Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
" syok! "


__ADS_3

 


Shyeril melambai-lambaikan tangannya di pinggir jalan, berharap ada taxi yang mau berhenti atau paling gak dia berharap dapet tumpangan. Pasalnya ini sudah siang,dilihatnya jam tangan di tangan kirinya, Syheril bingung,dia gak mau lagi telat masuk sekolah. ini sudah kesekian kalinya, Dulu mah dia cuek, tapi sekarang dia lebih memikirkan perasaan Dhika, Dia gak mau Dhika bingung untuk memberikan hukuman padanya.


" Ya ampuun.... susah banget sih. " Gerutunya dengan gurat khawatir di wajahnya, Tiba-tiba ada kendaraan yang berhenti depan di depanya, Syheril tersenyum karna akhirnya ada orang yang mau menolongnya.


 Tapi senyum Syheril tiba-tiba mengilang bagaikan di telan bumi.


" Hay." Sapa si penggendara motor dengan suara yang agak berat.


" Haa...haa...hay. " Jawab Syheril terbata-bata setelah mengetahui orang itu adalah Roni..


"Mau nebeng aku?"


Syheril hanya terdiam, tak sanggup bicara, baru saja dia bisa move on dari Roni dan tiba tiba dia ada didepan mata.


" Ayok!" ajak Roni, dan langsung bisa memecahkan lamunan Syheril. "Nanti kamu telat lho!" Lanjutnya.


Dengan sangat terpaksa Syheril naek ke motor Roni, tapi tidak seperti biasanya, Canggung , Bingung , semua mereka rasakan...Biasanya tangan Syheril yang suka rela dan senang hati merangkul punggung Roni dari belakang, sekarang dia hanya bisa menatap punggung itu. Keheningan pun terpecah saat mereka sudah ada di depan pintu gerbang sekolah.


" Idah sampek Ril." Kata Roni.


Syheril langsung tersadar dari lamunanya, dan segera dia turun dari motor Roni . " Makasih." Katanya pelan. Roni langsung pergi tanpa sepatah kata pun. Syheril yang masih sedikit syok dia mulai membalikan badannya dan berjalan ke arah kelas.


Sesampainya di kelas Syheril masih belum bisa melupakan bayangannya tadi, masih di ingatnya dengan jelas wajah dan ekspresi Roni.


" Kamu kenapa? "Tanya Syasya yang melihat sahabatnya iti bertingkah tidak seperti biasanya.


" Tadi aku ketemu Roni, dia ngasih tumpangan ke aku, dan mengantarku " Jawab Syheril datar.


" Haaaa!!!! seriusan kamu Ril?" Tanya Syasya seakan tak percaya " Trus trus, dia ngomong apa?" Lanjutnya.


Syheril hanya menjawab dengan gelengan kepala. Syasya menepuk nepuk punggung Syheril , " kamu jangan tergoda ya Ril, kasian mas Dhika " katanya lagi


" enggak, aku juga udah sayang sama Dhika, cuman aku kaget aja tadi." Jelasnya. Sampai akhirnya pelajaran pun di mulai, Syheril tak bisa konsen sama sekali. Tak di dengarkannya guru yang sedang mengajar di depan kelas itu.


***


Saat istirahat sekolah terlihat Shela mondar mandir depan ruang osis, sedikit dia clingikan dan matanya seakan mencari seseorang.


 

__ADS_1


" Ngapain ?" Tegur Rendi yang memang berniat memasuki ruang OSIS.


"Dhika mana?"


" Ada tu di lapangan lagi gladih resih."


" Ok ok makasih." Katanya dan langsung berlalu menyusuri koridor, Rendi hanya gedek gedek ngeliat Shela , pasalnya usahanya itungak pernah padam biarpun si Dhika uda punya Syheril.


Shela masih mencoba mencari Dhika, matanya menjelajah keseluruh lapangan, dia juga sedikit menyipitkan matanya karna panas sinar matahari. Akhirnya dia menemukan Dhika, dia langsung berlari menuju Dhika, dengan ngos ngosan akhirnya usahanya berhasil, dia berdiri di samping Dhika.


" Dhik. " Sapanya sembari mengatur nafas. Dhika langsung menoleh ke arahnya. " Ada apa? "


" Ini." Syasya menyodorkan HaPe-nya ke Dhika. Dhika pun mengabil HaPe itu biarpun sedikit bingung dengan maksud Syheril, Dhika melihat layar HaPe nya Shela dan dia langsung berubah jadi dingi.


"Kirim ke aku. "katanya sambil berlalu.


" Ok " Shela pun mengirim foto yang ada di HaPe nya, Dia merasa senang, berharap itu akan berpengaruh besar kepada Dhika.


Dhika mencari Syheril di kelasnya dan dia langsung nemu Shyeril disana lagi ngobrol sama Syasya.


