
Setelah makan siang bersama kapan hari itu ,Syasya dan Egi mulai pendekatan. Egi pun juga merasa kalo si Syasya ini adalah gadis yang baik, apalagi temen Syheril karna menurutnya Syaheril gan mingkin recomended orang yanga gak baik untuk keluarganya.
Ini adalah weekend , Egi berencana mengajak Syasya jalan-jalan, itung itung meperdalam perasaan.
Tok...Tok...Tok...
Suara pintu rumah Syasya sudah diketuknya. Dan seorang cowok membuka pintu dan memandang aneh ke arah Egi.
"Cari siapa?" Tanya Rendi pada Egi yang di lihatnya.
"Syasya!" Jawabnya siangkat.
" Kamu siapa?" Tanya Rendi dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Lah kamu ini siapa?tanya-tanya kayak polisi aja. " Balas Egi kesal karna tingkah Rendi yang membuatnya kesal.
" Ditanya malah balik nanya !"
Rendi kesal dan dia hendak menutup pintu rumahnya tapi di tahan Syasya dari arah dalam.
"Eh eh eh.... mas, tunggu !" Suara Syasya menghentikan tindakan Rendi. Syasya mulai mendekat." Dia ini temen aku mas. " Kata Syasya.
" Temen! sejak kapan kamu punya temen laki laki, sampek jemput ke rumah lagi."
" Aduch ,mas. biarin dong adekmu ini PDKT biar gak jomblo. " Bisik Syasya dekat ke telinga Rendi
" Ahhh gak bisa, dia siapa? aku gak kenal. Jangan-jangan dia cuman mau mempermainkan kamu aja." Kata Rendi lantang.
"Dia ini guru olah raga baru di sekolah. "
"Masa!"
" Dan dia ini juga kakak sepupu Syheril , jadi aman. " Jawab Syasya dengan meringis.
" Hmmm." Rendi terlihat berfikir." Ok deh! " Akhirnya dia mengijinkan Sheril pergi dengan Egi. Dilihatnya Syasya mulai berlalu dari hadapannya.
"Dhika sama Syheril, ini adek ku sama si guru olahraga, lah aku ini kog masih aja tetep JOMBLOH." Rendi meratapi nasibnya sendiri.
__ADS_1
******
" Kemana?" Tanya Syasya di perjalana.
" Ngemall aja deh, nanti kita makan, nonton , makan lagi, trus kita jalan-jalan aja. "
"Ok deh, aku juga suka ngemall kok." Syasya setuju.
Mereka sudah hampir dekat mall pusat kota di Surabaya. Tunjungan Plaza . Nyampek sana mereka langsung ngambil tujuan utama nonton.
" Liat apa ne? " Tanya Syasya.
"Kamu suka apa? romance? komedi? aksi? horor ?" Tawar Egi.
" HOROR. " Jawab Syasya.
"Serius kamu suka ?gak takut ?"
" Gak lah, itu memacu adrenaline. " Jawab Syasya tegas.
" Ok aku juga suka. " Kata Egi meringis.
Tiket sudah di beli, popcorn dan minuman pun sudah siap. mereka sudah duduk di depan layar raksasa, Egi berkeringat dingin. Film sudah hampir mulai.
" AAAAHHGGGG. " Tiba-tiba Egi berteriak dan Syasya langsung menoleh ke arahnya begitu juga separoh dari penonton yang mendengarnya.
" kamu kenapa?"
" Aku takut." Jawab Egi malu dan berkeringat dingin.
Akhirnya mereka keluar, dan Syasya terus tertawa melihat ekspresi Egi yang ketakutan.
" Udah ah malu aku. "
" Lagian penakut gak bilang. "
"Udah-udah cari makan yuk, laper."
Mereka mengapsen seluruh resto dan foodcourt yang ada di dalam mall, akhirnya mereka mementukan menu andalan seafood.
" Makan yang banyak biar tenang. " Ledek Syasya.
__ADS_1
"Udah ah Sya, jangan ngeledek terus nanti mas gondok lho." Kata Egi yang langsung membuat Syasya diam.
' mas ' Egi membahasakan dirinya pada Syasya.
" Iya deh mas. "
Setelah makan mereka langsung jalan jalan mengelilingi mall, ada beberapa toko yang mereka hampiri. Tanpa rasa capek mereka terus bersenda gurau.
Sampai akhirnya Egi melihat sesuatu yang lucu untuk Syasya.
" Tunggu bentar ya." Katanya, tanpa menunggu jawaban Syasya,Egi langsung berlalu. Syasya dengan sabar menunggu Egi. sampai akhirnya Egi datang dengan membawa boneka keroppi. Syheril tersenyum dan menerimanya.
" Makasih." Kata Syasya dengan senyum lebar.
Egi menggerak gerakan matanya naek turu memberikan isyarat agar Syasya melihat dengan seksama boneka itu. " Apa?" Tanya Syasya bingung.
"Itu tu." Egi memberikan isyarat dengan matanya.
Akhirnya Syasya melihat ke arah leher Keroppi, dan dilihatnya kalung putih berliontin keroppi. SyaSya melebarkan mata dan mulutnya bersamaan karna kaget, salah satu tangan Syasya menutupi mulutnya.
"Buat aku ?" Tanyanya.
" Mau aku pakekan?" Tanya Egi, dan hanya di angguki saja sebagai jawaban , Egi langsung memindahkan kalung itu dari leher keroppi ke leher Syasya, banyak orang yang melihat mereka, anak-anak pelajar SMP banyak yang iri juga melihat kemesraan dua sejoli ini.
" Kita jadian ya. " Ucap Egi dan Syasya tersenyum.
" Secepat itu ?"
" Gak suka?"
" Suka-suka, ok deh "
Akhirnya mereka berpelukan tanpa mengiraukan sekitar. kebahagiaan mereka hanyalah milik mereka.
-
-
-
-
__ADS_1
-
Bersambung.