
Hari sudah mulai gelap dewi yang sudah sampai rumah sejak sore tadi masih sibuk dengan pikirannya untuk memberi tahu kabar ke keluarga nya bahwa dia sudah memiliki pekerjaan lain hanya saja dia tidak bisa menceritakan yang sebenarnya kepada mama dan adiknya.
*FLASHBACK ON*
Masih berada di sebuah taman dewi dan vevi mereka masih dalam pembicaraan yang serius.
"Vi, lalu bagaimana gue bilang sama atasan gue di toko perihal kalau gue gak bisa lagi bekerja di sana?" katanya yang bingung mau bilang apa karna ia tidak enak hati kepada atasannya yang banyak membantu dirinya itu.
"Oh iya, hampir kita lupa wi. Mending kita langsung ke sana saja & jadikan alasan lu cuti ini bahwa lu mengundurkan diri, untuk alasannya nanti gue yang bilang kalau lu sementara waktu ikut gue bantuin gue di kantor papi."
"Lu yakin, terus kalau nanti gue gak bisa balik kerja di sana lagi bagaimana? Karna gue berharap memang cuma 6 bulan saja setelah itu gue mau balik lagi kerja di situ vi." ujarnya dengan wajah lesu.
Vevi menarik napas pelan "Udah lu tenang aja kan gue bilang sementara soal masuk lagi atau enggak nanti biar gue juga yang bantuin lu masuk ke sana lagi yang penting lu bener-bener harus extra hati-hati bekerja sama pria gila itu biar gak di perpanjang masa hukuman lu sama dia, okey?" tanyanya
Dewi tersenyum lega sungguh dia bener-bener merasa bersyukur punya sahabat seperti vevi meski terkadang sifatnya absolut tapi dia memiliki hati yang baik.
"Hem, makasih sahabat ku sayang." ucapnya
"Yasudah yuk kita pergi ke toko tempat lu bekerja." ajaknya dan mereka pun pergi menuju Galery Rose.
..
Setelah sampai di Galery Rose mereka langsung masuk ke ruangan mba yuni untuk membicarakan pengunduran diri dewi, cukup lama mereka berbicara meski sempat tadi terjadi perdebatan kecil namun atasannya cukup mengerti ketika tahu alasannya dan tidak mempermasalahkan hal itu lagi dan dewi juga dapat sisa gajinya sebagai kompensasi untuk beberapa hari terakhir sebelumnya.
"Baiklah kami permisi ya mba, sekali lagi terimakasih untuk pergertiannya dan terimakasih juga selama ini mba sudah banyak membantu saya." ujarnya menunduk hormat.
"Iya sama-sama wi, kamu adalah karyawan yang memiliki dedikasi baik selama bekerja di sini justru sayalah yang berterimakasih untuk jasa-jasa mu kepada Galery Rose, jika nanti kamu membutuhkan pekerjaan lagi kamu akan selalu di terima di sini." ucapnya tersenyum
"Kalau begitu kami pamit pergi ya mba." ujar vevi
__ADS_1
Setelah kepergian mereka dari Galery Rose, vevi pun mengantarkan dewi pulang ke rumahnya karna sudah sore hari dan waktunya dia juga harus pulang ke rumahnya.
*FLASHBACK OFF*
..
Dewi terlihat mondar-mandir di dalam kamarnya "Duh, bagaimana ini aku pusing memikirkan setiap kata yang harus aku keluar kan karna aku tidak bisa berbohong kepada mama tapi aku juga tidak bisa berkata sejujurnya." ujarnya frustasi
"Hufft, baiklah semua harus segera di bicarakan karna besok pagi aku sudah harus memulai ini semua kalau aku terus menunda terus, besok mama akan syok saat ada mobil asing yang menjemput ku, yahhh aku harus bicara sekarang." tekadnya lalu keluar kamar.
Setelah keluar dari kamar, di sana ada mamanya yang sedang menonton TV dan adiknya di luar yang sedang sibuk mengotak-atik motornya.
"Ma, ada yang mau dewi bicarakan sama mama." katanya sambil duduk di samping mamanya.
