
Dewi yang sudah di tunjukkan dimana kamarnya dia segara membawa kopernya masuk ke dalam bilik kamar yang memang kamar khusus pelayan.
"Bahkan kamar untuk pelayan saja di berikan AC dan kamar mandi di dalam, sungguh orang kaya yang makmur." katanya yang mulai menyadari betapa kaya'nya song bos kejam itu. Dewi segera keluar untuk menemui Mr.Bobby di ruang tengah. Saat sudah sampai dewi di persilahkan duduk oleh Mr.Bobby dan di berikan kertas serta pulpen.
"Hm, apa ini Mr.Bobby?". tanyanya
"Nona baca saja terlebih dulu jika ada yang tidak nona pahami bisa nona tanyakan kepada saya." jawab mr.bobby kepada dewi yang keliatan bingung.
Dewi mulai membaca kertas tersebut di sana ada 5 point yang harus dia patuhi terlebih lagi ada point yang dewi kurang setuju.
"Kenapa semua point ini sepertinya sangat merugikan saya Mr.Bobby, terlebih lagi kenapa saya tidak boleh menggunakan handphone saya selama bekerja disini lalu bagaimana saya bisa menghubungi keluarga saya Mr.Bobby?" tanya dewi dengan nada yang sedikit menahan emosi karna tidak menyetujui semua peraturan itu.
"Itu semua sudah peraturan dari Bos Besar nona, siapapun yang bekerja disini di larang menggunakan handphone alasannya agar tidak mengganggu pekerjaan jika ketahuan maka akan di berikan hukuman langsung oleh Bos Besar." ungkapnya
"Tapi ini tidak adil Mr.Bobby, bagaimana saya bisa hubungi keluarga saya dan mengetahui keadaan mereka?" katanya lagi yang memang dia sangat mengkhawatirkan keluarganya.
"Di sini hanya di berikan 1 bulan sekali untuk menghubungi keluarganya masing-masing selain itu tidak di perkenankan nona itu sudah peraturan mutlak jika nona keberatan maka nona bisa menemui bos secara langsung jika bos datang ke mansion ini." jawab Mr.Bobby tegas melihat dewi yang sepertinya sedikit melawan. Dewi yang di berikan jawaban seperti itu nyalinya menciut takut apalagi harus berhadapan langsung dengan Singa Besar alhasil dewi hanya bisa menerimanya saja.
"Baiklah Mr.Bobby tapi bolehkah saja menghubungi keluarga saya dulu untuk memberi tahu bahwa saya telah sampai di tempat kerja saya yang baru dan saya jamin saya tidak akan memberikan informasi apapun kepada keluarga saya dimana saya berada dan aap yang saya kerjakan disini." katanya dengan tulus.
"Baik nona, saya beri waktu 10 menit lalu jika sudah selesai nona tanda tangani surat ini dan berikan handphone nona kepada saya untuk saya sita." ujar Mr.Bobby tegas lalu meninggalkan dewi di sana.
__ADS_1
Dewi mulai memberikan kabar kepada sang mama dan sang adik melalui telepon genggamnya. Setelah itu dia menandatangani surat tersebut dan memberikan handphone miliknya kepada Mr.Bobby meski dia tidak menerima semua peraturan yang tertulis di setiap point itu tapi dia memang harus menerima dan menjalani semuanya dengan sabar sampai kontrak kerjanya berakhir dengan Sang Bos Kejam yang tak lain adalah Ketua Mafia Terkejam dan Ter-sadis bagaikan Iblis yang haus darah.
*Peraturan Bekerja Di Mansion Ini Yang Tidak Boleh Dilanggar*
1. Bekerja sesuai perintah jika menolak maka hukuman akan diterima.
2. Dilarang memasuki area tertentu seperti Kamar Pribadi Bos, Ruangan Kerja, Ruang Gudang, dan Ruangan Bawah Tanah. Jika ketahuan maka siap menerima hukuman.
3. Dilarang keluar dari mansion tanpa izin dari Kepala Pelayan, Kepala Keamanan dan dari Bos Besar. Jika kedapatan keluar tanpa izin maka hukuman akan diterima.
4. Dilarang menyentuh barang-barang di mansion ini yang tidak ada kaitannya dengan tugas kebersihan. Jika ada satu barang yang hilang atau rusak maka orang tersebut akan diberikan hukuman.
