
Pagi telah tiba dewi sudah menyiapkan semua keperluan Tuan Muda yang tak lain bos kejam menurutnya dengan menyiapkan air hangat untuk mandi Tuannya, menyiapkan setelan jas dan kemeja serta dasi, sepatu sama jam tangan semua sudah dirinya siapkan dengan baik tanpa kesalahan. Sedangkan reza masih tidur terlelap akibat terlalu banyak minum semalaman.
"Banyak sekali botol minuman di kamar ini, lebih baik aku bersihkan ini semua sebelum tuan muda bangun." ucap dewi yang dengan hati-hati mulai membersihkan botol-botol minuman di kamar tuannya.
Reza yang memang memiliki indra pendengaran sangat tajam langsung terusik dan bangun terduduk melihat dewi sedang membereskan botol minuman semalam, dia hanya memperhatikan dewi dari jauh terutama di bagian telapak kaki dewi yang luka akibat menginjak pecahan kemarin sewaktu di ruang makan.
"Sudah beres semuanya, lalu ini aku letakkan dimana semua botol ini, lebih baik aku tanyakan saja sama Mr.Bobby." ucap dewi yang ingin pergi keluar kamar namun saat dia ingin keluar dia terkejut melihat reza yang sedang menatapnya di atas kasur tempat tidur.
"Tu-tuan sudah bangun. A-air kamar mandi sudah saya siapkan tuan." ujar dewi gemetar ketakutan setiap melihat mata reza. Reza tidak menjawab hanya memperhatikan dewi dari ujung kaki hingga tepat ke wajahnya lalu dia berdiri mendekat ke arah dewi.
"Jika kau masih terluka lebih baik tidak usah bekerja, liat kakimu dan semua lukamu. Ck, apa kau mau mencari simpati ku dengan tampang wajahmu yang selalu terlihat menyedihkan itu? Pergilah keluar obati semua lukamu aku jijik melihat luka-luka di tubuhmu." ucapan reza sungguh menyakitkan di telinga dan perasaan dewi sedangkan reza setelah berbicara langsung pergi ke kamar mandi meninggalkan dewi terdiam di sana.
"Semangat dewi, sabar dewi dan jangan menyerah." ucap dewi terus meyakinkan dirinya lalu diapun pergi keluar untuk menemui Mr.Bobby.
Setelah dirinya menemui Mr.Bobby, dewi pun segera pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi sesuai instruksi dan resep dari Mr.Bobby dan kali ini dia akan mengikuti dengan patuh agar tidak membuat kesalahan lagi dan lagi.
Reza yang telah selesai mandi segera pergi ke ruangan pakaian dan dia melihat semuanya sudah di siapkan begitu rapih oleh dewi.
"Tidak buruk, ternyata selera stylenya cukup bagus dan semua terlihat sesuai dengan seleraku." kata reza yang melihat setelan jas kemeja, dasi, jam tangan dan sepatu semua begitu serasi dan senada.
Saat dirinya telah siap, diapun segera turun ke bawah menggunakan lift saat sampai di ruangan makan semua sudah menyambut dirinya termasuk dewi yang berada di sana. Reza hanya melirik sekilas dewi lalu dirinya segera duduk di meja makan tersebut.
"Tuan muda menu sarapan pagi ini adalah Bauernomelett." ucap Mr.Bobby.
"Hm." jawab reza singkat.
Lalu dia mulai menyendokkan makanan tersebut ke dalam mulutnya dan terdiam berberapa saat hingga matanya melirik ke arah dewi sebentar dan melanjutkan sarapannya sedangkan dewi sudah gemetar ketakutan, takut jika dirinya membuat kesalahan lagi. Reza terus memakan sarapan pagi itu hingga tak tersisa lalu dia berdiri dan menatap Mr.Bobby.
__ADS_1
"Mr.Bobby, 2 hari ini aku tidak akan pulang kemari jadi uruslah mansion ku dengan baik seperti biasanya dan jika Daddy atau Mommy menanyakan diriku bilang saja aku berada di markas." ujar reza lalu pergi begitu saja keluar.
"Baik tuan muda." ucap Mr.Bobby dan semua pelayan yang mendengar jika tuannya tidak akan kembali dalam 2 hari bisa bernafas dengan lega sama halnya dengan dewi juga merasakan hal yang sangat lega.
Mr.Bobby menghampiri dewi "Nona dewi, sarapan yang ada buat sepertinya tuan muda menyukainya karna selama saya bekerja dengan tuan muda dia tidak pernah menghabiskan makanan dengan bersih tanpa sisa sedikitpun." ucap Mr.Bobby tersenyum kepada dewi.
"Benarkah? Apa aku tidak akan di hukum olehnya Mr.Bobby?." jawab dewi tersenyum semangat.
"Tidak nona, dan lebih baik nona beristirahat karna luka di tubuh nona harus segera di obati sampai sembuh sebelum tuan muda kembali." jawab Mr.Bobby kepada dewi.
"Luka ini tidak begitu sakit Mr.Bobby tapi baiklah aku akan beristirahat sebentar dan mengobati luka ku, saya permisi Mr.Bobby." ujar dewi sopan lalu pergi ke arah kamarnya.
