
Tok...Tok...Tok....
"Assallammualaikum... buk, ibuk. " Triak Roni dari luar pintu rumahnya yang lama tak buka buka setelah dia mengetok berkali kali.Tapi setelahnya terdengar suara knok pintu terbuka.
" ROONII " Seru ibu nya langsung memeluk Roni dengan erat, air matanya keluar begitu saja. Anak yang di rindukannya kini sudah di depan matanya. Setelah 3 tahun lebih anaknya tak pulang, dengan alasan apapun tapi kini anaknya pulang demi Syheril.
" Ibu sehat??"
" Seperti yang kamu lihat nak, ayok masuk. "
Mereka langsung masuk dan ibu Roni mengambilkan minum untuk anaknya.
" Kamu sudah ketemu Syheril??"
" Sudah buk. " Jawabnya enteng dengan menyandarkan badannya di sofa.
" Kamu ini, kalo ibu yang nyuruh pulang gak pernah di turutin, giliran Syehril... "
" Yang penting Roni sayang sama ibu, kalo urusan Syehril beda buk." Sela Roni langsung memeluk ibu nya erat.
" Ibu kog gak kabarin aku apa yang terjadi sama Syheril?"Ttanya Roni kemudian.
Ibu Roni mengambil nafas panjang sebelum menjawab. " Ibu cuman gak mau kamu terjerat lagi sama Syehril, iya kalo ending nya dia masih cinta sama kamu kalo enggak ? lah anak ibu sendiri sampek sekarang aja gak bisa move on dari Syheril." Jawabnya.
" Iya deh buk, ibu paling paham hati aku, tapi memang bener aku gak bisa lupain Syehril, mungkin ini sudah takdir ALLAH buk." Roni langsung berdiri.
" Kemana?"
" Istirahat buk, capek aku." Kata Roni sambil memijat-mijat leher bagian belakang.
" Ya sudah sana."
Roni langsung pergi ke kamarnya. kamar yang sudah lama tak ia pakai selama 3 tahun lebih dan masih sama tak ada yang berubah, bahkan masih ada foto Syheril yang terpampang di meja samping tempat tidur. Diambilnya foto Syehril dan di lihatnya, dulu Syheril begitu ceria dan bisa menggoda banyak cowok, tapi sekarang dia lemah, kurus.
Melihat mata indah Syehril dalam foto membuat Roni teringat kembali masa lalunya. Masa-masa indah yang terus membayanginya. Lalu diambilnya foto Syehril yang lain dan dia tersenyum melihatnya.
Aku akan buat kamu kembali ceria seperti dulu Syheril, aku akan buat kamu bahagia.
__ADS_1
Roni membawa kedua foto Syehril dalam pelukannya dan tidur bersamanya.
*****
Surabaya
07:00 WIB
Rumah Syheril
" Yah .... Ayaaahhh.... " Ibu Syheril berteriak sekencang mungkin memanggil-manggil suaminya yang mungkin masih sarapan. Dengan berlari suaminya menghampirinya di kamar Syheril.
" Ada apa buk?" Tanya nya khawatir.
" Syheril ya, Syehril gak ada di kamarnya yah, kamar mandi juga ga ada."Kata ibu Syeril panik.
Ayah Syehril langsung mengoreksi untuk mengecek kembali kamar mandi, dia langsung berlari keluar.
" SYHERIIL....SYHERIIILLL." Triaknya berulang kali untuk memanggil Syheril.
Iibu Syehril juga berteriak-teriak memanggil nama anaknya.
Mereka berkeliling komplek perumahan kecil tempat mereka tinggal, tapi NIHIL. Mereka tak menemukan keberadaan Syehril. Akhirnya mereka kembali ke rumah Syehril segera menelpon teman-teman Syehril barangkali Syehril ke rumah mereka, tidak lupa orang rumah Dhika juga dikabari tapi tetep mereka semua tidak tau dimana Syehril.
Sampai siang hari masih tidak ditemukan keberadaan Syheril, padahal mereka juga mencari di jalanan, hingga Sore tiba.
" Sabar buk sabar, tunggu besok pagi kita baru lapor polisi. " Tutur ayah Syheril.
" Tapi keadaan Syheril gak baik baik saja ayah !! dia lagi terguncang." Jawab ibu Syehril yang semakin membuat yang lainnya cemas.
" Roni.... Mungkin Syheril pergi Malang untuk ketemu Roni." Ucap Egi tiba tiba.
" Iya.... bisa jadi ,kita coba hubungi Roni. " kata mama Dhika membenarkan perkataan Egi.
Ayah Syehril langsung menelpon Roni.
Tuuuut...... Tuuut..... Tuuut.......
" Hallo iya yah. " Jawab Roni setelah telpon tersambung.
" Roni, apa Syheril kesana?"
" Apa maksud ayah?"
" Tadi pagi Syheril mehilang sampai sekarang belum ketemu." Kata ayah Syehril.
__ADS_1
" Kenapa ayah baru ngabarin aku sekarang !!" Kata Roni dengan nada agak tinggi karna panik dan cemas.
"Aku kesana yah."
Roni menutup telpon dan bergegas ke Surabaya.
" Bagaimana?" Tanya ibu Syheril berharap ada kabar baik, tapi ayah Syheril menggeleng kan kepala dengan muka murung .
Semua orang sudah tau jawaban dari wajah ayah Syehril. kecemasan mereka bertambah saat hari sudah mulai gelap.
-
-
-
-
-
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
-
-
-
__ADS_1
-
-