
Semalaman penuh Syheril tidak bisa tidur, ingin sekali dia menggedor pintu kamar ayah ibunya tapi dia tak berani. Setelah keluar masuk kamar berulang kali dia semakin frustasi.
' bisa bisa nya ayah ibu gak ngomong ke aku '
Gerutunya masih di depan kamar mondar mandir. Tak lama kemudian HP Syheril berbunyi, tidak nyaring tapi cukup mengundang perhatiannya, Dia pikir Dhika bakal telpon malam-malam gini buat memelas minta maaf atau merayunya lah dan lain- lain.
Tapi ternyata pikirannya itu salah, 'RONI ' diejanya nama yang muncul di layar HPnya
" Hallo." Shyeril menganggkat telpon dengan memegang dadanya. Jantungnya berdetak cepat. Maklumlah, sudah seminggu lebih mereka tidak komunikasi sama sekali.
" Kog belum tidur? " Tanyanya santai.
" Belum ngantuk."
"Udah malam tidur gih."
"Kamu telpon aku cuman buat nyuruh aku TiduR? gak kangen sama aku? gak pingin ketemu sama aku? " Cerca Syheril kesal dengan orang di sebrang sana.
" Kamu kan sudah punya tunangan sekarang, aku cuman telpon sebagai sahabat kamu aja dan...."
" Aku kangen sama kamu RONI, Rindu Banget." Potong Syheril memelas. Berharap di sebrang juga melontarkan kata kata yang sama.
" Kamu gimana? tunangan kamu baik? ibu sama bapak gimana? mereka sehat? "
" Aku kangen sama kamu Roni." Sela Syheril lagi, Hatinya sangat nyesek, biasanya Roni akan balas dengan kata-kata manja yang sama tapi sekarang dia sama sekali tidak menjawab ungkapan Syheril.
Roni mematika telpon Syheril secara sepihak, Syheril semakin sedih, ' tau gitu gak usah telpon .' Gerutu Syheril sambil menangis. Sementara Roni sudah gak kuat mendengar suara Syheril yang manja, yang biasa manja sama dia, yang biasa minta perhatian sama dia, yang biasa minta peluk. Roni menyesal telpon Syheril, itu malah membuatnya semakin gak bisa melepas Syheril.
***
Pagi 06:00 WIB
" Ayah ibu, semalem Dhika ngomong sama aku kalo dia adalah calon suami ku." Tanya Syheril sedikit emosi dan memicingkan matanya melihat ayah ibunya bergantian.
"Iya." Jawab ayahnya ringan.
" Kog gak bilang dari awal?"
" Dhika sendiri yang pingin ngomong sendiri sama kamu. "
__ADS_1
" Dia baik kog Ril, dia juga bilang kalo dia sebenernya juga suka sama kamu, cuman takut ..."
" Takut??? "
"Iya dia takut jatuh cinta soalnya dia belum tau kalo kamu memang jodohnya, kalo udah tau gini, dia malah semakin suka tu kayaknya. " Jelas ibunya.
" Ibu ini! Jodoh itu dari ALLAH , gak ada yang tau buk. " Bantahnya dan ibunya hanya tersenyum.
" Roni sama Dhika itu sama sama baik, kalo salah satu dari mereka adalah jodoh yang di kasih ALLAH untuk kamu, ibu iklas." Kata ibunya.
"Syheril, ayah minta sama kamu, tolong jalanin dulu sama Dhika, kalo memang Dhika gak bisa buat kamu nyaman, kami tidak akan memaksamu untuk melanjutkan perjodohan ini, cuman ayah minta kasih kesempatan Dhika buat dapetin hati kamu, tapi kalo gagal ayah yang akan bertanggung jawab kepada temen ayah tapi kalo kamu bisa bahagia sama dia anggap aja itu bonus atas pengorbanan mu demi ayah. " Penjelasan ayah Syeril sangat di pahami oleh Syheril dan sangat di terima oleh syheril.
" Tapi ingat, kamu harus bener-bener kasih kesempatan." Kata ibu Syheril mengingatkan dengan tegas. Syheril diam, tapi dia berfikir kalo orang tua nya ini cukup bijak.