Mr.Bobby melihat dewi dari jauh "Kasian sekali kamu nona harus merasakan semua ini dan berkorban untuk keluarga mu sedangkan nona masih terlalu muda dalam menjalani kepahitan hidup, nona bener-bener mirip dengan Nyonya sewaktu masih muda dulu." ujar Mr.Bobby yang melihat dewi mirip dengan Nyonya besarnya dan Mr.Bobby merasa kasian kepada dewi yang harus berjuang menafkahi keluarganya, membiayai sekolah adiknya yang tidak murah serta masih harus mendapatkan hukuman dari tuan mudanya.
Reza pergi ke rumah sakit untuk melihat anak buahnya dan bertemu dengan Tristan untuk menanyakan kondisi Ryan tentunya. Tristan yang sudah di hubungi olehnya sudah bersiap menunggu sahabatnya sekaligus yang menjadi ketuanya di Red Dragon. Mobil reza telah sampai di parkiran dan dia keluar dari mobil tersebut.
Tristan yang mendengar hal itu ingin sekali mengumpat dengan kata kasar namun dia sadar bahwa yang dia hadapi si iblis kejam "Sial, aku menyambutmu gak perlu dengan hal mewah kecuali di pernikahan mu nanti akan aku sambut kau layaknya pangeran istana kerajaan." jawab tristan.
"Apa kau lupa kalau aku memang pangeran di Negara ini bahkan kekayaanku sudah melebihi istana kerajaan." katanya dengan sombong dan angkuh.
"Aku tidak akan menikah, kau saja yang menikah dengan perawat rumah sakitmu." katanya lagi lalu langsung masuk ke dalam.
"Oh astaga, apakah dia memang sahabatku kenapa dulu aku mau berteman dengannya si mulut tajam." kesal tristan kepada sahabatnya.
Reza memasuki ruangan Ryan yang keliatan sudah membaik sedangkan Ryan yang di jenguk oleh ketuanya merasa tidak enak hati "Bagaimana kondisi mu?." tanya reza.
"Saya sudah jauh lebih baik ketua."
__ADS_1
"Ck, lebih baik apanya lukamu masih di balut dengan kain putih itu. Istirahat lah urusan markas sudah ada dicky dan aku sudah memanggil musa untuk kembali. Jika lukamu sudah sembuh total maka kau bisa langsung pergi dari rumah sakit jelek ini." kata reza yang pas sekali tristan masuk dan mendengarnya.
"Wah.wah kau bilang rumah sakit ku jelek, lalu rumah sakit mana yang bagus fasilitasnya lebih dari ini?." tanya tristan mulai kesal dengan ucapan reza.
"Rumah sakit milikku, jika aku ingin aku bisa membuat rumah sakit lebih baik dari rumah sakitmu. Kau tahu sendiri jika aku ingin maka semua bisa aku atasi karna aku sangat kaya." jawab reza lagi dengan sombongnya namun wajahnya tetap datar.
"Sial, kenapa kau selalu menjawab dengan mulut tajammu!!! Ya.ya.ya kau memang sangat kaya tapi kalau kau tidak menikah maka siapa yang mewarisi kekayaan mu itu?." tanya tristan lagi.
"Ck, itu hal gampang aku bisa memberikan nya kepada anak jack, anak musa, anak dicky, anak kris dan anak ryan. Karna jika mereka menikah nanti sebagian harta ku akan aku berikan kepada mereka yang setia kepada ku, maka tidak akan aku biarkan keluarga mereka kesulitan." jawab reza dengan tegas dan yakin.
Ryan yang mendengar jawaban ketuanya tentu saja kaget, itulah yang membuat semua anak buahnya patuh dan setia kepadanya meski ketuanya seperti iblis jika sudah mengamuk dan menghukum secara brutal namun mereka tahu ada sisi baik di hati ketuanya. Begitu juga dengan tristan dia memang tahu sifat di balik dingin dan kejam sang iblis di depannya itu maka dari itu dia tidak pernah menyesal menjadi sahabatnya.
"Lalu bagaimana dengan ku, kenapa kau tidak memberikan ku juga sebagian hartamu?" tanya tristan kepada reza yang tidak menyebutkan namanya.
"Apa kau ini sangat miskin bahkan warisan dari kakekmu sangat cukup untuk keturunan mu, tentu sisanya untuk adikku bukan untukmu." jawab reza pergi dari ruangan itu. Ryan yang melihat wajah melongo Tristan cuma bisa tersenyum kecil.
"Apa? Kau ingin menertawakan ku??? Ck, dasar iblis ini sangat tajam sekali mulutnya, jika dia bukan iblis dan hanya semut akan ku injak terlebih dulu." kesal tristan dan menyusul reza keluar.
Sedangkan ryan hanya tersenyum saja dan berbicara "Bahkan jika ketua tidak ingin menikah maka kami semua sudah membuat perjanjian bahwa kami juga tidak akan menikah, karna kami tidak ingin bahagia di atas rasa sepi ketua itu sumpah kami dulu waktu melihat ketua terpuruk." kata ryan dengan pelan yang mengingat momen dimana sang ketua sempat terpuruk selama 2 tahun dimasa lalu hanya karna cinta pertamanya.
...----------------...
Kalau mau lihat semua tokoh-tokoh nya ada di Eps.1 dan Eps.10 ya jika lupa. Hehehe..
...
Next Episode 🤗
__ADS_1