
Syheril masih menggerutu atas tindakan Dhika, dilihatnya Dhika yang sedang mengemudikan mobil di sebelahnya, Dhika masih sedikit tersenyum dan kebahagiaannya terlihat jelas. Sementara Syheril merasa bingung dengan prilaku Dhika yang jauh berbeda sejak dia mengenalnya.
" Mau kemana ne?" Tanya Syheril cemberut memecah keheningan. Dhika lansung menoleh ke arah Syheril yang berada tepat di sebelah kirinya.
" Hmmm...Aku mau ajak kamu nonton gimana?"
"Gilaaa! nonton ! Yang bener saja, Aku baju pake babydol, sendal jepit ada tulisannya swaloow lagi, malu aku." Omel Syheril.
"Cantik kok. "
" Enggak! "
" Ya deh, terserah kamu aja mau kemana." Akhirnya niat Dhika pun kandas untuk ngajak Syheril nonton.
" Cari tempat yang enak aja deh, aku mau ngomong." Kata Syheril kemudian.
" Ok, sambil makan gimana? " Tawar Dhika.
Syheril menoleh ke arah Dhika yang ada si sampingnya dengan kesal. " Enggak Dhikaa, cari tempat buat ngobrol aja." Katanya lagi memperjelas.
" Iya ya, gitu aja marah. "
Dhika melajukan mobilnya menuju taman surya, disana memang tidak ada apa-apa. Hanya saja di depan balai kota Surabaya di sediakan tempat duduk yang nyaman, menghadap ke arah jalan raya, dan juga ada beberapa air mancur yang biasanya untuk bermain air anak anak.Terlihat ada beberapa orang yang berlalu lalang, memang tidak ramai seperti yang ada di dalam mall.
Beberapa orang sedikit menatap ke arah mereka, ada cewek cewek juga sontak kagum liat Dhika yang memang tampan, ada juga yang melihat aneh Syheril yang bernampilan apa adanya atau bisa di bilang lebih kayak.
' Pembatu sama majikan '😅
" Liat tu, orang-orang pada liatin aku , masak aku rembes gini kayak pembantu tau! " Gerutunya kesal.
" Biarin, kan jadinya enak cuman aku doang yang bisa melihat kalo kamu cantik." Rayu Dhika yang semakin membuat Syheril enek.
__ADS_1
" Gini deh! " Syheril mengubah posisi duduknya untuk lebih leluasa melihat muka Dhika, tapi 'Deg' jantungnya sedikit terpompa agak cepat melihat senyum manis Dhika.
" Dhika, plis deh jangan senyum kayak gitu."
Kata Syehril untuk menyamarkan sura jantungnya yang seakan ingin pindah di pelukan Dhika.
" Kenapa? manis ya?" Jawabnya PD.
" Gini deh Dhik, kamu ini kenapa sih, ujuk-ujuk baik kayak gini, Risih tau gak! "Kata Syheril dengan nada yang hampir tinggi.
" Hmmm." Dhika seakan berfikir untuk menjawab pertanyaan Syehril.
Dhika menunggu sekian detik, di tatapnya mata Syheril dengan senyum yang terlalu manis, hingga jantung syheril pun semakin tak kuruan.
Di raihnya tangan Syheril dan Dhika mengenggam kedua tangannya.
"Jujur ya Ril kayaknya aku suka sama kamu ." Jujur Dhika yang langsung membuat Syheril syok, matanya terbuka lebar.
" Kamu membak aku? " Tanyanya Heran.
" Bisa di bilang kayak gitu. "
" Sory ya Dhika, aku sudah punya pacar dan aku sangat menyayanginya!" Kata Syheril menegaskan.
" Mana? aku gak pernah liat?"
" OK, gini ya Dhik,maaf sebelumnya, kamu emang agak cakep tapi gak gampang gitu dong nembak cewek, kamu pikir semua cewek bakal suka di tembak kayak gini."
" Trus kamu mau di tembak kayak gimana?bilang aja! aku pasti lakuin kog pokok kamu seneng dan nerima aku."
" Duuh...Tapi aneh deh, jangan-jangan kamu ngerjain aku ya? secara kamu yang selalu..."
