Jodohku Mafia Kejam

Jodohku Mafia Kejam
Eps 31


__ADS_3

"Kenapa kau melihat wajahku seperti itu?" tanya dewi saat rangga melihat wajahnya dengan intens.


"Jangan geer nona, hanya saja saat aku perhatikan sedari tadi ternyata hidungmu sangat kecil, apakah kau selama ini bisa bernafas dengan baik?" ujarnya bercanda sebagai mengalihkan rasa debaran di jantungnya.


"Hey, tuan aneh apa maksud perkataan mu itu, apa kau menghina hidungku yang manis ini?" ketusnya.


Rangga terkekeh "Haha, manis katamu nona!! Kau terlalu percaya diri rupanya."


Bayu yang sedari tadi mendengar obrolan atasannya kepada seorang wanita cukup merasa aneh padahal selama dia bekerja dengan tuannya ini tidak pernah melihat tuannya bisa berbicara bahkan tertawa lepas kepada seorang wanita.


Dewi memutar bola matanya malas "Percaya diri itu baik apalagi memuji diri sendiri karna kita hidup bukan hanya menjalani garis kehidupan yang sudah di takdirkan oleh maha pencipta namun kita juga harus menikmati hidup dengan cara mencintai diri sendiri, jadi sesulit apapun kehidupan yang di jalani jangan sampai terbawa emosi yang berlebihan karna bisa berakibat pada mental seseorang dan itu tidak baik, maka dari itu kita harus mencintai diri sendiri terlebih dahulu lalu berjalan menikmati hidup ini dengan ikhlas agar hati dan pikiran menjadi rileks di situlah ketenangan dan kebahagiaan akan di dapatkan." ujar dewi yang tanpa sadar seperti sedang mencurahkan isi hatinya.


Rangga dan Bayu yang mendengar hal itu tertegun takjub dengan setiap kata dan kalimat yang keluar dari mulut dewi yang menurutnya sangat luar biasa karna bisa berpikir seperti itu.


Bukan hanya parasnya yang cantik namun ternyata ia juga memiliki pemikiran yang sangat bijak, gadis yang menarik. katanya dalam hati


"Ah maaf, sepertinya aku terlalu banyak bicara disini." ucapnya saat sadar dengan perkataannya.


Rangga tersenyum "It's oke no problem, aku suka dengan pemikiran mu itu".


Mobil sudah memasuki gang perumahan yang memang gang tersebut sangat kecil karna perumahan disana bukanlah perumahan yang terbilang elit hanya perumahan sederhana dan biasa. Sesampainya di depan rumah minimalis yang sederhana itu mobil pun berhenti.


"Terimakasih tuan rangga dan tuan asisten atas tumpangannya." ujar dewi menunduk hormat.


"Ya sama-sama nona, selamat malam." katanya dan dewi pu turun dari mobil tersebut.


"Selamat malam tuan, saya permisi masuk." mobil pun pergi dari area saat dewi sudah memasuki rumahnya.

__ADS_1


"Sepertinya tuan menyukai nona tadi?" kata asistennya yang memang sedari tadi melihat tuannya dan nona tersebut.


Rangga yang ditanya tersenyum "Sepertinya iya, baru kali ini aku merasakan ada getaran berbeda yang belum pernah aku rasakan." ujarnya sambil memegang dadanya (hatinya). Apapun itu rangga memang lebih terbuka dengan asistennya yang sudah ia anggap sahabatnya itu.


"Jika tuan memang menyukai gadis itu, kenapa tidak tuan ajukan diri saja untuk mengantar jemput dirinya?"


"Tidak bisa secepat itu bay, aku harus memakai strategi perlahan tapi pasti karna kalau aku terlihat buru-buru mengejar nanti umpan akan lari dan aku tidak ingin hal itu terjadi, apa kau paham maksudku bay?"


"Saya paham tuan tapi ada juga yang bilang jika terlalu lama akan di ambil orang lain" ujarnya yang langsung mendapatkan jitakan dari tuannya di belakang.


