
ย
Syheril terbangun setelah mendengar suara ribut ribut dari arah luar kamarnya. Syheril mengkucek matanya agar bisa terbuka lebar, Baru saja Syehril akan beranjak dari tempat tidurnya namun ada rasa nyeri yang isa rasakan, " aachhh" keluhnya.
Ada rasa sakit yang ia rasakan di sekitar sela pahanya.Roni baru saja masuk ke kamarnya dan melihat Syheril merintih kesakitan, dengan setengah berlari dia mendekati Syehril dan menaruh segelas susu yang ia bawa di meja sebelah tempat tidur.
" kenapa?" tanya Roni khawatir.
" sakit mas! " jawabnya pelan.
Roni membantunya untuk membenarkan posisi duduk Syheril,
" kamu minum dulu gih nie susu hangat" Roni kembali mengambil susu yang telah di taruhnya tadi dan di suguhkan ke Syehril, Syheril meminumnya sedikit.
" mas ini sakit " katanya dengan memegan bagian bawah perutnya.
"itu wajar memang, nanti kamu bakal baikan. "
" gendong aku mas " kata Syheril, Roni pun tersenyum melihat Syheril yang begitu manja sama dia...
" mau kemana?"
" mandi, "
" serius nie mau aku gendong ke kamar mandi, sekalian mas mandiin boleh " Roni mulai melirik Syheril dengan mesum...
" kalau mandiin aja sih... hmmm "
Syheril menaikan bola matanya dan melirik kekanan dan kekiri seraya berfikir. Roni yang melihat tingkah Syehril gemas langsung mencium bibir Syehril, Syheril sedikit mendorong nya untuk menolak lantaran dia barusan barung tidur dan masih belum siap.
" S Y H E R I L...." ucap Roni yang masih memgambil ancang ancang untuk mulai mencumbu Syehril, dia melirik Syheril agar tidak menolaknya.
" apa sih mas, semalem udah lho lho berapa kali coba, sampek aku sakit semua " gerutu Syehril jujur melihat tatapan mata Roni.
" tidak boleh menolak suami kalo sudah syah, dosa tau! lagian wajar kan, ini kita baru jadi manten baru lho " kata Roni.
Syheril akhirnya pasrah setelah mendengar ceramah Roni pagi pagi. ' baru tau aku klo mas Roni ini doyan banget ' pikir Syehril yang sudah pasrah akan tindakan Roni. Sejak kemaren Sore sampek malam mereka sudah mempraktekkan beberapa gerakan yang telah mereka pelajari melalui kepingan kepingan yang telah di hadiahkan oleh Inez..
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
-
-
-
-
ยค DUA TAHUN KEMUDIAN ยค
" oweweee..... oweeweee "
Terdengar suara tangisan bayi dalam ruang bersalin, semua yang menunggui di luar kamar bersalin mengucap Syukur atas kehadiran keluarga baru dalam keluarga mereka.
Roni keluar dari dalam ruangan bersalin dengan wajah pucat, datar, tanpa expresi. Ayah ibu Syheril, mama papa Dhika dan juga ibu Roni sendiri langsung menghampiri Roni yang masih terdiam di depan pintu.
" bayinya gimana cewek ato cowok?"
" sehat kan?"
" Syheril gimana?"
" kenapa kamu diam saja, apa yang terjadi? "
Tanya seluruh anggota keluarga bergantian, Roni masih terpaku diam, tanpa jawaban dan itu membuat seluruh anggota keluarga cemas.
" RONI!?" bentak Ayah Syheril sedikit keras hingga menyadarkan Roni dari diamnya. Butiran bening air matanya jatuh begitu saja membasahi pipinya.
" yah... " ucap Roni dengan lirih dan seluruh anggota keluarganya menunggu kata kata dari Roni
" aku jadi seorang Ayah yah... " katanya dengan gemetar. " anak ku kembar yah, benar benar kembar" lanjutnya haru dan kemudian memeluk ayah Syehril.
Semuanya pun. Semua kembali bersyukur.
" Syheril masih sakit sayang? " tanya mama Dhika,
" nyeri ma "
" semua akan berlalu se iring berjalannya waktu, kamu tenang saja, "
" iya ma"
Terdengar suara langkah yang memasuki ruangan Syheril seontak membuat semua orang melihat ke arah sura itu berasal, ternyata itu adalah suster yang mendorong BOX bayi yang berisi kedua anak Syheril.
Semua orang langsung mengerubuni kedua bayi kembar itu, mereka ada yang langsung menggedendong mencium bahkan ada yang mencubit gemas.
" kamu gak kesana sekalian mas liat anak kamu " kata Syehril pelan ke Roni.
