Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
' Cemas'


__ADS_3

 


Setelah dia memberanikan diri untuk menerobos masuk Rumah Roni, akhirnya Syeril menemukan Roni yang sedang tertidur di kamarnya , tapi setelah di lihat wajahnya pucat pasih.


" Roni kenapa?" Tanyanya dalam hati, dengan langkah pelan Syheril menghampiri ranjangnya, Dia membungkam mulutnya dengan kedua tangannya sendiri. Syheril duduk di samping tempat tidur Roni, matanya mengeluarkan air mata yang cukup deras.


 


" Buk, Roni kenapa?" Tanya Syheril pada ibu Roni yang masih mematung di pintu kamar Roni. " Apa yang terjadi buk? " Tanya Syheril lagi karna masih belum mendapat jawaban dari ibu Roni.


Ibu Roni hanya menangis, menangis ,dan menangis. Akhirnya ibu Roni menghampiri Syheril dan bercerita.


" Waktu itu ,Roni dari Surabaya katanya dia kangen sama kamu, pingin keyemu kamu atau hanya sekedar melihatmu dari jauh untuk mengobati rasa kangennya, sepulangnya dari sana Roni memang agak diam, tapi masih wajar." Ibu Roni membasuh air matanya.


" Tapi lama-lama bukan hanya diam, dia juga mulai tidak nafsu makan, dia sering sakit-sakitan, tiap malam dia selalu mengigau nama kamu, ibu sering lihat dia mengigau tapi kalo paginya kalo ibu tanya katanya cuman mimpi biasa."


" Sampai akhirnya dia sakit, dia sudah berusaha melupakannmu tapi hati dan pikirannya tidak bisa bekerja sama, semakin hari dia semakin mengurung diri, sampai akhirnya dia seperti ini." Jelas ibu Roni panjang lebar.


" Kenapa ibu gak ngabari saya ?" Syheril setengah membentak ke ibu Roni.


"Roni melarang ibu waktu itu, dia bilang tidak mau menggangu kebahagianmu , dia juga memblokir nomer kamu lalu menghapusnya. " Jelasnya lagi.


" Kita bawa ke dokter buk!"


" Percuma, kalo dia sadar dia akan brontak dan triak- triak minta pulang."


Syheril semakin sedih, di lihatnya kembali Roni, dan Syheril juga baru sadar sedari tadi Roni memeluk pigora yang berisi foto dia dan Roni pas waktu masih pacaran. air mata Syheril semakin bercucuran.


Tuut....Tuut....Tuut....


" Assalammualaikum. "Kata Syheril setelah telponnya di angkat dari sebrang


" Kumsallam." Jawabnya." Gimana? Roni baik baik saja?" Tanya Dhika di sebrang telpon.


"Dia sakit, badannya demam, dia juga gak ikut ujian sekolah, dari tadi aku di sini dia juga belum bangun." Jelas Syheril kwawatir, dan Dhika bisa merasakan kecemasan Syheril.


" Kamu sudah makan?"


"ulUdah, "


" kamu nginep sana aja, aku sepenuhnya percaya kok sama kamu. " Dengan berat hati Dhika menyuruh Syheril menginap walaupun hatinya juga cemas.


" Aku...."


" Kamu jangan khawatir, aku baik baik saja, kasian Roni, tapi ingat ya Syheril aku disini menunggumu." Sela Dhika

__ADS_1


Syheril menganggukan kepalanya." Makasih Dhika, aku sayang kamu." Ucap Syehril


***


 


Syheril masih mengompres badan Roni yang panas, di lihatnya lagi wajah Roni , yang tak seperti dulu. Kusam sedikit ada rambut-rambut kecil di dagunya.


 


" Ron, bangun." Kata Syheril dengan mengelus elus rambut bagian depan Roni.


" Ron, aku dateng kesini buat menuhi janji ku, aku akan ngasih kamu semangat Roni, kamu bangun dong jangan tidur melulu." Lanjutnya kemudian.