" Gini ril, entah percaya ato tidak, seumur hidup ku sampek segede gini aku belum pernah pacaran, dan baru kali ini aku perhatian sama cewek dan itu KA-MU."
Jantung Syheril semakin bekerja dengan cepat setelah mendengar kata Dhika, entah kenapa dia jadi deg-degan kayak gitu. Ada Rasa yang pernah dia rasakan kepada Roni. Rasa yang sama. Tapi anehnya ini terlalu mendadak.
__ADS_1
"Mungkin kesan awal kita memang buruk, ya kamu maklumlah aku ketua OSIS harus tegas, tapi beberapa bulan lagi kan aku sudah pelepasan dari tanggung jawabku dan aku akan selalu baik sama kamu. "
" Sory... Sory... Sepertinya ada yang harus di luruskan ini, maaf ya Dhika. Aku sudah punya pacar, dan aku sudah di jodohkan sama orang tua ku." Jelas Syheril, karna dia merasa Dhika sudah ngelantur dengan ucapannya apalagi dia tersenyum melulu dari tadi.
Dhika merasa senang, pikirnya Syheril juga setuju dan bersedia di jodohkan bahkan dia di panggil pacar oleh syeril,yang di pikirnya pacar yang di maksud Syehril adalah dia, padahal yang di maksud pacar adalah Roni,Dhika jadi berbunga bunga atas keasalah pahamannya sendiri.
" Kok malah seneng sih kamu ini. "
" Gini gini aku mau cerita sedikit. " Di genggamnya tangan Syheril kembali dan di tatapnya mata Sheril dengan penuh kelembutan. Dhika berubah jadi serius yang tadinya agak sedikit kalem.
" Saat aku SMP , papaku bilang sama aku kalo aku di larang keras pacaran. Kata papa aku sudah punya calon istri dan aku harus menerima itu, makanya aku sangat di wanti-wanti gak boleh pacaran. Takutnya nanti malah berat dan gak mau di jodohkan. Maka dari itu aku gak mau sekalipun ngelirik cewek-cewek yang ada di sekitar ku, bahkan aku tak tertarik sama sekali dengan mereka."Jelasnya panjang lebar.
" Ok aku paham, ya sudah bearti kamu gak bisa kayak gini kan sama aku?"
" Aku di JO-DOHKA, dan kamu di JO-DOHKAN dan kita memang jodoh."
Syheril gak paham kemana arah pembicaraan Dhika yang bertele-tele. Dia mencoba melepaskan genggaman tangannya. Tapi tak di ijinkan oleh Dhika.
" Jadi pas aku ketemu sama calon mertuaku aku baru tau kalo cewek yang di jodohkan itu adalah KA-MU."
Sontak Syeril kagetnya bukan maen mendengar apa yang di katakan Dhika, dia tak percaya. Tapi dia ingat orang tua nya pernah Ngajak dia ke pertemuan sama temennya ayahnya cuman dia gak bisa ikut lantaran dia lagi sakit, akibat kekunci di toilet sekolah..
" Ril, Syeril." Panggil Dhika yang tak ada jawaban dari Syheril." Kamu kenapa?"
" Aku cuman kaget aja. " Syheril melepas genggaman Dhika, Syheril diam tak percaya.
" Kamu gak seneng, kalo yang di jodohkan sama kamu itu ternyata aku? " Tanya Dhika dengan expresi yang mulai sedikit kecewa.
" Aku gak bisa ngomong apa-apa. Sekarang anterin aku pulang ya."
Dhika diam dan akhirnya Dhika pun menuruti permintaan Syheril, dia paham mungkin Syheril sedikit terkejut menerima kenyataan.
Sepanjang perjalana pulang Syheril hanya diam, Dhika pun jadi merasa kalo keputusannya memberi tau Syheril adalah hal yang salah.
---------------------------------------------
__ADS_1
Terimakasih banyak untuk yang sudah membaca novel ku sampai sejauh ini, 🙏 mohon maaf kalo masih banyak TYPO yang bertebaran dari bab 1 sampai sekarang,
Tetep dukung aku, jangan lupa like dan comen, terimakasih 😇🙆