Mamanya menoleh "Bicara apa wi, keliatan serius banget?" tanyanya
Taris nafas pelan "Begini ma, besok dewi sudah tidak bekerja di Galery Rose lagi." ujarnya pelan
"Ada apa sih ma? Sepnat langsung masuk kirain mama jatuh." ujarnya yang tadi sempat lari ke dalam.
"Ini loh kaka mu, katanya sudah tidak bekerja di Galery Rose lagi. Aduh mama jadi pusing." sambil pegang kepalanya
Sepnat mengernyit heran "Benaran ka? Loh kenapa bukannya kaka sudah lama bekerja di sana?" tanyanya.
"Aduh ma, aku belum siap cerita jangan langsung di potong dong!! Aku bekerja di perusahaan teman ku kan tadi pagi aku reunian nah teman ku rekomendasikan aku untuk bekerja di tempat dia bekerja sebagai resepsionis." katanya bohong.
"Lagian aku juga mau punya tambahan pengalaman ma biar gak diam di tempat saja, semakin aku banyak pengalaman maka semakin bagus kan untuk karir ku?" lanjutnya.
"OH begitu, mama pikir kamu gak bekerja lagi mama kan langsung pusing kita harus bagaimana nanti untuk ke depannya." ucap syukur
__ADS_1
Sesuai dugaan dewi bahwa memang hanya dari gajinya lah keluarga nya bisa melanjutkan hidup karna dia adalah pencari nafkah untuk keluarga nya setelah papa & kakanya tiada.
"Memang perusahaan apa kak?" tanya adiknya ragu
Dewi melihat ke arah adiknya yang masih berdiri dekat pintu "Perusahaan Kenric Company." ujarnya
Adiknya langsung melotot jelas dia tahu bahwa itu perusahaan nomor 1 yang terkenal di negara ini bahkan di akui di dunia sebagai perusahaan paling top. Setelah mendengar kakanya bicara sepnat hanya diam saja tapi diamnya adalah rasa penasaran yang tinggi dan dia akan bertanya nanti kepada kakanya langsung tanpa ada mamanya.
"Baiklah kalau begitu mama istirahat duluan, dan kamu wi kapan mulai bekerja di sana?
"Mulai besok dewi sudah mulai bekerja ma, tapi hari pertama akan di training dulu dan dewi akan di jemput besok pagi ma sama sopir teman dewi itu." jawabnya.
"Kalau begitu kamu jangan tidur larut malam biar besok hari pertama kamu tidak bangun kesiangan dan telat, mama masuk duluan ke dalam kamar ya." katanya dan langsung pergi ke arah kamar.
Sepnat langsung mendekat ke arah kakaknya untuk bertanya karna dia tidak yakin dengan ucapan kakanya.
"Ka, beneran kaka akan bekerja di sana tapi aku seperti tidak percaya dengan ucapan kaka itu?" tanyanya.
Dewi sudah bisa menebak pasti adiknya akan cari tahu apalagi dia sudah janji sama adiknya akan bercerita namun dewi tidak ingin adiknya tahu kebenarannya biarlah cukup dirinya dan sahabatnya saja yang tahu karna ia takut adiknya tidak akan fokus ujian nanti.
"Benar namun bukan sebagai resepsionis melainkan office girl di perusahaan itu, asal kamu tahu pria yang malam itu adalah pemilik perusahaan dari nama yang kaka sebutkan tadi & soal yang tadi pagi pria itu bilang akan memaafkan kesalahan kaka yang merusak mobilnya asal kaka bekerja di tempatnya sebagai office girl kalau kaka gak mau di penjara." katanya
Sepnat yang tadi sempat terkejut mendengar ucapan kakanya hanya bisa diam. Kini ia makin bertekad untuk cepat menyelesaikan sekolahnya dan ambil sertifikat pelayaran agar cepat berlayar untuk membantu kakanya.
"Kaka yang semangat ya, aku tidak akan bilang hal ini ke mama jadi kaka jangan cemas dan lebih baik kaka masuk ke dalam kamar untuk istirahat." ujarnya.
"Hemp baiklah, kaka masuk duluan." langsung pergi ke arah kamarnya.
...----------------...
__ADS_1
*Bagaimana nasib dewi nanti? Apakah dia bisa bekerja dengan baik atau malah sebaliknya?*
See you><