***
Terlihat di depan gerbang sekolah ada beberapa pengurua OSIS yang sedang melakukan sidak dadakan seperti biasa, Dhika berdiri di bibir pintu gerbang,dia sengaja menunggu Syheril disana, Senyum di bibirnya mulai merekah ketika melihat Syheril turun dari ojek.
Syheril yang melihat Dhika di sana, jadi teringat kata kata orang tuanya, ' kasih kesempatan '
Syeril tersenyum tipis, berjalan mendekat ke arah Dhika . " Tadi aku mau jemput kamu, tapi takutnya kamu masih marah. " Kata Dhika setelah Syheril telah berdiri depat di depannya.
" Hey!" Sapa Syasya dengan menepuk kedua pundak Syheril dari belakang " Tumben akur ne mas Dhika sama Syheril." Canda Syasya.
" Apa.an sih."
" Udah gak usah malu malu, kita udah tau kok." sambung Rendy kemudian, Syheril langsung menoleh ke arah Dhika, dengan pandangan memastikan, dan hanya di di balas anggukan saja olehnya.
" SYHERIL..! " Triak orang di sebrang sana memanggil Syheril, sontak Syheril dan mereka semua menoleh ke arah suara itu berasal.
Syheril terkejut sangat Syok. Tapi kagetnya itu tergantikan dengan senyumnya yang lebar, Dhika bingung siapa yang orang itu,
" Bentar ya." Syheril meninggalkan semua orang lagi ngobrol dengannya,dia berlari dan menyebrangi jalan. Di hampirinya orang itu.
" RONII" Sapanya dengan senyum lebar, dan Syheril pun langsung memeluk Roni dengan penuh kerinduan. Dhika saat ini sudah menyipitkan alisnya melihat adegan yang sangat tak terduga itu, Dhika diam tanpa kata. Emosi,pasti. Terluka, Sangat. CEMBURU lebih tepatnya.
Roni mengambil kedua tangan Syheril yang masih memeluknya dan sedikit merenggangkan badan Syheril.
" Mau bolos? " Roni memberikan tawaran yang langsung di angguki oleh Syheril, tanpa pikir panjang.
Dengan cepat Syheril pun naik ke motor Roni, dan dengan sigap memeluk Roni dari belakang. Mereka pun pergi berlalu meninggal kan KECEMBURUAN yang masih sangat membakar hati Dhika. Syheril mungkin lupa akan keberadaan Dhika, mungkin saat ini posisi Dhika di hati Syheril masih sangat kecil, dan itu yang membuat Syheril tidak menyadari keberadaan Dhika.
__ADS_1
" Kamu kenal Sya? " Tanya Rendy mewakili Dhika karna dilihatnya temennya itu lagi terbakar api cemburu yang tak kunjung padam.
" Hmm...Kalo gak salah inget, Syheril pernah cerita punya pacar, Pacar yang sangat di cintainya. Terlihat jelas kan gimana Syheril bahagia ketemu dia, sampek sampek dia bolos sekolah, padahal sudah nyampek disini. " Penjelasan Syasya semakin membuat Dhika emosi.
" Dan mas Rendi liat gak? duchh romantisnya naek motor terus peluk dari belakang, aduch... indahnya. " tambahan Syasya semakin membuat Dhika tak bisa menahan emosii
" DIAAAAMMM." Triak Dhika,kemudian dia pergi meninggakan kakak beradik, Dhika kalut pikirannya sudah melayang kemana kemana, apalagi tambahan Syasya semakin membuatnya Geram.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung
Ada yang setia baca karyaku sampek sini gak?? 😁
Gimana nie menurut kalian, apa tindakan Syehril itu adalah tindakan yang wajar, kalian mungkin punya pendapat pribadi nie tentang Roni, Syehril dan juga Dhika.
Sebagian dari kalian pasti ada berpihak ke pada Roni atau malah berpihak sama Dhika yang baru dateng di kehidupan Syheril.
Di tunggu ya kelanjutannya pasti bakal seru.
di jamiin 👌
Jangan lupa like and coment yang pasti sangat membangun motifasi ku.
terimakasih banyak ya.
__ADS_1