
Sementara di dalam ruangan CEO Perusahaan Kenric Company.
"Bagaimana jack apa kau sudah hubungi musa dan dicky?" kata Reza
"Sudah bos dan musa sedang melakukan persiapan senjata di markas sedangkan dicky seperti biasa bos dia akan tidur sebelum melakukan misi." ujarnya
"Hem bagus, soal dicky biarkan saja dia istirahat namun jika gagal dialah orang pertama yang akan aku hukum, dan untukmu jack pastikan nanti malam kau alihkan perhatian para tamu dan media jika nanti terjadi peperangan karna aku tidak ingin identitas ku sebagai Mafia terhembus oleh media ataupun masyarakat." kata Reza sambil menatap dingin kepada asistennya.
"Baik bos akan saya lakukan, namun saya mendapatkan informasi penting mengenai markas bos dari Ryan." ucap jack sambil menyerahkan sebuah laporan dari laptopnya kepada bosnya.
Reza menerima laptop tersebut dan melihat laporan dari anak buahnya yang berada di markas. "Ck sialan, ada yang mau main-main denganku, rupanya dia sudah bosan hidup". ucapnya kesal dengan mata melotot penuh amarah. "Kita ke markas sekarang jack sebelum pergi ke acara nanti malam aku ingin bermain-main dengan mainan baruku, suruh Ryan awasi dia jangan sampai dia melarikan diri dari markas." ajaknya langsung pergi meninggalkan ruangannya.
"Baik bos." ucapnya mengikuti sang bos dari belakang meninggalkan perusahaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah sampai di markas Red Dragon, Reza dan Jackob turun dari Mobil langsung di sambut beberapa anak buahnya.
"Selamat datang ketua". jawab kompak anggotanya.
Melihat sang ketua dengan aura mengintimidasi yang melekat & penuh amarah tidak ada satupun dari mereka yang berani menatap ketuanya. Beda hal dengan senior mereka yang memang selalu bersikap dingin yaitu Jackob senior di perkumpulan mafia itu. Reza dan Jack tidak menjawab ucapan anggota nya dan langsung masuk ke dalam markas.
"DICKY.." katanya dengan nada dingin dan suara yang menggelar.
Seketika dicky langsung bangun dari sofa yang ada di ruang tengah markas karna mendengar suara yang tidak asing lagi di telinganya.
'mati aku, bos datang' batinnya dalam hati. Ya, dicky yang lagi tidur di sofa langsung terlonjak kaget dan segera berdiri.
"Bagus, bagus sekali kerjaan mu dicky apa kau ingin mendapatkan hukuman dariku, HAH?. ucap sang ketua dengan mata merah melotot, suara yang dingin dan penuh amarah.
Semua anggota yang melihat dari jarak jauh hanya bergidik ngeri melihat kemarahan sang ketua, sama hal nya dengan dicky, musa, ryan dan jackob mereka susah payah menelan ludah di tenggorokan nya.
"Ti tidak ketua, maafkan saya ketua." katanya dengan nada ketakutan dan menunduk tanpa berani menatap.
"Jack, musa, ryan dan kau dicky ikuti aku ke ruangan ku, sekarang." dengan suara dinginnya tanpa bantahan.
"Baik ketua." suara kompak mereka mengikuti ketuanya.
Masuklah mereka ke dalam ruangan bosnya, ruangan khusus yang memang hanya anggota khusus saja yang bisa masuk ke dalam ruangan tersebut untuk membahas sesuatu atau membuat rencana strategi.
"Jelaskan apa maksud dari laporan yang aku terima hari ini Ryan?" katanya dengan suara tegas namun mampu mengintimidasi semua orang yang ada di ruangan.
"Ya, saya sudah menyelidiki sekitar 1 minggu ini dan memang dia adalah penghianat ketua, dia bekerja sama dengan Tiger Black untuk memata-matai Red Dragon, sesuai juga dengan feeling dari Musa bahwa memang di anggota kita ada penghianat." jawab tegas Ryan.
__ADS_1
"Ck, sialan berani sekali mereka kirim mata-mata ke sini. Dan kau dicky apa kau tahu hal ini?" tanya Reza mengintimidasi anggota nya itu dengan aura dingin dan mata yang melotot seakan mau keluar dari tempatnya.
'glek, mampuslah aku. Dijawab salah gak di jawab makin salah' ucapnya dalam hati dengan keringat dingin.
"Ma maafkan saya ketua saya tidak tahu apapun." ucap nya pasrah jika memang harus di hukum.
BRAKKKKK..
Suara gebrakan meja "Kau, mau aku hukum dengan cara apa HAH? Apa saja yang kau lakukan sampai tidak tahu markas kita sudah 1 minggu di mata-matai oleh musuh!! dan kau juga musa, apa yang kau lakukan sebagai Ketua mereka untuk jaga markas dan anggota saja kau tidak becus." ucapnya dengan emosi sambil mengepalkan tangannya dan melotot ke semua anak buah kepercayaan nya itu.
"Maaf ketua atas kelalaian saya, saya siap menerima hukuman nya." jawab tegas musa yang memang tahu kesalahannya dan yang lain hanya diam tanpa suara karna mereka tahu bahwa ketuanya dalam mode on tidak bisa di bantah sekalipun.
