
Setelah makan malam selesai mereka pun duduk santai di ruang keluarga.
" Han, kamu yakin mau jodohkan anak kamu sama anak ku? " Tanya Pramono sedikit pelanya.
" Lho kenapa?? kita kan uda sepakat bertahun tahun yang lalu."
" Iya saya tau, cuman gini. Dulu kita ngambil keputusan ini kan terlalu tergesa-gesa tanpa mikirin perasaan anak-anak, apa kamu sudah bertanya sama anak kamu, dia setuju atau tidak?" Pramono mulai menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya " Dan lagi, maaf. Aku rasa keluargaku itu tak sebanding dengan keluargamu, apalah aku ini Han,hanya pegawai swasta." Imbuh Pramono menjelaskan.
" Pak Pramono, gak usah punya pikiran yang aneh-aneh, saya sama anak saya tidak pernah mempersalahkan masalah itu." Jawab istri temannya dengan lembut.
" Masalahnya ini juga jeng, apa gak sebaiknya kita tanyakan sama anak-anak dulu apa mereka bersedia, soalnya ini kan menyangkut masa depan mereka bukan kita." Sahut ibu syheril.
"Saya Setuju kok tante dengan perjodohan ini." Sahut Dhika yang baru saja selesai mengganti bajunya.
" Papa udah dari dulu mewanti-wanti saya kalo saya gak boleh pacaran, karna saya telah di jodohkan." Lanjutnya dan sekarang dia sudah duduk di samping papanya. " Dan dulu ataupun sekarang saya menerima perjodohan ini."
Papa Dhika langsung mengelus-ngelus punggung Dhika, seakan bangga karna anaknya mau menuruti keinginannya. Sementara Ayah Syheril hanya senyum.
" Beres kan mbak, mas? " Kata mama Dhika memastikan.
" Ya Ampuuun!!" Tiba - tiba papa Dhika menepuk jidatnya sendiri pelan.
" Kenapa pa?"
" Sampek lupa, mana anak kamu?sedari tadi saya kog nyadar ya, klo kalian cuman berdua." Tanya papa Dhika seketika.
" Syheril sakit, tadi anak kamu yang nganterin dia pulang sama temennya." "Jelasnya.
" Jadi kamu sudah kenal dekat dengan anak temen papa ini? "
" Ya enggak si,Pa." Dhika meringis. " Dia sering kena hukum pas sedikit nakal, dan itu Dhika yang ngasih hukuman. " Lanjutnya
" Gimana sih kamu ini ! gini kesannya kamu yang jahat. "
"Gak pa tenang aja, insya ' allah Dhika juga naksir sama Syheril jadi mulai hari ini Dhika bakal baik-baikin dia biar dia juga setuju dengan perjodohan in." Tutur Dhika dengan pelan.
" Besok besok ajak kesini ya Dhik,mama pingin ngerti gimana calon mantu mama."
" Oh ya jeng, ini saya bawa fotonya saja, tadi pikirnya butuh bwat mewakili." Sahut mama Syheril. Seketika dia mengeluarkan foto anak semata wayangnya itu.
Mama Dhika mengambil selembar foto yang telah di berikaan kepadanya, di lihatnya foto gadis berambut panjang ikal, kulit kuning langsat yang hampir mendekati putuh, senyum manis, pipi tembem, dan keliatan perfect.
" Manis. "Katanya. Lalu dia memberikannya kepada suaminya.
"Wah ini mah seksi bukan sekedar manis." Kata suaminya itu.
"Papa ih, calon mantu itu pa, inget." Sahut Dhika sewot.
" Ih kamu. ! masa sama papa cemburu."
Spontan semuanya tertawa mendengar candaan dari papa Dhika. Dan pertemuan itu pun berkahir.
__ADS_1
***
Minggu siang ini Syheril baru kebangun jam 10.25 siang, setelah kejadian kemaren badannya terasa berat, memang sudah tidak demam, cuman dia sendiri lagi malas pingin istirahat, dia sama sekali belum keluar dari kamarnya. Sampai jam menunjukkan 13.45, mulai terdegar suara pintu kamarnya di ketuk oleh ibunya sendiri.
"Ril...Syheril. Bangun nak. " Kata ibunya masih dengan mengetuk pintunya.
Dengan malas Syheril membuka pintu kamarnya.
" Ibuuk ini hari minggu buk, weekend., biarin aku tidur sampek puas ." Runtuknya malas.
