
Dewi yang sudah berganti pakaian segera pergi ke ruangan dapur untuk menyajikan makanan khusus Tuan Muda yang terkenal dengan kekejamannya. Meski kepalanya masih terasa pusing dan badannya terasa sakit dia tetap berusaha untuk menguatkan dirinya agar terlihat baik-baik saja.
Setelah sampai di dapur dewi menyajikan makanan sarapan pagi sesuai dengan menu yang di tuliskan oleh Mr.Bobby, makanan yang di sajikan juga resep dari Mr.Bobby yang memang mengetahui selera tuannya. Setelah makanan selesai disajikan di meja makan tidak lama kemudian reza datang dengan tampilan yang gagah bak pangeran yang sangat tampan semua mata pelayan selalu terpesona dengan ketampanan tuan mudanya berbeda dengan dewi yang menundukkan kepalanya dikarenakan dirinya masih terasa pusing dan memang tidak berani menatap tuannya itu.
Lain hal nya dengan reza sang tuan muda yang terlihat acuh dan cuek dengan semua mata pelayan yang melihat ke arahnya namun saat dia melihat ke arah dewi yang menundukkan kepalanya tanpa melihat dirinya seperti pelayan lainnya membuat reza geram.
"Ck, bahkan dia masih terlihat baik-baik saja. Dan apa itu maksudnya menundukkan kepalanya apa dia tidak suka melihat wajahku seperti mereka, bahkan aku juga tidak sudi melihatnya." ujar reza dalam hati yang melihat dewi dari jauh.
"Pagi Tuan Muda Reza." kata Mr.Bobby yang menyapa tuannya.
"Hm." jawabnya singkat.
"Tuan hari ini menu sarapan pagi adalah Chilaquiles sarapan khas dari Meksiko." ucap Mr.Bobby.
"Hm."
Saat makanan tersebut masuk ke dalam mulutnya reza sempat terdiam beberapa saat lalu melirik kepada kepala pelayan itu.
"Siapa yang membuat makanan ini? Ini tidak seperti biasanya!!". tanya reza kepada Mr.Bobby.
Mr.bobby melirik ke arah dewi yang tetap menundukkan kepalanya lalu diapun menjawab. "Seperti yang tuan perintahkan bahwa yang harus menyiapkan semua keperluan tuan adalah nona dewi jadi masakan ini di buat oleh nona dewi sendiri dengan resep yang saya berikan." jawab jujur Mr.Bobby kepada tuan mudanya.
PRANG
Piring itu di lempar reza hingga pecah, semuanya kaget dan syok termasuk dewi yang tadinya menunduk kini dia mulai mengangkat wajahnya melihat piring pecah yang di lempar oleh reza.
"APA YANG KAU TAMBAHKAN DENGAN MAKANAN ITU HAH? JAWAABBBB!!!!". bentak reza kepada dewi.
Dewi yang di bentak mulai gemetar ketakutan "Ak-aku hanya menambahkan sedikit udang di dalamnya tuan." jawab dewi dengan suara gemetar.
Semua mata tertuju kepada dewi dengan perasaan takut, panik, syok menjadi satu. Tentu mereka semua tahu bahwa Tuan Mudanya memiliki alergi terhadap makanan yang bernama Seafood Udang.
__ADS_1
"BRENGSEK, KAU SELALU MEMBUATKU MARAH. KAU MAU MEMBUNUH KU HAH!!!". bentak reza lagi dengan mata yang menajam kepada dewi dan mengepalkan tangannya kuat.
"Nona dewi, tuan muda memiliki alergi terhadap makanan yang berjenis udang dan resep yang saya kasih tidak seperti itu. Lalu kenapa nona menambahkan dengan pikiran nona sendiri?". ucap Mr.Bobby yang bertanya kepada dewi.
Dewi yang mendengar hal itu semakin ketakutan "Ak-aku tidak tahu, aku biasanya buat itu dengan udang dan rasanya sangat enak. Ma-maafkan saya tuan." ujar dewi lagi yang kini air matanya mulai membasahi pipinya.
"BERANINYA KAU, AKU AKAN MENGHUKUM MU SAAT INI JUGA!!! INJAK PECAHAN PIRING ITU SEKARANG ATAU AKU AKAN MEMBUNUH KELUARGA MU." Bentak reza dengan ancaman.
