
Roni memarkir mobilnya di halaman depan rumah Syehril. Saat dia memasuki halaman kecil rumah Syehril dia melihat perempuan itu duduk santai di depan rumahnya, dengan senyum lebar Roni menghampiri Syehril dan duduk di kursi kosong yang ada di sebelah kanan Syehril.
" Sudah enakan perasaan kamu ?" Tanya Roni sangat lemah lembut.
" Gak bakal bisa enak perasaan aku, coba kamu yang di tinggal mati pas mau nikah ??" Jawab Syheril asal dan itu membuat jantung Roni serasa berhenti sesaat.
" Kamu kalau ngomong jangan ngawur Ril, bisa gak itu mulut sedikit di kontrol, aku tau kamu lagi terpuruk, tapi...." Roni tak bisa melanjutkan ucapannya setelah tadi dia bicara dengan nada tinggi kepada Syheril. Roni merasa marah, marah karna Roni tak sanggup bayangin jika ucapan Syheril benar terjadi.
" Tapi apa Roni.???" Syheril bertanya mengarahkan wajahnya pelan ke arah Roni.
" Tapi jangan sumpahi aku seperti itu, aku dari dulu masih mencintai kamu Syehril , bukan aku memanfaatkan keadaan ini, tapi aku tulus. " Roni menghentikan ucapannya dan mendekat ke arah Syheril. Perempuan itu sekerang mengangkat kepalanya untuk bisa melihat wajah Roni, di genggamnya tangan Syehril dan Roni mensejajarkan posisinya sama dengan Syehril dan duduk belutut di depan Syheril.
" Mungkin ini sudah takdir ALLAH buat kita Syheril, ALLAH menghadirkan Dhika diantara cinta kita dan sekarang..."
" Sekarang apa? sekarang kamu senang karna Dhika telah tiada. " Syehril melanjutkan kata-kata Roni yang terpotong dengan nada yang sangat sinis.
" Enggak sama sekali, aku sama seperti kamu aku juga sedih kehilangan Dhika, bagaimanapun dia sudah menjaga dan mencintai kamu selama ini."
Shyeril menatap Roni dengan sinis dan tajam, perempuan ini ingin sekali marah tapi tak bisa, dia tau Roni tak bermaksud untuk bahagia di atas penderitaanya. Syehril mulai membesarkan hatinya. walau sangat sulit.
" Syheril, ijinkan aku membahagiakanmu menggantikan Dhika dan aku juga ingin menebus waktu ku yang hilang bersamamu. " Kata Roni berharap Syehril tidak akan salah paham.
" Aku tidak bisa Ron. " Jawabnya.
" Kenapa??"
" Aku tidak bisa melupakan Dhika... " Syheril melepas genggaman tangan Roni dan bediri maju beberapa langkah. Roni pun berdiri mengikuti Syehril dan hanya menatapnya dari belakang.
" Aku tidak menyuruhmu melupakan Dhika, bahkan jangan sampai kau melupakannya, aku hanya ingin membuatmu bahagia dengan cintaku."
" Tapi...." Syehril membalikkan badan menghadap ke Roni, tapi mulut Syheril di tahan oleh keduan jari Roni agar tak melanjutkan ucapannya.
" Tolong beri aku kesempatan , aku mohon." Pinta Roni dengan memelas ,kedua mata mereka saling menatap dalam.
'Bukannya aku gak bisa mencintai kamu Roni, tapi aku takut menghianati Dhika. ' Batin Syehril.
Lama tak mendapat jawaban dari Syheril akhirnya Roni memutuskan untuk mundur, dia akhirnya pamit pergi.
" Aku pamit kalo gitu Ril." Roni berlalu dari hadapan Syehril. Syheril hanya bisa melihat punggung Roni pergi.
__ADS_1
" Kamu adalah satu-satu nya pria yang paling bisa menggantikan posisi Dhika di hati aku Roni, tapi aku gak mau melupakan Dhika karna aku juga begitu mencintainya,aku tak mau menghianati Dhika. "
Batin Syehril lagi dalam hati.
****
'ok para pendengar yang setia, malam malam gini enaknya denger lagu yang melow ato lagu kasmaran orang jatuh cinta nie....'
Syehril mendengarkan suara radio yang sedari tadi mengoceh gak karuan ,ya paling tidak itu bisa sedikit menghibur Syehril yang sedari tadi masih kepikiran Roni yang tiba-tiba pergi kecewa olehnya. Bayangan Roni pergi tadi siang masih terus ada dalam pikiran Syehril.
' ok satu tembang untuk kalian yang lagi galau punya kelasih gelap mungkin, yul kita dengarkan DEMI WAKTU- UNGU '
Alunan musik mulai terdengar merdu di telingah Syehril
🎶
***Aku yang tak pernah bisa lupakan dirinya
Yang kini hadir di antara kita
Namun ku juga takkan bisa menepis bayangmu
Yang s'lama ini temani hidup ku
Maafkan aku menduakan cintamu
Berat rasa hati ku tinggalkan dirinya
Maafkanlah diri ku sepenuh hatimu
Seandainya bila... ku bisa memilih...
Kalau saja waktu itu ku tak jumpa dirinya
Mungkin semua takkan seperti ini
Dirimu dan dirinya kini ada di hati ku
Membawa aku dalam kehancuran
Maafkan aku menduakan cintamu
__ADS_1
Berat rasa hati ku tinggalkan dirinya
Maafkanlah diri ku sepenuh hatimu
Seandainya bila... ku bisa memilih...
Maafkan aku menduakan cintamu
Berat rasa hati ku tinggalkan dirinya
Maafkanlah diri ku sepenuh hatimu
Maafkan aku...
Maafkan aku***
🎶
Mendengar lagu ini Syheril teringat dengan dirinya sendiri.
" SHYERIILL.....SYHERILLL. " Suara triakan dari luar rumah membuat Syheril penasaran, ia membuka pintu kamarnya dan mulai turun ke bawah, di lihatnya pintu kamar orang tuanya yang tertutup rapat, mungkin mereka tak mendengar suara itu.
Syheril membuka pintu rumahnya dan betapa terkejutnya Syheril melihat sosok laki laki yang ada di hadapannya. Mata Syheril berkaca-kaca melihat Roni.
" Syheril, ijinkan aku jadi penerangmu seperti kembang api kecil ini, walaupun kecil tapi kalo sudah menyala dia akan memperlihatkan keindahan yang luar biasa." Kata Roni dengan senyum yang lebar, berharap Syheril akan mau menerimanya.
Syheril melihat Roni terharu, dia ingat ketika masa pacaran dengan Roni begitu indah tanpa beban, laki-laki ini memang sedikit bandel, tapi Roni mampu menuntun Syheril dengan bijaksana.
" Aku tak mau menghianati Dhika ,Roni." Kata Syheril dengan mengalirkan air mata.
" Tak ada yang kamu hianati Syheril, Dhika juga pasti bahagia melihat kamu bahagia. " Kata Ayah Syheril yang juga menyusul keluar di belakang Syheril.
Syheril menangis dan menghampiri Roni serta memeluknya. Roni pun sangat bahagia Roni membalas pelukan Syheril dengan erat.
" Mari kita buat Dhika bahagia juga dengan melihat kita bahagia di sini." Bisik Roni di telinga Syheril.
***********BERSAMBUNG**************
__ADS_1