Jodohku Mafia Kejam

Jodohku Mafia Kejam
Eps 62


__ADS_3

"Ck, dasar wanita bodoh sudah aku bilang jangan bergerak malah terjatuh." ucap reza kesal karna tiba-tiba dewi terjatuh ke bawah dan pipinya yang tergores akibat pisau yang reza bidik untuk mengenai apel tersebut.


Bodyguard langsung memeriksa keadaan dewi "Ketua, nona ini pingsan." kata salah satu bodyguard yang melihat kondisi dewi.


Reza yang mendengar hal itu cuek dan masa bodo "Bawa saja dia ke dalam kamarnya, aku mau mandi." ujar reza meninggalkan lapangan begitu saja tanpa melihat ke arah dewi yang terjatuh pingsan dan terluka di wajahnya.


Dewi langsung di bawa ke dalam kamarnya dan Mr.bobby menyuruh salah satu pelayan untuk mengobati luka dewi sedangkan reza yang berada di dalam kamar mandinya sedang menikmati air hangat dalam bathtub.


"Wanita itu selalu bikin aku kesal dan muak setiap kali aku melihat wajahnya apalagi airmatanya, sudah cukup aku tertipu satu kali dengan airmata seorang wanita dan bagiku semua wanita adalah rubah yang pintar memanipulasi hanya dengan tampang lugu dan airmata." ujar reza kesal sambil meremas keras telapak tangannya mengingat masa lalu dengan cinta pertamanya yang membuat dia tidak ada lagi rasa simpati kepada setiap wanita kecuali sang mommy dan adiknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Negara K, vevi masih beraktivitas seperti biasanya dan 2 hari lagi dia akan pulang ke Negaranya dan hal itu yang membuat dirinya ingin cepat kembali dengan mengerjakan semua pekerjaan kantor di sana. Jack yang melihat vevi serius bekerja hanya mengangkat satu alisnya bingung dengan sikap vevi yang menurutnya berubah drastis tidak ada lagi interaksi mereka selain soal pekerjaan karna vevi memang menghindari argumen dengan jack.


"Bos Jack, kerjaan saya sudah selesai bisakah saya pulang ke hotel lebih cepat dari biasanya?." ucap vevi yang sekarang setiap perkataannya lebih ke bahasa formal tidak seperti sebelumnya.


Jack yang mendapatkan pertanyaan darinya langsung menoleh ke arah vevi "Ya, kau bisa pulang lebih cepat setelah menemani ku makan malam dengan klien." jawab jack.


Vevi yang sedang membereskan meja kerjanya dan memasukkan barang penting ke dalam tasnya langsung menjawab perkataan jack "Apakah saya harus ikut, bukankah pekerjaan saya telah selesai. Maaf bos jack saya tidak bisa, saya permisi pulang ke hotel duluan. Permisi." kata vevi dan langsung pergi begitu saja dari ruangan itu.


"Sial, kenapa aku merasa dia benar-benar menghindari ku. Memang apa salahku dan kenapa aku merasa tidak suka dengan sikapnya yang sekarang." ucap jack kesal dan berniat bersiap untuk bertemu dengan klien di restoran.

__ADS_1


Saat jack keluar dari lift dia melihat vevi masuk ke dalam mobil dengan seorang pria "Ternyata dia ingin cepat pulang karna mau pergi kencan dengan laki-laki itu. Ck, apa pentingnya kencan dengan laki-laki itu daripada urusan pekerjaan, besok akan ku berikan pekerjaan yang banyak sampai dia lembur." ujar jack lalu pergi ke parkiran mobilnya.


Sedangkan di dalam mobil vevi dengan pria asing sedang asik berbincang "Kenapa kau harus repot menjemputku, bukankah sudah aku katakan kita langsung saja bertemu di sana?." tanya vevi kepada pria asing itu.


"Biar lebih cepat sampai, lagian bukankah kau ingin membeli oleh-oleh untuk keluarga mu dan sahabat mu jadi sebaiknya langsung saja kita pergi bersama sekaligus aku juga ingin memberikan hadiah untuk keponakan ku." jawab pria asing itu kepada vevi. Pria asing ini adalah pria yang waktu itu berada di taman hotel dengan vevi yang sejak saat itu mereka mulai akrab karna memiliki hobby yang sama-sama suka berlatih ilmu beladiri.


