
Di sebuah unit apartemen yang sangat mewah dan terbilang elit yang memang di desain khusus oleh pemiliknya, ada seorang wanita yang sedang memandang ke arah luar dari tirai jendela ruang tengah setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, hari sudah mulai gelap sudah waktunya ia pulang ke rumah.
"Akhirnya selesai juga pekerjaanku, baiklah sekarang waktunya aku pulang ke rumah." ujarnya yang mulai melangkahkan kakinya ke arah pintu, ia sudah berganti pakaian persis pakaian yang ia pakai dari rumah karna tidak mungkin ia memakai pakaian pelayan saat pulang.
Setelah dewi keluar dari unit apartemen pria dingin yang di panggilnya bos ia menuju lift untuk turun ke lobby.
Ting
Pinti lift terbuka, ia melanjutkan langkahnya ke arah pintu luar jalan.
"Sudah malam begini, apakah ada bus yang lewat atau taksi?" gumamnya sambil melihat ke arah jalan. Sesampainya di halte ia menunggu bus sambil mendengarkan lagu favoritnya dengan handsetnya yang berjudul Fire-BTS biar semangat dan tidak mengantuk.hehe
Sementara di dalam mobil ada dua pria tampan yang baru saja pulang dari kantor. Namun tidak sengaja ia melihat ke arah halte yang berada di seberang & disana ada seorang wanita yang wajahnya cukup familiar seperti pernah bertemu.
"BERHENTI" Pekiknya kepada asistennya yang sedang mengendarai mobilnya.
Ciiitttt....
Tuk "Haisss, kau ini bisa tidak bawa mobil" ujarnya merasakan sakit karna benturan kepalanya mengenai jok kursi depan.
Melihat ke belakang "Maaf tuan, saya tidak sengaja karna tuan juga meminta berhenti secara tiba-tiba." ungkapnya
"Ck, kau ini bay selalu saja ada jawaban untuk membantah perkataan ku." ketusnya. "Bay, berhenti di dekat halte sana aku sepertinya pernah melihat wanita itu." ujarnya menunjuk sesosok gadis yang berada di halte.
"Baik tuan." langsung memutar arah karena memang jalanya berbeda arah dengan tempat ia berhenti dan halte tersebut berada di seberang.
Saat dewi sedang asik mendengarkan lagu favoritnya, ia di kejutkan dengan sebuah mobil mewah bermerek Maserati Levante Trofeo berwarna biru dongker yang berhenti tepat di depannya.
Dewi melepaskan handset di telinga nya & mengernyitkan alisnya bingung kira-kira siapa di dalam mobil tersebut, apakah dia akan di rampok lagi seperti sebelumnya tapi masa iya perampokan kali ini dengan mobil mewah. Banyak pertanyaan yang terlintas di kepalanya sampai pintu mobil itu terbuka keluarlah sosok pria tampan dengan setelan jasnya yang terlihat berwibawa.
"Ternyata kita bertemu lagi nona." ucapnya sambil jalan ke arah dewi namun dewi masih tidak mengenal siapa pria di hadapannya ini.
Pria itu yang melihat mimik wajah dewi yang terlihat bingung lalu berucap lagi "Ck, sepertinya anda lupa nona, saya adalah pria yang mencari toilet di toko butik Galery Rose waktu itu." ungkapnya.
__ADS_1
Pria yang sedari tadi berbicara adalah Rangga Hadley.
"Oh, ternyata anda pria aneh itu." ujarnya seakan gak perduli
"Wah, anda bilang saya pria aneh nona? Baru andalah yang bilang saya pria aneh selama ini tidak ada yang berani bilang diriku aneh." katanya yang sedikit kesal di bilang pria aneh.
Dewi tersenyum tipis "Baguslah kalau saya yang pertama berarti itu panggilan spesial buat anda tuan."
Deg
Jantung rangga tiba-tiba berdebar-debar saat wanita tersebut bilang bahwa itu panggilan spesial untuk dirinya, jujur saja banyak wanita yang mencoba merayu dirinya baik itu di perusahaan atau di luar perusahaan bahkan banyak kolega yang sering membawa wanita lain untuk di perkenalkan olehnya namun tidak ada satupun yang membuat dirinya berdebar-debar seperti saat ini namun berbeda dengan wanita di hadapannya itu cuma bilang panggilan spesial untuknya sudah membuat dirinya terpaku.
"Hah!! Anda bilang apa barusan, panggilan spesial? Ap-apa maksud ucapan anda itu nona?" tanyanya, jujur dia sangat gugup namun tetap mencoba menetralkan dirinya agak tidak terlihat sama sekali.
Dewi yang sedari tadi tidak melihat ke arah wajah pria tersebut, kini ia melihat jelas wajah pria itu.
