
*FLASHBACK ON
Di dalam pesawat kelas bisnis Reza dan anak buah kepercayaannya sedang mengamati sekitar dimana beberapa penumpang ada yang beristirahat dan ada juga yang mendengarkan musik.
"Sesuai dugaan ketua, sepertinya salah satu dari mereka adalah anak buahnya!! Bisa jadi di bandara nanti kita juga akan mendapatkan sambutan hangat." ujar jack yang sedari tadi mengamati mereka.
"Hm, aku sudah tahu itu akan terjadi." katanya tetap santai
"Apakah kita akan memanggil anak buah kita yang ada di sini ketua untuk menjemput kita di bandara?" tanyanya. Karna memang anak buah dari Red Dragon ada dimana-mana tentu musuh tidak tahu hal itu karna mereka di tugaskan di saat tertentu saja jika tidak ada tugas atau misi dari ketuanya maka mereka bersembunyi di suatu tempat.
"Tidak perlu, kita bertiga sudah cukup bukan!! Apa kau takut jack?" tanyanya meremehkan asistennya itu.
"Ck, dari kecil aku sudah di didik oleh tuan besar untuk tidak takut mati karna harus jadi penjagamu yang kuat, jadi mana mungkin aku takut mati." jawabnya yakin.
Reza tersenyum tipis "Bagus, karna yang ikut denganku harus orang yang kuat dan terpilih..!!! Ryan, nanti setelah kita turun kau buat sistem keamanan di bandara terutama CCTV di matikan saat kita melakukan penyerangan, kau tahu tugasmu harus seperti apa kan?" tanyanya tajam kepada anak buah kepercayaannya yang sedari tadi diam.
"Baik ketua, saya tahu apa yang harus saya kerjakan nanti.!!" ujarnya dengan wajah yang serius.
Sekitar 6 jam perjalanan mereka akhirnya telah sampai di bandara Negara B, perjalanan yang cukup lama dan melelahkan. Semua penumpang sedang bersiap untuk turun dari kabinet pesawat namun tidak lama terdengar suara bom dari lapangan bandara tepat di sebelah kanan.
DUAAARRR...
Suara bom yang begitu nyaring dan asap yang menggempul itu telah sukses membuat semua orang yang di dalam pesawat dan di dalam bandara ketakutan. Semua pasukan keamanan sudah bersiaga dan dari beberapa mereka sedang mencari tahu siapa dalang di balik bom tersebut.
"Sambutan yang meriah." kata reza yang sedari tadi sudah memperhatikan situasi dari bilik jendela pesawat.
"Tidak ku sangka mereka seberani ini menampakkan diri, ck!!! Sudah tidak sabar rupanya."
"Ketua, 4 orang yang sedari tadi ada di kursi penumpang belakang sudah mulai bergerak ke arah sini." ujar ryan yang sedari tadi melihat gerak gerik mereka.
"Hm, kita harus segera turun di kerumunan semua penumpang dan bergerak ke arah belakang bandara ini, dan kau matikan semua akses CCTV." ucapnya yang sudah mulai bangkit dari kursi di ikuti jack dan ryan.
Sedangkan di tempat lain tepatnya seorang pria yang sedang duduk di kursi kepemimpinannya lagi menonton aksi anak buahnya di bandara itu.
"HAHAHA, bagaimana sambutan ku aku yakin kau pasti menyukai hal ini bukan? Selamat datang di negaraku Reza Armada Kenric, ini hanyalah sambutan manis ku belum sepenuhnya dengan sambutan dendam ku." ujarnya dengan mengepalkan tangan kuat dan mata yang menajam penuh kebencian membara.
__ADS_1
"Bos, aku dapat informasi mereka bergerak ke arah belakang bandara dari anak buah kita yang mengikutinya di dalam pesawat."
Dia mengernyitkan alisnya "Sepertinya dia sudah mengetahui hal ini, suruh semua anak buah kita yang ada di sana untuk mengepungnya di bandara agar dia tidak bisa lolos dengan mudah dan suruh sebagian ke arah belakang bandara untuk menyerang dirinya, aku ingin lihat dengan mataku seperti apa kehebatannya itu." ucapnya tersenyum remeh.
"Baik bos."
...