" gak, aku disini aja, aku tadi udah adzanin mereka"
" aachhh" Syheril sedikit merintih kesakitan
" kamu kenapa? mana yang sakit, "
Hanya Roni yang mendengar rintihan Syheril sementara yang lain malah cuek dengan bayi kembar Syheril.
ya....Syheril melahirkan bayi kembar, yang satu cowok dan satunya lagi cewek, mereka sangat imut kedua pipi mereka seperti bak pau, mereka mudah mengundang perhatian seluruh keluarga besar mereka, sampai sampai Syheril yang baru melahirkan pun tak ada yang memerhatikan kecuali Roni.
Sehari berlalu dan pagi ini Syheril sudah di perbolehkan pulang, dirumah sederhananya,sudah ada para sahabatnya yang senantiasa menunggunya dan juga melihat para keponkannya.
Syasyha yang berperut buncit itu tersenyum menggedong bayi kecil perempuan dari Syheril.
" aku gemes banget deh Ril dengan anak kamu " celoteh Syasya dengan masih dengan menimang anak Syheril.
" itu bulan depan juga lahiran kamu," kata Syheril
__ADS_1
" enak ya kamu, sekali keluar langsung dua, cewek cowok lagi pas deh "
" iya alhamdulillah, tapi sya aku masih pingin satu anak lagi " Syheril tersenyum dengan sembari mengelus ngelus bayi laki laki yang ada di pangkuannya.
" ENGGAK, gak ada lagi, cukup 2 ini aja " kata Roni tiba tiba yang baru saja keluar dari dapur dengan menyuguhkan minuman untuk Syasya dan Egi. Sontak semua terkaget melihat ke arah Roni, Syheril pun memicingkan alisnya dengan kalimat Roni.
" kenapa? aku pingin punya anak 3 kog mas " ucap Syheril saat Roni sudah ada di dekat mereka.
" pokoknya enggak Syheril, cukup sekali seumur hidup aku melihat kamu kesakitan seperti kemaren " kata Roni.
Syasya dan Egi tersenyum. mendengar ungkapan Roni
"soo sweeet banget ce kamu Ron! " ucap Egi
" eh mas, banyak anak banyak rejeki tau " sela Syasya
" coba kamu rasain sendiri besok kalo lahiran, aku sih ogah liat wanita yang aku cintai menderita seperti kemaren "
" mas, aku gak menderita kog, itu memang sudah kodrat ku, dan aku seneng bisa lahirin anak kamu " tutur Syheril dengan memandangi Roni dan menggenggam tangan Suaminya.
" pokoknya tidak usah lagi "
Roni kekeh pada pendiriannya. Syheril hanya diam sementara Syasya dan Egi merasa kalo si Roni terlalu sayang dan cinta sama Syheril.
*****
Seminggu pasca melahirkan telah diadakan acara aqiqah untuk menyambut kedua anak mereka sekaligus membirikan nama kepada kedua bayi mereka, Acara berlangsung dengan sederhana, hanya mengundang tetangga dekat saudara dan anak yatim,
" Roni, sudah di siapkan nama untuk kedua anak kalian" tanya Ayah Syheril
" Sudah ya, saya sama Syheril sudah sepakat, untuk anak laki laki kami beri nama ' DHIKA EKA WARDANA' dan untuk anak perempuan kami ' DHISA DWI WARDANI ' , maaf pa, ma kami sepakat untuk memberi nama Dhika pada anak lelaki kami, agar kami bisa terus mengenang Dhika dan juga merasakan kalo Dhika masih bersama kita " jelas Roni panjang lebar dengan memandang salah satu dinding di rumahnya yang telah terpampang foto Dhika dengan ukuran besar.
Mama papa Dhika kembali mengenang anaknya dan menangis, Syasya dan suaminya pun demikian, sementara Rendy dia hanya menundukkan kepala nya.
Syheril mwnghampiri orang tua Dhika dan memeluk mama papa nya dengan penuh kehangatan...
Semua orang menangis dingan kenangan mereka masing masing akan Dhika, ya memang Dhika adalah pemanis dalam kisah Roni dan Syheril, tapi yang namamya pemanis tetap pemanis, tidak akan ada yang bisa mengalahkan rasa manisnya cinta, .....
-
-
-
-
-
-
END...
terimakasih untuk semua Readers yang mendukung ku dari awal cerita sampai dengan akhir, maaf bila masih banyak kata kata yang masih salah, aku masih belajar,
dan juga maaf jika ending ini masih belum bisa memuaskan kalian semua.
Dan jangan lupa nie setelah ini mampir ke cerita baru aku, dengan judul ' AKHIRNYA KU MENEMUKANNMU'
berkisah tengtang pencarian cinta namun di penuh kesalahpahamna pada awalnya.
bye bye
love you readers ๐๐๐๐
ย
__ADS_1