Deg-deg..
Sial, matanya sangat Indah. ujar rangga saat matanya bertatapan.
"Enak saja anda bilang saya tuli nona, ck!! Tadinya saya mau memberi mu tumpangan karna saya tahu daerah sini tidak ada bus yang lewat bahkan taksi pun jarang melintasi jalanan ini tapi karna sikap jutek mu itu lebih baik saya urungkan saja niat itu." ujarnya
"HAH? ucapnya kaget langsung berdiri, pantas saja tidak ada tanda-tanda bus atau taksi lewat sedari tadi. "Kau serius tuan? Kau tidak bercanda bukan? katanya memicingkan matanya.
Rangga tersenyum tipis sangat tipis namun dewi tidak melihat itu "Ngapain saya bercanda atau berbohong kepadamu nona, memang anda tidak tahu sama sekali?" balik bertanya.
Dewi menghembuskan nafas pelan "Huhhft, saya baru pertama ke daerah sini karna ini hari pertama ku bekerja di daerah ini, jadi saya tidak tahu jika di sini sulit kendaraan." ujarnya lesu.
Ya, Reza memang sengaja mencari apartemen yang sedikit jauh dari ibukota jadi kendaraan yang masuk ke sana memang kebanyakan kendaraan pribadi sedangkan kendaraan umum sulit di cari jikapun ada harus jalan ke depannya lagi dan itu lumayan jauh juga.
Rangga yang melihat dewi cemberut jadi tidak tega apalagi memang ini sudah malam akan sangat bahaya jika seorang wanita pulang malam di jalan yang sepi.
"Ini kesempatan terakhir nona, bagaimana apa anda ingin saya antarkan pulang atau saya tinggal dan mungkin saja anda sampai pagi di sini." katanya dengan membuat pilihan.
__ADS_1
Dewi masih ragu dan tampak berpikir, apakah tidak masalah ia ikut tapi bagaimanapun mereka hanya orang asing namun benar kata pria itu bisa-bisa dia sampai pagi di sini. Rangga yang melihat keraguan dewi pun mengerti karna memang mereka juga belum berkenalan bahkan masih terasa asing.
"Saya tahu anda ragu nona, namun tidak perlu khawatir saya tidak sendiri di dalam ada asisten saya dan anda bisa terus memegang handphone anda jika saya berniat jahat maka anda bisa langsung telpon orang terdekat anda nona." ujarnya.
Dewi yang mendengar itu langsung mengangguk setuju "Hm, baiklah sebelumnya kita belum perkenalan diri bukan jadi setidaknya jika anda berniat jahat saya tahu nama lengkap anda, tuan aneh." ucapnya
Rangga yang mendengar itu terkekeh "Ya, baiklah nona!! Kenalkan nama saya Rangga Hadley nona, panggil saja rangga." menjulurkan tangannya.
Dewi membalas itu "Saya Dewi Belinda Queenara, panggil saja Dewi."
"Baiklah ayok masuk, ini sudah semakin larut dan tolong kasih tahu alamatnya biar asisten saya tahu dimana alamat anda nona." ajaknya masuk ke dalam mobil.
Setelah mereka masuk ke dalam mobil, dewi memberikan alamat nya ke asisten rangga.
"Bay, kita antarkan nona ini dulu ke rumahnya." ucapnya
"Baik tuan." jawabnya langsung menjalankan mobilnya.
Di dalam mobil tidak ada satupun yang berbicara, suasana terasa hening dan sunyi. Sampai rangga membuka obrolan kembali.
"Kalau boleh tahu, memang anda bekerja dimana nona kenapa pulang malam sekali?" tanyanya
"Saya hanya seorang pelayan tuan, saya bekerja di salah satu unit apartemen jadi saya bekerja pagi pulang malam dan memang tidak menginap." ungkapnya jujur.
Rangga menganggukkan kepala mengerti "Saran saya lebih baik jika anda pulang larut anda minta di jemput saja atau pesan taksi langganan karna di kawasan itu memang jarang ada kendaraan seperti yang saya bilang tadi nona."
"Baik tuan saya mengerti dan akan saya pikirkan besok pagi." ujarnya
"Ya lebih baik seperti itu, dan lebih bagus lagi jika kita bicara normal saja karna sedari tadi kita bicara terlalu formal." katanya terkekeh.
Dewi tersenyum "Baiklah rangga tuan aneh." kekehan dewi yang sukses membuat rangga terpesona.
Bahkan saat dia tersenyum dan tertawa saja sangat cantik ..!! bathin nya yang masih melihat wajah dewi.
__ADS_1
...----------------...
Terimakasih yang masih setia menunggu untuk episode selanjutnya. :)