"Iya tapi apa kamu gak Sholat?"
"Iya ya buk bentar lagi."
" Setelah Dzuhurnya habis?"
" Enggak, ini aku mandi Sholat dzuhur sekalian asar, udah ah buk, aku masuk. " Pintu langsung di tutup olehnya.
" Dasar anak ini " Ibu Shyeril juga langsung meninggalkan pintu kamarnya yang sudah tertutup rapat.Dia melangkah ke bawah.
Tok... Tok...Tok.
Terdengar suara pintu rumah nya di ketuk, dia langsung kedepan dan di bukanya pintu itu, senyum langsung terlihat di wajahnya.
"Sore tante." Sapanya yang tidak lain adalah Dhika.
" Iya tante." Jawabnya sedikit malu.
"Kamu tunggu sini dulu ya, tu anak barusan bangun, dia masih mandi setelah sholat, mungkin agak lama." Jelasnya.
"Iya tante gak papa."
"au minum apa?"
" Terserah deh tante."
Dhika meletakkna tubuhnya di kursi yang ada di teras rumah Syheril, jantungnya merasa berdetak lebih cepet seakan di habis berlari, tapi disisi lain dia masih merasa senang, karna ternyata perasaan yang aneh di rasakannya kepada Syheril adalah tanda bahwa dia telah menemukan ' TAKDIRNYA'
" Dhikaaa, di minum ya." Kata ibu Syheril dengan menyuguhkan softdrink di meja yang tersedia.
" Tante panggil Syheril dulu ya. "
"Tante,maaf sebelumnya kalo boleh tolong jangan bilang Syheril kalo saya yang mau di jodohkan sama dia, biar saya bisa mengambil hatinya dulu."
Ibu Syheril tersenyum dan mengangguk setuju.
Selang beberapa lama Syheril akhirnya keluar karna ibunya bilang kalo ada temennya yang datang, tapi mata Shyeril langsung terbelabak melihat cowok yang duduk di teras rumahnya.
__ADS_1
" Kamu...!!! ngapain? " Tanyanya sinis.
" Duduk gih ril, masak mau bediri terus."
" Iya, kamu ngapain disini?" Tanya Syheril masih dengan sinis. Dan setelahnya menaruh pantatnya di kursi sebelah Dhika.
" Gimana?kamu udah enak.an?"
" Tumben, kamu kesambet apa.an sih?"
" Maksudnya? "
" Ya ini, kamu aneh, dateng kerumah tanya kabar, gak penting banget." Kata Syheril masih dengan judes dan Dhika hanya senyum, Dia sadar kalo gak muda buat ngambil hati Syheril.
" Makasih kek, kemaren uda aku anter pulang." Kata Dhika kalem.
" Sapa? kamu? nganter aku? "
" Lah iya, aku! "
" Bukannya Rendi sama Syasya?!"
" Aku juga kalee, tanya sama ibu kamu kalo gak percaya."
" Iya ya. "
" Jadi sebenernya apa yang terjadi sama kamu kemaren?" Tanya Dhika tiba-tiba serius.
" Hmm, aku juga gak paham, tiba-tiba ada yang ngunciin aku, trus nyiram aku dengan air. " Jelasnya dengan nada yang mulai merendah.
" Ya udah, mulai sekarang hal yang seperti itu gak bakal terjadi kok, ada aku yang jagain kamu sekarang."
Kata Dhika manis tapi sumpah si Syheril langsung syoook nya bukan main.
" Kamu sehat Dhika, mending kamu pulang deh, ke dokter sana." Kata Syheril yang merasa sikap Dhika yang aneh,sementara Dhika hanya tersenyum.
Sementara dari kejauhan ada seorang cowok yang lagi memperhatikan Syheril dan Dhika. Terlihat raut kesedihan di wajahnya, rasanya ingin dia melangkah dan bertanya siapa cowok itu, namun ia urungkan, dia sadar diri dan mulai pergi dengan hati yang gelisa, hatinya hancur, kini cintanya telah benar benar hilang. Setidaknya itu yang dia pikirkan sekarang. ya dia adalah Roni yang masih sangat mencintai Syheril.
-
-
-
-
-
Ada yang pernah di posisi Roni gak ne Readers, pasti nyesek banget ya,hatinya berasa hancur.
Ato malah ada yang setuju banget nie Syehril sama Dhika.
__ADS_1
ok deh jangan lupa like dan koment ya
terimakasih...😇