Dewi yang mendengar keluarga disebut hanya bisa pasrah lalu mulai berjalan untuk menginjak pecahan beling piring itu, semua yang melihat ada yang tidak tega dan ada juga yang tersenyum sedangkan dewi sudah merasakan perih dan sakit di bagian telapak kakinya yang sudah mengeluarkan darah itu.
"au.au.au.." rintihan sakitnya.
"Mr.Bobby ambilkan garam sekarang dan berikan kepadaku." perintah reza yang langsung dituruti olehnya.
Tidak lama kemudian Mr.Bobby datang dengan membawa sebotol garam lalu diberikan kepada tuannya.
"Rani, oleskan garam itu di kakinya. Aku ingin mendengar suara teriakannya." ujar reza menyuruh salah satu pelayannya. Dewi yang mendengar itu hanya bisa menangis dan menggelengkan kepalanya namun naas reza tidak perduli akan hal itu.
Saat garam sudah di taburi di telapak kaki dewi yang luka akibat pecahan beling tersebut dia mulai merasakan perih yang amat sangat perih.
"Itu hukuman yang pantas untuk orang sok tahu seperti mu. Jangan ada yang mengobati dirinya, jika ketahuan olehku maka bersiaplah mendapatkan giliran hukuman dariku. Mr.Bobby panggil Tristan sekarang sepertinya badan ku mulai merasakan gatal dan aku tidak jadi berangkat ke kantor lalu suruh wanita ini kembali ke belakang." perintah reza lalu dia pergi masuk ke dalam kamarnya.
Dewi hanya bisa menangisi nasibnya, menangis dalam suara pelan. Bukan hanya hatinya yang merasakan luka bathin namun badan nya pun merasakan sakit yang luar biasa dari kepala hingga kaki. Dewi di tuntun masuk ke dalam kamarnya oleh Intan namun cuma sampai depan pintu saja karna sudah mendapat perintah bahwa tidak ada yang boleh membantunya mengobati lukanya itu.
Di dalam kamar dewi menangis pilu dan tetiba merasa kangen kepada papah dan kakanya yang telah tiada.
"Pah, kakak.. Dewi kangen kalian, kenapa kalian tidak mengajak dewi saat kecelakaan itu terjadi kenapa cuma dewi yang selamat, dewi mau ikut papah dan kakak saja, dewi tidak sanggup lagi sampai kapan dewi harus hidup menderita begini." ujarnya menangis pilu. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan dengan Negara K, vevi sudah siap untuk berangkat ke kantor karena kemungkinan 2 hari lagi mereka akan kembali, urusan kantor di sana sudah mulai stabil jadi tidak perlu berlama-lama di sana.
__ADS_1
Vevi yang sudah selesai bersiap sedang menunggu taksi di lobby tidak lama jack turun dan keluar dari lift melihat vevi di lobby.
"Apa yang kau tunggu, mari kita pergi ini sudah terlambat." kata jack sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
"Tidak perlu, bos jack duluan saja karna saya sudah memesan taksi jadi terimakasih." jawab vevi dengan cuek.
Jack merasa vevi sedikit berbeda tidak seperti biasanya dan juga sepertinya mulai menghindar dari jack.
"Oh Baiklah, tapi jika kau telat maka kau tidak perlu datang ke kantor lebih baik pulang saja." ucap jack yang mencoba mengancam vevi.
"Oke, aku juga gak mau ke kantor hari ini jika ingin memotong gajiku atau memecatku silahkan aku sudah tidak perduli, aku akan bersiap kembali ke Negara A. Permisi bos jack." kata vevi yang ingin kembali ke kamarnya namun ucapan jack menghentikan langkahnya membuat dirinya menjadi ragu.
"Kalau begitu pergilah, sesuai kontrak yang tertulis jika kau memutuskan kontrak sepihak maka kau harus membayar denda sisa kontrak yang kau tanda tangani itu dan aku yakin orang tuamu akan langsung bangkrut karna harus membayar denda Putrinya." ujar jack tersenyum kecil tanpa sepengetahuan vevi.
Vevi membalikkan badannya lagi "Ayok berangkat, kita sudah telat dan aku cancel taksinya." kata vevi yang langsung keluar dari lobby untuk masuk ke dalam mobil jack.
"Ck, dasar wanita aneh. Tapi seru juga liat ekspresinya." ucapnya lalu menyusul vevi.
...----------------...
See you next episode 🤗
Chilaquiles (Sarapan Khas Negara Meksiko)
Dewi Belinda Queenara
__ADS_1
Reza Armada Kenric (Ketua Mafia Red Dragon)