Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
' Mencoba memahami.'


__ADS_3

22.45 WIB


Dhika semakin kacau menunggu Syheril yang tidak kunjung pulang. Seharian dia menunggu Syheril di dalam mobil, sampai lupa makan dan minum. Dan kini penantian panjang nya selama sehari telah ada di depan matanya, Dilihatnya sebuah motor memasuki pagar rumah Syheril, Dhika pun langsung turun seketika dari mobilnya.Di lihatnya Syheril baru turun dari motor itu, disusul dengan Roni dan tiba-tiba.


BUUK.....👊


Sebuah tinjuan melayang ke pipi Roni, sontak Syheril berteriak histeris, Roni yang tak trima pun juga melayangkan tinjunya ke Dhika, Syheril semakin histeris. Dan mengundang ke dua orang tuanya untuk keluar rumah.


" CUKUP HENTIKAN!" Triak ayah Syheril melihat kekacauan yang ada di depan rumahnya.


Seketika kedua cowok itu langsung berhenti, dan saling menatap. " MASUK KALIAN BERDUA." Kata ayah Syheril dengan emosi.


Akhirnya mereka pun masuk ke dalam rumah, Dhika dan Roni duduk di sofa yang berbeda, ibu Syheril segara menyuguhkan air putih untuk menenangkan pikiran mereka, sementara Syheril masih menangis di samping ayahnya.


" Kalian itu sudah besar, kalo ada masalah itu ya di bicarakan dengan baik. " Kata ayah Syheril kalem yang di tujukan kepada kedua cowok itu. " Ada yang bisa jelasin ke saya sebenarnya ada apa ini? "


" Maaf, Om. Saya Khilaf. " Kata Dhika singkat.


" Saya emosi ketika melihat Syheril pergi dengan cowok lain, sekali lagi saya minta maaf. " Lanjutnya.


" Saya pamit dulu, Yah. " Kata Roni tiba-tiba, dan itu membuat Syheril membuat Syheril mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk.

__ADS_1


Sementara Dhika sedikit terkejut mendengar Roni memanggil ayah Syheril dengan sebutan 'Yah.'


" Duduk dulu Roni, biar lukamu di kompres sama ibu dulu, dan malam ini kamu nginep dulu di sini." kata ayah Syheril " Kamu juga Dhika. " Tambahya sambil menoleh ke arah Dhika.


" Syheril kamu masuk kamar dulu gih, istirahat." Suruh ayah Syheril kepada anaknya yang terlihat lelah. Tanpa banyak bicara Syheril menuruti ucapan ayahnya.


" Roni, ayah minta maaf sama kamu, maaf sekali, saya tau kalo kamu pasti juga sedikit kecewa. tapi ayah minta."


" Aku gak papa,Yah. Ayah gak usah pikirin aku. Aku paham gimana masalahnya. " Sela Roni. Ayah Syheril cuman mengangguk.


" Tapi maaf yah, malam ini aku gak bisa nginep di sini."


kata Roni, yang langsung bangkit dari duduknya. Setelah dia berdiri dia melihat Dhika.


" Kalian.jangan berantem seperti anak kecil, di selesaikan secara dewasa. " Ayah Syehril berpesan sebelum mereka bener-bener pergi.


***


Dengan berkendara terpisah mereka pergi bersama, mereka akhirnya berhenti di sebuah jalan raya yang tidak terlalu ramai lalu lalang orang berkendara.


Dhika langsung keluar dari mobil sementara Roni pun turun dari motornya, Roni mendahului untuk duduk di pinggir jalan, tepatnya di trotoar disusul dengan Dhika kemudian.

__ADS_1


" Aku titip Syheril." Kata Roni dan Dhika pun sangat terkejut. " Aku tau alasan kenapa tadi kamu langsung mukul aku seperti itu. " Lanjutnya, Dhika masih diam untuk mendengarkannya.


" Aku sangat sayang dengan dia. " Ucap Dhika pelan.


" Kamu sayang sama dia, lah terus apa kabar dengan ku? kamu yang belum menerima cinta dari dia bisa sampek se-emosi seperti itu, bagaimana dengan aku, kami saling mencintai. " Jelas Roni.


" Trus kamu pingin aku mundur? dan membatalkan perjodohan ini."


" Tidak, karna aku dan Syheril sudah sepakat, kita masih percaya sama ALLAH, kalo memang kita jodoh kita pasti bisa bersama tapi kalo enggak, mungkin aku bukan yang terbaik untuknya." Penjelasan Roni yang dewasa membuat Dhika sedikit membuka pikirannya.


"Aku juga gak tau apa aku ini yang terbaik atau tidak untuknya, yang jelas selama ini aku selalu selalu menjaga hatiku untuk cewek yang akan di jodohkan dengan ku, tapi sebelum aku tau kalo orang itu adalah Syheril aku sudah jatuh cinta dengan dia, seakan akan hatiku ini tau kalau dia lah yang di jodohkan denganku. " Kata Dhika.


" Tadi kami telah mengakhiri hubungan kami, aku akan berusaha untuk tidak menghubunginya agar kami bisa saling melupakan, dan kalo sampek dia nangis karna kamu, sekali saja jangan salahkan aku kalo dia akan aku ambil kembali. " Roni bicara dengan sedikit mengancam.


" Aku tau! aku janji sama kamu, aku akan menjaganya dengan baik, dan terimakasih kamu sudah memberiku kesempatan yang sangat berharga." Dhika sangat kagum dengan kedewasaan Roni, kalo dia jadi Roni mungkin dia gak akan bisa melepaskan Syheril begitu saja.


" Aku titip cinta ku, aku titip perempuan ku. "Kata Roni untuk terkahir kalinya, dan dia pun memeluk Dhika. Mereka adalah dua laki laki yang baik tapi hanya ada satu yang akan menikah dengan Syheril.


*************BERSAMBUNG************


Ditunggu kelanjutan cerita mereka ya readers, jangan lupa likenya

__ADS_1


makasih.


__ADS_2