" Dokter bilang Roni ini sudah gak ada semangatnya, biasanya kalo orang sakit selain obat dia juga butuh semangat untuk sembuh, tapi Roni sepertinya pasrah." Kata ibu Roni yang baru saja memasuki kamar Roni dengan membawa, nampan yang berisikan 2 porsi makan yang salah satunya adalah bubur untuk Roni.


" Ini, kamu makan, dari tadi kamu belom makan." Ibu Roni memberikan nampan itu kepada Syheril dan di letakannya di meja yang ada di samping tempat tidur.


"Ibu tinggal dulu ya, kamu jaga Roni, ibu percaya nanti dia kalo bangun pasti seneng liat kamu. "


Syheril mengangguk, ibu Roni pun sudah berlalu pergi entah kemana.


" Ron bangun , kalo kamu gak mau bangun aku pergi. " Kata Syheril ngobrol sendiri.


" Bu! ibuu. " TriaK Syheril memanggil ibu nya Roni.


" Ada apa Syheril ?" Ibu Roni kagetnya setengah mati, takut kalo ada apa - apa dengan anaknya.


" Gak bisa gini buk, panggil ambulans kita bawa dia ke rumah sakit. " Kata Syheril semakin cemas.


" Nanti kalo dia sadar dia bakal berontak Syheril, itu malah akan menyakiti dia."


"Aku yang jamin buk, kalo sampek ada apa-apa aku yang tanggung jawab ." Kata Syheril dengan tegas.


Tak menunggu persetujuan dari ibunya Dhika, Sheril langsung menghubungi '112'


Setelah itu Syheril mengabari orang tuanya. Tak lama kemudian ambulans datang dan membawanya ke rumah sakit terdekat.


****


 


Roni sudah terbaring di rumah sakit, tepasang dengan selang infus, ibu Roni menemaninya di dalam ruang rawat inap, sementara Syheril diluar sedang telfon.


" Ini barusan saja ke rumah sakit." Kata Syheril pada orang di sebrang telpon yang tidak lain adalah Dhika.

__ADS_1


" Kamu sudah makan?" Tanya Dhika.


" Belum. "


" Makan dulu gih , nanti kamu juga sakit malah bingung yang di sana. "


" Iya, bentar lagi aku makan."


" Maaf ya aku gak bisa kesana, aku gak bisa liat kamu sama Roni."


" Maksudnya apa ini, aku sama roni?" Tanya Syheril karna mendengar ucapan Dhika.


" Enggak gitu, biar aku doa dari sini, aku doain si Roni cepet sembuh dan kamu cepet pulang. " Kata Dhika.


" Besok aku pulang. "


" Jangan, tepatin dulu janjimu sama Roni, kalo tidak aku akan merasa bersalah seumur hidup. "


" Makasih buanyak Dhika, kamu baik sekali. percayalah hatiku akan selalu buat kamu."


mereka menutup telpon, Dhika merasa berat setelah menutup telpon dia gak tau apa yang dia kalukan ini sudah benar ato tidak dengan membiarkan Syheril menemani Roni.


" Ya ALLAH jangan biarkan aku jadi egois. " Ucapnya dalam hati.


Sementara itu di rumah sakit, Syheril mendengar triakan dari ibunya Roni,


" Roni jangan nak, jangan."


" Dokter tolong,dokter ."


" Roni jangan seperti ini nak. "


Syheril langsung masuk dan melihat Roni seperti orang yang mengamuk, Dilihatnya Roni sedang berusaha melepas infus dan berontak. Syheril seakan tak percaya melihat Roni seperti itu.


" BIAR KAN SAJA BUK ! BIAR KAN SAJA DIA, KALO DIA INGIN MATI BIARKAN SAJA. "


Triakan Syheril langsung membuat Roni diam, dia mengenali suara itu, suara orang yang paling di sayangnya. Di tolehnya Syheril yang berada di ambang pintu. Mata Roni berkaca kaca seakan tak percaya itu Syheril


----------------* bersambung*-------------


Ingat ya jangan lupa like and coment


terimakasih atas dukungannya.


 

__ADS_1


__ADS_2