"Ril, bisa ngomong bentar gak ?" Panggil Dhika pelan.


" Ok, ayok " Syheril berusaha santai dan menutupi kegelisahannya. Sebenernya si Syheril sendiri juga takut kalo Dhika melihat dia pagi tadi.


" Kamu sudah makan?" Tanya Dhika pelan, dia gak mau kemakan omongan Shela atau langsung percaya dengan apa yang Shela tunjukan ke dia.


" Enggak, aku gak lapar. " Jawab Syheril." Mau ngomong apa kamu ?" Tutur Syheril penasaran.


" Semalem tidurnya nyenyak ?" Tanya Dhika, karna dia juga bingung mau tanya gimana sama Syheril,


' *Si*al gimana ngomongnya ini, kira-kira dia marah gak ya..' batin Dhika dalam hati,


" kamu mau ngajak aku ngomong apa? kok bingung gitu ?" Tanya Syheril semakin bingung melihat tingkah Dhika.


" Hmm.... Tadi pagi naek apa? gak kesiangan ?" Pertanyaan Dhika langsung membuat Syheril gemetar, tapi Syheril menarik nafas, ' gimanapun juga aku harus jujur' kata Sheril dalam hati.


" Sebenernya tadi pagi aku hampir telat, biasa tukang ojek on.line ngaret melulu kerjanya. "


" Trus ?"


"Dijalan ada tragedi ban bocor pula." Syheril semakin kesal mengingat kejadian tadi pagi,

__ADS_1


"trus??"


"aku mencoba nyari taxi gak ada, angkot juga jarang banget, trus tiba-tiba. ." Syheril menghentikan critanya ....


" Tiba tiba apa?" Dhika menahan emosinya,


" Roni datang entah dari mana, dia tawarin aku nebeng, aku juga gak mau telat sekolahnya,jadi aku nebeng DI-A " Syheril melihat tatapan mata Dhika.Syheril langsung memegang tangan Dhika.


" Cuman nebeng doang kok , kamu jangan marah." Kata Syheril sembari merajuk.


" Kalian sepertinya memang jodoh ya. " Kata Dhika sedikit murung.


" Jangan ngomong gitu kamu, serius aku gak ada apa apa sama dia, tolong hargai kejujuran ku Dhika, aku sama sekali gak suka kalo kita gak bisa saling percaya. " Dhika hanya diam.


" Tetep ngembek ni." Goda Syheril dan Dhika tidak menanggapinya..


" Gini ya Dhik, bukannya aku mau belain Roni, Kamu gak perlu cemas Roni tu orangnya simple , dia udah ngelepasin aku ya udah, Kamu juga jangan lupa kalo bukan karna Roni kita gak bakalan bisa kayak gini.


Roni yang ngasih kesempatan ke kamu, dan kamu jangan sia siakan itu, aku gak suka hubungan yang kurang kepercayaan." Syheril mencoba ngomong ke Dhika dengan pelan, Dhika semakin diam


'Roni memang beda dengan cowok kebanyakan, harusnya aku gak cemburu dengan dia, harusnya aku bisa lebih belajar dari Roni. Disini kalo aku jadi Roni pun ,mungkin aku gak akan bisa melepas Syheril. ' Pikir Dhika dalam hatinya.


Dhika langsung memeluk Syheril, Dia merasa bersalah hampir saja dia kemakan foto foto yang di tunjukan Shela, untung saja dia tidak marah dengan membentak-bentak Syheril.


"Maafin aku. " Kata Dhika. " Aku mungkin tak sebaik Roni dan tak setegar Roni, aku cuman gak mau kamu jatuh cinta lagi sama dia. " Lanjutnya.


" Jujur Dhik, gak mudah buat aku ngelupain Roni ,tapi aku sudah mulai menyayangimu. Aku gak pingin kehilangan orang yang aku sayang lagi, untuk Roni aku sudah iklas, "


Dhika melepaskan pelukannya,kedua tangannya membekap kedua pipi Syheril dengan erat hingga bibirnya Syheril sedikiy monyong ke depan.


" Aku percaya sama kamu 100% , dan mulai hari ini aku gak bakalan marah kalo kamu masih mau berteman dengan Roni., dia orang baik. " Kata Dhika sambil memainkan pipi Syheril.


Syheril hanya tersenyum tipis, Dhika belajar bijak dalam hal cinta, yaa karna dia selama ini belum pernah pacaran, cemburu, takut kehilangan dan lain lain.


Dhika hanya bijak dalam masalah organisasi dan pelajaran saja. kini telah mengenal cinta.


-----------------bersambung --------------


Gimana nie readers, masih ada milih Syheril sama Roni gak, ato ada yang sudah berubah haluan nie, kalian lebih setuju Syehril sama Dhika.


Jangan lupa vote ya...

__ADS_1


makasih ya readers 😇😇😇


__ADS_2