Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
' Kaulah Takdirku. '


__ADS_3

 


Pagi ini Roni sudah mampang di rumah Syheril, ini adalah weekend yang sangat di tunggu-tunggu oleh Roni, pasalnya weekday dia selalu sibuk dengan pekerjaannya. Dengan berpakaian rapi namun casual Roni terlihat tambah keren dengan senyumnya yang sangat manis.


 


" Ayok." Ajak Shyeril yang barusan keluar dari dalam rumah, disusul oleh ibu nya. Roni pun bergegas bangkit dari duduknya dan mencium tangan ibu Syheril kemudian.


" Kalian hati-hati ya. " Pesan ibu Syheril.


" 100% saya jaga Syheril sepenuh hati buk."


" Percaya ibu sama kamu." Ibu Syheril menepuk pundak Roni dengan begitu yakin.


" Pamit ya buk. "


Merekapun akhirnya berangkat untuk liburan, hanya berdua karna memang Roni pingin mengulang masa indahnya bersama Syheril dahulu.


Tujuan mereka gak muluk-muluk, liburan ke kampung halaman sendiri ' MALANG'


Dalam perjalanan yang melewati jalan tol JAPANAN mata Syheril asyik menikmati pemandangan yang di suguhkan oleh yang maha kuasa. Bebarapa pegunungan bisa di lihat dengan jelas disepanjang jalan.


" Udah lama ya kamu gak liat yang adem kayak gini ?" Tanya Roni yang duduk dibangku kemudi sebelah Syehril.


" He.em. " Jawab Syheril yang terlihat sangat bahagia dengan senyumnya.


" Langsung kerumah atau kemana nie ?"


" Tempat faforit CAFE SAWAH."


" Siap tuan putri."


Setelah hampir dua jam perjalanan mereka baru memarkirkan mobil mereka di area parkir cafe sawa.


"Ahhhh segarnya. " Ucap Syheril dengan menaikkan kedua tangannya ke atas serasa menikmati kesejukkan udara pegunungan .


" Yuk.." Ajak Roni setelah mengunci mobil


Mereka masuk ke dalam area cafe, Syheril mencari gazebo yang kosong sementara Roni memesan beberapa makanan dan minuman.


" Nie. " Roni mensuguhkan minuman hangat berupa kopi susu kepada Shyeril. Syheril langsung menyambut minuman itu segera, dan Roni duduk mengambil posisi di samping Syheril.


" Sini ." kata Syheril meminta Roni untuk mendekatkan diri padanya. Tak banyak cakap Roni langsung mendekatkan diri ke Syheril. Syheril pun berinisiatif menata duduknya sendiri agar bisa bersandar di bahu Roni dengan manja.


" Seneng deh kalo kamu manja gini. " Kata Roni membelai rambut Syheril dan matanya masih menatap pemandangan di depan.


" Hmm, kamu sih maunya aku manja terus."

__ADS_1


" Masa-masa kayak gini mengingatkan aku jaman pacaran SMA dulu, kita selalu bolos disini, bercanda gak ada bosennya."


" Iya."


" Kamu udah mulai sayang lagi gak ke aku Ril?"


" Kalo aku gak sayang sama kamu masak iya aku minta di manjain." Kata Syheril, Roni memeluk erat Syheril dalam dekapannya.


" Ron, Mungkin ALLAH memang mentakdirkan kamu menjadi jodoh aku, dan Dhika adalah satu pemanis cinta kita yang tak akan aku lupakan."


" Dari awal aku sudah yakin KAU LAH TAKDIR KU, kita memang tidak tau rencana ALLAH tapi aku yakin semua ini sudah di tulis NYA untuk kita."


" Kamu jangan pernah tinggalin aku kayak Dhika ya Ron, aku sudah gak sanggup nerima kenyataan pahit lagi."


" Aku gak bakal tinggalin kamu selamanya, kecuali kehendak ALLAH. " Mendengar ucapan Roni Syheril langsung memeluk Roni erat, kata kata itu membuatnya takut ada sedikit trauma yang muncul.


" Udah, kamu percaya sama ALLAH, DIA tau mana yang terbaik untuk umatnya. "


Menghabiskan waktu hingga sore membuat mereka berhasil mengenang masa lalu yang indah. Matahari pun hampir tenggelam dan mereka menikmati keindahan matahari tenggelam di balik pegunungan. Suasana Romantis membuat mereka hanyut. Roni mengecup kening Syheril disusul kecupan di pipi dan terakhir di bibir Syheril.


*****


Tok...Tok...Tok....


" Assallammualaikum." Triak Roni dengan mengetuk pintu rumahnya.


" Ibuuuk. " Sapa Syheril kangen seraya memeluk ibu Roni.


" Udah masuk dulu gih, diluar dingin."


Roni dan Syheril mengikuti arahan ibu Roni. Tak lama kemudian di suguhkannya teh hangat untuk menghangatkan badan mereka. karna di MALANG udaranya dingin banget.


" Syheril sehat? "


" Seperti yang ibu liat." Syheril tersenyum manis.


" Aku tinggal mandi ya. " Kata Roni sambil bangkit dari duduknya, Syheril menganggukan kapalanya, Dan Roni pun berlalu pergi ke dalam kamarnya.


" Nak Syheril. " Ibu Roni mencoba membuka obrolan.


" Ya buk? " Jawabnya setelah menyruput teh hangat itu.


" Kapan kamu bersedia menikah dengan anak ibu ?"


" Nanti buk, kalo Syheril sudah siap."


" Iya kapan nak ? Roni sudah dua kali lho lamar kamu, tapi kamu gak ada jawaban. "

__ADS_1


" Syheril mau nyantai dulu buk. "


" Jangan lama-lama, ibu sudah pingin gendong cucu." Bisik ibu Roni sedekit mendekat dan itu mampu membuat Syehril malu.


" Sabar atu buk, buat cucu kayak buat kue aja. "


" Kan sama-sama nguleni nak." Jawab ibu Syheril santai tanpa menghiraukan perasaan Syheril yang malunya bukan main sekarang, sampai wajahnya memerah.


-


-


-


-


-


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G


-


-


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2