Di belakang gedung bandara yang memang sangat sepi itu Reza, Jack dan Ryan sudah bersiap untuk melakukan penyerangan. Tidak ada satupun dari mereka yang membawa senjata bukan karna pemeriksaan dari bandara yang mereka takuti tentu mereka tidak takut sama sekali, justru ketua mafia merekalah yang menyuruh mereka untuk tidak membawa senjata selama di bandara dan di dalam pesawat itu semua dilakukan untuk trik saja seolah-olah mereka tidak bisa melalukan apapun tentu akan membuat musuhnya beranggapan ia mudah di kalahkan.
Baru saja tiba di gedung belakang bandara, suara tembakan mengarah kepada mereka.
DOR
"Mau kemana kalian?" ucap salah satu anak buah musuh kepada mereka.
Reza, jack dan ryan langsung berbalik badan.
"Ck, bilang sama bos kalian untuk datang langsung ke sini kami menunggu dirinya jangan jadi pecundang." ucap jack menatap tajam kepada mereka.
"Jack, kau atur sebelah kiri dan kau Ryan yang sebelah kanan. Ingat jangan ada yang terluka dari kalian jika kalian terluka maka akan aku hukum karna membuatku malu mempunyai anak buah yang lemah." ujar reza yang mengintimidasi anak buahnya. Ya reza selain di kenal berhati iblis juga dikenal sebagai ketua yang tegas bukan tidak menerima kekalahan hanya saja baginya jika anak buahnya terluka itu sama saja menampar dirinya dan ia juga merasakan sakit.
"Baik ketua" ucap jack dan ryan kompak.
Mereka berlari ke arah lawan sesuai instruksi ketuanya dan reza masih tetap tenang berjalan ke arah depan dimana ia yakini anak buah musuhnya yang di percaya untuk melakukan penyerangan disini itu tepat di depan dirinya.
DOR
DOR
DOR
Jack dan Ryan melesat dengan sangat cepat bahkan gerakan mereka tidak terbaca oleh mata musuh sehingga tembakkan terus di arahkan namun selalu gagal terhindar oleh jack dan ryan.
Bug
__ADS_1
Tendangan jack arahkan kepada sang penembak hingga pistol pun terhempas jauh.
"Brengsek" teriak musuh itu.
Bug
Bug
Bug
Jack dengan gerakan cepat menghajar mereka dengan kekuatan dan tenaga penuh, tendangan dan pukulan sudah ia keluarkan untuk membuat musuh tumbang & pukulannya tepat di jantung musuhnya dengan kuat. Sedangkan di sebelah kanan tidak kalah dengan jack, ryan juga melakukan hal yang sama.
krek
krek
krek
Jika jack melakukannya dengan pukulan dan tendangan, lain halnya dengan ryan. Gerakan nya cukup sunyi tak terdengar namun saat sudah mendekat ke arah musuh hanya dengan tendangan kuatnya musuhpun tumbang dan langsung ia patahkan leher kepalanya.
Hampir semua anak buah musuhnya sudah tewas hanya dengan Jack dan Ryan saja mereka mampu menewaskan semua lawannya. Sedangkan di bagian tengah masih ada beberapa anak buah lawan yang tersisa dengan ketua anggotanya.
"Bagaimana, apa masih tetap mau melanjutkan kalau iya mari tuntaskan semuanya hari ini juga." tanya reza yang masih tetap santai berbicara kepada ketua anggota mereka.
"Ck, sampai titik darah penghabisan pun akan tetap aku lawan." jawabnya dengan serius menatap reza tanpa takut sama sekali.
"Baiklah, mari kita selesai kan sampai titik darah penghabisanmu, sudah lama aku tidak main peperangan." Ujarnya santai dan Reza mulai menggulung lengan bajunya untuk bersiap melawan.
Reza sudah berjalan ke posisi depan menuju arah lawannya dan musuhnya juga sudah bersiap, beberapa dari mereka meremehkan reza yang terlihat tanpa membawa senjata satupun bahkan kini ia hanya sendirian sedangkan anak buahnya masih sibuk melawan di sisi kiri dan kanan.
...----------------...
See you next episode!!!
*Maaf ya lama update karna lagi masa pemulihan kesehatan & Terimakasih untuk semua yang masih setia menunggu episodenya.
__ADS_1