
Ayah Syheril telah mengambil ancang ancang kembali untuk ikrar ijab, namun saat ayahnya akan berucap tiba tiba Roni memotongnya...
" tunggu yah.... "
" kenapa lagi??" tanya ayah Syheril bingung....
Roni menoleh ke arah Syheril, di lihatnya Syheril tampang murung dan kesal.
" gak deh yah... gak jadi " Roni memurungkan niatnya, sebenarnya Roni pingin Syehril masuk kamar dulu, dan gak di sampingnya... cuman Roni takut kalo Syheril bakal marah... Roni pun sedikit menyalah kan dirinya sendiri kenapa dia bisa segugup itu, padahal pas Acara Rapak di KUA, dia lancar lancar aja...
" bismillah.... " tuturnya dalam hati dengan memejamkan mata dan menakupkan kedua tangannya di wajahnya. Roni melihat bayangan Dhika sekilas, Dhika tersenyum padanya dan.... " aku titip Syheril ya, mama dan papa juga" katanya singkat, lalu bayangan itu menghilang.
Roni membuka matanya dan menatap yakin pada ayah Syehril.
" sudah?? " tanya ayah Syheril menyakinkan, Dan Roni membalasnya dengan anggukan kepala.
"saya nikahkan dan kawinkan kamu Roni Anggara bin Santoso dengan putri saya Syehril binti Pramono dengan emas kawin seperangkat alat Sholat di bayar TUUUNAI!!! " ucap ayah Syheril dengan lantang,Ayah Syehri kembali menghentakkan tanggan Roni. Berharap kali ini akan sukses, pasalnya dia sendiri juga was was, takut kegugupan Roni membuyarkan semuanya.
Syheril menutup kedua matanya, harap harap cemas dan berdoa... disamping itu, dia juga teringat kenangan masa lalunya yang telah ia lalui selama ini, meninggalnya Dhika, masa masa indah bersama Dhika, dan juga masa masa indah bersama Roni, mungkin ini memang takdir ALLAH...
dan sesuai harapan dia dahulu, dia ingin Roni lah yabg menjadi imam dia di dunia dan di akhirat. sedikit menituhkan air mata kebahagiaan di berdoa dalam hati, " semoga kamu tenang di sana Dhika, terima kasih telah mencintai aku dengan indah dan tulus, terima kasih untuk pengorbanan mu menungguku dulu, walaupun kita tidak berjodoh tapi seumur hidupku aku tidak akan pernah melupakannmu " doanya dalam hati, dan air mata itu pun semakin mengalir.
" SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA SYHERIL BINTI PRAMONO DENGAN EMAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DI BAYAR TUUUUNAI" Dengan lantang Roni telah mengucapkan ijab kabulnya.
" SYAH!! "
" SYAHH "
Para saksi akhirnya mengesahkan ikrarnya dan di amini oleh seluruh anggota keluarganya. dan terdengar suara ' AMIIN ' secara bergantian sepenjuru Rumah.
Syheril dan Roni pun berucap Syukur.
Tangis haru memecah dalam kedua keluarga mereka, semua bahagia, tak lama kemudian Syheril mencium tangan Roni, awal sebagai imam keluarga dan di susul dengan Roni mencium kening Syehril dengan lembut.
*****
Setelah acara ijab pun beberapa tamu selaku saksi dan kekuarga sudah pada pergi dan pulang, sementara tinggal keluarga inti saja yang tinggal di rumah Syheril, Rendy dan Inez pun pamit pergi karna mereka pun juga langsung mengurus keperluan pernikahan mereka., Sejak di setujui oleh orang tuanya Rendy langsung tancap gas wet... wet... set.... untuk menuju pelaminan.
Sementara Syasya dan Egi masih setia menemani sahabatnya...
" Ril, jangan kaget ya ntar malem " bisik Syasya meledek
" Apaan sih!!" Syheril terlihat malu malu setelah bisikan Syasya,
" Sakitnta Ril, minta ampuun "
"Masak? " Syheril terbelabak kaget, pasalnya yang dia tau namanya malam.pertama itu ya kata orang surga dunia.
" hallahh.... gitu kamu yang minta duluan gitu... !!" sindir Egi yang menguping pembicaraan mereka.
"apa.an sih kamu, malu kan aku " tegur Syasya yang mukanya mulai memerah.
__ADS_1
" ngobrol apaan sih " tanya Roni yang baru dateng.
Syheril yang melihat Roni langsung membayangkan sesuatu yang sedikit jorok.... dan kemudian dia menggelengkan kepalanya untuk membuyarkan halusinasinya.
" kenapa kamu??" tanya Roni kemudian.
" ah " kaget Syheril " gak gak papa "
mereka akhirnya ngobrol bersama di ruang Tamu, ibu Roni sudah pamit dari awal, dan memang tak ada kesibukan yang lain, Roni dan Syheril pun tidak menggelar pesta resepsi walaupun orang tua Dhika memaksa, tapi tetep mereka gak mau. Mereka hanya ingin sederhana. jadi setelah akad selesai mereka sudah bersantai ria.
*****
20:00 WIB
Syheril menelpon Inez, sembari nunggu Roni selesai mandi, Syheril terlihat gelisah.
tuuut..... tuuut.... tuuut.....
sambungan telpon belom juga tersambung, Syheril mengerutkan alisnya dan kembali mencoba menelpon kembali.
" hallo " katanya cepat dan stengah berbisik
" Syheril ada apa, malam malam.telpon ?" tanya sesorang di sebrang sana yang tak lain adalah Inez.
" mbak, mbak....mau tanya nie??"
" apaan??"
"Syheril pada walanya memang sakit.... kamu tahan aja, nanti baru kamu....."
tuut...tuut...tuut....
Belum selesau Inez menjelaskan telpon Syheril sudah terputus lantaran Roni sudah keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan baju tidurnya.
Syheril melihat Roni gugup, " telpon sapa kamu? " tanya Roni sembaru mengosok gosok rambutnya dengan handuk karna masih basah...
" enggak " Syheril terlihat gugup
Roni mendekat ke samping Syheril dan duduk di tepi ranjang, di pegangnya kedua tangan Syehril dan di tatapnya dengan lembut mata Syheril.
" kamu gugup ya malam.pertama " tanya Roni seketika membuat Syheril salah tingkah.
" ah gak kok ngapain gugup tok kita juga sudah lama kenal " jawabnya dengan gugup
Roni tersnyum dan hendak mengecul kening Syehril tapi buru buru menghindar
" kenapa?"
" plisss mas plisss.. " kata Syheril memelas dengan menyatukan kedua tangannya di depan muka Roni.
" apaan sih "
__ADS_1
" jangan lakukan itu sekarang, aku belum siap plisss mas plisss "
Roni tersenyum melihat tingkah Syheril, aneh rasanya. kemudian Roni memegang tangan Syheril yang ada di depannya.
" aku juga belom siap sayang.... bsok aja kalo kita udah pindah rumahnya, kita bisa berexpresi sepuasnya " kata Roni membuat Syheril lega, dan akhirnya mereka tidur hanya dengan berpelukan erat, cuman Roni lama kelamaan gak bisa tidur lantaran ada sesuatu menegang di bawah sana... Roni gelabakan sendiri. melihat Syehril tidur ingin rasanya dia membangunkan Syheril dan......
-
-
-
-
-
-
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
-
-
-
-
-
-
jangal lupa like and comentarnya ya readers....
__ADS_1
terimkasih telah membaca cerita ku