan.
Jack dengan wajah dinginnya "Dia adalah bos saya nona, mari saya antarkan nona ke ruangan bos saya." ujarnya sambil melangkah kan kaki dan dewi mengikutinya dari belakang.
Dalam lift perasaan dewi makin gusar dan wajahnya makin panik sedangkan pikirannya sudah melalang jauh. Sungguh ia sangat takut ketemu pria itu lagi.
Dewi bertanya kepada pria di depannya "Maaf tuan, jadi orang yang sudah kasih kartu nama ini adalah bos anda, tuan?" dengar suara gemetar.
"Hm, benar nona." jawabannya singkat
__ADS_1
M*ati kau dewi, kau telah menyinggung seorang bos. Fiks bakalan masuk penjara ini." batin dewi cemas
Ada apa dengan nona ini, kenapa suara dan sikapnya seperti ketakutan. Apa dia sudah buat salah dengan bos mafia kanibal itu. tanya jack dalam hati*.
Ting..
Pintu lift sudah terbuka sekarang mereka sudah berada di lantai paling atas menuju ruangan CEO dari Pemilik Perusahaan ternama no.1 itu.
Di depan ruangan bosnya ada Siska yang lagi serius mengerjakan pekerjaannya sebagai sekretaris bos, ia teralihkan dengan suara lift dan melihat siapa yang datang. Ia sangat kenal dengan lelaki yang menjadi asisten tangan kanan bosnya namun ada seorang gadis bersama asisten itu.
"Tuan jack, siapa gadis itu?" tanyanya dengan tatapan tidak suka.
Jack melirik ke arah meja Siska "Bukan urusan mu, kerjakan saja pekerjaan mu kalau bisa siapkan minuman karna ini adalah tamu bos." ujarnya cuek.
"Ck, ya ya baiklah." sebelum jalan ke pantry Siska mengalihkan mukanya ke arah dewi.
"Dasar kampungan, pake baju aja gak bermodel". ujarnya ketus lalu pergi.
Jack yang mendengar cuek saja berbeda dengan dewi yang merasa aneh karna ia tidak kenal dengan gadis itu namun sudah seperti musuh lama.
Tok.tok.tok
"Hm, masuk" kata seorang pria di dalam ruangan.
Jack mengajak dewi masuk ke ruangan, dewi yang tadi mendengar suara pria itu langsung pucat.
Oh GOD, tolong aku. batinnya memohon
Pintu terbuka, dewi yang tepat di belakang jack sempat teralihkan dengan keindahan ruangan itu namun pas lagi-lagi dengar suara pria itu langsung membuat dirinya tegang.
"Oh kau jack, kirain siapa! Ada apa jack apa sudah siap laporan yang aku minta?" tanyanya yang menatap jack namun belum sadar ada seseorang di belakang jack yang sengaja menutup diri.
...----------------...
Siska Lynelle (Sekretaris CEO Kenric Company)
..
See you next episode!!!
__ADS_1