
Syheril masih terhanyut dengan kejutan Dhika, suara orang-orang yang menyuruhnya untuk naik panggung pun tak di gubrisnya. Dhika menatap Syheril dari jauh,seakan akan mengatakan terimalah aku.
" Ril, ini maju sana gih balas ungkapan Dhika biar romantis." Kata Rendi setelah menghampiri Syheril yang terpaku, Rendi memberika sebuah MIC kepada Syheril, dengan perlahan dia maju dan naik ke atas panggung, ' harus balas pake lagu apa ya ? ' pikir Syheril dalam setiap langkah nya menuju panggung di depan.
Kini Syheril sudah berdiri tepat di hadapan Dhika, baju couple mereka terasa cocok kalo mereka berdiri berdampingan, Dhika melihat mata Syheril yang penuh dengan cinta dan bahagia.
' Balas .... Balas.... Balas....'
Triakan para siswa-siswi membuat Syheril malu bukan main.
"Selamat malam. " Sapanya. " Hari ini aku bahagia banget, aku tidak menyangka akan dapat kejutan seperti ini, aku sudah kehabisan kata untuk mengungkapkan perasaan ku, yang jelas aku bersyukur banget udah di ketemukan dengan Dhika. Dia cowok yang sangat baik. " Kata Syheril dengan sesekali melihat Dhika yang tersenyum bahagia.
" Aku gak bisa nyanyi lagu kayak kamu, aku gak bisa mengungkapkan apa yang ada dalam hati, yang jelas cinta ku dan sayangku tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. " Dengan dalam Syheril mengungkapkan isi hatinya, dan tiba-tiba dia terfikir sebuah lagu untuk Dhika.
" Oh ya, aku tau sebuah lagu untuk mengungkapkan perasaanku." Perkataan Syheril membuat Dhika melebarkan senyumnya, dan hati nya mulai derdetak kencang.
Tanpa ada persiapan Syheril hanya menyayikan lagu tanpa di iringi musik, di tariknya nafas dan
🎶*Luhulahiluhulahilu...hiiyaaakkk
Nuhunahinuhunahinu...hiiyaaakkk
Luhulahiluhulahilu...hiiyaaakkk
Nuhunahinuhunahinu...hiiyaaakkk🎶*
Tiba-tiba Syheril menyanyikan lagi dari ' Mawang ' (Bagi pembaca yang tidak tau silahkan brosing 😇👉)
Sontak semua langsung tercengang mendengar lagu yang Syheril bawakan, nge-rock, dan gak jelas. Apalagi gaya gestur Syheril bernyayi bak seorang rocker.
Dhika menepuk jidatnya melihat kelakuan Syheril, begitu pula dengan Rendi dan Syasya.
' Gila gokil'
' Keren ne cewek , gak ada malunya. '
Ada beberapa komentar sedangkan yang lain cuman tertawa lepas melihat kegilaan Syheril.
Tapi tetep bagaimanapun juga Dhika senang dan langsung memeluk Syehril dengan erat.
" Maaf aku gak isa nyayi kayak kamu. " kata Syheril dalam pelukan Dhika.
***
Â
__ADS_1
Acara pensi sudah berakhir, hampir seluruh siswa siswi sudah hengkang dari sekolah, Begitu juga dengan Dhika dan Syheril, Dhika mengantar Syheril pulang, di perjalanan Dhika terus tertawa mengingat lagu yang di bawakan Syheril.
" Udah, jangan ketawa melulu. " Kata Syheril cemberut.
"Sumpah kamu lucu banget, lagumu itu lho." Balas Dhika masih sambil cekikikan.
" Dhik... " Panggil Syheril ,tapi Dhika masih meneruskan tertawanya. " Aku sayang sama kamu. " Lanjut Syheril dan Dhika langsung terdiam.
" Apa Ril, kamu tadi bilang apa??"
" Ogah aku ngulangin lagi, mulut ku capek."
" Bilang lagi dong, tadi aku gak denger serius."
" Gak ada siaran ulang!"
Dhika menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dia ingin fokus sebentar ke Syheril. Di tatapnya mata Syheril dalam.
