Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
'Salah Paham.'


__ADS_3

 


Pagi ini Syheril sudah siap berangkat sendiri, karna semalem Dhika udah bilang kalo dia ada kuliah pagi banget.


Setelah sarapan Syheril langsung memesan ojek on-line seperti biasa, Tak sampek 5 menit pak ojek pun datang.


" Mbak Syheril ya?" Tanya ojek on-line untuk memastikan.


" Iya pak." Jawab Syehril dengan senyum ramah.


Tukang ojek itu memberikan helm kepada Syehril,Syeril hendak naik dan membuka pushtab bagian belakang.


" Bentar mbak, saya puter balik dulu. " Cegah pak ojek, dan langsung puter balik, Syheril pun nyebrang mendekati jalan untuk mendekati ojek itu.


Namun tiba-tiba.


"PAK...PAK...PAAAAK...." Teriak Syheril keras namun ojek itu tak dapat mendengarnya.


Ibu dan Ayah Syehril yang mendengar suara anaknya yang triak-triak pun sontak langsung keluar panik.


" Ada apa Ril? " Tanya ayahnya.


" Itu yah,ojeknya puter balik langsung pergi, aku di tingga. " Jelas Syheril dengan menunjukkan helm nya.


Ibu dan ayah Syheril langsung tertawa mendengar cerita anaknya. Sementara Syheril yang tadinya cemberut pun sontak jadi tertawa mengingat kejadian barusan.


" Mungkin kamu di kiranya udah naek." Kata ibunya.


" Masih di kasih helm trus puter balik, dan bablas. " Jelas Syehril dengan sedikit gerakan tangan.


" Udah udah, nanti kamu bareng ayah saja. "


" Gak papa yah, nanti ayah telat. "Syheril terlihat cemas


" Enggak ayok. " Ajak ayahnya.


Syheril memberikan helem ojek itu kepada ibunya, berharap si tukang ojek bakal balik lagi .


Sementara di perjalanan tukang ojek itu belum menyadari kalo dia meninggalkan Syheril masih di depan rumah.


" Kelas berapa mbak ?"


" Langganan ojek tiap hari ya mbak ?"


" Apa mbak nya gak bisa naek sepeda, makanya ngojek tiap hari?. "


'*M*bak ini, di ajak ngomong diem aja. budek kali ya.'


Akhirnya pak ojek diam, tak bersuara selama perjalanan. sampai akhirnya dia sampai di depan sekolah Syheril.


" Sudah sampai mbak. " Katanya.


'Ini si embak sudah sampai kog gak mau turun ya, ketiduran atau gimana dia.'


Akhirnya pak ojek itu menoleh ke belakang dan di lihatnya jok belakang kosong. Tak ada pengguhi.

__ADS_1


" Masa' ALLAH !!" Pekiknya. " Masak iya setan ? atau mungkin mbaknya Jatuh." Si tukang ojek bingung bukan main. akhirnya masih dengan ke bingungannya dia mencoba kembali ke rumah Syehril.


*****


 


" Shyeril." Panggil Egi saat Syheril dan Syasya menuju gerbang sekolah


 


Egi sedikit berlari mebghampiri mereka. Syasya terlihat senang walaupun tau kalo Egi tak menghiraukannya.


" Aku antar pulang yuk." kata Egi.


" Gak ah... Aku nebeng Syasya kok. " Jawabnya.


" Ayok lah. "


" Hmmm pak Egi, ini si Syheril uda punya calon suami, nanti di kira dia selingkuh. " Sela Syasya.


" Masih calon kan, bukan suami. "


" Eh pak, jangan ganjen deh ! aku bukan cewek gampangan, sana gih banyak cewek-cewek yang mau di ganjenim sama bapak." Cerocos Syheril.


" Sama aku aja pak, aku masih jomblo kok. " Timpal Syasya ganjen.


" Pak...Pak... ! Mas ! " Kata Egi yang gak mau di panggil pak.


" Makan yuk Ril, gak papa sama Mas Egi." Ajak Syasya dengan menarik-narik lengan baju Syheril, berharap sahabatnya ini pengertian.


Akhirnya merekan pun pergi makan bersama, Egi mengemudikan mobilnya sendiri, sementara Syasya dan Syheril naik mobil terpisah.


Hampir satu jam mereka berada di jalan raya, kemacetan berada dimana-mana.


Akhirnya mobil mereka terparkir di depan resto yang menyuguhkan sambelan ala surabaya, 'Cafe Pelangi'


di baca plakat yang ada di depan toko.


" Enak ni Sya ?" Tanya Syehril


" Mantap pokoknya kamu kan doyan banget pedes tu."


" Masuk yuk." Egi mengajak mereka.


" Yuk." Jawab Syasya antusias.


Mereka pun memesan menu faforid mereka masing masing. Egi terus mandangi Syheril, dia tertarik dengan Syherip karna dia merasa lucu kalo mengingat kejadian kapan hari awal mereka bertemu.


Di sela-sela menunggu makanan mereka datang, HaPe Syheril berbunyi.


" 4ssallamualaikum." Sapa Syheril.


" Wa'alaikum salam." Jawab Dhika di ujung sana. " Kamu di mana?" Lanjutnya.


" Makan sama Syasya, kamu udah selesai ?"

__ADS_1


" Belom mungkin sorean. "


" EHeem. EhHemm. " Egi berdehem dan membuat Syheril meliriknya.


" Siaapa Ril?."


"Apanya ?."


" Itu kamu sama siapa ?"


" Sama Syasya, aku gak bohong. "


"Ada cowoknya ?" Suara terdengar sangat khawatir, dia gak mau sampek dia kecolongan.


" Enggak."


" Syheril ini punya kamu? " Kata Egi memang sengaja agak keras biar yang di ujung sana ikut mendengarkan.


" SYHERIL !" Bentak Dhika. Syheril pun syok selama ini Dhika gak pernah seperti itu. " Itu barusan siapa ?"


" Itu cowoknya Syasya." Bela Syheril.


Syasya yang mendengar namanya di sebut langsung memandang Syehril dan telepon Syheril terputus sepihak oleh Dhika.


" Mas Dhika?" Tanya Syasya pada Syheril.


" Pacar kamu ? " Tanya Egi.


" Tunangan dan calon suami aku. " Tegas Syheril


" Masih calon !" Jawab Egi.


" Udah-udah makan, laper ni." Sela Syasya.


Dengan cemberut Syheril akhirnya melahap makanan yang ada di depannya. Sementara Egi tersenyum tipis.


 


Dhika jadi kepikiran dia gak tenang, Rendi yang melihat sahabatnya seperti itu jadi kepo.


 


"Kenapa?" Tanya Rendi setelah balik dari memesan makanan di kantin kampus.


" Syheril lagi berduaan sama cowok lain. " Jawab Dhika


" Ngaco kamu. " Bantah Rendi tak percaya. " Paling juga Syasya. " Lanjutnya.


" Alibinya sih gitu, tapi aku gak tenang." Dhika makin gelisah.


" Hallah,pake bilang alibi kayak detektif aja kamu. "


" Masalahnya tu Syheril gak pernah pergi ma cowok."


Dhika bingung, antara percaya ato tidak, tapi dia gelisah. Hati dan pikirannya tak sejalan entah harus percaya ato tidak.

__ADS_1


*************bersambung**************


__ADS_2