Jodohku Mafia Kejam

Jodohku Mafia Kejam
Eps 38


__ADS_3

Sesampainya di apartemen, ryan segera membaringkan ketuanya dikasur dan membuka setelan baju ketuanya agar lebih mudah di obati, sedangkan jack yang berada di luar pintu sudah beberapa kali mengumpat anak buahnya melalui telepon karna sangat lama untuk sampai di sini.


"Senior jack, ketua memanggil senior untuk masuk kedalam biarkan aku yang menjaga di luar sambil menunggu anak buah ketua datang dengan membawa semua obat penawar racun yang ada di markas." ucapnya yang langsung dianggukin jack kemudian masuk ke dalam.


Jack yang melihat bos atau bisa di bilang kaka angkatnya terbaring lemah dengan wajah yang pucat dan mulai membiru itu sedikit menyesal karna tidak becus menjaganya dengan baik.


"Jack, kemarilah." kata reza dengan suara yang lemah. Jack melangkah mendekati ranjang tersebut.


"Bertahanlah sebentar lagi anak buah kita akan datang membawa penawar racun itu."


"Hey, apa kau lupa bahkan aku pernah melewati yang lebih mengerikan daripada ini, hanya racun tidak akan membuat ku mati bahkan aku bisa memukulmu sekarang." ujar reza yang tak terima di anggap lemah atas kondisinya saat ini.


"Huh, aku tahu!! . Lalu ada apa kau memanggil ku, aku yakin pasti ada yang ingin kau bicarakan dan pasti itu sangat penting sehingga ryan kau menyuruh nya keluar." tanya jack.


"Ambilkan syal pink di lemariku jack, hanya dengan mencium aroma itu aku selalu merasa lebih baik." perintahnya kepada jack dengan wajah yang semakin pucat.


Jack yang mendengar itu tentu tahu apa yang dimaksud oleh bosnya "Ck, bahkan sampai detik ini kau masih mengingatnya dan sampai sekarang pun kau masih menyimpan semua barangnya di seluruh apartemen mu dimanapun kau berada." ujar jack ketus namun tetap diambilkan nya karna ia tahu seberepa besar cinta bosnya kepada pemilik syal tersebut meski sudah bertahun-tahun berlalu.

__ADS_1


"Berisik, lebih baik kau diam jack dan segera ambilkan barang itu." ucapnya.


Reza memang masih menyimpan semua barang yang berisikan memori kebersamaan dirinya dengan sang mantan kekasih meski sudah berlalu tetap saja memori itu masih terkenang dihati dan pikirannya karna selain menjadi cinta pertamanya sang mantan juga adalah teman masa kecilnya ia sudah jatuh hati sejak kecil dengannya itu semua sebelum tragedi memisahkan mereka yang membuat reza menjadi bersikap dingin kepada semua wanita bahkan tak tersentuh sama sekali. Sejak kejadian tersebut reza selalu mengklaim bahwa semua wanita sama saja hanya akan membawa luka dihatinya jadi dia bertekad tidak akan jatuh hati lagi kepada wanita manapun dan tidak akan menikah dengan siapapun juga.


Jack memberikan syal pink tersebut dan reza segera mencium aroma syal itu dengan mata yang terpejam menikmati aroma Wangi syal tersebut yang menurutnya menenangkan pikirannya dan dari rasa sakit di lengannya.


"Sampai kapan kau akan melupakan dirinya, bahkan dia sudah tega menghianati dirimu dengan lelaki lain saat masih bersamamu, berulang kali ia menghianati mu dan kau selalu memberikan nya kesempatan dengan memaafkan dirinya.!! Andai saja dia datang kembali dan meminta kesempatan dan permintaan maafmu, apa kau akan menerimanya lagi?" tanya jack kepada reza yang masih sibuk menghirup aroma syal itu. Reza membuka matanya dan melirik ke arah jack, ketika ingin menjawab ryan masuk dengan beberapa anak buahnya yang membawa koper berisi kan seluruh ramuan obat penawar racun.


"Segera cek ketua sekarang untuk mengetahui jenis racun apa itu.!! perintah ryan dan anggota nya segera mendekati ketua mereka dan men-cek dengan teliti.


"Ini bukan jenis racun yang mematikan senior jack, ini hanya jenis racun yang melemahkan stamina badan kita terutama untuk di bagian otot lengan dan otot kaki, jadi tidak terlalu serius" ujarnya yang langsung memberikan obat penawar racun tersebut dengan menyuntikkan ke arah lengan yang tergores panah.


"Sa-saya yakin senior jack. Besok stamina ketua akan stabil kembali hanya saja untuk lukanya lebih baik segera di obati senior." jawabnya yang agak ketakutan dengan sorot mata jack tentu mereka tahu seberapa hebat senior jack bahkan kekuatannya hampir seimbang dengan ketua mereka.


"Bagus, kembalilah kalian ke markas besok kami akan kembali ke negara A jadi jaga markas di sini dengan baik. Kalian mengerti?"


"Siap mengerti !!! Kami permisi ketua , senior jack dan tuan ryan." merekapun pamit undur diri dan tersisa hanya jack dan ryan.

__ADS_1


"Ryan, siapkan kepulangan kita besok pagi dengan pesawat pribadi saja dan telpon dicky untuk jemput kita di bandara, malamnya suruh musa dan tristan temui aku di apartemen." perintah reza kepada ryan.


"Baik ketua, saya permisi."


Setelah kepergian musa, jack mengambil kotak obat yang ada di ruangan itu untuk membalut luka ketuanya yang sedari tadi memang belum di obati karna masih belum tahu jenis racunnya yang di takutkan tadi adalah jenis racun mematikan atau racun yang menular.


"Jack, besok pagi suruh pelayan di apartemen ku itu untuk tidak perlu masuk bilang saja kepadanya aku kasih dia cuti satu hari, karna besok aku ingin istirahat seharian penuh tanpa ada seorang pun yang berada di apartemen ku hingga musa dan tristan datang di malam hari, jadi perusahaan kau yang handel."


"Hm, aku tahu jadi sebaiknya kau istirahatlah jangan berisik." ucap jack ketus sambil mengobati luka lengan reza.


"Ck, kau ini..!!! Jika saja kau bukan orang kepercayaan ku dan bukan sodara angkat ku sudah ku tebas kepalamu dengan pedang nagaku." kata reza yang kembali memejamkan matanya sambil menyelimuti lehernya dengan syal pink tersebut.


"Karna aku sodara angkatmu maka aku berani membantah ucapan keras kepalamu itu." jawab jack lalu meninggalkan kamar reza setelah mengobati lukanya. Reza yang mendengar gumaman jack barusan hanya tersenyum simpul.


Kau tahu jack, sejak daddy membawa mu bahkan mengangkatmu sebagai anaknya saat itu aku merasa senang karna aku memiliki sodara laki-laki yang bisa ku ajak berbagi keluh kesahku, bisa ku ajak bermain bahkan jika harus memilih dirimu atau dirinya sewaktu kita kecil maka aku tetap akan memilih mu sebagai sodaraku karna kau sudah aku anggap adik laki-laki ku meski kau selalu mencoba menjaga jarak dari kami semua. katanya dalam hati.


Jack yang keluar dari kamar reza langsung duduk di sofa dan mengetik sesuatu di handphone nya untuk menyuruh orang tersebut agar tidak masuk esok hari sesuai perintah reza tadi. Lalu jack bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri setelahnya berbaring di tempat tidurnya dan memikirkan banyak hal yang hanya ia tahu apa yang ia pikirkan.

__ADS_1


...----------------...


*see you next episode again*


__ADS_2