
Tok...Tok...Tok....
Hampir larut malam ayah Syheril baru tiba di rumah Roni, Setelah beberapa kali mengetuk ibunya Roni akhirnya membuka pintu.
" Lho !!! " Ucap ibu Syheril dengan kaget melihat orang tua Syehril bediri di depan puntu rumahnya. " Syehril gak kenapa kenapa kan?" Lanjutnya kemudian.
" Jeng Roni ada, kami mau minta tolong. " Kata ibu Syehril memelas.
" Roni ?? ada apa ini? Masuk-masuk aja dulu. " Kata ibu Roni bingung. Akhirnya mereka semua masuk dan orang tua Syheril menceritakan maksud dan tujuannya datang ke malang, serta meminta tolong pada Roni.
" Mohon maaf ya pak, ibu. " Kata ibu Roni setelah mendengar semua tentang Syheril." Bukannya saya gak mau bantu, tapi Roni ini sedang di Jakarta."
" Kalo boleh saya hubungin Roni ya jeng. " Kata ibu nya Syehril.
" Boleh." Jawabnya." Tapi..."
" Kenapa jeng?"
" Kalo seandainya Roni tidak bersedia, saya harap kalian tidak marah dan tidak memaksa Roni, saya mohon kalian mengerti." Lanjut ibu Roni dan di jawab anggukan oleh ibu Syheril.
Akhirnya ibu Roni beranjak menuju Kamarnya untuk mengambil HaPe nya...
" Ini pake HaPe saya saja, Roni gak bakal menerima panggilan dari nomor tidak di kenal." Katanya dengan menyodorkan Hape dan langsung di terima oleh ayah Syheril.
" Biar saya saja." Ucap ayah Syheril.
Selang beberapa detik setelah di tekan no telpon roni akhirnya ayah Syheril tersambung Roni di sebrang sana.
" Hallo ibu, ada apa kog tumben malam malam telpon? " Tanya Roni heran.
" Hallo nak Roni." Roni terdiam mendengar suara laki- laki paruh bayah yang menggunakan nomer telponya.
" Roni , hallo " Sapa ayah Syheril kemudian dan masih belum ada jawaban dari Roni.
" Roni, ini saya ayah Syheril." Roni membulatkan matanya lebar mendengar pria itu bilang siapa dia.
" A.a...ayah."
" Iya, ini ayah , apakah kamu baik baik saja di sana?"
" Ada apa yah kok ayah menghubungi aku ?" Tanya Roni tanpa menjawab pertanyaan Ayah Syehril.
" Ayah mau minta tolong, kalo kamu gak keberatan. "
__ADS_1
" Minta tolong apa yah ?"
Sedikit ragu di awalnya untuk bicara, akhirnya ayah Syheril dengan gemetar menceritakan apa yang menimpa Syehril di hari pernikahannya dan meminta tolong Roni agar mau membantu memulihkan keadaan Syehril.
" AAPAAAAAHHHHHH????" Roni kagetnya minta ampun mendengar semuanya. " Astagfirullah. " Tuturnya.
" Ayah, sekarang juga aku akan pulang, aku langsung ke Surabaya ya yah." Kata Roni dan langsung menutup telponnya.
******
' Jakarta , cafe Vandy'
" Mau kemana loe ?" Tanya Vandy dengan memegang tanga Roni yang hendak pergi.
" Pulang, Syheril butuh gue." Katanya singkat dan langsung menghentakkan tanganya agar terlepas dari Vandy.
Vandy melihat Roni berlalu dan pergi cefenya dengan buru-buru. Roni berlari dan menuju parkiran, dia masuk ke mobil sedan bewarna hitam, dan langsung menuju bandara untuk memcari tiket penerbangan pertama saat itu.
Sementara Vandy sedikit kesal di tinggal oleh Roni.
"Syheril lagi Syheril lagi.... bukannya udah nikah tu cewek, masih aja gangguin temen gue. " Gerutunya.
Roni berlarian di bandara, dari satu loket maskapai ke maskapai lainnya untuk mencari penerbangan pertama namun usahanya sia-sia saat itu, semua tiket habis. Tapi masih sisa di jam empat subuh. Dengan sangat terpaksa Roni mengambil penerbangan itu, sekarang waktu menunjukkan jam 11 malam, kurang sekitar 5 jam lagi untuk penerbangannya.
Roni tersadar jam setengah Tiga, dia mulai mengucek matanya dan berjalan mencari musholah.
setelah bertanya kepada satpam akhirnya dia menemukan tempat ibadanya, dan segera Sholat tahajud malam itu.
" Ya ALLAH, beri kebahagiaan Syheril dunia akhirat. Hamba mohon, andaikan yang mengalami kecelakaan adalah hamba, mungkin Syheril tak akan seterpuruk saat ini."
" Ya ALLAH, hamba mohon kuatkan hati dan pikiran Syheril, dan biarkan dia bahagia ya ALLAH. " Lanjutnya.
" AMIN "
******
' Jam 7 pagi di pagi Syheril'
Roni yang langsung pergi ke rumah Syehril saat menginjakkan kakinya di Surabaya. Kini telah berada di depan rumah Syheril, di lihatnya dari luar pagar Syheril duduk di kursi rodanya, dengan pandangan kosong dan kurus. Air mata Roni tanpa sadar telah menetes melihat gadis yang paling di cintainya dalam keadaan terpuruk.
Dengan langkah goyah Roni menghampiri Syheril. Egi dan Syasya yang menemani Syheril awalnya sempat bingung siapa cowok itu, tapi kemudian mereka sadar mungkin cowok itu adalah Roni.
Roni sudah duduk di hadapan Syheril, dengan meneteskan air mata di menakupkan kedua tangannya di kedua pipi Syheril yang sudah tidak setembem dulu.
__ADS_1
" Syheril." Panggilnya hingga menangis terisak, sampai dia tak sanggup melihat keadaan Syehril, dan meletakkan kepalanya di pangkuan Syehril. Syehril merespon Roni, dia melihat Roni. Yang tadinya pandangannya sangat kosong kini dia menundukkan kepalanya melihat Roni yang bersipuh di kedua kakinya.
Egi, yang memang sedari awal pingin ketemu sama Roni ini, ikut meneteskan air mata melihat Roni yang masih terlihat sangat menyayangi adik sepupunya itu.
Egi terbawa perasaan dan memeluk Syasya karna tak kuat menahan haru..
-
-
-
-
-
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
-
-
-
-
__ADS_1
-