5. Dilarang menggunakan handphone pribadi selama bekerja di mansion ini alasannya agar tidak ada informasi yang tersebar tentang keberadaan mansion ini dan informasi lainnya. Jika ingin menggunakan handphone maka harus mendapatkan izin dari Kepala Pelayan.
...
Sedangkan di sebuah gedung menjulang tinggi dan kokoh. Reza yang berada di perusahaan miliknya tengah berada di ruangannya dan hari ini dia tersenyum seakan penuh kemenangan.
"Akhirnya mangsaku telah datang, maka sekarang tugas pemburu adalah membuat sang mangsa ketakutan hingga tidak lagi ingin hidup. Hahaha" ucap reza sambil ketawa namun yang jika mendengar suara tertawanya akan tahu bahwa itu ada suara ketawa sang iblis.
Reza memang sudah mengetahui bahwa dewi sudah sampai di mansion nya dari Kepala Keamanan mansionnya yang memberikan informasi itu kepadanya.
__ADS_1
"Aku bersumpah akan aku balas penghinaan waktu itu dengan berlipat ganda sampai aku terpuaskan, dasar wanita sial akan ku buat hidupmu terasa di neraka saat sudah memasuki istana kerajaan iblis ini sampai kau sendiri yang meminta ampun untuk hidupmu." emosi reza sudah tidak bisa dia tahan lagi tangannya mengepal kuat sampai urat-uratnya keluar dan matanya yang memerah tajam.
Lalu dia mengetik nomor seseorang di handphone nya dan menghubungi orang tersebut.
📞 "Hari ini aku tidak jadi pulang ke mansion dad, kemungkinan lusa aku akan pulang jadi beritahukan ke mommy dad." *TUT* katanya langsung mematikan telepon tersebut dan membuat seseorang marah mengumpat anaknya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Negara K, Jack dan Vevi sudah berangkat ke perusahaan yang berada di sana namun vevi hari ini di buat kesal oleh jack lantaran dia di tinggalkan oleh jack di perusahaan sendirian sedangkan jack sudah pergi dan gak tau kemana.
"Dasar tuan batu, seenaknya saja pergi tanpa bilang apapun sedangkan aku di suruh mengerjakan semua pekerjaan ini sampai selesai, mentang-mentang dia bosnya disini huh menyebalkan sekali." ujarnya dengan kesal.
Saat vevi sedang fokus bekerja di ruangan Jack tiba-tiba lampu padam menjadi gelap.
"Loh, kenapa lampunya mati. Gak mungkin kan perusahaan sebesar ini belum bayar listrik?" ujarnya sambil mencari handphonenya untuk menyalakan senter dari seluler namun saat vevi sedang mencari seluler nya suara pintu dan langkah kaki terdengar memasuki ruangan tersebut.
"Heh bos batu, kaukah itu? Syukurlah kau datang bos tolong nyalakan lampu ini kenapa gelap sekali." kata vevi yang tidak bisa melihat apapun karna gelap dan mengira bahwa itu adalah jack.
Saat vevi mulai menemukan handphone nya dia ingin menyalakan lampu senter selulernya namun sialnya di langsung di bius dan terjatuh pingsan.
Vevi di bawa oleh orang tersebut melalui pintu yang tadi dia lewati setelah vevi di bawa kabur tidak lama lampu kembali menyala semua karyawan yang tadi heboh karna lampu mati akhirnya bernafas lega. Jack yang mendapatkan informasi dari tim keamanan perusahaan bahwa perusahaan seperti di sabotase langsung menuju ke sana.
__ADS_1
"Sial, aku telah kecolongan. Beraninya dia mempermainkan ku membuat aku jauh dari perusahaan sampai aku salah perhitungan. Berani bermain-main dengan Jackob Albern tangan kanan sang Ketua Mafia Terkejam maka akan aku habisi mereka sampai ke akar-akarnya." gumam jack yang masih belum tahu keadaan sebenarnya bahwa vevi telah di culik dan di tangkap oleh anak buah dari salah satu musuh mereka.
Sedangkan vevi yang masih pingsan di bawa oleh mobil serba hitam. Tangan, kaki, mata & mulutnya telah terikat dengan sangat kencang. Tidak ada yang melihat atapun tahu bahwa vevi sudah tidak berada di perusahaan.