Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
' aManaT '


__ADS_3

 


Tok....Tok...Tok....


 


Suara ketukan pintu membangunkan Roni yang telah lelap dalam tidurnya. Dibukanya matanya, dan mulai melihat sekeliling, suasana yang asing dan tak biasa. "Ahhhh." Dercaknya saat ingat kalo dia menginap di rumah Dhika.


 


" Roniiii..... bangun nak." Suara seorang perempuan yang tak lain adalah mama Dhika membuat Roni bangkit dari tidurnya dan berjalan membuka pintu kamar .


 


" Ya tante. !"Katanya setelah membuka pintu dengan mata yang masih sedikit mengantuk.


" Bangun sayang, ini sudah pagi. Kamu mandi trus turun sarapan,oh ya- kamu bisa pake baju Dhika yang ada di lemari." Kata mama Dhika dengan sangat ramah.


" I...i....iya tante. " Roni menjawab semua titah mama Dhika tapi dengan sedikit gagap , lantaran Roni bingung dengan semua kebaikan mama Dhika, dia merasa di perlakukan seperti anak sendiri.


Tak butuh waktu lama untuk Roni membersikan diri, setelahnya dia langsung turun untuk sarapan seperti yang di jadwalkan oleh mama Dhika.


" Sini Roni, jangan malu-malu. " Ucap papa Dhika setelah melihat Roni muncul menuruni anak tangga.


Roni langsung duduk di salah satu kursi meja makan yang terlihat sangat elegan." Makan yang banyak. " Kata mama Dhika dengan mengambilkan porsi nasi untuk Roni." Segini ??" Tanya mama Dhika, sambil menyodorkan piring yang telah ia ambilkan nasi.


" Iya cukup tante. " Roni meraih piring nasi itu.


" Kamu ambil lauk yang banyak." Tambah papa Dhika.


Mereka akhirnya makan dengan tenang, tanpa ada obrolan hanya ada suara sendok dan garpu beradu di atas piring.


Setelah sarapan selesai papa Dhika mengajak Roni ngobrol serius di ruang tamu.


" Jadi gini nak Roni." Papa Dhika memulai ancang-ancang untuk bicara. " Om punya usaha dalam bidang retail dan ya-om bersyukur karna semua usaha om lancar sampai saat ini." Kata papa Dhika tapi Roni tidak mengerti arah pembicaraan papa Dhika, mengapa dia bercerita seperti itu. Roni masih tetap mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh papa Dhika.


" Om dan tante tidak punya siapa-siapa, hanya ada Dhika anak om satu satunya, dan dia lebih di sayang sama ALLAH. Roni, om cuman pingin kamu jadi anak angkat om dan tante. " Kata papa Dhika kemudian yang sedikit membuat Roni Syok.

__ADS_1


" Iya Roni, tante mohon kamu setuju dan menerima tawaran kami. " Sahut mama Dhika yang baru saja membawa minuman dan cemilan . Roni pun otomatis menoleh ke arah mama Dhika yang sekarang sudah duduk sebelahan dengan suaminya.


" Jadilah anak kami, kami merasa kehilangan Dhika setelah dia pergi, jika kamu mau, paling tidak kami bisa sedikit terobati dan tentu juga dengan Syheril. kami dengar dari ayah Syehril kalian dulu saling mencintai saat Dhika belum masuk dalam kehidupan kalian." Mama Dhika mengambil nafas sebelum akhirnya melanjutkannya.


" Mungkin ini semua sudah takdir ALLAH, kami yakin ALLAH punya rencana sendiri untuk kamu dan Syheril dan tante sama om ingin mengangkat kamu sebagai anak kami, jadi nanti Syehril akan tetap menjadi menanti kami. Paling tidak kami akan tetap Dhika masih ada disamping kami." Lanjutnya.


" Kami mohon kamu setuju ya nak." Pinta papa Dhika memelas. " Semua harta om akan kami berikan ke kamu, Rumah, mobil, tabungan ,semuanya asal kamu bisa mengembalikan kebahagiaan Syheril dan juga kami."


Roni masih tidak bisa mengatakan satu kata pun, perkataan mama dan papa Dhika yang terlalu panjang membuatnya bingung.


" Gimana nak ?" Tanya mama Dhika berharap Roni setuju.


"Roni gimana?" Tambah papa Dhika yang tak kalah berharapnya seperti istrinya.


" Tunggu tunggu Om- tante." Roni sedikit bersuara.


" Maaf sebelumnya, bukan saya menolak untuk menjadi anak kalian, tapi kalo untuk kebahagiaa Syheril saya akan berusaha pastinya, tapi tidak usah memberi imbalan seperti itu."


"Itu bukan imbalan nak Roni, itu adalah amanat dari kedua orang tua ini yang sudah tidak memiliki siapa-siapa, terserah mau kamu apakan harta itu nanti setelah kami wafat, yang jelas kami akan hibahkan untuk kamu." Papa Dhika kembali bersuara.


" Saya tak sanggup menerimanya om, maaf !" Kata Roni akhirnya memutuskan.


" Itu pasti om-tante,kalo begitu saya pamit dulu , saya mau kerumah Syehril."


Roni beranjak berdiri dan pamit tapi papa Dhika sedikit menahannya. " kamu pake mobil om saja yang ada di bagasi ."


" Tapi..."


" Tidak ada tapi, ini amanah! "


papa Dhika sedikit memaksa, dan Roni tak bisa meolak lantaran dia sendiri tak ada kendaraan di Surabaya.


Setelahnya Roni pamit pergi ke rumah Syheril, dalam.perjalanan pun masih kepikiran amanat yang di minta orang tua Dhika.


-


-

__ADS_1


-


-


-


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G


-


-


-


-


-


Jangan lupa koment dan like nya readers.

__ADS_1


😍😍😍😍 Makasih 😇😇😇😇


__ADS_2