"Auuww.." pekiknya saat merasakan kepalanya di jitak kuat dari belakang.


"Kau ya, selalu membuat ku kesal apa maksudmu bay apa itu maksudnya kau juga menyukai dia? tanyanya yang melihat ke arah spion dengan tajam.


"Tidak tuan, saya tidak menyukai nona tadi tapi hanya mengingatkan tuan saja karna saya tahu nona tadi memang sangat cantik pasti banyak yang menyukai dirinya, jadi jika tuan bergerak lambat maka akan di ambil orang lain."


"Saya mengerti tuan ini biar di anggap natural ya, hehe." ujarnya terkekeh.


Rangga yang memejamkan mata sambil mendengar celotehan asistennya hanya tersenyum tipis. Mereka masih dalam perjalanan pulang karna arah rumah dewi memang berlawanan arah jadi mutarnya terlalu jauh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Berbeda di Negara B ada 3 pria tampan yang sedang melakukan perjalanan ke hotel untuk tempat menginap, mereka yang baru saja selesai melalukan misi harus segera pergi untuk istirahat karna sudah sangat lelah.


"Ternyata yang di bilang ketua benar, mereka memang menunggu kita di bandara dan bukan hanya ucapan selamat datang namun juga sebuah ledakan silahturahmi." ucap jack geleng-geleng kepala dengan semua sambutan dari musuh ketuanya.


Reza hanya tersenyum tipis "Maka dari itu kau harus lebih tahu secara detail jack kurasa kau sekarang sudah tua sampai bisa selengah ini." ketusnya pedas.

__ADS_1


"Ck, bahkan umur ketua dan aku saja masih lebih tua umur ketua." kesalnya di bilang tua. Memang hanya jack saja yang berani berkata seperti itu jika yang lain jangankan berbicara untuk mengajak ketuanya bercanda saja tidak berani.


"Kau berani jack?" ujarnya sambil melotot tajam.


"Mana berani ketua, baiklah saya minta maaf." katanya dengan cepat karna takut dapat hukuman meski ia tahu tidak akan di hukum berat.


"Ck, jika kau bukan anak angkat daddy dari dulu sudah ku gantung kau di tali yang di lingkari dengan kobaran api." ucapnya sadis.


Jack hanya diam saja tanpa berani menjawab lagi karna ia tahu perkataan ketuanya sudah mulai serius.


"Ryan, bagaimana apa kau sudah mengetahui dimana letak markas mereka? Tidak perlu pusatnya kita hanya akan menghancurkan beberapa cabangnya saja yang ada disini, karna sudah cukup selama ini aku diam memperhatikan mereka namun kali ini aku akan bertindak." unggahnya tegas dengan aura dingin dan gelap yang sangat pekat.


glek


Habislah kau Tiger Black, karna sudah membangunkan singa yang tertidur kini sudah bangun dan kelaparan. Bathin jack dan ryan.


"Sudah ketua, saya sudah mendapatkan beberapa titik kordinat dari beberapa cabang markas milik tiger black yang ada di negara ini, dan cabang markas disini ada 2 yang satu di wilayah barat dan satunya di wilayah timur. Jika di wilayah barat adalah markas persenjataan maka di wilayah timur adalah markas dengab beberapa barang ganja dan sabu miliknya." ungkap ryan panjang.


Reza tersenyum puas atas penjelasan dari ryan "Bagus ryan, kau bekerja dengan sangat bagus. Baiklah setelah besok aku dan jack selesai meeting dengan kolega perusahaan sorenya kita kumpul untuk membicarakan strategi untuk menghancurkan markas mereka." katanya dengan mengepalkan tangannya kuat.


"Baik ketua." jawab jack dan ryan kompak.


Mobil sudah sampai di hotel tempat mereka menginap malam ini, mereka juga sudah masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan beristirahat agar besok badan menjadi segar & yang di rencanakan ketuanya berjalan lancar meski hanya bertiga saja.


...----------------...


*See you next episode*

__ADS_1


__ADS_2