"Baiklah kita sama-sama cari kado untuk orang tersayang kita, aku sudah tidak sabar ingin memberikan hadiah untuk sahabat ku yang memang menyukai Negara ini." ucap vevi tersenyum semangat.


Pria itu yang melihat sikap vevi sebagai wanita periang, mandiri namun terkesan tomboy mulai tertarik kepadanya "manis." ucapnya dalam hati sambil melirik ke arah vevi.


...


Jack yang sudah sampai di salah satu mall terbesar di Negara itu langsung masuk ke dalam untuk menuju resto tempat dirinya janjian dengan klien namun saat mau masuk dia melihat vevi dengan pria tadi yang menjemputnya terlihat tersenyum gembira dan tertawa riang "Ck, bahkan dia juga berada disini dan bisa tertawa bahagia seperti itu." ujar jack sinis lalu pergi ke tempat restoran untuk menemui kliennya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam bilik kamar dewi yang sudah siuman dari pingsannya merasakan pusing di bagian kepalanya akibat cedera waktu itu dan belum lagi banyak hal tak terduga selama dirinya bekerja di mansion itu.


"Apakah aku masih hidup atau sudah berada di dunia lain, aku berharap bahwa aku benar-benar sudah tiada agar bisa bertemu dengan papah dan kaka." ucapnya yang masih setengah sadar.


"Anda masih hidup nona, dan ini obat salep untuk di oleskan ke wajah anda." ujar Mr.Bobby yang masuk dengan pelayan membawakan obat untuknya.

__ADS_1


"Ah, ternyata saya masih hidup saya kira saya sudah mati tuan." kata dewi terlihat lemas dengan kenyataan yang ada.


"Apakah anda memang berniat ingin mati nona, maka temuilah tuan muda jika anda tidak ingin hidup lagi akan tetapi jika anda masih menyayangi keluarga anda yang lain maka anda harus tetap bertahan nona." ucap Mr.Bobby kepada dewi yang memang dirinya sudah tahu semua keadaan dan kondisi keluarga dewi untuk mengetahui asal usulnya sebagai peringatan untuknya juga untuk berhati-hati kepada dewi saat mendengar saran dari Tristan waktu itu.


Dewi yang mendengar tentang keluarga baru tersadar bahwa dia masih memiliki mamah dan adiknya "Anda benar Mr.Bobby saya tidak boleh menyerah dan harus bertahan untuk keluarga saya yang berada di rumah, terimakasih untuk obatnya Mr.Bobby." kata dewi sopan kepada pria yang sudah berumur itu.


"Baik nona, silahkan istirahat setelah makan malam karna besok nona harus persiapkan diri nona untuk melayani semua keperluan Tuan Muda. Saya permisi." jawab Mr.Bobby


"Hah, aku harus bisa bertahan dan besok aku harus bisa melakukan semuanya dengan baik tanpa kesalahan karna hukuman yang diberikan olehnya sangat mengerikan." kata dewi merinding membayang wajah amarah reza yang sangat menakutkan menurut dirinya.


...


Di dalam kamar reza sedang telpon dengan anak buahnya.📞: "Musa, aku tugaskan kau untuk kembali karna Ryan masih di rumah sakit dan dicky tidak akan mampu menjaga markas sendirian sedangkan Kris masih harus bolak-balik menjaga adikku dan Jack masih berada di Negara K jadi kau kembali ke sini biarkan markas di sana di ambil alih lagi oleh Bastian." ucap reza kepada musa lalu mematikan telpon tersebut.


"Tidak akan kubiarkan siapapun mengusik ketenangan hidupku apalagi keluarga ku, kau mungkin cerdik dalam bersembunyi tapi aku lebih cerdik dalam mengetahui semua gerak-gerik anak buahmu dan rencanamu. Saat kita bertemu nanti dalam peperangan, maka aku sendiri yang akan menembak kepalamu hingga bolong dengan senjata timah panas ku." katanya sambil meminum wine dan memutarkan gagang senjatanya.


...----------------...


Next Episode 🤗


__ADS_1


Vevita Arabella Dwyne


__ADS_2