" Ril, aku sayang banget sama kamu, biarpun kita baru saja kenal, tapi entah kenapa aku merasa kalo kita ini sudah lama banget kenalnya. " Di genggamnya tangan Syehril dengan penuh kelembutan, Syheril menatap mata Dhika yang terlihat tulus. Tiba tiba Syheril merasa ada sesuatu yang melingkar di jarinya. Dhika memakaikan cicin emas putih polos yang hanya terdapat satu mata tanam di dalamnya.
Syheril semakin terharu dan tak kuasa membendung air matanya.
" Mau kah kamu menikah dengan ku Syehril ?" Pertanyaan Dhika membuat Syheril semakin terharu, air matanya meluber hingga dia pun tak mampu menjawab perjawab pertanyaan Dhika. Akhirnya Syheril hanya menganggukan kepala tanda setuju. Dhika langsung memeluk Syheril tanda bahagia.
" Aku juga sayang kamu Dhika." Syheril membisikannya di telinga Dhika.
K*ata Syheril dalam hati. Mereka memperdalam pelukan mereka, Dhika menatap mata Syheril dalam Syheril pun sebaliknya, mereka saling mendekatkan wajah mereka, Dhika pun sudah mengambil ancang ancang untuk mencium bibir Syheril, ini adalah ciuman pertama Dhika, Syheril yang mengerti masuk Dhika ,dia langsung menutup matanya.
Tok...Tok...Tok....
Dhika dan Syheril kaget mendengar kaca mobil Dhika di ketuk dari luar, Dhika menoleh ke kaca mobil sebelah kanan dan di bukanya kaca pintu mobil.
" Astafirullah !!" kata Dhika melihat seorang polisi berdiri di luar mobilnya, Dhika langsung menoleh ke arah Syheril.
" Ril, kayaknya kita kena gerbek deh." Kata Dhika memelas, sementara Syheril merasa ketakutan.
Tak pernah seumur hidupnya kena gerbek kayak gini, malunya itu lho gak ketulungan, Dhika juga gak kalah gemetar sama seperti Syheril, Dan akhirnya mereka di giring ke kantor polisi terdekat.
***
Â
Orang tua mereka langsung pergi ke kantor polisi secepat mungkin setelah mendapat telpon kalo anak mereka kena gerbek.
Handoko papa Dhika dan Pramono ayah Syheril hanya saling menatap dan akhirnya tawa mereka pecah mengingat ulah anak mereka. Malu memang, namun mereka lebih merasa konyol saja dengan tingkah anak-anak mereka.
__ADS_1
Ke-dua keluarga itu keluar dari kantor polisi secara bersamaan, sedari tadi Syheril menutup wajahnya dengan ke dua telapak tangannya, Syehril malu, pasalnya ini adalah pertemuan pertamanya dengan calon mertunya alias orang tua Dhika.
" Kenapa Ril ,ditutup mulu mukanya?" Goda ayahnya.
Dapat terlihat dari ekspresi mata Syheril,kalo dia tersenyum tipis di balik telapak tangannya.
" Malu aku yah, malu sama orang tuanya Dhika. "
Tawa mereka pecah mendengar jawaban Syeril, Dhikapun sesekali mengelus rambu Syheril dengan gemas.
" Syheril, kami tu udah tau gimana kelakuanmu, udah gak usah di tutupin lagi itu mukanya, sayang banget cantik-cantik kok gak PD. " Kata papa Dhika.
" Tau kelakuan ku gimana ne om ?" Tanya Shyeril memastika, karna merasa bingung dengan ucapan papa Dhika.
"Tiap hari ne, Dhika selalu cerita tentang kamu, sampai sampai kami sudah bosan dengernya, ya.... maklum kalo jatuh cinta dunia berasa milik sendiri, kuping mak bapaknya pun gak di pikirin kalo udah panas cerita tentang Shyeril....Syheril.... dan Syheril. " Jelas mama Dhika yang membuat Syheril semakin memerah wajahnya.
Semua orang tertawa dan akhirnya mereka memutuskan untuk langsung pulang kerumah masing-masing mengingat ini sudah tengah malam.
Dhika kembali mengecup kening Syheril sebelum mereka berpisah dan itu langsung mendapat ejekan dari para orang tua mereka. ' malu malu biarin deh nanti juga jadi istriku ' pikir Dhika dalam hati.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung .....😇
Makasih ya udah mau baca sampai sejauh ini.
Jangan lupa likenya ya readers.
Â
__ADS_1
Â