
Syheril masih belum sadar dari pingsannya. sekarang sudah menujukan pukul 17:15 WIB , dan adzan magrib sudah hampir berkumandang.
Ayah dan ibu Syheril, papa dan mama Dhika, Syasya, Rendy, Egi begitu juga ibu dari Roni masih ada di rumah Syehril. Syasya menunggui Syheril yang masih terpejam di kamarnya. Sementara yang lainnya berada di ruang tamu.
" Saya permisi pamit." Kata ibu Roni.
" Terimakasih banyak ya jeng." Kata ibu Syehril dan ibu Roni menyalami satu persatu orang yang ada di sana, kemudian langsung pergi.
" Siapa itu Pram ?" Tanya papa Dhika.
" Dia..... " Ayah Syheril menjelaskan panjang lebar tentang siapa ibu Roni dan papa mama Dhika juga sangat heran kenapa mereka masih bisa menjalin silahturahmi setelah apa yang mereka lalui.
" RiL. ...TENANG RIL.. TENANG ! " Suara triakan Syasya membuat semua orang berlari menuju kamar Syheril.
Mereka melihat Syheril yang menangis histeris menampar wajahnya sendiri hingga memerah.
" Ini mimpi Sya, ini mimpi. aku harus cepet bangun Sya! kasian Dhika sudah menungguku. " Kata Syehril kacau.
" Syehril, kamu sadar nak jangan seperti ini kamu harus kuat. " Kata ayahnya yang tiba-tiba maju dan memegangi kedua tangan Syheril.
" Yah... Mana baju pengantinku? aku gak mau kelihatan jelek di depan Dhika yah ,mana baju ku ?" Tanyanya ber berteriak dengan keadaan masih kacau.
" Istigfar nak istigfar ini semua cobaan dari ALLAH , kamu harus kuat." Yyah Syehril masih berusaha menenangkannya.
" Ayok pulang pa, mama gak kuat." Kata Mama Dhika yang tidak tega melihat keadaan Syehril. Permintaannya di setujui oleh suaminya, mereka pamit sekilas pada ibu Syehril.
Syasya juga tidak tahan melihat Syehril, dia pergi keluar di ikuti dengan Rendi.
" Ayah, Syheril mohon yah, bangunkan Syehril dari mimpi ini, Syehril gak kuat yah. " Tuturnya lemas,
" Sabar ya nak sabar. " Di peluknya anak semata wayangnya, dan Syheril akhirnya jatuh pingsan lagi.
" Sini pakdhe Egi bantu. " Kata Egi sembari membantu mengangkat Syheril ke ranjang kembali.
******
Ke- esokan harinya, Syheril masih belom menerima keadaan yang telah menimpanya, sedari hari akadnya yang gagal Syheril tak mau makan dan minum, paling paling dia bangun dari pingsannya menangis dan pingsan kembali.
__ADS_1
Hari ke- 3 ayah dan ibunya yang cemas membawanya ke rumah sakit, disana juga ada papa dan mama Dhika.
Syheril sudah terbaring dengan infus yang terpasang di tangan kanannya.
.ama Dhika tak tega melihat keadaan Syheril, papa Dhika hanya mengelus pundak istrinya untuk tabah.
" Kita harus bisa ngasih pengertian ke Syehril, dia gak boleh kayak gini terus." Kata mama Dhika.
" Iya jeng saya juga bingung harus bagaimana? " Kata ibu Syheril menimpal,
" kalo kayak bengini terus saya takut..... " Ibu Syehril tak melanjutkan kata katanya, dia takut dengan prasangkanya.
****
'3 bulan kamudian '
keadaan Syheril memang tak se buruk pada awalnya,Tapi bisa di bilang dia seperti mayat hidup, dia tidak pernah bicara selama ini, tidur bangun makan disaat makan itupun di suapin ibunya. Mukanya pucat, gak ada semangat hidup. Badannya sudah terlihat kurus , dia tak pernah mendengarkan nasehat dari orang tuanya dan juga sahabatnya.
Sholat pun sudah tidak pernah ia lakukan selama Tiga bulan ini, pikirannya selalu kosong bahkan untuk mandi saja dia di mandikan oleh orang lain yaitu ibunya. Setiap hari Syasya dan Egi mengunjungi Syheril, menghibur berharap Syheril bisa kembali ceria seperti dulu. Sementara Rendy yang sibuk dengan Skripsinya juga terus mengingat kebersamaannya dengan Dhika. Dan betapa dia trauma akan kecelakaan karna dia melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Syasya sudah dateng dengan Egi, sore ini Syheril sudah duduk di teras depan ketika Syasya dateng. Sheril masih melihat kedepan dengan Pandangan kosongnya.
"Ne liat aku bawa apa?" Kata Syasya menunjukkan tentengan yang berisi makanan ke sukaan Syheril.
" Ini semua makanan ke sukaanmu lho aku suapi ya. " kata Syasya dengan membuka bungkusan makanan.
Syasya menyodorkan makanan itu kemulut Syheril dengan sedikit mendorong akhirnya makanan itu masuk ke mulut Syheril.
" Kayaknya kita gak bisa diemin Syheril kayak gini." Kata Egi.
" Saya sudah mencoba segala hal." Kata Ayah Syheril yang tiba-tiba keluar dari dalam rumah.
" Itu kan medis pak dhe."
" Jadi menurutmu dia kena guna guna. "
" Bukan begitu maksud Egi, maksud Egi. mungkin kita harus melakukan sesuatu yang yang bisa menyentuh hati Syheril."
" Tapi apa?"
__ADS_1
" Mungkin Roni!! , kalo gak salah Syasya pernah cerita, dulu Syehril dan Roni saling mencintai."
Ayah Syheril terdiam dan sedikit mengingat apa yang di katakan Egi.
" Kamu benar."
Ayah Syheril langsung masuk mencari ibu Syheril dan mengajaknya ke malang untuk menemui Roni dan ibunya dengan Harapan Roni bersedia membantunya.
-
-
-
B
E
R
S
A
B
U
N
G
-
-
-
__ADS_1