"Aku akan menghukum kau dan dicky nanti, sekarang bawa penghianat itu ke dalam penjara jack dan untuk mu ryan hubungi kris dan tristan suruh mereka ke markas sekarang juga dan bilang sama kris pastikan penjagaan adikku di perketat." katanya.
"Baik ketua." ujar jack dan ryan lalu pergi meninggalkan ruangan yang mencekam itu.
"Lalu kau dan dicky, tunggu hukuman dariku." ucapnya sambil melihat ke anak buah kepercayaan nya dengan senyum menyeringai.
'habislah sudah' jawab mereka pasrah
Dalam penjara sudah ada 2 orang yang mereka tangkap sebagai penghianat untuk mematai Red Dragon. Tidak lama muncullah Ketua mereka dengan beberapa anggota kepercayaannya dan di sana sudah ada kristian yang terlihat cemberut karna harus meninggalkan belahan jiwanya di pesta ulang tahun temannya namun yang tidak bisa hadir cuma tristan yang memang masih di dalam ruangan operasi.
"Lepaskan, lepaskan aku dari sini. Tolong lepaskan aku, aku terpaksa tolong lepaskan." kata salah satu penghianat itu.
"Ck, melepaskan penghianat seperti mu jangan mimpi." ujar ketuanya dengan aura yang semakin gelap. "Katakan apa yang mereka suruh kepada kalian untuk mematai Red Dragon?" katanya.
"Aku tidak perduli mau nyawa mu atau adikmu dalam bahaya karna bagiku jika sudah berkhianat maka dia siap mati di tanganku."
"Jack, ambil belati emas kesayangan ku." pintanya kepada sang asisten.
"Baik ketua". ucap jack yang memang kalau di markas memanggil ketua sedangkan di perusahaan memanggil bos.
"Katakan kepada ku sekarang, apa yang mereka suruh kepada kalian." ujarnya dengan aura iblis yang sudah mode on.
Ruangan menjadi semakin mencekam dengan aura gelap yang makin membuat kuduk merinding.
"Ternyata kalian lebih memilih mati, pilih lah mau mati secara halus atau mati secara lembut." tanyanya dengan senyum menyeringai.
"Apa bedanya mati secara halus dan secara lembut jika keduanya sama-sama mati". ucap kris pelan sambil menggelengkan kepalanya melihat sang ketua.
"Diam kris atau kau mau menggantikan mereka." ucap jackob dengan nada dinginnya sambil melotot ke arah kris.
"Hais, kau ini tentu saja aku tidak mau mati muda apalagi belum menikah." jawab kris tersenyum namun di balas dengan pelototan semua sahabatnya.
"Baiklah.baiklah aku diam, ck begitu aja pada marah."
__ADS_1
"Jack, mana belati emasku" kata ketuanya.
"Ini ketua belatinya." sambil menyerahkan kepada ketuanya
"Mau lihat tarian pisau ku, percayalah tarian pisauku sangat Indah dan tajam." katanya.
"Ti tidak, jangan ampuni saya tolong ampuni saya."
"Sayangnya aku tidak punya rasa empati dengan air matamu." ujarnya yang mulai mendekat ke arah penghianat itu.
sreeeettt, sreeeettt, sreetttt..
Suara robekkan kulit yang di sayat-sayat tanpa henti.
AAakhhhhhhhh..
'suara teriakan yang menyaring ke telinga'
Setelah merobek-robek kedua pipi dan darah sudah mulai meluncur dari sana lalu pisau itu pindah ke jari-jari tangan..
AAaaakkkkhhhhh..
3 jari tangan dan 3 jari kiri langsung putus dari tangannya..
Semua anak buah dan anggota kepercayaannya hanya melihat dari jarak jauh sambil susah payah menelan air ludahnya dan banyak di antara mereka sudah ketakutan bergidik ngeri melihat sang ketua sedang menikmati permainannya dengan musuhnya itu.
"Bagaimana tarian pisau kesayangan ku hem, apakah indah sampai suara mu berteriak gembira seperti itu?" tanyanya
"Tolong ampuni saya, tolong." dengan suara menahan rasa sakit dan darah mulai bercucuran kemana-mana.
"Tidak ada ampun untuk penghianat." jawabnya dengan nada dingin. "Jack ambilkan pisau bedahku."
"Ini ketua". menyerahkan pisau bedah itu.
"Sekarang giliran tubuhmu yang akan merasakan pisau bedahku, apa kau mau menikmati nya lagi?" tanyanya yang langsung dapat gelengan dari korbannya.
"Ah, teryata kau setuju ya. Baiklah nikmati proses pembedahan ku yang cekatan ini" ujarnya terkekeh namun bagi yang lain itu adalah tawaan iblis yang sudah bangkit.
"Haisss, ada-ada saja apa ketua gak bisa bedain gelengan dan anggukkan jelas-jelas tadi dia menggeleng yang artinya tidak malah di kira jawabannya setuju sejak kapan gelengan kepala jadi anggukkan". kata kris yang tertawa pelan.
"Kris, sekali lagi kau tidak bisa diam maka kau yang akan kena bomku." jawab dicky yang dari tadi sudah cemas dengan hukumannya apalagi saat melihat sang ketua sedang bermain dengan korbannya.
"ck". jawabnya langsung diam dan melihat ke arah ketua nya yang sedang menikmati operasi bedah.
__ADS_1
Penjara Bawah Tanah Red Dragon (Tempat dimana para musuh dan penghianat di siksa).
...----------------...