
Hari berganti hari...
Minggu berganti minggu....
Bulan berganti dengan bulan...
Dan Tahun pun juga ikut berganti.
'Tiga tahun kemudian. '
Kini Syheril telah tumbuh menjadi seorang wanita cantik, dia kuliah di univesitas yang sama dengan Dhika dan Rendi, begitu juga SyaSya. Syheril masih jadi salah satu primadona kampus.
Dhika pun sama sekali gak suka kalo Syheril lanjutin kuliah ' mending abis lulus langsung nikah' itu yang di harapkan Dhika, tapi ya harapan itu sirna ketika Syehril ingin meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi.
Saat ini adalah tahun semester akhir Dhika dan Rendi. Dhika gak mau kalo sampek dia gak ada di samping Syheril para pria pria itu mengejarnya. Maka Dhika meminta ijin kepada Ayah dan ibu Syheril untuk segera menikah.
Saat ini kedua keluarga telah berkumpul di rumah sederhana Syheril mereka merencakan pernikahan akan di adakan awal tahun depan. Menghitung waktu dari sekarang kira kira kurang tiga bulan lagi, ya waktu yang singkat memang.
" Jadi kamu mau ngundang berapa orang." Tanya Handoko selaku papa Dhika.
" Aku mah gak banyak Han, paling saudara-saudara dekat aja. " Jelasnya.
"Gimana kalo sekalian ngundang teman sekolah kita, biar kayak reoni. " Usul Handoko
" Boleh-boleh. "
Obrolan itu mereka teruskan di ruang tamu setelah jamuan makan malam, sementara para ibu-ibu masih sibuk di dapur untuk membersikan sisa-sisa makanan sekaligus membuat cemilan untuk para suami mereka.
" Bentar lagi anak kamu jadi mantuku ." Tukas mama Dhika.
"Iya iya ambil aja sana, biar aku sama ayah Syehril bisa pacaran lagi kayak anak muda." Jawab ibu Syehril meringis menggoda mama Dhika.
" LHO! bener juga tu, apa mereka nanti tak suruh tinggal sendiri aja, biar aku juga bisa jadi anak muda lagi." Balas mama Dhika cekikikan. Dia juga sepaham dengan ibu Syehril, mereka terlihat kompak selama berada di dapur.
__ADS_1
Sementara Dhika dan Syheril berada di teras depan, dengan membayangkan hal hal indah setelah pernikahan kita.
" Nati honeimoon kemana ne?" Tanya Dhika pada Syheril.
" Aku mah ngikut aja, pokok tempatnya indah, romantis, dan aku sama kamu."
" Gimana kalo kita korea aja !!" Usul Dhika.
" Boleh-boleh barangkali nanti ketemu oppa-oppa. "
" Dasar." Kata Dhika dengan memandang Syheril yang senyum bahagia.
" Roni kamu undang?" Tanya Dhika kemudian, dan itu membuat Syheril berhenti tersenyum.
" Nomor Roni itu udah gak aktif, mungkin dia gak mau berhubungan dengan ku lagi. " Jawab Syehril sedih.
" Jangan berprasangka buruk, Roni itu pria baik dan aku sudah membuktikan kebaikan Roni tulus. "
" Iya, kalo bukan karna dia kita gak mungkin kan jadi seperti ini."
" Makanya, coba kita cari nomor Roni, kita telpon ibunya aja. " Saran Dhika
" Aku? kenapa?"
" Kalo aku menghubungi Roni ?"
" Dengerin Sya ! Aku gak bakal cemburu lagi sama Roni, kalo pun seandainya kamu bertemu dia, dia adalah orang yang paling bijak yang aku temuin, seandainya dia ada di sini aku bakal rela nitipin kamu sama dia klo aku pergi jauh. " Jelas Dhika
" Memang mau kemana??"
" Jangan salah lho Ril, nanti kalo aku lulus aku bakal gantiin papa, dan mungkin aku jarang pulang karna aku sering keluar kota. kamu pasti bakal rindu berat sama aku. " Jelas Dhika dengan mencubit hidung Syehril. Syheril hanya bisa meringis dan membalas gemas Dhika. Dia mencubit pipi Dhika gantian.
*****
Di kampus, saat selesai kuliah semua pada ngumpul. Dhika, Syheril ,Rendi ,dan Syasya. Dhika sangat perhatian dengaN Syheril, sesekali di belai rambut panjang Syheril , sesekali mengelus ngelus telapak tangan Syehril. Syehril sama sekali tidak risih dengan hal itu.
" Yang mau merrid makin lengket aja." Sindir Rendi yang masih setia dengan kejombloannya.
__ADS_1
"SYIRIK !" Tukas Dhika.
Tak lama kemudian Egi datang dan gabung bersama mereka semua. Dia langsung mengambil tempat di sebelah Syasya.
" Hallo semua." Sapanya.
"Ni ini ni.... Dateng lagi orang yang bakal aku ngiri. " Runtuk Rendi
"Apa sih kakak ipar ?" Goda Egi.
" Kakak, kakak.. aku sama kamu tua kamu !" Jawabnya Sewot.
Mereka semua tertawa melihat tingakh Rendi yang tiba tiba jadi iri dengan dua pasangan di depannya.
" Kamu jadi undang Roni?" Tanya Rendi asal biar gak kayak obat nyamuk.
" Jadi lah. " Jawab Dhika.
" Ok ok."
" Roni siapa?" Tanya Egi ke Syasya sedikit berbisik karna penasaran.
"Roni dulu yang pernah aku critain , mantan Syehril. " Jelas Syasya mengingatkan.
" OOOOOOO....... Si berhati tegar. " Celtuk Egi.
" Yup ! orang paling baik di muka bumi." Sahut Dhika membenarkan perkataan Egi.
Mereka akhirnya ngobrol bersama sampai hari akan petang. dan seperti biasa Syheril diantar Dhika pulang, begitu juga dengan Syasya yang diantar Egi, padahal dia serumah dengan Rendi dan meninggalkan Rendi pulang sendiri.
" Mending besok aku minta papa mama buat jodohin aku aja kalo kayak gini, pasrah dah kayak Dhika. " Gerutunya setelah di tinggal sendiri
----------------‮$αππβ√π9--------------
Sekali lagi terimakasih sudah meluangkan waktu untul membaca kisah Syehri dan Dhika.
Jangan lupa ya likenya dan juga komen pastinya.
__ADS_1
😇😇😇😇